cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Journal of Data Analysis
ISSN : 26230658     EISSN : 26232286     DOI : -
Journal of Data Analysis (JDA) is a journal which has scope in Actuary, Algebra, Applied Mathematics, Applied Statistics, Big Data, Biostatistics, Business and Industrial Statistics, Calculus, Categorical Data Analysis, Computer Science, Data Mining, Data Science, Classification, Econometrics, Economical Mathematics, Epidemiology, Ethnomathematics, Experimental Design, Fuzzy System, Informatics, Operations Research, Official Statistics, Optimization, Linear Programming, Probability, Pure Mathematics, Machine Learning, Mathematical Modelling, Mathematical Statistics, Multivariate Data Analysis, Neural Network, Nonparametric Statistics, Numerical Analysis, Regression Modeling, Sampling, Spatial Statistics, Statistical Computation, Statistical Theory, Time Series Analysis.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Volume 3, Number 1, June 2020" : 5 Documents clear
Analisis Sensitivitas Model Regresi Linier Berganda Menggunakan Pendekatan Bayesian (Distribusi Prior Normal) Junaidi Junaidi; Mohammad Fajri; Yandi Ristawan
Journal of Data Analysis Volume 3, Number 1, June 2020
Publisher : Department of Statistics, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jda.v3i1.18358

Abstract

Metode regresi linier berganda merupakan metode yang memodelkan hubungan antara peubah respon (y) dan beberapa peubah predictor (x). Pada metode Bayesian parameter yang digunakan merupakan variabel random yang dilkukan dengan mengalikan Likelihood dengan distribusi prior. Distribusi prior adalah distribusi subyektif berdasarkan pada keyakinan seseorang dan dirumuskan sebelum data sampel diambil. Tujuan penelitian ini adalah  untuk menganalisis sensitivitas dari parameter-paremeter pada model regresi linier berganda yang akan dilakukan dengan menggunakan prior berdistribusi Normal. Selanjutnya, penerapan model pada data aset bank di Indonesia dengan hasil estimasi parameter yaitu , , , , , dan , dengan selang kepercayaan 95%  untuk setiap parameter yang dihasilkan yaitu==       (-1,427 ; 3,594),  =(-5,07;0,3061), =(, , dan  = (-0,5955 ; 2,487). Nilai estimasi parameter yang diperoleh dengan pendekatan Bayesian mendekati nilai parameter yang diperoleh dengan Frequantis. Selang kepercayaan yang diperoleh juga mendekati dengan hasil frequentis yang memiliki interval lebih sempit dibandingkan nilai interval dengan metode OLS. Hal ini menunjukkan bahwa metode Bayesian merupakan suatu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengestimasi parameter pada analisis regresi linier berganda. The multiple linear regression method is a method that models the relationship between the response variable (y) and several predictor variables (x). In the Bayesian method, the parameters used are random variables which are conducted by multiplying the likelihood with the prior distribution. The prior distribution is a subjective distribution based on a person's beliefs and is formulated before the sample data is taken. The purpose of this study is to analyze the sensitivity of the parameters in the multiple linear regression model that will be carried out using prior normal distribution. Furthermore, the application of the model to the data on bank assets in Indonesia with the results of parameter estimation is β0 = 23.06, β1 = 1.05, β2 = -2,379, β3 = -0,4786, β4 = -0.03796, and β5 = 0.9075, with a 95% confidence interval for each resulting parameter, namely β0 = (6,052; 40,200), β1 = (-1,427; 3,594), β2 = (- 5.07; 0, 3061), β3 = (0.9896; 0.03289), β4 = (- 1,224; 1.139), and β5 = (-0.5955; 2.487). The parameter estimate value obtained by the Bayesian approach is close to the parameter value obtained by Frequantis. The confidence interval obtained is also close to the frequentis result which has a narrower interval than the interval value with the OLS method. This shows that the Bayesian method is an approach that can be used to estimate parameters in multiple linear regression analysis.
Analisis MANOVA Satu Arah untuk Melihat Perbedaan Status Gizi Balita Berdasarkan Wilayah Pembangunan Utama di Indonesia Tahun 2017 Muhammad Iqbal; Inas Salsabila; Dwi Astiti Syahbani; Januaria Douw; Marzuki Marzuki; Asep Rusyana
Journal of Data Analysis Volume 3, Number 1, June 2020
Publisher : Department of Statistics, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jda.v3i1.12604

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara yang masih berupaya melakukan pembangunan dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya kesehatan, khususnya pada anak. Perlu dilakukan penilaian terhadap aspek kesehatan tersebut untuk mengetahui bagaimana pemerataan pembangunan yang telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian tersebut menggunakan metode MANOVA dengan melihat perbedaan persentase balita menurut status gizi sangat pendek, pendek, dan normal berdasarkan empat wilayah pembangunan utama di Indonesia, serta melihat wilayah manakah yang memberikan perbedaan pengaruh pada persentase tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pembangunan berpengaruh terhadap persentase balita dengan status gizi sangat pendek dan normal. Kemudian tidak ada perbedaan pengaruh antara masing-masing wilayah pembangunan terhadap persentase balita menurut status gizi sangat pendek dan normal di Indonesia. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pemerataan pembangunan pada wilayah pembangunan utama di Indonesia belum tercapai. Indonesia is a country that still strives to carry out development in various aspects of life, one of which is health, especially for children. It is necessary to assess the health aspects to find out how even the development has been done. This study aims to conduct these assessments using the MANOVA method by looking at the differences in the percentage of toddlers in very short, short, and normal nutritional status based on the four main development areas in Indonesia, and looking at which areas give a difference in the percentage. The results showed that the development area affected the percentage of toddlers with very short and normal nutritional status. Then there is no different effect between each development area on the percentage of toddlers according to very short and normal nutritional status in Indonesia. Therefore, it can be concluded that equitable development in the main development areas in Indonesia has not been achieved.
Perbandingan Metode Gerombol Pautan Lengkap dan Pautan Rataan untuk Pengelompokan Kemiskinan Kabupaten/Kota di Indonesia Akhyar Wijaya; Nurhasanah Nurhasanah; Fitriana AR; Asep Rusyana
Journal of Data Analysis Volume 3, Number 1, June 2020
Publisher : Department of Statistics, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jda.v3i1.20276

Abstract

Masalah kemiskinan merupakan masalah yang kompleks dan bersifat multidimensional karena sangat erat kaitannya dengan berbagai aspek kehidupan baik sosial, ekonomi, budaya, dan aspek lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dan mengelompokkan kabupaten/kota di Indonesia berdasarkan indikator tingkat kemiskinan, serta membandingkan kedua metode gerombol berhirarki dengan nilai-nilai validitas internal. Kabupaten/kota pada penelitian ini dibagi menjadi tiga wilayah waktu yaitu WIB, WITA, dan WIT. Metode yang digunakan adalah metode pautan lengkap dan metode pautan rataan. Data yang digunakan adalah tingkat kemiskinan kabupaten/kota yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Indonesia tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelompokan dengan kedua metode tersebut menghasilkan 4 gerombol. Gerombol 1 dari asing-masing zona memiliki nilai rata-rata tertinggi yang menggambarkan karakteristik tingkat kemiskinan pada gerombol 1 lebih baik dari gerombol lainnya. Metode terbaik antara metode pautan lengkap dan metode pautan rataan untuk pengelompokan kabupaten/kota pada masing-masing wilayah waktu adalah metode pautan rataan, sehingga metode pautan rataan memiliki kinerja yang lebih baik dari metode pautan lengkap. The problem of poverty is a complex and multidimensional problem because it is closely related to various aspects of life, such as social, economic, cultural, and other aspects. This study aims to compare and classify districts or cities in Indonesia based on poverty level indicators, as well as to compare the two hierarchical cluster methods with internal validity values. Districts or cities in this study are divided into three time zones, namely WIB, WITA, and WIT. The methods used are the complete linkage method and the mean linkage method. The data used is the district or city poverty level sourced from the Indonesian Central Bureau of Statistics in 2018. The results show that grouping with the two methods produces 4 clusters. Cluster 1 from each foreign zone has the highest average value which describes the characteristics of the poverty level in cluster 1 better than the other groups. The best method between the complete linkage method and the mean linkage method for grouping districts or cities in each time zone is the mean linkage method, so the mean linkage method has better performance than the complete linkage method
Hubungan Faktor Multidimensi terhadap Derajat Kemiskinan di Indonesia dengan Analisis Korelasi Kanonik Shinta Lestari; Fanny Oktavani; Akhyar Wijaya; Samsul Anwar
Journal of Data Analysis Volume 3, Number 1, June 2020
Publisher : Department of Statistics, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jtipi.v%vi%i.12586

Abstract

Kemiskinan merupakan salah satu indikator utama yang digunakan dalam mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Pendekatan pengukuran kemiskinan multidimensi dapat memotret kemiskinan dari beragam aspek seperti pendidikan, kesehatan, kualitas hidup rumah tangga, dan hubungan multidimensi. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat faktor dimensi sebagai peubah bebas (X). Data yang digunakan adalah data sekunder tahun 2015 yang berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia. Data dianalisis menggunakan metode analisis korelasi kanonik. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa koefisien korelasi kanonik antara peubah bebas terhadap peubah tak bebas adalah sebesar 0,810. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang erat antara faktor dimensi pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup rumah tangga terhadap derajat kemiskinan di Indonesia yang diamati melalui persentase kemiskinan, kriminalitas, dan tingkat pengangguran terbuka. Dimensi pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup rumah tangga dapat mengindikasikan derajat kemiskinan di Indonesia. Peningkatan persentase rumah tangga dengan sumber penerangan listrik, sumber air minum yang layak, dan kelahiran terakhir yang dibantu oleh medis, mengindikasikan adanya penurunan persentase kemiskinan namun di sisi lain juga mengindikasikan terjadinya peningkatan pada sektor pengangguran terbuka. Poverty is one of the main indicators used in measuring the level of welfare of people in Indonesia. The multidimensional approach to poverty measurement can portray poverty from various aspects such as education, health, household quality of life, and multidimensional relations. The purpose of this study was to look at dimension factors as independent variables (X). The data used were secondary data in 2015 from the Central Statistics Agency (BPS) Republic of Indonesia. Data were analyzed using canonical correlation analysis methods. Based on the results of the study, it was found that the canonical correlation coefficient between the independent variables of the non-free variable was 0.810. This shows a close relationship between the dimensions of education, health, and household quality of life to the degree of poverty in Indonesia which is observed through the percentage of poverty, crime, and the level of open unemployment. The dimensions of education, health, and quality of life of a household can indicate the degree of poverty in Indonesia. Increasing the percentage of households with electricity lighting sources, sources of proper drinking water, and recent births assisted by medical personnel, indicating a decrease in the percentage of poverty but on the other hand also indicates an increase in the open unemployment sector.
Analisa Quality of Service pada Jaringan Wireless Berbasis Software-Defined Network dengan Protokol Openflow Menggunakan Floodlight Controller Muhd Iqbal; Zulfan Zulfan; Muhammad Arif Ramadhan
Journal of Data Analysis Volume 3, Number 1, June 2020
Publisher : Department of Statistics, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jda.v3i1.14771

Abstract

Jaringan komputer merupakan sistem yang terdiri dari dua atau lebih perangkat komputer yang saling terhubung. Semakin banyak perangkat jaringan yang digunakan maka semakin lama waktu yang diperlukan untuk mengkonfigurasikan jaringan. Metode Software-Defined Network (SDN) dapat menjadi solusi untuk mengatasi hal tersebut. SDN dapat mengendalikan dan mengkonfigurasikan perangkat jaringan secara bersamaan dalam jumlah banyak. Untuk dapat menjalankan SDN dibutuhkan controller untuk mengatur jaringan. Pada penelitian ini, controller yang akan digunakan adalah Floodlight Controller dan untuk mengetahui kemampuan jaringan, Quality of Service (QoS) dari SDN akan diuji. Pertama, jaringan pada perangkat lunak Mininet akan dirancang terlebih dahulu. Selanjutnya dilakukan pengujian QoS dengan dan tanpa menggunakan metode Hierarchical Token Bucket (HTB). Kemudian, hasil dari pengujian akan dibandingkan dan dinilai menggunakan standar TIPHON. Dari hasil pengujian, dengan menggunakan metode HTB, jaringan yang dihasilkan lebih bagus dibandingkan tanpa metode HTB. Computer network is a system consisting of two or more interconnected computer devices. The more network devices used, the longer it takes to configure the network. The Software-Defined Network (SDN) method can be a solution to overcome this. SDN can control and configure network devices simultaneously in large numbers. SDN can be run physically and virtually on Mininet software. To be able to run SDN, a controller is needed to run the network. In this study, the controller that will be used is the Floodlight Controller and to find out the network capabilities, Quality of Service (QoS) from the SDN will be tested. First, the network on the Mininet software was designed first. Then QoS testing is done with and without using the Hierarchical Token Bucket (HTB) method. Then, the results of the tests will be compared and assessed using the TIPHON standard. From the test results, using the HTB method, the resulting network is better than without the HTB method.

Page 1 of 1 | Total Record : 5