cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer
ISSN : 20854822     EISSN : 25796089     DOI : -
Program Studi Magister Teknik Elektro UMB menerbitkan Jurnal InComTech sebagai wadah bagi para akademisi, praktisi dan penggiat lainnya dalam bidang telekomunikasi dan computer (Information and Communication Technology/ICT) untuk menerbitkan karya tulisnya. Bidang-bidang yang menjadi bahasan jurnal ini meliputi teknologi, bisnis dan regulasi di bidang ICT, seperti (namun tak terbatas), teknologi IP, Wireless technology, Internet of Things, Microwaves, digital broadcasting, Fiber optik, strategi bisnis ICT, sumber daya manusia ICT, perencanaan bisnis, regulasi NGN, security in ICT, cyberlaw.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2012)" : 5 Documents clear
Mengukur Cash Conversion Cycle Perusahaan Terbuka Operator Telekomunikasi Seluler Di Indonesia Dalam Keterkaitannya Dengan Kinerja Pengelolaan Modal Kerja Beny Benardi; Minarnita Verawati Bakara
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v3i1.1112

Abstract

Tingkat kinerja pengelolaan modal kerja perusahaan terbuka operatortelekomunikasi selular di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor-faktorkeuangan yang yang dapat diukur menggunakan rasio keuangan. Tujuandari penelitian ini adalah untuk mengukur kinerja perusahaan melaluiparameter Cash Conversion Cycle (CCC) Populasi dalam penelitian iniadalah seluruh perusahaan terbuka operator telekomunikasi selular yangterdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2006-2010. Sampel terdiridari 5 perusahaan terbuka bidang telekomunikasi. Pengaruh variabel CCCterhadap ROA dan ROE diteliti menggunakan metode analisis korelasiPearson. Hasil penelitian menyajikan analisa parameter Days SalesOutstanding (DSO), Days Inventory Outstanding (DIO) dan Days PayableOutstanding (DPO) masing-masing operator telekomunikasi selulartersebut. Hasil penelitian menunjukan rata-rata nilai CCC perusahaanterbuka sebesar -68,96 hari.
Simulasi Filter Lolos Bawah dengan Teknologi Mikrostrip menggunakan Software Sonnet Mudrik Alaydrus
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v3i1.1113

Abstract

Filter memainkan peranan yang penting dalam pemrosesan data. Didalam teknik telekomunikasi, filter memilih sinyal terima/pancar yangdiinginkan dengan membuang sinyal lainnya. Filter lolos bawahmemiliki karakteristik membuang sinyal yang berfrekuensi lebih tinggidari frekuensi cut-off-nya. Salah satu aplikasi penting dari filter lolosbawah ini adalah sebagai filter lanjutan dari sebuah filter bandpass,sehingga harmonis yang dihasilkan oleh filter bandpass ini bisa dibuang.Di penelitian ini dirancang filter lolos bawah dalam teknologi mikrostripdengan metoda step-impedansi, yaitu dengan memadukan mikrostripberimpedansi tinggi dan mikrostrip yang berimpedansi rendah dengansuatu panjang tertentu. Di sini juga diperhatikan proses kompensasipanjang mikrostrip yang diakibatkan oleh keberadaan efek komponen disekitarnya, sehingga dengan kompensasi ini, frekuensi cut-off yangditetapkan pada saat pemberikan spesifikasi bisa dicapai lebih akurat.Dalam simulasi filter ordo N=3 dengan aproksimasi Butterworth danChebychev didapatkan hasil simulasi yang cukup baik, terbentukkompensasi menggeser kembali frekuensi cut-off ke tempat yangseharusnya (lebih tinggi). Dalam implementasi filter lolos bawah kesistim filter bersama-sama dengan filter bandpass didapatkan hasilproses kompensasi justru memberikan hasil yang lebih burukdibandingkan tanpa, sedangkan pemilihan aproksimasi Butterworth atauChebychev tidak memberikan perbedaan yang signifikan. Perbaikanberupa peredaman sinyal pada frekuensi harmonis, sekitar 6,4 GHzterjadi sekitar 7 dB.
Analisa Simulasi Performansi Penggunaan Orthogonal Frequency Division Multiplexing Pada Sistem Digital Video Broadcasting-Terrestrial Dian Widi Astuti
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v3i1.1114

Abstract

Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) merupakan suatu teknik transmisi yang menggunakan beberapa buah frekuensi pembawa (multicarrier) dalam satu saluran dimana setiap frekuensi pembawa tersebut saling orthogonal (tegak lurus). OFDM banyak dipakai untuk sistem komunikasi wireless mengingat kemampuan dari OFDM mengatasi multipath fading yang menyebabkan terjadinya intersymbol interference (ISI). Dampak dari ISI tersebut adalah penerima tidak dapat membaca sandi informasi dengan benar sehingga mengurangi performasi sistem komunikasi digital. Cara OFDM mengatasi ISI adalah dengan menggandakan simbol dan menambah simbol secara periodik yang digunakan sebagai guard interval. Penambahan dari guard band yang terlalu lebar bisa mengurangi throughput data yang dikirimkan. Fading juga menyebabkan amplitudo dan phasa berfluktuatif sehingga cara untuk mengatasinya adalah estimasi kanal (Channel Estimation) dengan menyisipkan simbol pilot pada pengiriman frame OFDM sehingga penerima dapat memperkirakan karakteristik kanal dan dapat mengembalikan data yang terkirim. CE terdiri atas comb-type pilot channel estimation dan block-type pilot channel estimation. DVB-T sebagai penyiaran televisi digital terestrial juga memakai OFDM dengan skema modulasi OFDM tambahan yaitu berupa pilot simbol atau yang lebih dikenal dengan estimasi kanal (Channel Estimation). Mengingat jumlah subcarrier dari DVB-T cukup besar jika dibandingkan dengan aplikasi lain yang menggunakan OFDM maka perlu dilakukan sebuah penelitian tentang analisa performasi penggunaan OFDM untuk sistem DVB-T terhadap perubahan guard interval, modulasi dan penggunaan kanal pada estimasi kanal tersebut.
Reduksi Peak-To-Average Power Ratio Pada Sistem STBC MIMO-OFDM dengan Metode Selected Mapping dan Partial Transmit Sequence Andi Maddanaca
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v3i1.1115

Abstract

Teknik OFDM merupakan teknik multicarrier yang mengefisienkan bandwidth. Penggunaan teknik OFDM dapat mengatasi multipath fading dan intersymbol interference (ISI). Namun demikian, OFDM mempunyai dua kelemahan, salah satunya adalah peak-to-average power ratio (PAPR) yang tinggi. PAPR yang tinggi akan menyebabkan distorsi nonlinear pada high power amplifier (HPA) karena HPA membatasi keluaran dengan nilai tertentu dan mengurangi efisiensi daya amplifier. Oleh karena itu, PAPR yang tinggi harus direduksi. Metode reduksi PAPR yang diajukan adalah dengan menggunakan metode Selected Mapping (SLM) dan Partial Transmit Sequence (PTS). Kedua metode ini memiliki kekurangan dalam hal kompleksitas multiplikasi dan penjumlahan dan adanya bit side information yang harus dikirimkan ke receiver. Oleh karena itu, penulis mengajukan pengembangan dari metode tersebut dengan memodifikasi faktor rotasi fasa menjadi pattern konversi terdefinisi yang lebih adaptif pada SLM, dan mengurangi iterasi pembangkitan faktor rotasi fasa pada metode PTS dengan pendefinisian faktor rotasi fasa yang terbatas. Hasil simulasi dengan 1000 simbol OFDM menunjukkan bahwa kemampuan reduksi PAPR pada metode m-SLM dan m-PTS mendekati kemampuan reduksi metode konvensional. Bit error rate (BER) yang dihasilkan juga mengalami perbaikan dibandingkan BER tanpa reduksi. m-SLM secara keseluruhan mengungguli kinerja dari m-PTS, baik pada nilai reduksi PAPR maupun pada perbaikan BER.
Analisis Penanganan Carding dan Perlindungan Nasabah dalam Kaitannya dengan Undang- Undang Informasi dan Transaksi Elektronik no.11 Tahun 2008 Leonard Tiopan Panjaitan
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v3i1.1111

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara langsung dan tidaklangsung berpotensi melahirkan kejahatan-kejahatan siber (Cybercrime)khususnya Carding. UU ITE No.11 tahun 2008 merupakan jaminankepastian hukum yang akan membuat seluruh aktivitas pemanfaatanTIK di dalam negeri terlindungi dengan baik dari potensi kejahatan danpenyalahgunaan teknologi. Kepastian hukum ini juga harus dirasakanoleh pelaku industri kartu kredit termasuk kastemer. Dengan cara inimaka bertransaksi di internet dengan menggunakan kartu kredit sebagaialat pembayaran dapat berlangsung secara aman dan nyaman.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatifdengan tambahan analisa data statistik untuk mengkaji penanganancarding di Bank X. Pada prakteknya UU ITE No.11 tahun 2008 dapatmenjadi landasan penegakan hukum yang baru di bidang kartu kredityang pemakaiannya dalam bidang pembayaran sudah semakin meluasterutama pada perdagangan elektronik (e-commerce). Untuk itu perlusegera diupayakan sosialisasi UU ITE No.11 tahun 2008 ke seluruhpemangku kepentingan untuk melindungi industri kartu kredit darikejahatan kerah putih.

Page 1 of 1 | Total Record : 5