cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika
ISSN : 23379421     EISSN : 25811290     DOI : -
Core Subject : Education,
urnal SOULMATH berisi tulisan yang berasal dari hasil penelitian, kajian, atau karya ilmiah di bidang Pendidikan Matematika. Terbit dua kali setahun yaitu Maret dan Oktober. Artikel yang masuk akan direview oleh reviewer yang berkompeten di bidangnya.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 1 (2024)" : 7 Documents clear
Pemahaman Siswa Sekolah Menengah Atas tentang Konsep Fungsi Invers
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/smj.v12i1.6835

Abstract

Abstract Mathematical understanding is a person's capacity to recognize mathematical information and how this information is used as a strategy for solving an existing problem to achieve ease in obtaining the truth. However, students are still found who lack an understanding of inverse functions. This is very unfortunate, even though the inverse function is one of the materials that students must understand. This research aims to analyze students' mathematical understanding of inverse function material. This type of research is descriptive qualitative. The research subjects were 28 class XI students at one of Banda Aceh's high schools. Data collection used two instruments, namely a mathematical understanding test, and an interview guide. The triangulation used is time triangulation. The indicators tested on the test subjects were 1) restating the definition of the inverse function; 2) identifying functions that have an inverse and do not have an inverse; 3) showing examples and non-examples of functions that have an inverse; and 4) apply procedures and algorithms in solving inverse function problems. Based on the results of the analysis, show that a small number of students fulfill all the indicators of understanding in solving inverse function questions. Most students can apply the procedure but are unable to relate the answer to the concept of inverse functions. Keywords: Inverse functions; Comprehension indicators; Mathematical understanding. Abstrak Pemahaman matematis adalah kapasitas seseorang untuk mengenali informasi matematika dan bagaimana informasi tersebut digunakan sebagai strategi penyelesaian suatu permasalahan yang ada sehingga tercapainya kemudahan dalam memperoleh kebenaran. Namun faktanya masih ditemukan siswa yang kurang memiliki pemahaman fungsi invers. Hal ini sangat disayangkan, padahal fungsi invers merupakan salah satu materi yang harus dipahami oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemahaman matematis siswa pada materi fungsi invers. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. subjek penelitian yaitu 28 siswa kelas XI di salah satu SMA Banda Aceh. Pengumpulan data menggunakan dua instrument yaitu tes pemahaman matematis dan panduan wawancara. Triangulasi yang digunakan adalah triangulasi waktu. Indikator yang diuji kepada subjek tes yaitu 1) menyatakan ulang definisi fungsi invers; 2) mengidentifikasikan fungsi yang memiliki invers dan tidak memiliki invers; 3) menunjukkan contoh dan non-contoh fungsi yang memiliki invers; dan 4) menerapkan prosedur dan algoritma dalam menyelesaikan soal fungsi invers. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan sebagian kecil siswa memenuhi keseluruhan indikator pemahaman dalam menyelesaikan soal fungsi invers. Sebagian besar siswa mampu menerapkan prosedur namun tidak mampu mengaitkan jawaban dengan konsep dari fungsi invers. Kata Kunci: Fungsi invers; Indikator Pemahaman; Pemahaman Matematis.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Masalah Dengan Bantuan Geogebra Pada Materi Lingkaran Kelas VI SD
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/smj.v12i1.7303

Abstract

Abstract Teachers can teach students about circle material by implementing problem-based learning using learning tools because it can make solving mathematical problems easier for students. The tools developed are Learning Implementation Plans (RPP), Student Worksheets (LKS), and Learning Outcome Tests (THB) which can be used by teachers in teaching material to a circle of students. This device is applied in learning activities to determine differences in learning outcomes before and after using the learning device. This research is development research with the research subjects namely class VI students. The instruments of this research are tests, response questionnaires, validation sheets, and observation sheets. The data analysis methods used to develop the tools uses analysis of assessing the validity of learning tools, data analysis of the teachers’ ability to manage learning, analysis of student activity data, analysis of student response questionnaire data and analysis THB data analysis. Meanwhile, to see differences in learning outcomes, use the t-test. The results of this research show that problem-based learning tools with the help of GeoGebra in circle material meet the criteria of being valid, practical, and effective. The results of the paired sample t-test using R-studio stated that there were differences in student learning outcomes before and after implementing the problem-based learning model with the help of GeoGebra in circle material. Keywords: GeoGebra, Learning Media, Problem Based Learning. Abstrak Guru dapat mengajarkan siswa tentang materi lingkaran dengan menerapkan pembelajaran berbasis masalah menggunakan perangkat pembelajaran karena dapat memudahkan penyelesaian masalah matematika bagi siswa. Perangkat yang dikembangkan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Tes Hasil Belajar (THB) yang dapat digunakan guru dalam mengajarkan materi lingkaran kepada siswa. Perangkat tersebut diterapkan dalam kegiatan pembelajaran untuk mengetahui perbedaan hasil belajar sebelum dan setelah menggunakan perangkat pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas VI. Instrumen penelitian ini adalah tes, angket respon, lembar validasi, dan lembar observasi. Metode analisis data yang digunakan untuk mengembangkan perangkat menggunakan analisis penilaian validitas perangkat pembelajaran, analisis data kemampuan guru mengelola pembelajaran, analisis data aktivitas siswa, analisis data angket respon siswa dan analisis data THB. Sedangkan untuk melihat perbedaan hasil belajar menggunakan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis masalah dengan bantuan GeoGebra pada materi lingkaran memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Adapun hasil uji paired sample t-test menggunakan R-studio menyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menerapkan model pembelajaran berbasis masalah dengan bantuan GeoGebra pada materi lingkaran. Kata Kunci: GeoGebra, Perangkat Pembelajaran, Pembelajaran Berbasis Masalah.
Studi Literatur: Berpikir Kreatif dalam Pemecahan Masalah Matematika
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/smj.v12i1.7548

Abstract

Abstract Problem-solving is the mental activity of each individual to find solutions to their problems. Problem-solving has become the heart of mathematics. Through problem-solving, students are required to think about the appropriate steps in obtaining a solution. One type of thinking is creative thinking. Creative thinking is the mental activity of each individual in solving problems by producing various kinds of new solutions. Creative thinking is an important part of problem-solving because it requires students to look at problems from different points of view. This article is the result of a literature study by reviewing several scientific articles published in accredited national journals. The article is studied in more depth, analyzed, and concluded. The results of this research show that creative thinking exists in solving mathematical problems. Through problem-solving activities, students can be trained to think creatively to be used to face challenges in future life. Keywords: thinking, creative thinking, problem solving Abstrak Pemecahan masalah adalah aktivitas mental setiap individu guna menemukan solusi pada masalah yang dihadapi. Pemecahan masalah telah menjadi jantungnya matematika. Melalui pemecahan masalah, siswa dituntut untuk berpikir tentang langkah-langkah yang tepat dalam memperoleh solusinya. Salah satu jenis berpikir adalah berpikir kreatif. Berpikir kreatif adalah aktivitas mental setiap individu dalam memecahkan masalah dengan menghasilkan berbagai macam solusi baru. Berpikir kreatif menjadi bagian penting dalam pemecahan masalah karena menuntut siswa untuk memandang persoalan berdasarkan sudut pandang yang berbeda. Artikel ini merupakan hasil studi literatur dengan mengkaji beberapa artikel ilmiah yang telah terpublikasi pada jurnal nasional terakreditasi. Artikel tersebut dikaji lebih mendalam, dianalisis, dan disimpulkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa berpikir kreatif ada dalam pemecahan masalah matematika. Melalui kegiatan pemecahan masalah siswa dapat dilatih untuk berpikir kreatif sehingga nantinya dapat digunakan dalam menghadapi tantangan di kehidupan yang akan datang. Kata Kunci: berpikir, berpikir kreatif, pemecahan masalah
Studi Literatur: Computational Thinking Dalam Penyelesaian Soal Cerita
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/smj.v12i1.7557

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyelesaian soal cerita matematika dengan menggunakan Computational Thinking (CT). Penelitian ini berfokus pada kegiatan penyelesaian soal cerita matematika yang merupakan salah satu aspek penting yang muncul dalam soal-soal PISA, khususnya soal yang menguji literasi matematika. Analisis dan deskripsi teoretis tentang bagaimana proses CT dalam penyelesaian soal cerita matematika disajikan dengan gagasan utama yakni, computational thinking dapat dipandang sebagai pendekatan dalam penyelesaian masalah matematika. Dan karena untuk menyelesaikan soal cerita matematika membutuhkan kemampuan penyelesaian masalah matematika, maka CT dapat digunakan sebagai pendekatan penyelesaian soal cerita matematika. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, di mana data diperoleh melalui telaah, pembacaan, dan sintesis informasi dari beragam sumber. Sebanyak 19 artikel yang digunakan sebagai referensi berasal dari jurnal terakreditasi dengan minimal peringkat SINTA 4. Kesimpulan dari artikel ini adalah bahwa CT sebagai sebuah pendekatan dalam penyelesaian masalah matematika memiliki langkah-langkah yang sesuai dengan penyelesaian soal cerita matematika yang banyak dikemukakan oleh beberapa ahli sebelumnya. Langkah decomposition dan pattern recognition sesuai dengan langkah memahami, Abstraction sesuai dengan Perencanaan, algorithm design sesuai dengan menyelesaikan persamaan matematika, optimization and iteration sesuai dengan mengecek ulang solusi
Proses Berpikir Analitik Dalam Memecahkan Masalah Matematika Berdasarkan Komponen Metakognisi
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/smj.v12i1.7558

Abstract

Abstract This research aims to describe 1) the analytical thinking process of students with a high metacognition component in solving mathematical problems and 2) the analytical thinking process of students with a low metacognition component in solving mathematical problems. This research is qualitative. Data was collected using tests, questionnaires, and interview methods. The subjects of this research were two 8th-grade junior high school students selected based on high metacognition and low metacognition components. The research instruments are a pre-questionnaire test, a metacognition component questionnaire, a problem-solving test, and an interview guide. The results of the research show that students' analytical thinking processes have a high metacognitive component in solving mathematical problems, which can be seen from how students use information, link their knowledge to make mathematical models and carry out mathematical calculations, plan strategies and apply problem-solving strategies and carry out evaluations. Meanwhile, the analytical thinking process of students with low metacognition components in solving mathematical problems can be seen from how students use their knowledge to create mathematical models, plan problem-solving strategies, apply them, and conduct evaluations. However, there are errors in the process of planning strategies, implementing strategies, and carrying out evaluations. Keywords: Analytical Thinking Process; Problem-Solving; Metacognition Component. Abstrak penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) Proses berpikir analitik siswa berkomponen metakognisi tinggi dalam memecahkan masalah matematika, 2) Proses berpikir analitik siswa berkomponen metakognisi rendah dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode tes, metode angket, dan metode wawancara. Subjek dari penelitian ini adalah dua siswa kelas 8 SMP yang dipilih berdasarkan komponen metakognisi tinggi dan komponen metakognisi rendah. Instrumen penelitian pada penelitian ini yaitu tes pra angket, angket komponen metakognisi, tes pemecahan masalah, dan pedoman wawancara. Proses berpikir analitik siswa dengan komponen metakognisi tinggi dalam memecahkan masalah matematika terlihat dari bagaimana siswa menggunakan informasi, mengaitkan pengetahuan yang dimiliki untuk dijadikan model matematika dan melakukan perhitungan matematis, merencanakan strategi serta menerapkan strategi pemecahan masalah dan melakukan evaluasi. Sedangkan proses berpikir analitik siswa dengan komponen metakognisi rendah terlihat dari bagaimana siswa dalam menggunakan pengetahuannya untuk membuat model matematis, merencanakan strategi pemecahan masalah dan menerapkannya serta melakukan evaluasi, namun terdapat kesalahan dalam proses merencanakan strategin, menerapkan strategi, dan melakukan evaluasi. Kata Kunci: Proses Berpikir Analitik; Pemecahan Masalah; Komponen Metakognisi.
Efektifitas Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dengan Audio Visual Aid (AVA) terhadap Kemampuan Berpikir Logis Matematis
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/smj.v12i1.7632

Abstract

Abstract This research aims to determine how effective the application of the PBL learning model with Audio Visual Aid (AVA) is on the ability to think logically in matrix material. The subject of this research is class XI TJKT SMK Tunas Harapan Pati for the 2023/2024 academic year. The data used in this research was obtained from filling out a questionnaire on a scale of 1 to 5. Respondents filled out the questionnaire twice, namely before implementing PBL with AVA and after implementing PBL with AVA. Analysis prerequisite tests were carried out using the Liliefors test for normality and the Barlett test for homogeneity. The data analysis test used was a t-paired test to compare the score before and after treatment. After being subjected to treatment, the questionnaire score showed an increase of 27.63%. The increase in scores after respondents were given PBL with AVA treatment was because respondents felt that PBL with AVA stimulated their mathematical logical thinking abilities. PBL with AVA also sharpens students' mathematical logical thinking skills to solve problems in the learning process related to their lives. AVA media is also felt to be able to actualize concepts that students have previously considered abstract. So, it is concluded that applying the PBL learning model with AVA has a positive influence on improving students' logical thinking abilities. This is reinforced by the results of the N-Gain Test, which shows that PBL with AVA is quite effective in increasing students' mathematical and logical abilities. Keywords: Audio Visual Aids; Critical Thinking Skills; PBL. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana efektifitas penerapan model pembelajaran PBL dengan Audio Visual Aid (AVA) terhadap kemampuan berpikir logis pada materi matriks. Subyek penelitian ini adalah kelas XI TJKT SMK Tunas Harapan Pati tahun pelajaran 2023/2024. Data yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dari hasil pengisian kuesioner berskala 1 sampai dengan 5. Responden mengisi kuesioner sebanyak dua kali yaitu sebelum dikenakan PBL dengan AVA dan setelah penerapan PBL dengan AVA. Uji prasyarat analisis dilakukan menggunakan uji liliefors untuk uji normalitas dan uji barlett untuk uji homogenitas. Uji analisis data yang digunakan menggunakan uji t-paired test yaitu untuk membandingkan antara skor sebelum perlakuan dengan skor setelah perlakuan. Skor kuesioner setelah dikenakan perlakuan menunjukkan adanya peningkatan sebesar 27,63%. Peningkatan skor setelah responden diberikan perlakuan PBL dengan AVA dikarenakan responden merasa PBL dengan AVA mampu merangsang kemampuan berpikir logis matematis yang dimilikinya. PBL dengan AVA juga mengasah kemampuan berpikir logis matematis siswa untuk menyelesaikan masalah pada proses pembelajaran yang berkaitan dengan kehidupannya. Media AVA juga dirasa mampu mengaktualisasi konsep yang selama ini dirasa abstrak oleh siswa. Sehingga disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL dengan AVA mempunyai pengaruh yang positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir logis siswa. Hal ini diperkuat dengan hasil Uji N-Gain yang menunjukan bahwa PBL dengan AVA cukup efektif terhadap peningkatan kemampuan logis matematis siswa. Kata Kunci: Audio Visual Aid; Kemampuan Berpikir Kritis; PBL.
Ethnopyramid Terintegrasi Rumah Adat Limas Potong Batam Sebagai Pendukung Literasi Numerasi Siswa Berbasis Android
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/smj.v12i1.7663

Abstract

The PISA study in 2022 showed that the score of numeracy literacy skills in Indonesia is still relatively low despite the increase in rank, this is caused by various factors such as a lack of numeracy literacy and less innovative learning. To improve students' numeracy literacy skills, this development research was conducted to develop an Augmented Reality (AR) assisted learning media integrated by the ‘Limas Potong’ traditional house in Batam to support students' numeracy literacy skills in class VIII geometry material. The research and development (R&D) method used is the ADDIE model focusing on three stages, namely analysis, design, and development. Product validation was reviewed from material aspects, question aspects, language aspects, implementation aspects, software engineering aspects, and visual communication aspects. The results of the product validity test conducted by several experts obtained an average score of 3.53 (very valid), indicating that the results of the development of Augmented Reality (AR) applications named "ETHNOPYRAMID" are very well used as learning tools to support students' abilities related to numeracy literacy. The media developed also makes it easy for students to understand geometry material, varied ranging from the presentation of geometric shapes with contextual, provides interactive understanding of concepts through games available to load practice questions based on indicators, and can help optimize the use of Android during learning. Keywords: Augmented Reality; Numeracy Literacy; Research and Development (R&D); The ‘Limas Potong’ Traditional House; Validity

Page 1 of 1 | Total Record : 7