cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Aqlam: Journal of Islam and Plurality
ISSN : 25280333     EISSN : 25280341     DOI : -
Core Subject : Social,
AQLAM: Journal of Islam and Plurality (P-ISSN 2528-0333; E-ISSN: 2528-0341) is a journal published by the Ushuluddin, Adab and Dakwah Faculty, State Islamic Institute of Manado, Indonesia. AQLAM published twice a year and focused on the Islamic studies especially the basic sciences of Islam, including the study of the Qur’an, Hadith, Islamic Philosophy, Islamic History and Culture, Theology, Mysticism, and Local Wisdom in Indonesia. It is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. Every article submitted and will be published by AQLAM will review by two peer review through a double-blind review process | Address: Jl. Dr. S.H. Sarundajang Kompleks Ring Road I, Kota Manado, Sulawesi Utara, 95128 | E-Mail; aqlam@iain-manado.ac.id | Phone: +62431860616 | AQLAM has become a CrossRef Member since the year 2018. Therefore, all articles published by AQLAM will have unique DOI number.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017)" : 5 Documents clear
FILM SEBAGAI MEDIA DAKWAH ISLAM Andi Fikra Pratiwi
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1376.255 KB) | DOI: 10.30984/ajip.v2i2.523

Abstract

Abstrak. Dakwah merupakan kewajiban dan tanggung jawab umat Islam dalam menyebarkan ajaran-ajaran Islam sebagaimana termuat dalam al-Quran dan hadis yang bertujuan kepada ‘amar makruf dan nahi mungkar’. Salah satu alternatif dakwah adalah melalui media film, dengan kemajuan teknologi di zaman sekarang pemanfaatan media tersebut dapat diefektifkan. Seiring dengan perkembangan perfilman Indonesia saat ini yang cenderung meningkatkan antusias para movie maker memproduksi karya-karya terbaiknya. Karya yang dihasilkan menjadi media dakwah dalam menyebarkan pesan-pesan agama kepada masyarakat dengan mengemas kisah yang ringan, menghibur, cenderung mengangkat kisah yang dekat dengan keseharian masyarakat tanpa melupakan nilai motivasi yang terkandung dalam kaidah-kaidah Islam. Film merupakan manifestasi perkembangan kehidupan budaya masyarakat pada masanya. Konstruksi sebuah film misalnya, merupakan salah satu esensi menelevisikan kebudayaan tertentu, pada gilirannya merepresentasikan nilai-nilai budaya melalui demonstrasi skenario oleh sutradara-sineas.Kata Kunci : Film, Media, Dakwah Islam Abstract. Da’wah is an obligation and responsibilty of Moslem in spreading the teaching of Islam as stated in al Quran and Hadits toward the ‘Amr ma’ruf nahi munkar. An alternative for da’wah is through film. The advaced technology today benefits into this media effectiveness. Along with the recent development of Indonesian cinematography, movie makers enthusiastically produce their best creations. Those creations become da’wah media to spread the religion teachings to society through simple and entertaining stories that exploit topics closed to everyday events without omitting motivational values of Islam. The construction of a film, for example, is an essence of televisioning a certainculture which is in turn represents cultural values through scenarios created. One the film of this category is Dalam Mihrab Cinta.Key words: Film, Media, Islamic Da’wah
STRATEGI PEMBINAAN DAKWAH SYARHIL QURAN DI PADEPOKAN SYARHIL QURAN LAMPUNG Handieni Fajrianty; Ressi Susanti
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1495.514 KB) | DOI: 10.30984/ajip.v2i2.524

Abstract

Abstrak. Dakwah syarh al-Quran diperdengarkan dan ditampilkan pertama kali dalam ajang MTQ Nasional ke XV di Bandar Lampung pada tahun 1988. Konsep dakwah syarh al-Quran adalah dakwah dengan seni yang pertunjukkan oleh tiga orang dalam satu grup. Hingga tahun 2002, dakwah syarh al-Quran belum memiliki tempat yang baik di hadapan masyarakat, hingga lahirnya Padepokan Syarhil Quran Lampung yang secara intensif melatih dan membina para santri agar mampu sukses dalam pertandingan atau musabaqah dalam ajang MTQ baik tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun nasional, juga sukses dalam performa mereka di hadapan masyarakat, barulah dakwah syarh al-Quran dikenal dan responsif di tengah masyarakat. Adapun strategi pembinaan dakwah yang dilakukan di tubuh Padepokan Syarh al-Quran adalah dengan pembinaan hafalan naskah syarahan al-Quran, pembinaan mental dari setiap anggota, latihan vokal dan performa tampil, pembinaan spiritual, dan pembinaan kekeluargaan. Kata Kunci: Strategi Pembinaan, Dakwah Syarh al-Quran, Padepokan Syarhil Quran Lampung Abstract. Syarhil al-Quranin  da’wah was first introduced and performed at the National MTQ XV in Bandar Lampung in 1988. The concept of Syarhil al-Quran da’wah is an art performance in a group of three people. Until 2002, this da’wah has not gotten a good accepteance in community. Then, the Padepokan for Syarhil Quran in Lampung was established to intensively train and coach santri in order to succeed the comig competition in the regional and national levels. Furthermore, they are to succeed performing in front of the community so that syarhil Quran is well known. The coaching strategy implemented at the padepokan are script memorising, mental coaching, vocal and performance exercising, spiritual coaching, and kinship coaching. Keywords : Coaching strategy, Syarhil al-Quran da’wah,  the padepokan for Syarhil Quran Lampung
PESAN DAKWAH ISLAM DALAM NYANYIAN RAKYAT (Pemaknaan atas Teks-Teks Kabhanti Kantola pada Masyarakat Muna) Hardin Hardin; Hadirman Hadirman
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1376.329 KB) | DOI: 10.30984/ajip.v2i2.525

Abstract

Abstrak. Nyanyian rakyat merupakan salah satu unsur budaya yang universal. Nyanyian rakyat sebagai bagian dalam budaya lokal selain bersifat menghibur dan mendidik, dapat dijadikan pula sebagai media dakwah Islam. Salah satu nyanyian rakyat yang digunakan masyarakat Muna dalam menyisipkan pesan dakwah Islam adalah kabhanti kantola. Pesan dakwah Islam disisipkan pemantun dalam teks-teks kabhanti kantola yang diciptakannya. Masyarakat yang menyaksikan dan mendengar teks-teks kabhanti kantola tersebut dapat mengetahui pesan-pesan dakwah Islam yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk pesan dakwah Islam yang terkandung teks-teks kabhanti kantola pada masyarakat Muna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kabhanti kantola pada masyarakat Muna dijadikan sebagai salah satu media dakwah Islam. Pesan dakwah Islam dihadirkan dan diproduksi oleh pemantun berupa teks-teks yang mengandung nilai-nilai ajaran Islam. Pesan dakwah Islam yang disisipkan dalam teks-teks kabhanti kantola terdiri atas: (1) pesan menguatkan  keimanan kepada Allah, (2) pesan mensyukuri nikmat Allah, (3) pesan menjauhi barang haram, (4) pesan menghargai sesama manusia, (5) pesan memohon maaf.Kata kunci: Pesan Dakwah Islam, Nyanyian rakyat, Teks-teks kabhanti kantola, dan Masyarakat Muna. Abstract. Folksong is one of universal elements of a culture. Folksongs, as a part of the local culture, not only entertain and educate but also become a medium for Islamic da’wah. One of folksongs used by the Muna peopleto deliver Islamic da’wah messages is Kabhanti Kantola. The messages in this folksong are inserted through stanzas. People who watch and listen to Kabhanti Kantola acknowledge and understand the da’wah contained. This research aims to describe and interprete the forms of Islamic da’wah messages contained in Kabhanti Kantola in Muna People. The research findings shows that Kabhanti Kantola in Muna people is used as one of Islamic da’wah media. The messages that composed and sung by the singers reflect Islamic teachings. Among Islamic da’wah messages which are inserted in the texts are 1) message to strengthen faith toward Allah 2) message to be grateful for the blessings of Allah 3) message to avoid forbidden objects 4) message to respect other people 5) message to ask for forgiveness.Key words: Islamic Da’wah messages, folksong, Kabhanti Kantola text, Muna People
METODE DAN PENGAPLIKASIAN DAKWAH ISLAM DI LEMBAGA STUDI ISLAM ASSALAAM MANADO (SIAM) PROVINSI SULAWESI UTARA Salma Salma
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1376.157 KB) | DOI: 10.30984/ajip.v2i2.520

Abstract

Lembaga-lembaga Islam memerlukan metode untuk melaksanakan perannya dalam pembinaan umat. Dakwah yang dilakukan baik melalui perbuatan  maupun melalui lisan harus didukung oleh gerakan dakwah sesuai dengan konsep Islam, terencana, dan selaras dengan perubahan zaman. Pola metode dakwah seperti inilah yang diaplikasikan oleh Lembaga Studi Islam Assalam Manado (SIAM) dalam pembinaan umat. Salah satu kegiatan dakwah yang dilakukannya adalah pembinaan majelis taklim. Lembaga ini, sejak awal berdirinya pada tanggal 9 April 1994 hingga saat ini, masih terus bergerak secara inovatif dan dinamis dalam mengembangkan majelis-majelis taklim binaannya. Perjalanan panjang telah dilaluinya dalam mengembangkan majelis-majelis taklim binaannya, yang bermula dibentuknya 4 majelis taklim. Kini majelis taklim binaannya sudah berkembang pesat, dan telah berjumlam 39 majelis taklim yang dibagi dalam 7 rayon. Strategi kegiatan dakwah dalam pembinaan majelis taklim di lembaga ini, terdiri atas (1) Penguatan tenaga pengajar Lembaga SIAM, dan (2) dinamisasi teknis kegiatan pembinaan majelis taklim Lembaga SIAM yang dilakukan dengan tiga model, yakni: (a) pengajian mingguan, (b) pengajian bulanan, dan (c) dan pengajian tahunan.Kata Kunci: Dakwah Islam, Metode dan Aplikasi, Lembaga Studi Islam Assalaam Manado (SIAM), Provinsi Sulawesi UtaraAbstract.  An Islamic institution needs a method to perform their role in coaching the ummah (Islamic da’wah). A da’wah through deeds and speaking should be supported by an Islamic concept of da’wah, well-planned, and aligned with the changing era. This method of da’wah is applied by the Assalaam Islamic Studies institution of Manado (SIAM). One of the programs is majlis taklim. Since it was established on 9 April 1994, this institution has been continuously innovative and dinamic in developing majlis taklim under its supervision. Its long journey has started out with four majlis taklim. Today, its majlis taklim has rapidly grown in numbers. There are 39 majlis which are devided into 7 districts. The strategies of majlis coaching are 1) empowerment of teachers in the institution and 2) the dinamic of majlis activities which are conducted in three models. They are a) weekly recitation, b) monthly one, and c) yearly one.Key Words: Islamic Da’wah, Methods and Application, the Assalaam Islamic Studies of Manado (SIAM) North Sulawesi
DAKWAH JAMAAH TABLIG DALAM MEMBENTUK KELUARGA SAKINAH Fristia Berdia Tamza; Ahmad Rajafi
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1376.346 KB) | DOI: 10.30984/ajip.v2i2.521

Abstract

Abstrak. Dakwah bi al-hal biasa dilakukan oleh jamaah tablig di dunia, mereka keluar dari rumah-rumah mereka dan kemudian mendakwahkan Islam dengan konsep al-khuruj. Konsep pencariaan jati diri melalui khuruj tersebut ternyata digunakan pula dalam membentuk keluarga sakinah. Khuruj mampu menempa mental dan spiritual bahkan jasmani dari setiap anggota jamaah tablig. Dengan khuruj, ketulusan suami-istri dalam membangun keluarga hanya semata-mata karena Allah Swt., sehingganya ketika terjadi masalah dalam rumah tangga, cukup dikembalikan kepada Allah semata, dengan jalan zikir dan dan doa. Tidak dapat dipungkiri kalau mereka masih sering menggunakan hadis-hadis yang berbau misoginis. Hal ini terjadi karena mereka berusaha untuk selalu konsisten menerapkan cara hidup yang hanya didasarkan dengan al-Quran dan al-hadis dan tidak begitu memperhitungkan kondisi sosial masyarakat yang ada sekarang ini.Kata Kunci: Dakwah, Jamaah Tablig, Keluarga Sakinah Abstrack: The bi al-hal da’wah is commonly conducted by the Tablig pilgrims. They leave their homes to teach Islam using the concept of al khuruj. The concept of personal identity search through khuruj is in fact, also applied in establishing a sakinah family. Khuruj can forge every member’s mentality, spirituality and phisical. Through khuruj, husband-wife sincerity in their family is solely for Allah Swt. Thus, whenever a problem occur in their household, they will simply turn it to Allah through dzikir and du’a. It cannot be ignore the fact that they often used misogynous hadis. This is due to their persistence to adopt a way of life which is strictly based on a Qur’an and al hadis while at the same time, neglecting the current society social conditions. Key Words: Da’wah, Tablig pilgrims, Sakinah family

Page 1 of 1 | Total Record : 5