cover
Contact Name
Abdul Kadir Jaelani
Contact Email
alanzaelani50@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
alanzaelani50@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25982273     EISSN : 25982281     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat adalah jurnal yang berisikan kumpulan hasil pengabdian dosen Universitas di Surakarta dan sekitarnya yang disusun dalam bentuk artikel pengabdian. Jurnal Pengabdian Adi Widya diterbitkan oleh Universitas Slamet Riyadi Surakarta dengan penebitan 2 kali 1 tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2018): ADIWIDYA" : 21 Documents clear
MENCIPTAKAN PRODUK INOVATIF DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH KAIN BAGI KELOMPOK KARANG TARUNA SIRESTU DUKUH REJOSARI, DESA TERAS, KEC. TERAS KABUPATEN BOYOLALI Lamidi Marjam Desma Rahadhini
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2018): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v2i1.2087

Abstract

Kegiatan penyuluhan ini dilakukan kepada para anggota karang taruna Sinoman Rejosari Bersatu (SiRestu) dukuh Rejosari, Desa Teras, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini dilakukan dengan mengambil tema: ”MENCIPTAKAN PRODUK INOVATIF DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH KAIN BAGI KARANG TARUNA SIRESTU, DUKUH REJOSARI, DESA TERAS, KECAMATAN TERAS, KABUPATEN BOYOLALI”. Luaran dari kegiatan ini adalah: 1. Membuka wawasan bagi anak-anak muda Sirestu agar mampu membaca peluang yang ada di sekitarnya, 2. Meningkatnya pengetahuan bagi anggota Sirestu dalam memanfaatkan limbah kain dari pabrik/industri, yang bisa diberdayakan menjadi produk yang bernilai jual tinggi, 3. Meningkatnya pengetahuan dari anggota Sirestu tentang aneka macam produk yang dapat dihasilkan dari limbah kain, 4. Kegiatan ini dapat berlanjut, sehingga organisasi karang taruna Sirestu bisa lebih berdaya guna karena adanya kemitraan dengan tim pengabdian dari Unisri. Kegiatan ini dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: 1. Pemilihan obyek pengabdian kepada masyarakat dengan memperhatikan peluang yang ada yaitu limbah kain dari indutri yang demikian banyak, tetapi masyarakat (pemuda) belum ada yang tertarik, 2. Penyampaian materi Penyuluhan tentang bagaimana menghasilkan produk inovatif yang bernilai jual tinggi dengan memanfaatkan limbah kain, 3. Penyampaian materi tentang bagaimana cara-cara pemasaran produk inovatif tersebut, 4. Pelaksanaan evaluasi. Evaluasi yang akan dilakukan dengan cara: sebelum penyuluhan dilakukan tanya jawab untuk mengetahui pengetahuan awal setiap peserta tentang limbah kain. Setelah penyuluhan selesai dilakukan tanya jawab lagi tentang materi yang sama. Dengan membandingkan hasil jawaban yang telah dilakukan, maka akan diketahui apakah ada peningkatan pengetahuan peserta tentang menciptakan produk inovatif dengan memanfaatkan limbah kain.Kata kunci: produk inovatif, limbah kain
PEMANFAATAN PROGRAM R UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU SMPN 24 SURAKARTA Alfonsa Maria Sofia Hapsari Srianto
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2018): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v2i1.2088

Abstract

Mengajar adalah pekerjaan transformatif yang dilakukan oleh seorang guru atau oleh suatu tim dalam rangka mengoptimasikan pencapaian tingkat kematangan dan tujuan belajar siswa. Guru juga harus mampu memilih media pembelajaran yang tepat serta mengembangkan sendiri media pembelajaran yang inovatif. Kompetensi mengembangkan media pembelajaran idealnya telah dikuasai guru, tetapi pada kenyataannya masih banyak guru yang belum menguasai kompetensi tersebut dengan baik. Guru pada umumnya lebih mengandalkan media pembelajaran yang sudah ada, tetapi belum membuat atau mengembangkan media secara mandiri. Salah satu cara menyampaikan materi pembelajaran dapat menggunakan media pembelajaran dengan Software Program R. Program R juga dapat membantu guru dalam menyelesaikan permasalahan matematika dengan cepat . Seorang guru harus selalu membekali diri dengan kemampuan yang sesuai dengan perkembangan jaman. Perkembangan dalam dunia teknologi adalah salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang guru. Jika seorang guru mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memanfaatkan teknologi tersebut dalam pembelajaran maka kompetensi guru tersebut akan meningkat dan berakibat meningkatnya kemampuan siswa
MEMBERIKAN PEMAHAMAN TENTANG KETERTIBAN LINGKUNGAN PADA PKL SUNDAY MARKET MANAHAN SURAKARTA Dian Esti Nurati
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2018): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v2i1.2089

Abstract

The arrangement and management of Street Sellers (thereafter called PKL) in Surakarta City referring to Surakarta City Local Government’s Regulation Number 3 of 2008 about the Arrangement and Management of Street Sellers in Surakarta City is conducted, among others, by arranging and managing Street Sellers in Sunday Market Manahan Surakarta conducting activity every Sunday morning. Surakarta City government has devised to close street sellers of Sunday Market Manahan Surakarta in 2016. Solo Mayor, F.X. Hadi Rudyatmo devised to sterilize Manahan Stadion area from Sunday Market sellers’ activity. Pasar Tumpah (spilled market) generated in Sunday Market Manahan location will be relocated to other location. The policy is still processed currently by Surakarta City Government. City government wants to recover the original function of Manahan Stadium for sport activity purpose. So far, the existence of sellers utilizing road or sidewalk in Manahan Stadium area disrupts the people’s to do exercise. In addition, the pile of rubbish resulting from Sunday Market activity is so high. The cleaning service officers of Cleanliness and Gardening Service (DKP) working are often overloaded when cleaning the rubbish pile resulting from Sunday Market. This one-day trading activity takes three days to clean its rubbish. Through Youth and Sport Service (Dispora), in this case Surakarta City’s Local Technical Service Unit of Sport Infrastructure, Solo City Government released Joint Decree approved by Dispora, Trade Service of Surakarta City and Street Seller Association of Sunday Market Area. In the presence of Community Service activity, several benefits can be achieved: Successfully giving understanding to the street sellers of Sunday Market about Environment Orderliness in trading location, in Manahan Stadium area of Surakarta; successfully encouraging the street sellers to encourage the City Government’s program to recover the original function of Manahan Stadium for sport activity purpose for Solo City people, so that they no longer use road and sidewalk in Manahan Stadium area; successfully giving an understanding on the importance of maintaining the cleanliness of Sunday Market area, by obliging the sellers to clean rubbish after their activity has been completed; and successfully giving understanding on the importance of maintaining plant as the park (garden) in Sunday Market area. Keywords: Management and Arrangement, Understanding on Environment Orderliness, Street Sellers of Sunday Market
PELATIHAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN AKUNTANSI KELUARGA BAGI MASYARAKAT DI DESA BLORONG KECAMATAN JUMANTONO KABUPATEN KARANGANYAR Djoko Kristianto Suharno
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2018): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v2i1.2090

Abstract

Kegiatan pelatihan ini dilakukan kepada masyarakat Desa Blorong, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar. Luaran dari kegiatan ini adalah: 1) Meningkatnya pengetahuan dan wawasan peserta dalam rangka memahami cara mengelola keuangan keluarga 2) bagaimana cara membuat/menyusun akuntansi keluarga. Kegiatan ini dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: 1) Pemilihan peserta pengabdian kepada masyarakat, yaitu masyarakat Desa Blorong, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar 2) Penyampaian materi pelatihan tentang bagaimana mengelola keuangan keluarga dan menyusun akuntansi keluarga, 2) Pelaksanaan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan cara: sebelum pelatihan, dilakukan tanya jawab untuk mengetahui pengetahuan bagaimana mengelola keuangan keluarga dan menyusun akuntansi keluarga dan setelah itu di lakukan pelatihan bagaimana cara mengelola keuangan keluarga dan membuat/menyusun akuntansi keluarga. Dengan membandingkan hasil jawaban, maka akan diketahui apakah ada peningkatan pengetahuan peserta tentang pengelolan keuangan keluarga dan penyusunan akuntansi keluarga.Kata kunci: pengelolaan keuangan keluarga, akuntansi keluarga
PELATIHAN MENGATASI COMMUNICATION APPREHENSION DENGAN MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK (PADA ANAK-ANAK DI PONDOK PESANTREN YATIM ALIF TSALATSA SURAKARTA) Eko Adi Putro
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2018): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v2i1.2091

Abstract

There are symptoms of children in Alif Tsalatsa Surakarta experienced communication apprehension from the counseling interview conducted by the author to some children in the boarding school is a number of children when chatting with friends, as if the conversation is cornered him and then away from the crowd and choose alone when his friend was just joking. In addition one of the children said that if communicating with his friend even if it was just a casual conversation he felt confused to position himself, if gathered together in a small group between lodgers look worried, depressed from the sweaty hands, and nervous looking confused in starting the conversation and was afraid the topic was unattractive. In addition, if there is a problem with his friend, the student does not dare to express his heart. He prefers silence because when spoken of he is afraid of tipping the problem and afraid if the child is abandoned his friends.The training of group guidance services is able to cope with communication apprehension (In Children In Alif Tsalatsa Surakarta). Method of Implementation in this community service activities is with the provision of services group guidance. by using the game in this activity is in every meeting will discuss the topic of the task of the theme of communication in the process of its activities inserted game put forward by Suwarjo and Eliasa are: a) chain word; b) Our Picture; c) Trips of the Three Disabled; d) Continue my story; e) Standing Together. The Meaning of the Game has to do with the theme presented.Key Words ; Group Guidance, Communication Apprehension
PEMBUATAN INSTRUMEN NON TES BAGI GURU SD UNTUK MENILAI RANAH AFEKTIF SISWA Ema Butsi Prihastari Jumanto
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2018): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v2i1.2092

Abstract

Segala aktivitas yang dilakukan di dalam pembelajaran hendaknya dapat dievaluasi melalui instrumen yang tepat. Berdasarkan survei di lapangan terdapat fenomena anak pintar dengan karakter yang tidak peduli dengan sekitarnya, kemudian ada anak yang berani berbuat apa saja demi mendapatkan nilai terbaik menjadi tren modern di sekolah saat ini. Permasalahan tersebut berkaitan tentang watak perilaku yang menjadi bagian dari ranah afektif. Maka, diperlukan instrumen non tes untuk membantu guru dalam mempertimbangkan dan memutuskan penilaian pada ranah tersebut. Tujuan pengabdian ini melatih dan memahamkan pentingnya instrumen non tes kepada guru-guru Sekolah Dasar di SD N Prawit I No.69 sehingga guru-guru dapat menggunakan instrumen tersebut sebagai evaluasi pada ranah afektif. Metode pelaksanaan program ini dilakukan dengan metode pendekatan: a) partisipatif, b) penyadaran, c) pembelajaran (teori dan praktek), dan d) pendampingan. Sedangkan, mekanisme pelaksanaan pengabdian yaitu persiapan dan pelaksanaan pelatihan yang meliputi: a) penyajian materi, b) penugasan membuat instrumen non tes, c) evaluasi kegiatan (pre test dan post test), refleksi serta penutupan kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi terdapat peningkatan sebesar 6,7 % yang didapatkan dari nilai rata-rata pre-test 55,6 dan post test 62,2. Peningkatan ini disertai tanggapan yang positif dan permintaan untuk keberlanjutan program pengabdian kepada masyarakat.Kata kunci: pelatihan, instrumen non tes, afektif
PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN BERCERITA M Hery Yuli Setiawan Feri Faila Sufa
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2018): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v2i1.2093

Abstract

Pengabdian Pendidikan Karakter ini diadakan dengan latar belakang tentang pentingnya pendidikan karakter pada anak untuk di tumbuhkan sejak dini agar mencapai perkembangan yang optimal di masa depannya. Pada hasil penelitian Feri faila Sufa (2016) bahwa kedisiplinan anak dapat ditingkatkan melalui metode cerita sebagai internalisasi pendidikan karakter pada anak usia dini. Melalui Bercerita kedisiplinan kemandirian, dan tangung jawab anak dapat meningkat. Disamping adanya peningkatan pada kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak, ketrampilan guru dan orang tua dalam bercerita juga perlu ditingkatkan. Kemampuan guru dan orang tua dalam bercerita sangat penting, karena anak-anak menyukai Kegiatan bercerita, sehingga dapat dikatakan efektf untuk menerapkan pendidikan karakter. Melalui bercerita pendidik maupun orang tua dapat memindahkan tatanan nilai karakter seperti kedisiplinan, tanggung jawab dan kemandirian ke dalam diri anak. Melalui bercerita akan tercipta suasana alamiah, menyenangkan, dan anak-anak lebih mudah menerima nilai-nilai karakter tanpa paksaan, disamping dapat mengambil keteladanan, contoh dan pelajaran dari kegiatan bercerita. Untuk mencapai tujuan pengabdian telah dilakukan pelatihan dan pendampingan pada guru dan orang tua. Sebelum dilakukan pelatihan, orang tua dan guru diberikan sosialisasi dan pemahamana pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, Pemberian Tugas dan Praktek Langsung. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan bahwa kegiatan bercerita yang dilakukan oleh orang tua dan guru dapat meningkatkan kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak. Hal tersebut menunjukkan bahwa melalui bercerita, guru atau orang tua dapat menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab. Orang Tua dan Guru memberikan cerita keteladanan, contoh dan pelajaran dari kegiatan bercerita. Berdasarkan kegiatan pengabdian di atas dapat disimpulkan kegiatan bercerita yang berisi nilai-nilai pendidikan karakter, yang berisi keteladanan, contoh sikap dan pelajaran yang diberikan pada anak sejak dini dengan konsisten dan berkesinambungan dapat meningkatkan kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Kegiatan Bercerita
PERAN BAHASA INGGRIS SEBAGAI BAHASA PENGANTAR DI SEKOLAH DASAR DJAMAATUL ICHWAN PROGRAM KHUSUS Lusiana Dewi Kusumayati Luqman Alhakim
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2018): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v2i1.2094

Abstract

Pembelajaran bahasa Asing (Inggris) bagi tenaga pendidik untuk mengajarkan mata pelajaran Science dan Mathematics merupakan wujud dari gagasan bahwa penguasaan kedua mata pelajaran tersebut apabila ditunjang dengan ketrampilan bahasa Inggris maka akan menghasilkan luaran yang lebih bermutu dan poin tersendiri sebab bagi pendidik maupun peserta didik, bahasa Inggris tidak hanya di level social settings namun juga pada tataran academic language proficiency. Sekolah Dasar Djama’atul Ikhwan Program Khusus memiliki keunggulan dalam bidang penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran Science dan Mathematics. Hal tersebut mempersyaratkan tenaga pendidik mapel tersebut untuk memiliki kompetensi keahlian berbahasa Inggris baik dalam tataran pedagogik maupun linguistik. Namun, implementasi program tersebut belum terlaksana sesuai dengan target sebab tenaga pendidik belum memiliki pengalaman maupun keahlian berbahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran tersebut. Dari penjelasan tersebut, pemateri melaksanakan pengabdian “Workshop English Instructional Language Bagi Guru Sekolah Dasar Djama’atul Ichwan Surakarta” yang menyasar pada ketrampilan English Instructional Language para guru. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan penguasaan English Instructional Language guru SD Djama’atul Ichwan, dan menentukan model bahan ajar serta metode pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan English Instructional language para guru. Hasil pengabdian ini adalah (1) guru SD Djama’atul Ichwan merasa antusias dan termotivasi untuk mempelajari bahasa bahasa Inggris dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan materi berbahasa Inggris; (2) mereka terbuka dalam menyampaikan permasalahan dalam penggunaan bahasa Inggris sehingga pemateri dapat memberikan alternatif solusi; dan (3) terwujudnya sharing ide dan pengalaman dalam berbahasa Inggris baik khususnya academic English proficiency.Kata Kunci: Science dan Mathematics, English Instructional Language, SD Djama’atul Ichwan
PENYULUHAN DALAM MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA BAGI KARANG TARUNA DI GEBANG KELURAHAN KADIPIRO, KECAMATAN BANJARSARI, KOTA SURAKARTA Suprayitno Erni Widajanti
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2018): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v2i1.2095

Abstract

This extension activity was conducted for Karang Taruna Kadipiro Village, Banjarsari Sub-District, Surakarta City. The outcomes of this activity are: cheap participants' knowledge of the concept of entrepreneurship so that they have the right knowledge; benefit participants' insights on how to start a business and choose the right type of business; benefit participants' insights about possible business failures and ways to enter and resolve business failures. This activity is carried out with the following stages: Selection of participants to the community service, namely the board and members of Karang Taruna; Submission of lecture materials, with a view to fostering an entrepreneurial spirit; Implementation of evaluation Evaluation is done by: before counseling conducted a question-answer to know each participant's initial knowledge about entrepreneurship special techniques or how to start a business. After the counseling finished the question and answer again about the same material. By comparing the results of answers that have been done, it will be known whether there is an increase in knowledge about the entrepreneurship and scope. Keywords: Counseling, entrepreneurship, management
PEMANFAATAN TANAH PEKARANGAN DENGAN TANAMAN SUKUN DI DESA WONOREJO KECAMATAN GONDANGREJO KABUPATEN KARANGANYAR Sartono Joko Santosa Teguh Yuwono
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2018): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v2i1.2096

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar pada tanggal 29 Agustus 2017. Adapun sasaran dari Pengabdian ini adalah para pemilik pekarangan yang lahannya ditanami tanaman sukun, dengan metode yang digunakan yaitu ceramah dan tanya jawab. Tujuan yang hendak dicapai dalam Pengabdian ini yaitu untuk memberikan pengertian dan penjelasan agar para pemilik tanah pekarangan dapat meningkatkan pemanfaatan tanah pekarangan yang lebih intensif dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Hasil dari kegiatan ini yaitu para pemilik pekarangan tahu tentang bagaimana membudidayakan tanaman sukun sebagai tanaman pekarangan, sehingga hasilnya dapat dipergunakan untuk keperluan konsumsi keluarga bahkan kalau mungkin untuk usaha komersial.Kata kunci : pemanfaatan, tanah pekarangan, tanaman sukun

Page 2 of 3 | Total Record : 21