JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION
Jurnal JCEBT Program Studi Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap 6 bulan, yaitu Maret dan September. Jurnal JCEBT Program Studi Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 2017 dengan membawa misi sebagai salah satu pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal JCEBT diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 2 (2018): JCEBT SEPTEMBER"
:
10 Documents
clear
Analisa Perancangan Dinding Turap pada Proyek Pembangunan Dermaga di Belawan International Container Terminal
chalid, Fachriyan;
Lubis, Kamaluddin
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 2, No 2 (2018): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1587.707 KB)
|
DOI: 10.31289/jcebt.v2i2.1970
Perencanaan dinding turap yang dilakukan pada proyek pembangunan dermaga di Belawan International Container Terminal ini merupakan perencanaan dinding turap kantilever yang direkomendasikan untuk dinding dengan ketinggian sedang, dimana turap kantilever ini dipancangkan pada tanah berpasir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil dimensi dinding turap yang digunakan untuk menahan masuknya air kedalam lubang galian dalam pembangunan dermaga di Belawan International Container Terminal. Metode yang digunakan yang digunakan pada perancangan dinding turap adalah metode perhitungan turap kantilever pada tanah berpasir yang didasarkan pada teori tekanan tanah Rankine. Berdasarkan hasil pembahasan perancangan dinding turap, maka dapat disimpulkan bahwa kedalaman pemancangan dinding turap (Daktual) adalah 9,7 m dan dengan hasil section modulus sebesar 2197,77 cm3 tiap lebar dinding turap (m), maka profil turap baja yang bisa digunakan adalah Profil U tipe FSP-IV dengan panjang 18 m yang berukuran W = 400 mm, h = 170 mm, t = 15,5 mm. Tipe ini dipilih karena memiliki momen lawan sebesar 2270 cm3 tiap lebar dinding turap (m) yang berarti lebih besar dari hasil momen lawan yang telah direncanakan, sehingga dapat menahan momen yang telah direncanakan.
Evaluasi Kapasitas Embung Hadudu Daerah Irigasi Hutabagasan Kabupaten Humbang Hasundutan
Simbolon, Bernas;
Hermanto, Edy;
lubis, kamaluddin
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 2, No 2 (2018): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1117.714 KB)
|
DOI: 10.31289/jcebt.v2i2.1971
Embung sebagai salah satu sarana pemanfaatan sumber daya air mempunyai fungsi untuk penyimpanan dan penyedia air, salah satunya untuk kebutuhan irigasi yang merupakan komponen penting guna meningkatkan produksi pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan gambaran berapa besar kapasitas volume tampungan air pada Embung Hadudu serta berapa besar kebutuhan ketersediaan air di Irigasi tersebut. Metode penelitian dilakukan melalui survei pada data primer, data sekunder, pengamatan sumber air, sistem irigasi, serta mengukur kedalaman embung dengan menggunakan alat bathrimetri dan di analisa berdasarkan analisa volume tampungan, analisa curah hujan, analisa kebutuhan air irigasi dan debit andalan. Penelitian ini memberikan kesimpulan dari hasil analisa curah hujan maksimum rata-rata terjadi pada bulan November sebesar 200 mm dan terendah pada bulan Juli 50 mm, dari hasil analisa dengan menggunakan 24 alternatif pola tanam didapat nilai NFR yang terbesar 7,29 mm/hari pada alternatif 9 dan nilai NFR yang terkecil yaitu 2,59 mm/hari pada alternatif ke-19. Dari hasil analisa perhitungan Metode F.J Mock maka debit andalan yang terbesar didapatkan 6,85 m³/detik pada bulan Januari dan debit andalan terkecil yaitu 0,96 m³/detik di bulan Juli. Berdasarkan analisa perhitungan maka didapat volume tampungan embung Hadudu sebesar 52.815,76 m³.
Evaluasi Perencanaan Bangunan Siphon Pada Bendung Sei Padang Kab. Serdang Bedagai Sumatera Utara
Rizky, Ido;
Hermanto, Edy
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 2, No 2 (2018): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1102.75 KB)
|
DOI: 10.31289/jcebt.v2i2.1973
Jalur saluran irigasi mulai dari intake hingga bangunan sadap terakhir kadang-kadang harus berpotongan atau bersilangan dengan berbagai rintangan antara lain jalan, saluran/alur alamiah, sungai bahkan jurang. Untuk itu diperlukan bangunan persilangan agar dapat menyeberangkan debit yang dialirkan oleh saluran dari sisi hulu ke sisi hilirnya. Bangunan siphon ini merupakan salah satu bangunan persilangan yang dibangun untuk mengalirkan debit yang dibawa oleh saluran yang jalurnya terpotong oleh sungai. Dari hasil perhitungan dimensi bangunan siphon dengan debit 6,258 m³/dt, diperoleh dimensi bangunan siphon dimana lebar (B)= 1,2 m dan tinggi bangunan siphon = 1,7 m, serta kehilangan tinggi energi terjadi karena adanya peralihan bentuk saluran, gesekan air dengan saluran, belokan dan saringan sebesar 0,124 m. Ini menunjukkan bahwa siphon masih mampu dalam membawa air. Untuk mengurangi kehilangan energi, maka lokasi siphon diusahakan pada bentang sungai terpendek serta memperkecil jumlah belokan pada konstruksi siphon. Tulangan yang digunakan pada bangunan siphon diperoleh menggunakan D13-100 untuk tulangan pokok dan D10-150 untuk tulangan bagi
Analisa Pengaruh Tipikal Sudut Parkir Di Badan Jalan Terhadap Tingkat Pelayanan
Sitompul, Rifai;
lubis, marwan
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 2, No 2 (2018): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (925.303 KB)
|
DOI: 10.31289/jcebt.v2i2.1969
Penelitian di Jalan Jamin Ginting di daerah Pajak USU, kota Medan pada hakikatnya dilatar belakangi oleh kinerja ruas jalan tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui kinerja ruas jalan terhadap kapasitas, derajat kejenuhan, pada jalan Jamin Ginting di daerah Pajak USU, kota Medan. Adapun hasil analisa menunjukkan bahwa dari survey volume arus lalu lintas terbesar di ruas jalan A-A pada hari Rabu Tanggal 19-04-2017 yaitu 2126 kend/jam = 1191 smp/jam. Bila di masukkan parkir sudut 00 ,Tingkat Pelayanan nya B . Sudut 300, Tingkat Pelayanannya D. Sudut 450, Tingkat Pelayanannya D. Sudut 600, Tingkat Pelayanannya D. Sudut 900, Tingkat Pelayanannya B. Pada ruas jalan B-B pada hari Selasa Tanggal 18-04-2017 yaitu 3768 kend/jam = 2288 smp/jam. . Bila di masukkan parkir sudut 00 ,Tingkat Pelayanan nya C . Sudut 300, Tingkat Pelayanannya F. Sudut 450, Tingkat Pelayanannya F. Sudut 600, Tingkat Pelayanannya F. Sudut 900, Tingkat Pelayanannya D
Studi Kelayakan Jalan Perkotaan Untuk Operasional Bus Rapid Transit (BRT) Dengan Pola Mixtraffic Di Kota Medan
Agustina, Ida Deliyarti
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 2, No 2 (2018): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (994.24 KB)
|
DOI: 10.31289/jcebt.v2i2.1984
Bus Rapid Transit (BRT) adalah salah satu solusi mengurai kemacetan yang direncanakan diKota Medan. Sebagaimana diketahui Bus Rapid Transit (BRT) adalah salah satu angkutan kota berbadan besar dengan konsep kecepatan standard, rute panjang dan menengah, sistem ticketing yang teratur dan relatife murah. Pengoperasian BRT pada ruas jalan arteri primer menjadi perpaduan yang strategis yang dapat menjadi solusi pemecahan masalah karena angkutan massal (mass transportation) ini dapat menggantikan angkutan pribadi dan angkutan kota berbadan kecil, sehingga mengurangi jumlah angkutan yang hanya meningkatkan kapasitas ruas jalan. Tujuan penelitian ini menganalisis metode aplikasi pola mix traffic pada kondisi jalan di Kota Medan, sehingga dapat menjadi alternatif jalur BRT di Kota Medan yang mana kondisi jalan (lebar jalan) belum layak untuk operasional BRT. Hasil penelitian ini adalah penataan jalur (rute) baru Bus Rapid Transit di Kota Medan, dengan konsep mix traffic di jalur jalan Arteri Primer yang lebar jalannya tidak kurang dari 15 meter. Jika tidak dikelola dengan baik, maka pola ini berpotensi rawan konflik arus, karena penggabungan jalur dengan angkutan jenis angkutan lain pada jalur arteri yang lebih kecil, dan pemisahan jalur pada jalur arteri yang lebih lebar.
Evaluasi Kapasitas Embung Hadudu Daerah Irigasi Hutabagasan Kabupaten Humbang Hasundutan
Bernas Simbolon;
Edy Hermanto;
kamaluddin lubis
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 2, No 2 (2018): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jcebt.v2i2.1971
Embung sebagai salah satu sarana pemanfaatan sumber daya air mempunyai fungsi untuk penyimpanan dan penyedia air, salah satunya untuk kebutuhan irigasi yang merupakan komponen penting guna meningkatkan produksi pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan gambaran berapa besar kapasitas volume tampungan air pada Embung Hadudu serta berapa besar kebutuhan ketersediaan air di Irigasi tersebut. Metode penelitian dilakukan melalui survei pada data primer, data sekunder, pengamatan sumber air, sistem irigasi, serta mengukur kedalaman embung dengan menggunakan alat bathrimetri dan di analisa berdasarkan analisa volume tampungan, analisa curah hujan, analisa kebutuhan air irigasi dan debit andalan. Penelitian ini memberikan kesimpulan dari hasil analisa curah hujan maksimum rata-rata terjadi pada bulan November sebesar 200 mm dan terendah pada bulan Juli 50 mm, dari hasil analisa dengan menggunakan 24 alternatif pola tanam didapat nilai NFR yang terbesar 7,29 mm/hari pada alternatif 9 dan nilai NFR yang terkecil yaitu 2,59 mm/hari pada alternatif ke-19. Dari hasil analisa perhitungan Metode F.J Mock maka debit andalan yang terbesar didapatkan 6,85 m³/detik pada bulan Januari dan debit andalan terkecil yaitu 0,96 m³/detik di bulan Juli. Berdasarkan analisa perhitungan maka didapat volume tampungan embung Hadudu sebesar 52.815,76 m³.
Evaluasi Perencanaan Bangunan Siphon Pada Bendung Sei Padang Kab. Serdang Bedagai Sumatera Utara
Ido Rizky;
Edy Hermanto
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 2, No 2 (2018): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jcebt.v2i2.1973
Jalur saluran irigasi mulai dari intake hingga bangunan sadap terakhir kadang-kadang harus berpotongan atau bersilangan dengan berbagai rintangan antara lain jalan, saluran/alur alamiah, sungai bahkan jurang. Untuk itu diperlukan bangunan persilangan agar dapat menyeberangkan debit yang dialirkan oleh saluran dari sisi hulu ke sisi hilirnya. Bangunan siphon ini merupakan salah satu bangunan persilangan yang dibangun untuk mengalirkan debit yang dibawa oleh saluran yang jalurnya terpotong oleh sungai. Dari hasil perhitungan dimensi bangunan siphon dengan debit 6,258 m³/dt, diperoleh dimensi bangunan siphon dimana lebar (B)= 1,2 m dan tinggi bangunan siphon = 1,7 m, serta kehilangan tinggi energi terjadi karena adanya peralihan bentuk saluran, gesekan air dengan saluran, belokan dan saringan sebesar 0,124 m. Ini menunjukkan bahwa siphon masih mampu dalam membawa air. Untuk mengurangi kehilangan energi, maka lokasi siphon diusahakan pada bentang sungai terpendek serta memperkecil jumlah belokan pada konstruksi siphon. Tulangan yang digunakan pada bangunan siphon diperoleh menggunakan D13-100 untuk tulangan pokok dan D10-150 untuk tulangan bagi
Studi Kelayakan Jalan Perkotaan Untuk Operasional Bus Rapid Transit (BRT) Dengan Pola Mixtraffic Di Kota Medan
Ida Deliyarti Agustina
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 2, No 2 (2018): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jcebt.v2i2.1984
Bus Rapid Transit (BRT) adalah salah satu solusi mengurai kemacetan yang direncanakan diKota Medan. Sebagaimana diketahui Bus Rapid Transit (BRT) adalah salah satu angkutan kota berbadan besar dengan konsep kecepatan standard, rute panjang dan menengah, sistem ticketing yang teratur dan relatife murah. Pengoperasian BRT pada ruas jalan arteri primer menjadi perpaduan yang strategis yang dapat menjadi solusi pemecahan masalah karena angkutan massal (mass transportation) ini dapat menggantikan angkutan pribadi dan angkutan kota berbadan kecil, sehingga mengurangi jumlah angkutan yang hanya meningkatkan kapasitas ruas jalan. Tujuan penelitian ini menganalisis metode aplikasi pola mix traffic pada kondisi jalan di Kota Medan, sehingga dapat menjadi alternatif jalur BRT di Kota Medan yang mana kondisi jalan (lebar jalan) belum layak untuk operasional BRT. Hasil penelitian ini adalah penataan jalur (rute) baru Bus Rapid Transit di Kota Medan, dengan konsep mix traffic di jalur jalan Arteri Primer yang lebar jalannya tidak kurang dari 15 meter. Jika tidak dikelola dengan baik, maka pola ini berpotensi rawan konflik arus, karena penggabungan jalur dengan angkutan jenis angkutan lain pada jalur arteri yang lebih kecil, dan pemisahan jalur pada jalur arteri yang lebih lebar.
Analisa Pengaruh Tipikal Sudut Parkir Di Badan Jalan Terhadap Tingkat Pelayanan
Rifai Sitompul;
marwan lubis
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 2, No 2 (2018): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jcebt.v2i2.1969
Penelitian di Jalan Jamin Ginting di daerah Pajak USU, kota Medan pada hakikatnya dilatar belakangi oleh kinerja ruas jalan tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui kinerja ruas jalan terhadap kapasitas, derajat kejenuhan, pada jalan Jamin Ginting di daerah Pajak USU, kota Medan. Adapun hasil analisa menunjukkan bahwa dari survey volume arus lalu lintas terbesar di ruas jalan A-A pada hari Rabu Tanggal 19-04-2017 yaitu 2126 kend/jam = 1191 smp/jam. Bila di masukkan parkir sudut 00 ,Tingkat Pelayanan nya B . Sudut 300, Tingkat Pelayanannya D. Sudut 450, Tingkat Pelayanannya D. Sudut 600, Tingkat Pelayanannya D. Sudut 900, Tingkat Pelayanannya B. Pada ruas jalan B-B pada hari Selasa Tanggal 18-04-2017 yaitu 3768 kend/jam = 2288 smp/jam. . Bila di masukkan parkir sudut 00 ,Tingkat Pelayanan nya C . Sudut 300, Tingkat Pelayanannya F. Sudut 450, Tingkat Pelayanannya F. Sudut 600, Tingkat Pelayanannya F. Sudut 900, Tingkat Pelayanannya D
Analisa Perancangan Dinding Turap pada Proyek Pembangunan Dermaga di Belawan International Container Terminal
Fachriyan chalid;
Kamaluddin Lubis
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 2, No 2 (2018): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jcebt.v2i2.1970
Perencanaan dinding turap yang dilakukan pada proyek pembangunan dermaga di Belawan International Container Terminal ini merupakan perencanaan dinding turap kantilever yang direkomendasikan untuk dinding dengan ketinggian sedang, dimana turap kantilever ini dipancangkan pada tanah berpasir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil dimensi dinding turap yang digunakan untuk menahan masuknya air kedalam lubang galian dalam pembangunan dermaga di Belawan International Container Terminal. Metode yang digunakan yang digunakan pada perancangan dinding turap adalah metode perhitungan turap kantilever pada tanah berpasir yang didasarkan pada teori tekanan tanah Rankine. Berdasarkan hasil pembahasan perancangan dinding turap, maka dapat disimpulkan bahwa kedalaman pemancangan dinding turap (Daktual) adalah 9,7 m dan dengan hasil section modulus sebesar 2197,77 cm3 tiap lebar dinding turap (m), maka profil turap baja yang bisa digunakan adalah Profil U tipe FSP-IV dengan panjang 18 m yang berukuran W = 400 mm, h = 170 mm, t = 15,5 mm. Tipe ini dipilih karena memiliki momen lawan sebesar 2270 cm3 tiap lebar dinding turap (m) yang berarti lebih besar dari hasil momen lawan yang telah direncanakan, sehingga dapat menahan momen yang telah direncanakan.