cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pemikiran Sosiologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2021): December" : 5 Documents clear
Jarak Sosial antara Keturunan Cina dan Pribumi dalam Proses Pembauran Di Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang Lia Yulia; Soni Akhmad Nulhaqim
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 8, No 2 (2021): December
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jps.v8i2.58564

Abstract

Penelitian ini membahas jarak sosial yang terjadi antara etnik keturuna Cina dan Pribumi sehingga terjadi ketidakharmonisan kehidupan sosial dalam upaya proses pembauran di Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu metode deskriptif analitis untuk mencari faktor apa yang menimbulkan terjadinya jarak sosial antar etnik, terutama antara keturunan Cina dengan masyarakat pribumi dan bagaimana persepsi masyarakat keturunan Cina dan masyarakat Pribumi terhadap perwujudan pembauran di Kecamatan Rengasdengklok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga faktor penentu terjadinya jarak sosial yang mempengaruhi proses pembauran antar etnik keturunan Cina dan Pribumi, yaitu: stereotip, prasangka sosial, dan perilaku diskriminasi. Sedangkan persepsi masyarakat keturunan Cina dan Pribumi terhadap perwujudan pembauran di Kecamatan Rengasdengklok adalah bahwa pembauran atau asimilasi merupakan kesadaran yang datang dari hati nurani masyarakat itu sendiri yang mau menerima perbedaan budaya antar etnik, terutama di wilayah Kecamatan Rengasdengklok.
Hasrat Konsumsi Virtual dalam Permainan Daring Mobile Legends: Perspektif Deleuze dan Guattari Rino Andreas; Dian Arymami
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 8, No 2 (2021): December
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jps.v8i2.67351

Abstract

Konsumsi virtual, lekat dengan kehidupan masyarakat yang dimediasi oleh teknologi komunikasi dan informasi digital. Salah satunya dapat dilihat dalam ekosistem permainan daring (game online). Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi kompleksitas hasrat konsumsi virtual para pemain Mobile Legend: Bang Bang (MLBB) dari perspektif Deleuze dan Guattari serta memaparkan siasat para pemain MLBB yang berupaya keluar dari nilai-norma yang dimapankan oleh kapitalisme digital abad-21. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode etnografi virtual yang menempatkan peneliti dalam aktivitas observasi dan partisipasi aktif di ruang virtual. Berdasarkan observasi dan FGI (focus group interview) peneliti melihat bahwa hasrat konsumsi pemain MLBB berada di tataran mikro dan makro. Mesin hasrat dari perspektif Deleuze dan Guattari menghubungkan individu sekaligus sistem sosial sebagai (machinic assemblage). Hasilnya, hasrat konsumsi pemain MLBB tidak hanya di jelaskan dari relasi pemain dan objek virtual itu sendiri melainkan, juga mencakup jaringan kepentingan kapital yang lebih luas meliputi, pihak penyedia jaringan komunikasi, produsen perangkat mobile, perusahaan energi listrik, maupun perusahan finansial teknologi. Hasrat konsumsi sebagai aliran konstruktif, menghadirkan dinamika pemain yang melakukan deteritorialisasi.  Proses ini meninggalkan garis batas (line of flight) nilai-nilai yang dibangun oleh wilayah kapitalisme digital dengan cara melakukan praktik cheating. Pada gilirannya praktik cheating sebagai materialisasi hasrat “chaos” itu ditangkap kembali melalui proses reteritorialisasi oleh pengembang ke dalam sistem pengawasan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yakni dengan memberikan hukuman. Memastikan para pemain melakukan konsumsi virtual sesuai dengan tatanan yang berlaku.  Maka, hasrat “chaos” telah dikodekan kembali oleh wilayah industri permainan daring, sehingga mendorong pemain mengeluarkan uangnya untuk membeli barang virtual secara terus menerus.
Saminisme Dalam Sengketa Pembangunan Pabrik Semen: Analisis Semiotik Film Sikep Samin Semen Mohamad Yusuf
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 8, No 2 (2021): December
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jps.v8i2.68083

Abstract

Ketegangan antara masyarakat penolak pabrik semen dengan pemerintah daerah serta perusahaan semen di Pegunungan Kendeng masih terjadi hingga sekarang. Salah satu unsur dari kelompok masyarakat penolak yang memiliki peran sangat signifikan adalah mereka pengikut ajaran Samin atau secara umum dikenal dengan nama Sedulur Sikep. Namun, keikutsertaan mereka menimbulkan pro dan kontra baik dari dalam pengikut ajaran Samin sendiri dan dari luar. Sikap pro dan kontra ini dimanifestasikan dalam bentuk dua film. Dari pihak kontra dengan pabrik semen diwakili oleh film Samin vs Semen (2015) sementara dari pihak pro diwakili oleh film Sikep Samin Semen (2015). Film Sikep Samin Semen mengklaim diri sebagai yang paling berhak mendefinisikan ajaran Samin dan menegasikan pengikut ajaran samin yang ada pada film Samin vs Semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana film Sikep Samin Semen membentuk makna atas sedulur sikep dalam sengketa pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng? Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika dari Roland Barthes guna mendapatkan data dari relasi tanda pada tahap pertama (denotasi) dan relasi tanda pada tahap kedua (konotasi). Guna memperdalam analisis, penelitian ini akan mengelaborasikan konsep mitos dari Roland Barthes (1991) dan konsep representasi dari Stuart Hall (1997). Penelitian ini menemukan sedulur sikep dalam film Sikep Samin Semen merupakan orang-orang pendukung privatisasi ruang dan barang publik yang berakhir pada akumulasi kapital oleh perusahaan semen.
Pembatasan Hak Masyarakat Tionghoa di Daerah Istimewa Yogyakarta: Bias Kelas Demokrasi Agraria? Josef Christofer Benedict
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 8, No 2 (2021): December
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jps.v8i2.68305

Abstract

Konsep demokrasi tidak pernah terbatas pada pemilihan elektoral belaka. Diskursusnya juga mencakup penerapan akan keadilan dan kesetaraan. Dalam pemahaman menyeluruh tersebut, Surat Instruksi Kepala Daerah DIY Nomor K.898/I/A/1975 yang membatasi hak kepemilikan tanah dan bangunan bagi masyarakat Tionghoa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi wujud negasi atas konsep demokrasi agraria sendiri. Kehadirannya yang telah berlangsung selama 46 tahun dan tetap eksis membatasi hak milik Tionghoa di DIY secara de jure, memunculkan pertanyaan sendiri mengenai ketimpangan pelaksanaannya. Pada kenyataanya, tidak semua masyarakat Tionghoa di DIY mengalami diskriminasi tersebut. Banyak dari mereka yang kemudian mengakali kebijakan tersebut. Penelitian yang membahas aspek historis kemunculan kebijakan ini pun semakin banyak, dengan titik penemuan bahwa kehadirannya tidak lagi relevan karena merupakan warisan devide et impera masa kolonial. Dengan situasi demikian, mempertanyakan kehadirannya dalam konteks masa kini menjadi penting – terutama mengenai atas dasar apa keberlakuannya saat ini di tengah-tengah masyarakat Tionghoa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan teknik studi literatur dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada akhirnya, tampak bahwa hegemoni ekonomi menjadi determinan atas keberlakuannya, terutama di kalangan masyarakat Tionghoa sendiri. Kehadiran penulisan ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru terhadap pelaksanaan demokrasi agraria di DIY, tidak hanya secara historis dan hukum, tetapi juga sosiologis.
Petani Muda dalam Kewirausahaan Sosial Kubis di Desa Cisanta Didi Kurniasandi; Rudi Hartono; Ait Maryani
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 8, No 2 (2021): December
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jps.v8i2.68471

Abstract

Saat ini, jumlah rumah tangga petani muda di Indonesia sangat sedikit, sedangkan untuk pertanian keberlanjutan sangat diperlukan keterlibatan petani muda. Teknologi GAP belum banyak diterapkan padahal sangat penting untuk menjamin produk panen yang aman dikonsumsi. Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis secara deskriptif kapasitas kewirausahaan dan penerapan GAP serta faktor-faktor yang berhubungan dengan strategi peningkatannya. Penelitian dilaksanakan di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat terhadap 31 petani muda sebagai responden. Variabel yang diteliti adalah karakteristik responden, dukungan penyuluhan, dan minat petani muda menggunakan metode observasi, pengisian kuisioner, serta wawancara. Data dianalisis deskriptif, korelasi rank spearman, dan non-parametrik kendall’s W. Hasilnya penelitian menunjukan bahwa kapasitas kewirausahaan petani muda dan penerapan budidaya GAP kubis yang termasuk dalam kategori sedang. Dukungan penyuluhan secara signifikan berhubungan kuat dengan kapasitas kewirausahaan petani muda, sedangkan karakteristik pengalaman pelatihan dan karakteristik luas lahan secara signifikan berhubungan kuat dengan penerapan GAP. Untuk strategi peningkatan disajikan dalam rencana kegiatan penyuluhan materi administrasi GAP dan keterampilan sosial. Pemilihan media dan metode penyuluhan yang digunakan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5