cover
Contact Name
Tri Kurniawati
Contact Email
-
Phone
+62811313559
Journal Mail Official
pedagogi@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
Jl. Sutorejo No. 59 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
PEDAGOGI
ISSN : 25990438     EISSN : 2599042X     DOI : -
Core Subject : Education,
PEDAGOGI merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jurnal ini memfokuskan pada publikasi hasil penelitian, kajian dan telaah ilmiah kritis dan komprehensif dalam bidang ilmu murni anak usia dini dan pendidikan anak usia dini
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2015): FEBRUARI" : 7 Documents clear
PENDIDIKAN BERBASIS KARAKTER DI PAUD Ahmad Idris asmaradhani
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2015): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.688 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v1i1.20

Abstract

PENDIDIKAN BERBASIS KARAKTER  DI PAUD Ahmad Idris AsmaradhaniDosen FKIP Universitas Muhammadiyah Surabaya  ABSTRAKKarakter dapat dipahami sebagai kebiasaan yang terpola. Karakter juga merupakan kualitas-kualitas yang teguh dan khusus yang dibangun dalam kehidupan seorang yang menentukan responnya tanpa pengaruh kondisi-kondisi yang ada. Dalam makalah ini dibahas bahwa karakter merujuk kepada aplikasi nilai-nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku yang bersifat nyata. Orang yang berkarkter secara alami akan merespon situasi secara moral, yang dimanifestasikan dalam tindakan nyata melalui tingkah laku yang baik, jujur, bertanggung jawab, menghormati orang lain serta sikap mulia lainnya. Jadi, karakter yang kuat dibentuk oleh penanaman nilai yang menekankan tentang baik dan buruk. Karakter erat kaitannya dengan habit atau kebiasaan yang dilakukan secara terus -menerus. Jadi konsep yang dibangun dari model ini adalah kebiasaan berpikir, kebiasaan berperasaan, dan kebiasaan melakukan sesuatu. Diskusi dalam makalah ini beragumen bahwa karakter yang berkualitas merupakan respon terhadap kejadian berulang yang sudah teruji berkali-kali. Argument lainnya adalah bahwa dengan pendidikan karakter, seorang anak akan menjadi cerdas emosi dan sosialnya. Analisis dalam makalah ini juga berujung argumen bahwa pendidikan karakter perlu disiapkan sedini mungkin, ketika anak didik masih di PAUD. Kata kunci: berbagi, kehidupan seimbang, makna metaforis, PAUD ABSTRACTCharacters can be understood as patterned habits. The character is also the qualities that built firm and specialized in the life of which determines its response without the influence of there conditions. Discussed in this article refers to the application that the character values of kindness in the form of action or behavior that is real. The person of character will naturally respond morally situation, which is manifested in real action through good behavior, honest, responsible, respectful of others and other noble attitude. So, a strong character shaped by values that emphasize the cultivation of good and bad. The character is closely related to habit or custom made continuously. Keywords: sharing, life balance, meaning metaphorically, early childhood
PENERAPAN MEDIA PUZZLE CERDAS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK TAMAN KANAK-KANAK DALAM BERHITUNG Shoffan Shoffa
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2015): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.244 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v1i1.22

Abstract

ABSTRAKSalah satu cara dalam menggembangkan kemampuan berhitung permulaan pada anak usia dini khususnya pada anak TK adalah dengan memanfaatkan penggunaan media. Salah satu media dalam mengajarkan matematika berhitung pada pendidikan anak TK adalah penggunaan media puzzle cerdas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan atau melukiskan kondisi yang sebenarnya dari suatu peristiwa. Peristiwa yang dimaksud adalah proses pelaksanaan pembelajaran yang ditetapkan dalam kelas dan prestasi belajar anak sebagai hasil dari penerapan metode atau strategi pembelajaran. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanakan tindakan, observasi atau pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di TK Al-Amin Medayu Utara Surabaya pada kelompok B dengan jumlah 15 anak yang terdiri dari 5 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kognitif anak meningkat dari siklus I ke siklus II. Hal ini dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Hasil aktivitas guru pada siklus I dan siklus II, kriteria penilaian aktivitas guru meningkat dari  70% ke 80% ; 2) Hasil aktivitas anak pada siklus I dan Siklus II, persentase ketuntasan yang diraih anak meningkat dari 60% ke 75% ; 3) Hasil aktivitas kemampuan kognitif anak dari siklus I dan siklus II, diperoleh data yang menunjukkan bahwa kemampuan kognitif anak dalam berhitung 1-20 kelompok B di TK Al-Amin Medayu Utara Surabaya meningkat dari 60% ke 80%. Kesimpulan adalah penggunaan media puzzle cerdas dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam berhitung 1-20. Keyword : Aktivitas Guru, Aktivitas Siswa, kemampuan kognitif anak dalam berhitung, media puzzle cerdas ABSTRACT The condition causes difficulty in learning to count children 1-20. Either to developed numeracy skills of early childhood, especially in children kindergarten was maked use of the media. One of the media in the teaching of mathematics to count on kindergarten children's education is the use of intelligent puzzel media. This study aims to describe or depict the actual condition of an event. The events in question are defined implementation process of learning in the classroom and learning achievement of children as a result of the application of the method or learning strategies. This research is Classroom Action Research (CAR) with a qualitative approach consisting of two cycles. Where each cycle consists of four stages: planning, implementing action, observation and reflection. This research was conducted in the kindergarten Al - Amin Medayu Utara Surabaya in group B with 15 children consisting of 5 boys and 10 girls. Results and discussion of research suggests that cognitive abilities of children increased from cycle I to cycle II. It can be described as follows : 1 ) The results of the activities of teachers in the first cycle and second cycle, the assessment criteria the teacher activity increased from 70 % to 80 % ; 2 ) The results of the activities of children in the first cycle and the second cycle, the percentage of children achieved mastery increased from 60 % to 75 % ; 3 ) The results of the activity of a child's cognitive abilities of the first cycle and second cycle, the data obtained showed that the cognitive abilities of children in group B counting 1-20 in TK Al - Amin Medayu Utara Surabaya increased from 60 % to 80 % . Based on these results, it can be concluded that the use of intelligent puzzel media can enhance the cognitive abilities of children in group B counting 1-20 in TK Al - Amin North Medayu Surabaya . Keyword : Activity Teacher, Student Activities, children's cognitive abilities in math, media savvy puzzel 
PEMANFAATAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN PENGETAHUAN SOSIAL DI TAMAN KANAK-KANAK hendarwati, Endah
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2015): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.12 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v1i1.16

Abstract

Endah Hendarwati1Dosen Program Studi Pendidikan Guru PAUD- FKIP Universitas Muhammadiyah Surabaya  email: endah_hen@yahoo.com ABSTRAK Tahapan berpikir pada anak usia dini adalah tahap berpikir konkrit. Anak usia dini lebih mudah memahami suatu situasi dan materi secara konkrit. Demikian juga dengan pembelajaran pengetahuan sosial di Taman Kanak-Kanak harus dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat konkrit.Pengetahuan sosial  di Taman kanak-kanak  merupakan penyederhanaan, adaptasi, seleksi, dan modifikasi disiplin ilmu-ilmu sosial. Materi pengetahuan sosial diambil atau dipilih dari bagian konsep-konsep ilmu-ilmu sosial yang telah disederhanakan, disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan usia anak. Oleh karena itu pembelajaran Pengetahuan Sosial pada di Taman Kanak-Kanak harus menggunakan media sesuai dengan tema dan agar anak dapat mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru. Dengan media anak juga dapat menghubungkan berbagai situasi yang berkaitan dengan Pengetahuan Sosial. Kata Kunci: Media, Pengetahuan Sosial, Taman Kanak-kanak ABSTRACTStages of thinking in early childhood are the stage of concrete thinking. Early childhood is easier to understand a situation and in a concrete material. As well as social science learning in kindergarten must be associated with things that are concrete. Social knowledge in kindergarten is a simplification, adaptation, selection, and modification of the social sciences disciplines. The material was taken or selected social knowledge of the concepts of the social sciences that have been simplified, adapted to the rate of growth and development of the child's age. herefore, the Social Sciences learning in kindergarten must be used in accordance with the theme and the media so that children can easily understand the material presented by the teacher. Using the child media can also connect a variety of situations related to Social Sciences. Keywords: Media, Social Science, Kindergarten
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK MAKE A MATCH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD DALAM PEMBELAJARAN IPS POKOK BAHASAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PRODUKSI, KOMUNIKASI DAN TRANSPORTASI Zahroul, Chumi; Nur A, Windy
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2015): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.831 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v1i1.23

Abstract

Chumi Zahroul F dan Windy Nur ADosen FKIP Universitas Negeri Jemberemail: chumizahroul@yahoo.co.id ABSTRAKPenelitian ini menjelaskan proses belajar mengajar dengan menggunakan teknik pembelajaran kooperatif untuk membuat pertandingan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil studi dalam ilmu sosial subyek pengembangan studi teknologi produksi, komunikasi dan transportasi. Secara umum masalah tersebut berhasil diidentifikasi dalam IPS dalam belajar SDN 01 Jember Kaliwining yaitu guru kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran dapat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kelas tindakan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk kelas 4 dan SDN 01 Kaliwining Jember terdiri dari 46 siswa. Pelaksanaan tindakan yang dilakukan oleh para peneliti. Penelitian dilakukan dengan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif. teknik pembelajaran kooperatif untuk membuat pertandingan dari siswa dapat berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran, bekerja sama untuk mencari tahu jawaban atas masalah yang diberikan serta semangat para siswa akan lebih besar karena keterlibatannya dalam kegiatan pembelajaran. Dengan kegiatan belajar terlibat langsung dalam hasil belajar siswa akan meningkat. Kata Kunci: metode kooperatif, aktivitas pembelajaran, dan hasil belajar siswa ABSTRACTThis study describes the process of teaching and learning using cooperative learning techniques to make a match to increase the activity and results of the study in social science subjects study development of production technology, communications and transportation. In general the problem is successfully identified in IPS in learning SDN 01 Jember Kaliwining i.e. guru less provides the opportunity to students to be actively involved in learning activities. This research was done using the research action class. This research is aimed at grade 4 and SDN 01 Kaliwining Jember consists of 46 students. Implementation of the actions carried out by the researchers. Research done by observation, interviews, tests, and documentation. Data were analyzed using qualitative analysis techniques. cooperative learning techniques to make a match of students can play an active role in the learning activities, work together to figure out the answer to the problem is given as well as the spirit of the students will be greater because of his involvement in learning activities. With the learning activities was directly involved in the learning outcomes students will increase.  Keywords : cooperative learning, student activities, result of the study
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL PADA PEMBELAJARAN IPA POKOK BAHASAN KONDUKTOR DAN ISOLATOR SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR MELALUI METODE agustiningsih agustiningsih
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2015): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.122 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v1i1.24

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran IPA pada hakekatnya melibatkan siswa secara langsung dalam memperoleh pengetahuannya sehingga timbul rasa ingin tahu. Untuk menggali rasa ingin tahu siswa, salah satu cara yang ditempuh adalah dengan menerapkan metode eksperimen dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA melalui metode eksperimen. PTK ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus dan meliputi empat tahap yaitu: kegiatan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Slateng 01 Ledokombo Jember tahun pelajaran 2012/2013. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah: observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran IPA melalui metode eksperimen mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Hasil observasi menunjukkan persentase rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 65,53% (kategori aktif), meningkat pada siklus II sebesar 80,6% (kategori sangat aktif), sehingga meningkat sebesar 15,07%. Persentase hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA melalui metode eksperimen juga mengalami peningkatan. Pada siklus I mencapai 55% dan pada siklus II mencapai 85%, sehingga meningkat sebesar 30%. Kata Kunci: metode eksperimen, Penelitian Tindakan Kelas, aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa.  ABSTRACTThe lessons science is essentially directly involve students in acquiring knowledge which raised curiosity.  To explore the curiosity of students, it implemented the experimental method in the learning activities. This research includes Classroom Action Research (CAR) conducted with the objective to increase the activity and student learning outcomes in learning science through the experimental methods. CAR is implemented by 2 cycles and includes four stages: planning, action, observation, and reflection. The subject in this research is all fourth grade students of SDN 01 Ledokombo Jember Slateng the academic year at 2012-2013. The methods of data collection used are: observation, interviews, documentation, and testing. The results stated that the learning activities students learning science through experimental methods has increased from cycle 1 to cycle 2. The results of observation is that the average percentage of student learning activities in the first cycle of 65.53% (active category), increased in the second cycle of 80.6% (very active category), so an increase of 15.07%. The percentage of result of learning student in learning science through the experimental method also increased. In the first cycle reaches 55% and the second cycle was 85%, so an increase of 30%. Keywords: experimental methods, classroom action research, student learning activities, student learning outcomes.
STRATEGI PEMBELAJARAN TARI ANAK USIA DINI aris setiawan
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2015): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.087 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v1i1.17

Abstract

Aris SetiawanDosen Program Studi Pendidikan Guru  PAUD - FKIPUniversitas Muhammadiyah Surabaya  ABSTRAK Pembelajaran tari bagi anak usia dini  memerlukan strategi yang tepat pada pelaksanaannya.  Oleh karena itu diperlukan usaha  yang maksimal dalam menentukan strategi sebagai jalan  mencapai hasil terbaik. Untuk menentukan strategi yang tepat dapat dimulai dengan menyusun perencanaan. Maka langkah awal dalam menyusun perencanaan yaitu menentukan materi pembelajaran. Penentuan materi pembelajaran ini merupakan dasar dalam merancang tentang apa yang akan diberikan. Setelah materi pembelajaran, selanjutnya adalah menentukan metode pembelajaran sebagai cara yang digunakan dalam proses pembelajaran. Kemudian menentukan media pembelajaran sebagai penghubung  yang dapat membantu pada pelaksanaan pembelajaran nantinya.  Kata kunci: Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Media Pembelajaran. ABSTRACTDance lessons for early childhood require proper strategy to implementation. Therefore, maximum effort is required in determining the strategy as a way of achieving the best results. To determine the right strategy can be started with the planning. So the first step in planning is determining the learning materials. The determination of these learning materials is the basis for the design of what will be provided. After learning the material, the next is to determine a method of learning as a means used in the learning process. Then determine instructional media as a link that can help in the implementation of future learning.Keywords: Learning Materials, Learning Method, Learning Media.
MEMBENTUK KOMUNIKASI YANG EFEKTIF PADA MASA PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI Panji Hermoyo
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2015): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.311 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v1i1.21

Abstract

R. Panji HermoyoDosen FKIP Universitas Muhammadiyah Surabaya ABSTRAKKomunikasi dilakukan oleh manusia dalam berbagai kegiatannya untuk mempermudah kehidupannya. Komunikasi sering dilakukan manusia yang sudah dewasa yang dianggap sudah mampu, pintar, dan cerdas. Komunikasi menitikberatkan pada komunikator dan komunikan dalam menyampaikan suatu pesan. Komunikasi untuk anak usia dini tentu berbeda dengan orang dewasa. Pada anak usia dini, komunikasi  harus selalu didampingi oleh orang tua ataupun orang dewasa. Hakikat Komunikasi  adalah proses pernyatan antarmanusia. Yang  dinyatakan itu adalah pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan  menggunakan bahasa sebagai penyalurnya. Pada anak usia dini, anak menjadi komunikator ketika sedang bertanya kepada orang tua, teman bahkan guru, isi pesan yang disampaikan anak didominasi oleh pikiran anak. Anak yang sering bertanya cenderung aktif dalam melihat atau mendengar sesuatu. Pada masa usia dini anak mengalami masa keemasan (the golden years) yang merupakan masa di mana anak mulai peka/sensitif untuk menerima berbagai rangsangan. Masa peka pada masing-masing anak berbeda, seiring dengan laju pertumbuhan dan perkembangan anak secara individual. Kata-kata pertama adalah ucapan seorang anak setelah mampu bicara dengan orang lain. Kata-kata pertama merupakan cara seorang anak untuk menyampaikan pesan kepada orang lain, biasanya dianggap sebagai proses perkembangan bahasa yang dipengaruhi oleh kematangan kecerdasan. Kematangan kecerdasan tersebut biasanya ditandai dengan kemampuan anak usia dini untuk menyusun kata dalam berbicara. Kemampuan ini akan terus berkembang jika anak usia dini sering berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain. Pada masa usia dini anak mengalami masa keemasan (the golden years) yang merupakan masa di mana anak mulai peka/sensitif untuk menerima berbagai rangsangan. Pada usia 0-2 tahun masa ini kemampuan anak terbatas pada gerak-gerak refleks, bahasa awal, waktu sekarang dan ruang yang dekat saja. Komunikasi yang efektif pada anak usia dini syaratnya antara lain; orang tua perlu memilih waktu yang tepat untuk berkomunikasi pada anak, bahasa yang digunakan harus bisa dimengerti oleh anak, sikap ketika berkomunikasi, jenis kelompok di mana komunikasi akan dilaksanakan. Kata kunci: komunikasi, anak usia dini,  masa keemasan.     AbstractCommunication is done by humans in a variety of activities to facilitate life. Communication is often done adults who are considered capable, smart, and intelligent. Communication focuses on the communicator and communicant in conveying a message. Communication for early childhood is different from adults. In early childhood, communication must always be accompanied by a parent or an adult. Communication is the essence of human statement. It is one's minds or feelings to others by using language as distributors. In early childhood, children become communicators when being asked to parents, friends and teachers, the content of the message the child is dominated by a child's mind. Children are often asked tend to be active in seeing or hearing anything. At the early age children experience the golden age who is the child begins to sensitive to accept a variety of stimuli. Sensitive period for each child is different, along with the rate of growth and development of individual children. The first words are the words of a child after being able to talk with another person. The first words of a child are a way to deliver the message to others, usually considered as a process of language development is influenced by the maturity of intelligence. Maturity intelligences are usually characterized by the ability of young children to arrange words in speaking. These capabilities will continue to evolve if young children often communicate or interact with others. At the early age children experience the golden age is a period in which the child begins to receive sensitive to various stimuli. At the age of 0-2 years of a child's ability is limited to reflex movements, early language, time and space are now close it. Effective communication in early childhood condition, among others; parents need to choose the right time to communicate to the child, the language used should be understood by the child, an attitude when communicating, the type of group in which communication will be implemented. Keywords: communication, early childhood, the golden age.

Page 1 of 1 | Total Record : 7