cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. asahan,
Sumatera utara
INDONESIA
Bernas
Published by Universitas Asahan
ISSN : 02167689     EISSN : -     DOI : -
JURNAL PENELITIAN PERTANIAN BERNAS Universitas Asahan dengan nomor ISSN 0216-7689 didedikasikan untuk menyebarkan makalah hasil penelitian (Research Article), ulasan kritis (Review Articles) dan Komunikasi Singkat (Short Communication) di bidang luas Agronomi, Hortikultura dan Kehutanan, Lanskap, Ekonomi dan Pembangunan Pertanian, Pengukuran Lahan dan Perbaikan Lahan, Ilmu Alam dan Lingkungan, Mesin Pertanian, Industri Makanan, dan lain-lain yang dapat memberikan pengetahuan bagi masyarakat umum, akademisi dan profesional. Jurnal Penelitian Pertanian Bernas terbit 2 kali dalam setahun yakni bulan Februari dan Juli, namun pada kebutuhan tambahan dilakukan penerbitan pada bulan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 3 (2016): Bernas Oktober 2016" : 6 Documents clear
KLASIFIKASI TANAH DESA SIHIONG, SINAR SABUNGAN, DAN LUMBAN LOBU KECAMATAN BONATUA LUNASI KABUPATEN TOBA SAMOSIR BERDASARKAN TAKSONOMI TANAH 2010 Ingrid Ovi Y; Purba Manurung; Fauzi .
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 12, No 3 (2016): Bernas Oktober 2016
Publisher : Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.956 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan tanah mulai dari tingkat ordo sampai sub group. Penelitian ini dilakukan di Desa Sihiong, Sinar Sabungan, dan Lumban Lobu, Kecamatan Bonatua Lunasi, Kabupaten Toba Samosir. Analisis laboratorium dilakukan di Laboratorium Kimia-Kesuburan Tanah, Riset dan Teknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan. Dilakukan pengamatan profil di lapangan pada tiga lokasi. Profil I di Desa Sihiong berada pada kemiringan lereng 21% (bergelombang) dengan ketinggian tempat 1024 m dpl. Profil II di Desa Sinar Sabungan berada pada kemiringan lereng 15% (bergelombang) dengan ketinggian tempat 991 m dpl. Profil III di Desa Lumban Lobu berada pada kemiringan lereng 15% (bergelombang) dengan kemiringan tempat 1071 m dpl. Pada masing-masing profil diamati sifat-sifat fisik tanah,seperti warna, struktur, tekstur, konsistensi, perakaran serta kedalaman efektif, dan diambil sampel masing-masing profil dari setiap horizon untuk dianalisis di laboratorium. Analisis di laboratorium meliputi tekstur tanah, bulk density, C-organik, basa-basa dapat tukar (Ca2+, Mg2+, K+, dan Na+), pH H2O, pH KCl serta kapasitas tukar kation (KTK). Dari hasil penelitian memperlihatkan bahwa klasifikasi tanah berdasarkan Taksonomi Tanah 2010 di Desa Sihiong adalah : Ordo Inceptisol, Sub Ordo Udept, Great Group Humudept, dan Sub Group Fluventic Humudept. Desa Sinar Sabungan adalah Ordo Inceptisol, Sub OrdoUdept, Great Group Humudept, dan Sub Group Pachic Humudept. Desa Lumban Lobu adalah Ordo Entisol, Sub Ordo Orthent, Great Group Udorthent, dan Sub Group Typic Udorthent.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus gangeticus) TERHADAP PEMBERIAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT DAN PUPUK UREA Rina Maharany
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 12, No 3 (2016): Bernas Oktober 2016
Publisher : Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.184 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman bayam merah terhadap pemberian limbah cair pabrik kelapa sawit dan pupuk urea. Penelitian dilaksanakan di Desa Sei Alim Hassak, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan, Propinsi Sumatera Utara, jarak dari Universitas Asahan ± 10 km dengan topografi datar berada pada ketinggian sekitar 25 m dpl pada areal pertanian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Maret 2014. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor yang diteliti yaitu 1) Faktor pemberian Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) sebanyak 8,4 l/plot terdiri atas 3 macam perlakuan yaitu : L1 = LCPKS diberikan dipermukaan tanah, L2 = LCPKS diberikan dengan cara mencampurkan dengan tanah, L3= LCPKS diberikan disekitar rizosfer. 2)Faktor pemberian konsentrasi pupuk Urea (U) terdiri atas 5 taraf perlakuan yaitu: U1 = 25 g/l larutan, U2 = 50 g/l larutan, U3 = 75 g/l larutan, U4 = 100 g/l larutan. Dari kedua faktor diatas diperoleh kombinasi perlakuan sebanyak 3 x 4 = 12 perlakuan. Variabe pengamatan Tinggi tanaman (cm), Jumlah daun (helai), Berat per tanaman sampel (g), Produksi bayam merah per plot (kg). Pemberian limbah cair pabrik kelapa sawit memberikan respon terhadap peubah amatan tinggi tanaman bayam merah umur 2 MST, jumlah daun tanaman bayam merah umur 2 MST dan berat per tanaman sampel. Tinggi tanaman bayam merah yang tertinggi umur 2 MST yaitu 13,40 cm yang terdapat pada perlakuan L1, jumlah daun tanaman bayam merah yang terbanyak umur 2 MST yaitu 2,88 helai yang terdapat pada perlakuan L1, dan berat pertanaman sampel yang tinggi pada tanaman bayam merah terdapat pada perlakuan L1 yaitu 18,48 g. Pemberian pupuk urea pada tanaman bayam merah tidak memberikan respon terhadap peubah amatan tinggi tanaman, jumlah daun, berat per tanaman sampel, dan produksi bayam merah per plot. Interaksi antara pemberianlimbah cair pabrik kelapa sawit dan pemberian pupuk urea terhadap tanaman bayam merah tidak menunjukkan respon terhadap peubah amatan tinggi tanaman, jumlah daun, berat per tanaman sampel, dan produksi bayam merah per plot.
TANGGAPAN HASIL PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG AKIBAT PEMBERIAN PUPUK UREA, SP-36 DAN KCL Apresus Sinaga; Amar Ma'ruf
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 12, No 3 (2016): Bernas Oktober 2016
Publisher : Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.762 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman jagung setelah pemberian pupuk Urea, SP-36 dan KCl. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juni 2015 di rumah kaca dan Laboratorium Ilmu Tanaman Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan kombinasi pemupukan yang terdiri atas :kontrol (tidak dipupuk), tanpa N (PK), tanpa P (NK), tanpa K (NP), dan lengkap (NPK). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Pengamatan tanaman dilakukan pada umur 8 mst yang meliputi tinggi tanaman, klorofil, panjang akar, luas akar, volume akar, berat kering akardan bobot kering total tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk Urea (N) dan Kalium (K2O5) dapat meningkatkan panjang akar dan luas akar jagung sebesar 152, 32 % dan 116,12% terhadap tanaman tanpa diberi pupuk (kontrol). Tinggi tanaman meningkat sebesar 6,43% setelah diberi pupuk NK terhadap tanaman kontrol.
RESPON BEBERAPA KULTIVAR TANAMAN PANGAN TERHADAP SALINITAS Amar Ma'ruf
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 12, No 3 (2016): Bernas Oktober 2016
Publisher : Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.021 KB)

Abstract

Salinitas adalah satu dari berbagai masalah pertanian yang cukup serius. Salinitas bisa mengakibatkan berkurangnya hasil dan produktivitas pertanian. Perlakuan cekaman garam pada tanaman A. mangium Willd. memberikan respon anatomis diantaranya adalah penurunan nilai indeks stomata, panjang dan lebar stomata, kadar klorofil serta kenaikan jumlah trakea. Respon anatomis mengindikasikan adanya adaptasi terhadap cekaman garam. Dari permasalahan salinitas, maka perlu jelih dalam memilih tanaman pangan. Banyak juga tanaman pertanian yang mampu toleran pada lahan yang berada padacekaman garam cukup tinggi sehingga produktivitas lahan tetap dapat ditingkatkan. Pada makalah ini menunjukkan genotip kedelai yang tergolong toleran terhadap konsentrasi garam NaCl menurut nilai indeks sensitivitas berdasarkan panjang akar adalah genotip Argomulyo. Diperoleh 8 varietas padi yang tahan terhadap cekaman salinitas mulai dari moderat toleran sampai sangat toleran yang dapat dipindahkan untuk ditanam di lapangan yaitu varietas Ciherang, IR 64, Lambur, Batanghari, Banyuasin, IR 42, Inpari 10 dan Margasari.
ANALISIS KOMPARASI USAHATANI UDANG WINDU ORGANIK DAN NONORGANIK (STUDI KASUS: BATANG KILAT KOTA MEDAN PROPINSI SUMATERA UTARA) Zakwan .
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 12, No 3 (2016): Bernas Oktober 2016
Publisher : Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.163 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kelayakan usahatani udang windu organik dan nonorganik yang ditinjau dari nilai R/C ratio di Batang Kilat Propinsi Sumatera Utara. Menganalisis perbedaan R/C rasio usahatani udang windu organik dan nonorganik di Batang Kilat Propinsi Sumatera Utara. Penelitian ini akan dilakukan di pertambakan udang windu masyarakat di Batang Kilat Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan Propinsi Sumatera Utara. Lokasi budidaya udang windu organik seluas lebih kurang 350 ha tersebut dipilih karena merupakan lokasi usahatani yang sudah dikelola masyarakat secara turun temurun dan salah satu lokasi penghasil udang windu di Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan serta menjadi binaan Kementerian Kelautan dan Perikanan Propinsi Sumatera Utara. Menurut R/C rasio yang diperoleh pada penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa usahatani udang windu sudah layak dilakukan (menguntungkan). Akan tetapi, penerimaan dari setiap satu rupiah yang dikeluarkan lebih besar diperoleh pada usahatani udang windu organik. Selanjutnya, terdapat perbedaan yang signifikan dari R/C rasiodisebabkan oleh sistem usahatani yang berbeda yaitu organik dan nonorganik.
RESPON DAN KERAGAMAN GENETIK GALUR PUTATIF MUTAN M6 GANDUM (Triticum aestivum L.) DI DUA AGROEKOSISTEM Eka Bobby Febrianto
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 12, No 3 (2016): Bernas Oktober 2016
Publisher : Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.49 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan genotipe gandum yang mampu beradaptasi dengan baik pada elevasi menengah dan mendapatkan informasi nilai keragaman genetik dari populasi mutan M6 di dua ekosistem yang berbeda. Penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga April 2013 di dua lokasi dengan elvasi yang berbeda yaitu kebun percobaan Balai Penelitian Tanaman Hias, Cipanas dan Cisarua. Materi genetik yang digunakan pada penelitian ini adalah benih-benih generasi M6 yang terdiri dari 30genotipe (5 genotipe M5-Dewata,3 genotipe M5-Selayar, 11 genotipe M5-Oasis, 4 genotipe M5-Rabe, 5 genotipeM5-Kasifbey, 2 genotipe M5-Basribey) dan enam varietas pembanding yaitu Dewata, Selayar, Oasis, Rabe, Kasifbey, dan Basribey. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perbedaan agroekosistem berpengaruh untuk budidaya gandum berpengaruh pada beberapa karakter yang diuji. Genotipe yang menunjukkan toleransi suhu tinggi yaitu M6- Dewata-1 dan M6-Oasis-11; genotipe yang medium toleran yaitu M6-Basribey-4, M6-Basribey-5, M6-Dewata-7, M6-Dewata-15, M6-Kasifbey-11, M6-Kasifbey-12, M6-Kasifbey-15, M6-Oasis-9, M6-Oasis-10, M6-Oasis-14, M6-Oasis-16, M6-Oasis-24 dan M6-Rabe-4; genotipe peka suhu tingggi yaitu M6-Dewata-12, M6-Dewata-16, M6-Kasifbey-6, M6- Kasifbey-14, M6-Oasis-4, M6-Oasis-5, M6-Oasis-6, M6-Oasis-8, M6-Oasis-22, M6-Rabe-3, M6-Rabe-16, M6-Rabe-20, M6-Selayar-1, M6-Selayar-2 dan M6-Selayar-3.

Page 1 of 1 | Total Record : 6