cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Visipena
ISSN : 20861397     EISSN : 25026860     DOI : 10.46244/visipena
Core Subject : Education,
Articles to be published on Visipena should follow the focus and scope of this journal. The scope of this journal is Education.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2019)" : 14 Documents clear
PENGARUH LOCUS OF CONTROL DAN MOTIVASI INTRINSIK TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR GURU SMA NEGERI DI KOTA BEKASI Dwi Septiawati; Neti Karnati; Siti Rochanah
Jurnal Visipena Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.946 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v10i2.513

Abstract

The study aims to obtain information concerning the effect of locus of control and intrinsic motivation on organizational citizenship behavior (OCB) of Public High School teacher in district Bekasi City. The research with the quantitative approach used a survey method and data analysis with Path Analysis techniques. The data collection process is done by using the questionnaire as an instrument. There are 192 samples from 370 population was selected as the unit analysis which is determined by proportional simple random sampling techniques. Research result : First, there is a positive direct effect of locus of control on OCB with a correlation coefficient of 0.346 and a path coefficient of 0.268. This gives the meaning of an increase in the locus of control of state high school teachers in the city of Bekasi to be followed by an increase in its OCB. Second, there is a positive direct effect of intrinsic motivation on OCB with a correlation coefficient of 0.314 and a path coefficient of 0.218. This gives the meaning of increasing the intrinsic motivation of teachers of Public High Schools in Bekasi City to be followed by an increase in OCB. Third, there is a positive direct effect of locus of control on intrinsic motivation with a correlation coefficient of 0.359 and a path coefficient of 0.359. This gives the meaning of the increase in the locus of control of public high school teachers in Bekasi City, followed by an increase in intrinsic motivation. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Locus of Control dan motivasi intrinsik terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) guru SMA Negeri di Kota Bekasi. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif ini menggunakan metode survey dan analisa data dilakukan dengan teknik analisa jalur (Path Analysis). Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai intrumen. Terdapat 192 sampel dari 370 populasi dipilih sebagai unit analisis yang ditentukan dengan menggunakan teknik proporsional acak sederhana (propotional simpel random sampling). Hasil penelitian menunjukkan : Pertama, terdapat pengaruh langsung positif locus of control terhadap OCB dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,346 dan nilai koefisien jalur sebesar 0,268. Ini memberikan makna peningkatan locus of control guru SMA Negeri di Kota Bekasi akan dikuti oleh peningkatan OCB-nya. Kedua, Terdapat pengaruh langsung positif motivasi intrinsik terhadap OCB dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,314 dan nilai koefisien jalur sebesar 0,218. Ini memberikan makna peningkatan motivasi intrinsik guru SMA Negeri di Kota Bekasi akan dikuti oleh peningkatan OCB-nya. Ketiga, terdapat pengaruh langsung positif locus of control terhadap motivasi intrinsik dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,359 dan nilai koefisien jalur sebesar 0,359. Ini memberikan makna meningkatnya locus of control guru SMA Negeri di Kota Bekasi akan dikuti oleh peningkatan motivasi intrinsik-nya. Kata kunci: Locus of control, motivasi intrinsik, organizational citizenship behavior
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA MELALUI PERMAINAN ENGKLEK DI SD NEGERI SINDANG I KECAMATAN SUMEDANG UTARA KABUPATEN SUMEDANG Darliani Sosyawati
Jurnal Visipena Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.522 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v10i2.514

Abstract

This research was motivated by the low mathematical ability of students in number recognition. The Engklek game could be used by teachers as a learning resource in the field of cognitive cognitive development in mathematics. Engklek game cannot be separated from the ability of students to recognize shapes, numbers and the importance of cooperation, discipline in play. This class action research was carried out in three cycles, each cycle carried out in one meeting with the time allocation of each meeting being three hours of study. The instrument used in this study consisted of teacher performance observation format, student activity observation format, learning evaluation questions, and documentation as an effort to correct these problems. Therefore, the Engklek Game was expected to make it easier for children to recognize numbers and be able to introduce and preserve traditional games in Indonesia. Besides being able to improve student learning outcomes. the application of Engklek Games could improve teacher performance and student activities in the learning process. Based on the results of the implementation of the action as much as three cycles, the total percentage of teacher performance in student activities and student learning outcomes multiply the increase. Thus, the application of the Engklek Application in learning to recognize numbers can give positive results to the learning process and can increase students' understanding of the material to recognize numbers 1-20 so that learning outcomes also increase. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan matematika siswa dalam pengenalan angka. Permasalahan yang menjadi fokus kajian dalam penelitian adalah bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan peningkatan hasil belajar siswa dalam memahami materi dengan menerapkan permainan Engklek di kelas I SDN Sindang I. Permainan Engklek dapat digunakan oleh guru sebagai sumber belajar dalam bidang pengembangan kognitif matematika. Permainan Engklek tidak dapat dilepaskan dari kemampuan siswa untuk mengenal bentuk, angka dan pentingnya kerjasama, kedisiplinan dalam bermain. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan sebanyak tiga siklus, masing-masing siklus dilaksanakan sebanyak satu kali pertemuan dengan alokasi waktu setiap pertemuannya adalah tiga jam pelajaran. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari format observasi kinerja guru, format observasi aktivitas siswa, soal evaluasi pembelajaran, dan dokumentasi sebagai upaya untuk memperbaiki permasalahan tersebut. Oleh karena itu, Permainan Engklek diharapkan dapat mempermudah anak dalam mengenal angka serta dapat mengenalkan dan melestarikan kembali permainan-permainan tradisional yang ada di Indonesia. Selain dapat meningkatkan hasil belajar siswa, penerapan Permainan Engklek dapat meningkatkan kinerja guru dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan sebanyak tiga siklus, jumlah persentase kinerja guru aktivitas siswa dan hasil belajar siswa mengali peningkatan. Dengan demikian, penerapan Permaian Engklek dalam pembelajaran mengenal angka dapat memberikan hasil yang positif terhadap proses pembelajaran dan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang materi mengenal angka 1-20 sehingga hasil belajar pun meningkat. Kata kunci: Angka, permainan engklek
PENINGKATAN KETERAMPILAN MATERI MENULIS PENGGUNAAN SUATU ALAT MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V SDN RANCAKALONG Siti Hayati
Jurnal Visipena Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.572 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v10i2.515

Abstract

The final goal of the series of learning processes undertaken by the teacher is the success of the teaching and learning process. In fact, there are still many weaknesses in the process that can result in the failure of the learning process. In essence learning outcomes refer to everything that belongs to students as a result of teaching and learning activities undertaken. Therefore, each subject requires learning outcomes that are different from other subjects. As was the case with learning at the beginning of Semester I of the 2016/2017 Academic Year in class V Rancakalong. In the implementation of learning Indonesian subjects with the subject matter "Writing the Use of a Tool", out of 31 fifth grade students only 4 children who scored above 70 or equivalent to 1% of students were able to master the material. Based on the calculations above, several problems can be formulated: the teacher does not use the correct and appropriate teaching aids and the teaching methods developed by the teacher are less effective. Based on the background description the problem formulation can be formed as follows: "How do you increase students' understanding and motivation about writing the use of a class V tool by applying the demonstration method as a learning method?" Through the findings of reflection and discussion with peers, the learning carried out has shown progress. This is indicated by the increase in students' mastery and understanding of the subject matter. The results of the improvement of BI subjects are evidenced by an increase in the results of the students' evaluation scores. Of the 31 students in the first cycle there were only 14 students who scored above 70 or equivalent to 64.66%. In the second cycle of learning improvement there were 17 students who scored above 70 or equivalent to 73.88%, and in cycle III students who scored above 70 were 31 students or equivalent to 82.2%. Abstrak Tujuan akhir dari rangkaian proses pembelajaran yang dilakukan guru adalah keberhasilan proses belajar mengajar. Pada kenyataannya, masih banyak ditemui beberapa kelemahan proses sehingga berakibat pada tidak berhasilnya proses pembelajaran tersebut. Pada hakikatnya hasil belajar mengacu pada segala sesuatu yang menjadi milik peserta didik akibat dari kegiatan belajar mengajar yang dilakukan. Oleh karena itu setiap mata pelajaran menuntut hasil belajar yang berbeda dari mata pelajaran yang lain. Seperti halnya yang terjadi pada pembelajaran di awal Semester I Tahun Ajaran 2016/2017 di kelas V Rancakalong. Pada pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi pokok “Menulis Penggunaan Suatu Alat”, dari 31 peserta didik kelas V hanya 4 anak yang mendapatkan nilai di atas 70 atau setara dengan 1% peserta didik yang mampu menguasai materi. Berdasarkan perhitungan di atas dapat dirumuskan beberapa masalah : guru tidak menggunakan alat peraga yang benar dan tepat serta metode mengajar yang dikembangkan guru kurang efektif. Berdasarkan uraian latar belakang dapat dibentuk rumusan masalah sebagai berikut : “Bagaimana cara meningkatkan pemahaman dan motivasi peserta didik tentang menulis penggunaan suatu alat kelas V dengan menerapkan metode demonstrasi sebagai metode pembelajaran?” Melalui hasil temuan refleksi dan diskusi dengan teman sejawat, pembelajaran yang dilaksanakan sudah menunjukkan kemajuan. Hal ini ditunjukan dengan meningkatnya penguasaan dan pemahaman peserta didik terhadap mata pelajaran. Hasil dari perbaikan mata pelajaran BI dibuktikan dengan peningkatan hasil nilai evaluasi peserta didik. Dari 31 peserta didik pada siklus I hanya ada 14 peserta didik yang mendapatkan nilai di atas 70 atau setara dengan 64,66%. Pada siklus II perbaikan pembelajaran terdapat 17 peserta didik yang mendapat nilai di atas 70 atau setara dengan 73,88%, dan pada siklus III peserta didik yang mendapat nilai di atas 70 sebanyak 31 peserta didik atau setara 82,2%. Kata kunci: Metode Demonstrasi, Pelajaran Bahasa Indonesia
PROFIL KOMPETENSI DAN DAYA SAING LULUSAN STKIP BINA BANGSA GETSEMPENA: STUDI PELACAKAN LULUSAN SEBAGAI BAGIAN DARI UPAYA PENINGKATAN MUTU PERGURUAN TINGGI SWASTA DI ACEH Intan Kemala Sari; Achyar Munandar; Dellysa Fachraini; Ramazana; Bella Yolanda Putri; Nisrina; Cut Safriana
Jurnal Visipena Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.916 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v10i2.516

Abstract

STKIP Bina Bangsa Getsempena (STKIP BBG) is one of the private tertiary institutions in Aceh that was established in 2003. During its 15 years of establishment, STKIP BBG has been through an accreditation program by BAN-PT with good results. Even in 2018, STKIP BBG received an award as the best PT Kopertis XIII version of the high school category. This is inseparable from the support in the implementation of Education programs, reports, and alumni selection programs in their work in the world of work after completing the Education program at STKIP BBG. So far, the implementation of the alumni selection program in the form of tracer studies can capture as much as 20-30% according to the needs of the forms. However, this is felt to still need to be improved in order to improve the quality and relevance of the Education program at STKIP BBG in the future. Therefore, the Advanced Career Center Assistance Program especially tracer study will greatly help get accurate feedback from graduates. The tracer study at STKIP BBG will involve 220 alumni graduating in 2017 using the PDCA approach involving surveyors and alumni groups spread across various regions and islands. The results of the tracer study can at least (1) determine the transition of STKIP BBG graduates in the world of work; (2) mapping horizontal and vertical alignment of STKIP BBG graduates; (3) mapping the competency gaps of graduates and the demands of the world of work; (4) assisting government programs in order to strengthen the monitoring system of PT Indonesia graduates, especially in Aceh. Abstrak STKIP Bina Bangsa Getsempena (STKIP BBG) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta di Aceh yang berdiri sejak tahun 2003. Selama 15 tahun pendiriannya, STKIP BBG telah melalui program akreditasi oleh BAN-PT dengan hasil baik. Bahkan pada tahun 2018, STKIP BBG mendapatkan penghargaan sebagai PT terbaik versi Kopertis XIII kategori sekolah tinggi. Hal ini tidak lepas dari dukungan dalam pelaksanaan program-program Pendidikan, pelaporan-pelaporan, serta program penjaringan alumni dalam kiprahnya didunia kerja pasca menyelesaikan program Pendidikan di STKIP BBG. Sejauh ini, pelaksanaan program penjaringan alumni dalam bentuk tracer study dapat menjaring sebanyak 20-30% saja sesuai dengan kebutuhan borang. Namun ini dirasa masih perlu ditingkatkan demi peningkatan mutu dan relevansi program Pendidikan di STKIP BBG di masa yang akan dating. Maka dari itu Program Bantuan Pusat Karir Lanjutan khususnya tracer study akan sangat membantu mendapatkan umpan balik yang akurat dari para lulusan. Tracer study di STKIP BBG akan melibatkan sebanyak 220 alumni yang lulus pada tahun 2017 dengan menggunakan pendekatan PDCA yang melibatkan tenaga surveyor dan grup-grup alumni yang tersebar di berbagai daerah dan kepulauan. Hasil dari tracer study paling tidak dapat (1) mengetahui transisi lulusan STKIP BBG dalam dunia kerja; (2) memetakan keselarasan horizontal dan vertikal lulusan STKIP BBG; (3) memetakan kesenjangan kompetensi lulusan dan tuntutan dunia kerja; (4) membantu program pemerintah dalam rangka memantapkan sistem pemantauan lulusan PT Indonesia khususnya di Aceh. Kata kunci: Perguruan tinggi swasta, pelacakan alumni, perbaikan mutu

Page 2 of 2 | Total Record : 14