cover
Contact Name
Bisarul Ihsan
Contact Email
bisarulihsan@unisda.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pentas.unisda@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 2442787X     EISSN : 25798979     DOI : -
Core Subject : Education,
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is a journal published by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan This journal which is published twice a year provides a room for researchers, academists, professionals, practicians, and students to deliver and share various knowledge in forms of research articles, as well as research results or qualified theoretical studies such as case studies, analysis or book review about linguistics, literature and teaching.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2020): PENTAS: Mei 2020" : 18 Documents clear
PERAN KONTEKS DALAM PENGAJARAN BAHASA Roza Al mustari
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2020): PENTAS: Mei 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.994 KB)

Abstract

ABSTRACT Context language is atmosphereorcircumstancesan interaction processbetweeneducators withchildeducated (learners) inenvironmentlearn .Master createsatmospherelearning PAIKEM ( LearningActive, Interactive, Effective , andFun ) accordinglywithdemandsinrenewal education .Teaching is an interaction processbetweeneducatorsandparticipantseducateinenvironmentlearnwhilelearning morereferringtoparticipantseducate .Relatewiththat , then we deliverlimitsthatcontextlearningis atmosphereorcircumstancesan interaction processbetweeneducatorswithchildeducate(learners) withinenvironmentlearn . Keywords : RoleContext , Teaching , Language ABSTRAK Konteks pengajaran bahasa merupakan suasana atau keadaan suatu proses interaksi antara pendidik dengan anak didik (pembelajar) dalam lingkungan belajar. Guru menciptakan suasana pembelajaran yang PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Interaktif, Efektif, dan Menyenangkan) sesuai dengan tuntutan dalam pembaharuan pendidikan. Pengajaran merupakan suatu proses interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam lingkungan belajar sedangkan pembelajaran lebih mengacu kepada peserta didik. Berkaitan dengan itu, maka kami memberikan batasan bahwa konteks pembelajaran merupakan suasana atau keadaan suatu proses interaksi antara pendidik dengan anak didik ( pembelajar ) dalam lingkungan belajar. Kata kunci : Peran Konteks, Pengajaran, Bahasa
PENGAJARAN SASTRA Windy Anggraini
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2020): PENTAS: Mei 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.568 KB)

Abstract

Pengajaran sastra adalah penyampaian dan penularan ilmu mengenai suatu ciptaan dari proses kreatifitas dengan menggunakan bahasa sebagai medianya.Pengajaran sastra di MI/SD dapat dikasifikasikan dalam 3 macam, yaitu fiksi, puisi, dan drama. Ketiga bentuk sastra ini harus disajikan guru secara apresiasi. Oleh karena itu guru harus mampu mencari materi yang tepat, menyusun, menyajikan kegiatan yang bersifat kreatif. Pengajaran sastra di sekolah dasar tentunya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisan, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia.
FAKTOR SOSIOKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ermi ts mimi
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2020): PENTAS: Mei 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.996 KB)

Abstract

Bahasa, disamping sebagai salah satu unsur kebudayaan, memungkinkan pula manusia memanfaatkan pengalaman-pengalaman mereka, mempelajari dan mengambil bagian dalam pengalaman-pengalaman itu, serta belajar berkenalan dengan orang-orang lain. Antara anggota masyarakat hanya dapat dipersatukan secara efisien melalui bahasa. Bahasa sebagai alat komunikasi, lebih jauh memungkinkan tiap orang untuk merasa dirinya terikat dengan kelompok sosial yang dimasukinya, serta dapat melakukan semua kegiatan kemasyarakatan dengan menghindari sejauh mungkin bentrokan-bentrokan untukmemperoleh efisiensi yang setinggi-tingginya. Bahasa memungkinkan integrasi (pembauran) yang sempurna bagi tiap individu dengan masyarakatnya.
GAYA DAN STRATEGI BELAJAR BAHASA yayuk cici lia
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2020): PENTAS: Mei 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teks, buku-buku dan naskah publikasi mengenai gaya dan strategi belajar bahasa. Di dunia pendidikan, istilah gaya belajar mengacu khusus untuk penglihatan, pendengaran, dan kinestetik. Gaya belajar visual menyangkut penglihatan dan bayangan mental. Gaya belajar pendengaran menunjuk pada pendengaran dan pembicaraan. Gaya belajar kinestetik menunjuk pada gerakan (Emirina, 2009). Hakikatnya strategi pembelajaran bahasa dapat diuraikan mengacu pada keterampilan berbahasa yang dicapai. Oleh karena itu, berbagai strategi berikut dijelaskan dengan mempertimbangkan empat keterampilan berbahasa yakni mendengarkan, membaca, berbicara, dan menulis. Karena kompetensi bahasa adalah keterampilan yang harus dikuasai oleh sesorang, hal ini menjadi dasar yang dikuasai dalam kehidupan bermasyarakat.
DIKSI DAN GAYA BAHASA KOMENTATOR SEPAK BOLA PERSELA LAMONGAN LAWAN MADURA UNITED DI TV INDOSIAR elin mufashilah
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2020): PENTAS: Mei 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.588 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan diksi dan gaya bahasa komentator sepak bola Persela Lamongan lawan Madura United di tv indosiar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah tuturan komentator sepak bola. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik rekam, transkripsi, simak, catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah berupa transkripsi, identifikasi, dan simpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) jenis diksi yang digunakan dalam komentator sepak bola Persela Lamongan lawan Madura United meliputi kata tidak baku, makna denotasi, makna konotasi; (2) jenis gaya bahasa yang digunakan dalam komentator sepak bola Persela Lamongan lawan Madura United meliputi metafora, antitesis, pleonasme, hiperbola, klimaks, elipsis, dan epizeukis.
KESANTUNAN BERBAHASA PADA DIALOG DEBAT PILPRES 2019 shofi Anah; Syamsul Ghufron; Nisaul Barokati Selirowangi
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2020): PENTAS: Mei 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pragmatik adalah cabang linguistik yang mempelajari bagaimana bahasa digunakan dalam komunikasi dan bagaimana pragmatik menyelidiki makna sebagai konteks, bukan sebagai sesuatu yang abstrak dalam komunikasi. Penelitian ini mengkaji kesantunan berbahasa pada debat pilpres 2019. Bahasa pada dialog pilpres 2109 berdiri sebagai sesuatu yang harus dibaca dan dilihat oleh masyarakat. Kalimat-kalimat yang digunakan pada dialog pilpres 2109 mempengaruhi cara berpikir masyarakat. Dalam penelitian ini penulis mengkaji tentang kesantunan berbahasa pada diaolog debat pilpres 2019 dengan meneliti dialog pada masing-masing capres dan cawapres pada debat pilpres 2019. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan mendokumentasikan, mentranskrip, menyimak, dan mencatat serta mengisi data pada lembar korpus. Penulis terlebih dahulu mendokumentasikan debat yang dilakukan oleh masing-masing capres dan cawapres pada debat pilpres 2019, selanjutnya penulis mentranskrip dokumntasi debat tersebut dan mentranskripkan wacana lisan ke tulis, kemudian penulis menyimak dan mengamati isi debat secara keseluruhan serta mencatat hal-hal yang dirasa penting, tahapan yang terakhir yakni memilah kalimat yang santun dan tidak santun berdasarkan teori Leech dan memasukannya dalam lembar korpus yang kemudian dianalisis. Sumber data penelitian ini adalah tayangan debat pilpres 2019 antara Ir. H. Joko Widodo dan Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin sebagai capres dan cawapres nomor urut 01 dan H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo dan H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. sebagai capres dan cawapres nomor urut 02. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan teknik dokumentasi, transkripsi, simak, catat, pengisian lembar korpus, analisis secara heuristik dan menarik simpulan. Peneliti menememukan bentuk tuturan yang santun dan tidak santun dalam dialog debat capres dan cawapres 2019 berdasarkan prinsip kesantunan baik pematuhan maupun penyimpangan terhadap maksim Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debat pilpres 2019 terdapat banyak pelanggaran dibandingkan ketaatan pada maksim kesantunan berbahasa sehingga sangat menarik untuk dikaji.
LEGENDA SENDANG MADE DESA MADE KECAMATAN KUDU KABUPATEN JOMBANG Mahfud Fendy; Nisaul Barokati Selirowangi; Sutardi Sutardi
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2020): PENTAS: Mei 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang yang mendasari penelitian ini ialah bahwa Legenda Sendang Made ini struktur naratifnya belum diketahui banyak orang. Selain itu terdapat banyak makna serta mempunyai nilai budaya yang beragam dan resepsi masyarakat yang masih dijaga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai struktur naratif, makna, nilai budaya dan resepsi masyarakat dalam cerita Legenda Sendang Made. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari informan juru kunci dan pengelola Sendang Made. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu observasi secara langsung, wawancara, perekaman, pencatatan, dokumentasi, transkripsi serta teknik terjemah. Hasil penelitian adalah (1) deskripsi struktur naratif yang ada dalam Legenda Sendang Made, (2) makna simbol, simbol yang diperoleh adalah simbol upacara pernikahan, simbol sendang condong, simbol sendang payung, simbol sendang kamulyan, simbol sendang drajat, simbol sendang pengilon, simbol sendang gede, simbol keraton, simbol prasasti, simbol letak Sendang Made, dan simbol pendapa agung Sendang Made, (3) nilai budaya yang didapat adalah ritual kungkum sinden, rutinitas bersih sendang, dan (4) resepsi masyarakat yang didapat adalah kepercayaan cerita legenda Sendang Made, kepercayaan manfaat air Sendang Made, kepercayaan larangan mengambil ikan di Sendang Made. Kepercayaan tersebut diyakini masyarakat Sendang Made terkhusus di desa Made tentang legenda Sendang Made sehingga legenda Sendang Made dijadikan sebagai peninggalan sejarah budaya dan legenda Sendang Made memiliki kekuatan magik sehingga dikeramatkan.
INTERFERENSI MORFOLOGI BAHASA JAWA DALAM BAHASA INDONESIA PADA KARANGAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V UPT SDN 93 GRESIK lailita lifatus sa'diyah; kusmiyati kusmiyati; budi martono
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2020): PENTAS: Mei 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sebuah pemakaian bahasa selalu terdapat pemakaian bahasa yang lebih dari satu bahasa yang sering disebut dengan interferensi. Interferensi sering terjadi apabila seorang penutur mengunakan sistem bahasa pertama kedalam sistem bahasa kedua. Interferensi merupakan suatu kesalahan berbahasa yang disebabkan oleh kedwibahasaan. Oleh karena itu peneliti mencari apakah terdapat Interferensi Morfologi Bahasa Jawa Dalam Bahasa Indonesia pada karangan Bahasa Indonesia Siswa Kelas V UPT SDN 93 Gresik. Peneliti ini mengunakan satu jenis data yaitu berupa data utama. Data utama yang terdapat dalam penelitian ini yaitu berupa kata Bahasa jawa yang interferensi Bahasa Indonesia. Yang diperoleh dengan cara menyuruh siswa untuk membuat karangan Bahasa Indonesia dengan mengunakan tema liburan dan mengunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Berdasarkan analisis data yang diperoleh (a) ditemukan bentuk interferensi morfologi Bahasa Jawa dalam aspek afiksasi, (b) ditemukan bentuk interferensi morfologi Bahasa Jawa dalam aspek reduplikasi. Berdasarkan hasil penelitian diatas perlu disarankan agar (a) selalu memperhatikan adanya bentuk-bentuk interferensi morfologi, (b) disaat menyajikan materi pelajaran Bahasa Indonesia khususnya aspek morfologi hendaknya interferensi yang ditemukan dalam penelitian ini digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam kegiatan belajar mengajar dengan memperhatikan kesalahan yang dibuat oleh siswa pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
PEMEROLEHAN MORFOLOGI PADA ANAK USIA 5 TAHUN DI TK YUNIOR MANYAR REJO KELURAHAN MENUR PUMPUNGAN KECAMATAN SUKOLILO SURABAYA Lita Tesalonika
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2020): PENTAS: Mei 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam mengenai pemerolehan morfologi yang terdapat pada anak di TK Yunior Manyar Rejo Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis. Masalah pada penelitian ini terdapat verba dasar dan verba turunan, nomina dasar dan nomina turunan di TK Yunior Manyar Rejo Surabaya. Dalam penelitian ini, peneliti berperan sebagai instrumen utama. Data yang digunakan yakni 15 anak kelas TK A anak usia dini yang berusia 5 tahun di TK Yunior Manyar Rejo Surabaya. Melalui deskripsi data ini terdapat verba dasar dan verba turunan yang diucapkan antara siswa dengan siswa maupun dengan guru serta nomina dasar dan nomina turunan yang diucapkan antara siswa dengan siswa maupun gurunya. Sesuai pada data yang terdapat 15 anak dalam satu kelas ditemukan 56 kata verba dasar yang diucapkan antara siswa dan guru, terdapat 100 kata verba dasar yang diucapkan siswa dan siswa dalam proses pembelajaran berlangsung di TK Yunior serta terdapat pula 209 data nomina dasar yang diucapkan siswa dan guru. Pada kata verba turunan dan nomina turunan diantara terdapat prefiks, konfiks, infiks dan sufiks. Pada proses prefiksasi terdapat imbuhan yang berada di bagian awal kata seperti me-, ber-, se-, di-, ter-, ke-. Pada proses sufiksasi terdapat imbuhan akhir kata seperti -an, -in dan -kan. Pada proses konfiksasi terdapat imbuhan di awal dan akhir kata ber-an, ke-an, per-an, pe-an, di-kan, sedangkan pada proses infiksasi terdapat imbuhan di sisipan -el, -er juga terdapat reduplikasi kata ulang serta majemuk kata gabung yang diperoleh anak di TK Yunior Manyar Rejo Surabaya. Kata Kunci: Pemerolehan, Morfologi, Verba, Nomina, TK.
PERAN KONTEKS DALAM PENGAJARAN BAHASA Roza Al mustari
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2020): PENTAS: Mei 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Context language is atmosphereorcircumstancesan interaction processbetweeneducators withchildeducated (learners) inenvironmentlearn .Master createsatmospherelearning PAIKEM ( LearningActive, Interactive, Effective , andFun ) accordinglywithdemandsinrenewal education .Teaching is an interaction processbetweeneducatorsandparticipantseducateinenvironmentlearnwhilelearning morereferringtoparticipantseducate .Relatewiththat , then we deliverlimitsthatcontextlearningis atmosphereorcircumstancesan interaction processbetweeneducatorswithchildeducate(learners) withinenvironmentlearn . Keywords : RoleContext , Teaching , Language ABSTRAK Konteks pengajaran bahasa merupakan suasana atau keadaan suatu proses interaksi antara pendidik dengan anak didik (pembelajar) dalam lingkungan belajar. Guru menciptakan suasana pembelajaran yang PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Interaktif, Efektif, dan Menyenangkan) sesuai dengan tuntutan dalam pembaharuan pendidikan. Pengajaran merupakan suatu proses interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam lingkungan belajar sedangkan pembelajaran lebih mengacu kepada peserta didik. Berkaitan dengan itu, maka kami memberikan batasan bahwa konteks pembelajaran merupakan suasana atau keadaan suatu proses interaksi antara pendidik dengan anak didik ( pembelajar ) dalam lingkungan belajar. Kata kunci : Peran Konteks, Pengajaran, Bahasa

Page 1 of 2 | Total Record : 18