cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar
ISSN : 25811800     EISSN : 25974122     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
ELSE adalah jurnal ilmiah tentang pendidikan dan pembelajaran sekolah dasar oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2018): FEBRUARI" : 20 Documents clear
Analis Puisi Stopping By Woods On The Snowy Evening Byrobert Frost: Aspek Grammar dan Level Fonologi Ihsan, Pramudana
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 2 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.157 KB) | DOI: 10.30651/else.v2i1.1390

Abstract

Abstrak: Robert Frost memenangkan empat Hadiah Pulitzer dengan puisi ini, Stopping by Woods on The Snowy Evening bukanlah puisi biasa yang ditulis untuk sebuah kesempatan biasa. Puisi ini penuh makna yang harus diungkapkan dan dianalisis.Banyak kritikus memiliki persepsi yang berbeda sesuai dengan arti sebenarnya dari karya agung ini.Penulis mencoba menganalisis puisi ini dari analisis tingkat grammatical, analisis bahasa figuratif yang mengandung tingkat fonologis dan gambaran analisis wicara.Analisis ini bertujuan untuk mengungkapkan setiap baris puisi ini menjadi salah satu unsur diskusi sastra.Beberapa elemen puisi dan pola grammatical yang dianalisis, membentuk perspektif di otak pembaca tentang bagaimana kompleks puisi ini diciptakan.Kata Kunci: Robert Frost, Stopping by Woods on The Snowy Evening, grammatical level, Phonological levelAbstract: Robert Frost won four Pulitzer Prizes by this poem, Stopping by Woods on The Snowy Evening is not an ordinary poem which is written for an ordinary occasion. This poem is full of meanings which should to be revealed and analyzed. Many critics have different perception according the truly meaning of this great masterpiece. The writer tries to analyze this poem from analyzing tools of grammatical level, figurative language analysis containing phonological level and figure of speech analysis. These analyzing tools are purposed to reveal each line of this poem become one element of literary discussions. Several poetry elements and grammatical patterns which are analyzed, establish a perspective on the reader’s brain of how complex this poem was created.Key Words: Robert Frost, Stopping by Woods on The Snowy Evening, grammatical level, Phonological level
Kesetaraan Gender dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar Putra, Deni Adi
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 2 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.015 KB) | DOI: 10.30651/else.v2i1.1400

Abstract

Abstrak: Penulisan artikel ini yaitu bertujuan untuk mendeskripsikan serta memberikan rekomendasi tentang masalah kesetaraan gender dalam pembelajaran di sekolah dasar khususnya pada buku ajar tematik kelas IV. Secara umum, istilah gender oleh masyarakat sering diartikan sebagai jenis kelamin. Masalah kesetaraan gender sering dijumpai di lingkungan sekolah dan masyarakat. Pada lingkungan sekolah masalah kesetaran gender salah satunya dapat ditemukan pada bahan ajar yang berupa buku ajar tematik atau buku paket untuk siswa. Dalam buku tema tematik untuk siswa sekolah dasar terdapat poin-poin materi yang tidak mendukung adanya ketidaksetaraan gender, hal ini sangat kontradiksi dengan isi poin-poin dari progam Sustainable Development Goals yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia demi menciptakan masyarakat yang demokratis. Keseteraan gender perlu diberikan kepada siswa sekolah dasar melalui buku ajar atau kurikulum buku yang telah disusun, terutama dalam materi mengenai cita-cita yang seharusnya profesi apapun ditampilkan dalam bentuk dua gender, misalkan profesi polisi juga menampilkan gender perempuan.Kata Kunci: Kesetaraan Gender dan Pembelajaran di SDAbstract: The writing of this article is aimed to describe and provide recommendations on the issue of gender equality in learning in elementary schools, especially in fourth grade thematic textbooks. In general, the term gender by society is often defined as gender. The issue of gender equality is often found in schools and communities. In the school environment the problem of gender equality one of them can be found in teaching materials in the form of thematic textbooks or book packages for students. In the thematic theme book for elementary school students there are material points that do not support the existence of gender inequality, this is very contradiction with the contents of the points of the Sustainable Development Goals proclaimed by the Indonesian government to create a democratic society. Gender equality needs to be given to elementary school students through textbooks or book curricula that have been developed, especially in material about ideals that should be any profession presented in the form of two genders, eg the police profession also displays women's gender.Keywords: Gender Equality and Learning in Elementary School
Pengembangan Instrumen Validasi Media Boneka Tangan dengan Metode Bercerita Chrisyarani, Denna Delawanti
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 2 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v2i1.1204

Abstract

Abstrak: Pembelajaran Bahasa Indonesia seringkali disampaikan tanpa menggunakan media pembelajaran dalam penyampaian materi, menjadi salah satu faktor penyebab materi pelajaran tidak dapat diserap seutuhnya. Guru juga merasa kesulitan dalam menyesuaikan media dengan materi bahasa Indonesia. Metode bercerita dengan menggunakan media boneka tangan lebih berkesan daripada nasihat sehingga cerita terekam jauh lebih kuat di dalam memori siswa sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Evaluasi media multi kriteria menjadi masalah yang sangat penting untuk diperhatikan sebelum diaplikasikan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun instrumen validasi/kelayakan media boneka tangan berbasis metode bercerita segi materi dan desain. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development teori four D models Thiagarajan, dkk. Pengembangan model four D models meliputi empat tahap pengembangan, yaitu define, design, develop, dan disseminate penyebaran. Pada penelitian ini berhenti sampai tahap ke tiga, develop. Mengembangkan yang dimaksud mengarah pada pengembangan instrumen validasi media. Hasil penelitian pengembangan ini menghasilkan instrumen yang memperhatikan unsur kelayakan isi/materi dan desain.Kata kunci: instrumen validasi, media boneka tangan, metode berceritaAbstract: Learning Indonesian Language is often delivered without the use of learning media in the delivery of material, became one of the factors that cause lesson material can not be absorbed completely. Teachers also find it difficult to adjust the media with Indonesian language material. The storytelling method using hand puppet media is more memorable than advice so that the recorded story is much stronger in the student's memory so that student learning outcomes can increase. Evaluation of multi-criteria media becomes a very important issue to consider before being applied in the learning process. This study aims to develop a validation instrument / feasibility of hand-puppet media based on the method of telling the material and design aspects. This research uses research and development approach of the theory of four D models Thiagarajan, et al. The development of four D models includes four stages of development, ie define, design, develop, and disseminate deployment. In this study stopped until the third stage, develop. Developing the intended leads to the development of media validation tools. The results of this development research produce an instrument that takes into account the element of content / material feasibility and design.Keywords: validation instrument, hand puppet media, story telling method
Pengembangan Bahan Ajar IPA Berbasis Inkuiri Untuk Siswa Kelas V SD Khair, Baiq Niswatul; Susilo, Herawati; Suarsini, Endang
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 2 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.647 KB) | DOI: 10.30651/else.v2i1.1426

Abstract

Abstrak: Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar IPA berbasis inkuiri untuk kelas V SD. Bahan ajar ini berupa bahan ajar siswa dan pegangan guru berbasis inkuiri yang sahih atau valid, efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan keterampilan proses sains siswa dan praktis digunakan oleh siswa dan guru. Peneliti mengembangkan bahan ajar menggunakan model penelitian dan pengembangan modifikasi Borg and Gall (2003). Adapun tahapan yang dilalui terdiri dari 6 langkah, yakni: 1) studi pendahuluan; 2) perencanaan; 3) pengembangan; 4) validasi; 5) uji coba; 6) produk akhir.Hasil validasi ahli bahan ajar IPA berbasis inkuiri mendapatkan perolehan sebesar 97.56% terhadap isi/materi, 92.39% terhadap bahasa, dan 81.25% terhadap desain bahan ajar. Hasil uji coba kelas terbatas menunjukkan perolehan hasil belajar siswa sebesar 88.7 dan 100% siswa telah mencapai KKM, serta persentase keterampilan proses sains siswa sebesar 78.51%. Selain itu persentase kepraktisan yang diperoleh adalah 89.59% bagi siswa dan 92.85% bagi guru. Berdasarkan paparan data tersebut, bahan ajar IPA berbasis inkuiri layak digunakan karena telah dikategorikan sangat valid, efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan keterampilan proses siswa, serta praktis digunakan dalam proses pembelajaran IPA pada kelas Vb di SDN 4 Praya.Kata Kunci: bahan ajar, IPA, inkuiri, hasil belajar, keterampilan proses sainsAbstract: The aim of this research and development is to produce science’s teaching material based on inquiry which is valid and effective in improving student’s achievement and science’s process skill and also practically used for student and teacher. Researcher developed this instructional material by using a modified model of research and development by Borg and Gall (2003). The 6 phases of this model are: 1) preliminary study, 2) planning, 3) development, 4) validation, 5) trials and 6) final product. The results of the expert validation acquired 97.56% for the contents/material, 92.39% for the language, and 81.25% for the design. The trial results of limited class shown student learning outcomes at 88.7 and 100% of students achieved KKM, and also the percentage of student’s science process skills is 78.51%. In addition, the percentage of practicality for students is 89.59% and 92.85% for teachers. Based on data, science’s teaching material based on inquiry effective in improving student achievement and science process skills and also practical use in the process of learning science at class Vb SDN 4 Praya.Keywords: teaching materials, science, inquiry, learning, science process skills
Kecerdasan Interpersonal Siswa Melalui Model Student Teams Achievement Divisions Hakim, Arief Rahman
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 2 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.476 KB) | DOI: 10.30651/else.v2i1.1210

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif student teams achievement divisions (STAD) dalam meningkatkan kecerdasan interpersonal pada siswa. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah classroom action research dengan mendeskripsikan kegiatan yang terjadi di dalam kelas. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Tanjungrujo 4 Kota Malang dengan jumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan interpersonal siswa kelas IV SDN Tanjungrejo 4 Kota Malang dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran STAD. Pembelajaran dengan penggunaan model STAD ini menggunakan kelompok kecil sehingga siswa dapat bekerja sama untuk memaksimalkan pembelajarannya sendiri dan orang lain, sehingga dapat mendorong siswa untuk meningkatkan kepekaan sosial, pemahaman sosial, dan komunikasi sosial bisa maksimal.Kata kunci: kecerdasan interpersonal, pembelajaran kooperatifAbstract: This study aims to describe the application of cooperative learning models student teams achievement divisions (STAD) in improving students' interpersonal intelligence. The approach taken in this research is classroom action research by describing what activities happens in the classroom. The subjects in this study are the fourth grade students SDN Tanjungrejo IV Malang with 30 people. The results showed that interpersonal intelligence of fourth grade students of SDN Tanjungrejo IV Malang can be improved through this STAD model. This learning STAD model uses with small groups so that students can work together to maximize their own learning and others, so as to encourage students to increase social sensitivity, social understanding, and social communication can be maximized.Keywords: interpersonal intelligence, cooperative learning
Model Pembelajaran Kooperatif Untuk Menumbuhkan Nilai Moral Siswa Sekolah Dasar Martati, Badruli
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 2 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.866 KB) | DOI: 10.30651/else.v2i1.1405

Abstract

Abstrak: Pokok pikiran keempat Pembukaan UUD 1945 mewajibkan pemerintah dan para penyelenggaran negara untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur. Cita-cita luhur bangsa Indonesia tersebut tertuang dalam pasal 3 Undang-Undang No. 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003. Tujuan tersebut dapat dilaksanakan melalui mata pelajaran PKn yang dapat mendukung pendidikan dalam menjadikan warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Karena seorang guru-setiap kata, pikiran, tindakan  dan asosiasinya  menjadi berarti bagi siswa. Untuk itu guru perlu memiliki kemampuan menerapkan model-model pembelajaran inovatif. Salah satu model pembelajaran yang baik digunakan adalah pembelajaran kooperatif. Slavin menyatakan pembelajaran koperatif, memiliki banyak perbedaan bentuk (tipe), tetapi semuanya melibatkan siswa yang bekerja dalam kelompok kecil atau tim yang saling membantu satu sama lain dalam mempelajari materi akademik. Dalam model pembelajaran kooperatif dapat ditemukan pendidikan nilai moral yaitu: siswa belajar sesuatu, terdapat penghargaan terhadap kelompok, tanggung jawab perseorangan, kesempatan yang sama untuk berhasil, belajar itu menyenangkan, bekerja berpasangan, bekerja kelompok dan lain - lain.Kata kunci: model pmbelajaran, PKn, guru,  kooperatif, nilai moralAbstract: The idea of awakening the 1945 Constitution obliges the government and the state to maintain the noble humanitarian character of the noble and full of the moral ideals of the lofty people. The noble ideals of the Indonesian nation are contained in article 3 of Law no. 20 on the National Education System Year 2003. The objective can be implemented through Civics subjects that can support education in realizing democratic and responsible citizens. Because a teacher - every word, thought, action and association becomes a means for students. For that teachers need to have the ability to apply innovative learning models. One of the good learning models used is cooperative learning. Slavin states cooperative learning, has many different forms (types), but all involve students working in small groups or teams that help each other in learning materials. In the cooperative learning model can be found moral education that is: students learn something, there are awards to the group, individual responsibility, equal opportunity for success, learning is fun, work in pairs, work groups and others.Keywords: model of learning, Civics, teacher, cooperative, moral
Peningkatan Keterampilan Berpikir Kreatif dengan Menggunakan Metode Mind Mapping pada Mata Kuliah Pendidikan IPA SD Kelas Awal Mahasiswa PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hasyim Asy’ari. Nuruddin, Muhammad
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 2 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v2i1.1224

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Hasyim Asy’ari pada mata kuliah Pendidikan IPA SD Kelas Awal dengan Menerapkan Metode Mind Mapping. Karena dengan metode Mind mapping mahasiswa dapat menuangkan ide-ide yang ada di otaknya serta dapat menuangkan kreativitas yang dimilikinya di atas sebuah kertas kosong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas kolaboratif bersiklus. Dalam penelitian ini terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa PGSD semester IV Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hasyim Asy’ari dengan jumlah mahasiswa 37 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes, dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada siklus 1 menunjukkan peningkatan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa pada mata kuliah Pendidikan IPA SD Kelas Awal hal ini ditunjukkan dengan persentase pada siklus 1 sebesar 65,71% dan mengalami peningkatan pada siklus 2 dengan persentase 80%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode mind mapping dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Hasyim Asy’ari pada mata kuliah Pendidikan IPA SD Kelas Awal.Kata Kunci: Keterampilan berpikir kreatif, metode mind mappingAbstract: The purpose of this research is to improve the creative thinking skill of PGSD student, Faculty of Education, Hasyim Ash'ari University in the IPA Elementary School Class of Early Class by Applying Mind Mapping Method. Because with the method of Mind mapping students can pour ideas in his brain and can pour his creativity on an empty paper. This research is a descriptive research. This study uses a collaborative classroom action research design. In this study consist of two cycles. Each cycle consists of planning, implementation, observation, and reflection. Subjects in this research are PGSD students of fourth semester of Education Faculty of Hasyim Asy'ari University with 37 students. Technique of data collecting is done by observation, test, and field note. Based on the results of research conducted on cycle 1 shows the improvement of students' creative thinking skills in the IPA Primary School Elementary Class This is indicated by the percentage in cycle 1 of 65.71% and increased in cycle 2 with the percentage of 80%. From the result, it can be concluded that the application of mind mapping method can improve the creative thinking skill of PGSD students, Faculty of Education, Hasyim Ash'ari University in the IPA Elementary School Primary Class.Keywords: Creative thinking skill, mind mapping method
Efektivitas Penerapan Sistem Informasi ULO_21 Pada Proses Belajar Mengajar di SDN Wedoro Waru Sidoarjo Rosadi, Aswin
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 2 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.386 KB) | DOI: 10.30651/else.v2i1.1389

Abstract

Abstrak: Saat ini, sistem informasi memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan kepada sekolah, yang memberikan dukungan untuk layanan administrasi, sebagai alat pengajaran dan sarana komunikasi dan penggunaan Teknologi Informasi untuk membantu pengambilan keputusan. Program aplikasi ULO_21 berfungsi sebagai pengganti evaluasi ujian siswa proses yang sebelumnya dilakukan secara manual dan sekarang akan dilakukan secara on-line. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas sistem, kualitas informasi dan kualitas layanan terhadap niat penggunaan, dan manfaat bersih bagi SDN Wedoro Waru Sidoarjo. Variabel eksogen dalam penelitian ini adalah kualitas sistem, kualitas informasi dan kualitas pelayanan. Niat menggunakan variabel endogen dan manfaat bersih. Populasi sasarannya adalah guru dan siswa di SDN Wedoro Waru Sidoarjo. Untuk menguji hipotesis digunakan Structural Equation Model. Hasil penelitian ini adalah: (1) Kualitas sistem tidak mempengaruhi niat penggunaan; (2) Kualitas informasi mempengaruhi niat penggunaan; (3) Kualitas layanan mempengaruhi niat penggunaan; (4) Niat untuk Menggunakan berdampak pada manfaat bersih.Kata kunci: kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layananAbstract: Nowadays, information system has a strategic role in providing support to a school, which provide support for administrative services, as a teaching tool and a means of communication and the use of Information Technology to help make decisions. ULO_21 application program serves as a substitute for the evaluation of student exams of processes  previously done manually and will now be done by on-line. The purpose of this study was to determine the effect of system quality, information quality and service quality to the intention of using, and the net benefit to SDN Wedoro Waru Sidoarjo. Exogenous variables in this study is the quality of the system, the quality of information and service quality. Intention to use endogenous variables and net benefits. The target population is teachers and students at SDN Wedoro Waru Sidoarjo. To test the hypothesis used Structural Equation Model. The results of the study are: (1) System quality does not affect the of Intention to Use; (2) Quality of information affect the Intention to Use; (3) The service quality affect the Intention to Use; (4) Intention to Use an effect on  net benefits.Keywords: system quality, information quality, service quality
Analisis Perencanaan Pembelajaran Tematik Pada Kurikulum 2013 di SD Negeri Kauman I Malang Suwandayani, Beti Istanti
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 2 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.125 KB) | DOI: 10.30651/else.v2i1.1214

Abstract

Abstrak: Perkembangan zaman turut menyertai perkembangan penerapan kurikulum pendidikan di Indonesia. Kurikulum di Indonesia saat ini menggunakan Kurikulum 2013. Dalam implementasi kurikulum 2013 dibutuhkan perencanaan yang matang untuk mengintegrasikan beberapa mata pelajaran ke dalam sebuah tema. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, faktor penghambat dan pendukung pembelajaran tematik di SDN Kauman I. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa di SDN Kauman I. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpilan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran tematik di SDN Kauman I sesuai dengan Kurikulum 2013, namun masih terdapat beberapa kendala yaitu pendistribusian buku, alokasi waktu dan pembuatan media. Faktor pendukung perencanaan kurikulum 2013 sarana prasrana di kelas yang memadai, buku referensi pendukung, dan pelatihan kurikulum 2013 untuk guru kelas di SDN Kauman I.Kata Kunci: Perencanaan, Pembelajaran Tematik, Kurikulum 2013Abstract: The development of the times helped accompany the development of the application of educational curriculum in Indonesia. Curriculum in Indonesia is currently using the Curriculum 2013. In the implementation of the 2013 curriculum requires careful planning to integrate some subjects into a theme. This study aims to describe the planning, inhibiting factors and supporting thematic learning in SDN Kauman I. The subjects of this study are teachers and students at SDN Kauman I. The research approach used is descriptive qualitative approach. Data collection techniques used in this study include interviews, observation and documentation. The results of this study indicate that thematic learning planning in SDN Kauman I in accordance with Curriculum 2013, but there are still some obstacles that is the distribution of books, allocation of time and making of media. Supporting factors of curriculum planning 2013 in adequate classroom infrastructure, supporting reference books, and 2013 curriculum training for classroom teachers at SDN Kauman I.Keywords: Planning, Thematic Learning, Curriculum 2013
Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Multiple Intelligences Kurikulum Tahun 2013 pada Peserta Didik Kelas X Bahasa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya Tahun Pelajaran 2017/2018 Mubarok, Insani Wahyu
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 2 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.022 KB) | DOI: 10.30651/else.v2i1.1387

Abstract

Abstrak: Pembelajaran MI didasarkan pada jenis kecerdasan yang dominan, gaya belajar, dan kecenderungan kerja otak kanan-kiri. Selanjutnya, guru menyesuaikannya dengan menentukan penggunaan model, pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang tepat. Hal inilah yang terjadi pada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X Bahasa tahun pelajaran 2017/2018. Oleh sebab itu, fenomena tersebut dijadikan fokus penelitian: (1) Jenis-jenis kecerdasan majemuk, modalitas belajar, dan kecenderungan otak kanan-kiri, (2) Bentuk pembelajaran Bahasa Indonesia yang berbasis Multiple Intelligences pada peserta didik kelas X Bahasa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya tahun pelajaran 2017/2018, dan (3) Faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Multiple Intelligences Kurikulum Tahun 2013 Pada Peserta Didik Kelas X Bahasa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan fenomenologi. Fenomena yang hendak diteliti adalah jenis-jenis kecerdasan majemuk, gaya belajar, dan kecenderungan otak kanan-kiri, bentuk Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Multiple Intelligences Kurikulum Tahun 2013 Pada Peserta Didik Kelas X Bahasa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya Tahun Pelajaran 2017/2018dan faktor-faktor pendukung serta penghambatnya. Untuk memperoleh data-data, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara kualitatif, dan dokumentasi.Kata kunci: Multiple Intelligences, Pembelajaran Bahasa Indonesia, dan Program Studi BahasaAbstract: The learning of MI is based on the dominant type of intelligence, learning styles, and the tendency of right-left brain work. Furthermore, teachers adjust it to determine the appropriate use of models, approaches, strategies, methods, and instructional techniques. This is what happened to the teacher of Indonesian Language Class X Language lesson year 2017/2018. Therefore, the phenomenon is used as the focus of research: (1) Types of multiple intelligences, learning modalities, and right-left brain tendencies, (2) Form of learning in Indonesia based on Multiple Intelligences in class X students SMA SMA Muhammadiyah 2 Surabaya academic year 2017/2018, and (3) Supporting and Inhibiting Factors in Indonesian Language Learning Based Multiple Intelligences Curriculum Year 2013 On Class X Students Class SMA Muhammadiyah 2 Surabaya Lesson Year 2017/2018. This research is a qualitative research using phenomenology approach. The phenomenon to be studied is the types of multiple intelligences, learning styles, and the tendency of right-left brain, the form of Indonesian Based Learning Multiple Intelligences Curriculum Year 2013 On Students Class X Language SMA Muhammadiyah 2 Surabaya Lesson Year 2017/2018 and supporting factors as well as its inhibitor. To obtain the data, researchers use observation techniques, qualitative interviews, and documentation.Keywords: Learning Indonesian, Multiple Intelligences, and Language Studies Program

Page 1 of 2 | Total Record : 20