cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Organisasi Dan Manajemen
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 20859686     EISSN : 24429155     DOI : -
Merupakan media informasi dan komunikasi para praktisi, peneliti, dan akademisi yang berkecimpung dan menaruh minat serta perhatian pada pengembangan organisasi dan manajemen. Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Terbuka.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2013)" : 12 Documents clear
PERILAKU INVESTOR INDIVIDU DALAM PEMBUATAN KEPUTUSAN INVESTASI SAHAM: EFEK DISPOSISI DAN INFORMASI AKUNTANSI Sitinjak, Elizabeth Lucky Maretha
Jurnal Organisasi dan Manajemen Vol 9 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh efek disposisi, pengaruh interaksi efek disposisi dengan perlakuan informasi akuntansi untuk pengambilan keputusan investasi di pasar saham. Dalam rangka untuk lebih mengetahui perbedaan antara perilaku pria dan wanita dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi di pasar saham. Metode penelitian ini menggunakan kuasi experimental 2x2 Acak Blok ( RB - 22 ) ANOVA dan ANCOVA Within - Subject. Desain blok terbentuk dari banyak frekuensi perdagangan saham simulasi menggunakan program perdagangan kebajikan. Blok transaksi yang paling banyak di blok 1 dan paling sedikit melakukan transaksi di blok 4. Populasi investor individu domestik dan subyek eksperimen terdiri dari 120 investor individu, 70 dari Jakarta, 33 dari Semarang, dan 17 dari Yogyakarta. Quasi eksperimen dilakukan selama 45 menit. Penelitian menunjukkan ada efek disposisi sebelum dan sesudah perlakuan informasi akuntansi. Ada kecenderungan untuk menjual saham winner lebih cepat daripada saham losser. The purpose of this study was to investigate the influence of the disposition effect, the interaction effect of the disposition effect with treatment of accounting information for investment decision in the stock market. In order to better know the difference between the behavior of men and women in making decisions to invest in the stock market. This research method using a quasi-experimental 2x2 Randomized Block (RB-22) ANOVA and ANCOVA Within-Subject Design. Block design is formed of many frequencies simulated stock trading using virtue trade program. Block most frequent transactions in block 1 and block are seldom undertakes transactions on block 4. The population of domestic individual investors and quasi experimental subjects consisted of 120 individual investors, 70 from Jakarta, 33 from Semarang, and 17 from Yogyakarta. The total time is 45 minutes quasi experiment.The results of this research showed there is a disposition effect before and after treatment of accounting information. There is a tendency to release their winner stock faster than losser stock.
ANALISIS PENGARUH TINGKAT PENGUNGKAPAN TERHADAP LIKUIDITAS SAHAM Irma, Irma
Jurnal Organisasi dan Manajemen Vol 9 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengaruh tingkat pengungkapan informasi perusahaan terhadap tingkat likuiditas saham yang diwakili oleh indikator-indikatornya seperti spread relatif, total depth dan depth to relatif spread. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis konten dalam menghasilkan indeks pengungkapan dengan menggunakan data saham perusahaan yang terdaftar di Kompas 100. Analisis regresi digunakan dalam menguji pengaruh tingkat pengungkapan terhadap likuiditas saham. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa tingkat pengungkapan memiliki hubungan negatif dengan spread relatif, artinya adalah semakin tinggi tingkat pengungkapan informasi perusahaan, maka tingkat spreadrelatif saham akan semakin rendah. Sebaliknya semakin tinggi tingkat pengungkapan informasi, maka tingkat total depth dan depth to relatif spread saham akan semakin tinggi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa spread relatif yang rendah, total depth yang tinggi dan depth to relatif spread yang tinggi menghasilkan likuiditas saham yang tinggi juga. Kesimpulannya, pengungkapan informasi yang dilakukan oleh perusahaan pada laporan tahunan masih menjadi perhatian investordalam berinvestasi. The purpose of this study is to evaluate the effect of disclosure level on liquidity indicators, such as relative spread, total depth, and depth to relative spread.This study adopts content analysis approach in generating disclosure index using data from annual reports of firm listed in Kompas 100. This study uses regression analysis in testing the effect of disclosure level to liquidity indicators.This study provide empirical evidence to support the effect of disclosure level to liquidity indicators. This study finds that firms with higher disclosures have lower relative bid-ask spreads, higher total depth, and higher depth to relative spread, resulting in unambiguous conclusion regarding disclosure quality and disclosure quality. These result lead to a conclusion that disclosure in annual reports still be a matter of consideration interest and important to investor.
PENGARUH RISIKO KREDIT DAN EFISIENSI OPERASIONAL TERHADAP KINERJA BANK (Studi Empirik pada Bank yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia) Sudiyatno, Bambang
Jurnal Organisasi dan Manajemen Vol 9 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh risiko kredit dan efisiensi operasional, terhadap kinerja bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2010. Risiko kredit diproksi dengan Loan to Deposit Ratio (LDR), dan efisiensi operasional diproksi dengan Capital Adecuacy Ratio (CAR) dan Biaya Operasi (BOPO), sedangkan kinerja bank diproksi dengan Return on Asset (ROA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor mana, dari risiko kredit dan efisiensi operasi yang pengaruhnya lebih besar terhadap kinerja bank. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 96 perusahaan perbankan selama tahun 20072010, yang dipilih dengan metode purposive sampling. Untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dilakukan proses pengumpulan data melalui dokumentasi. Tehnik analisis data dilakukan dengan analisis regresi linier berganda, untuk mengetahui adanya pengaruh CAR, BOPO, dan LDR terhadap ROA. Hasil analisis menunjukan bahwa rasio keuangan, yang terdiri dari rasio CAR dan LDR berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap ROA. Sedangkan BOPO berpengaruh negative dan signifikan terhadap ROA. Kemampuan prediksi dari tiga variabel tersebut terhadap ROA sebesar 18,8% sebagaimana yang telah ditunjukan oleh adjusted R square sebesar 0,188. This study examined the effect of credit risk and operational efficiency on the performance of banks listed on the Indonesia Stock Exchange between 2007-2010.Credit risk proxied by Loan to Deposit Ratio (LDR), and operational efficiency proxied by Capital Adecuacy Ratio (CAR) and Operating Costs (BOPO), while the bank's performance proxied by Return on Assets (ROA). The purpose of this study was to identify which factors, from credit risk and operating efficiencies greatest influence on the performance of banks. Samples taken in this study were 96 banking companies during the years 2007 to 2010, were selected by purposive sampling method. To get the required information, performed the data collection process through documentation. Technical data was analyzed by linear regression analysis, to determine the influence of CAR, BOPO, LDR toward ROA. The results of the analysis showed that the financial ratios, which consists of the ratio of CAR and LDR positive effect but not significant to ROA. While BOPO negative and significant effect on ROA. Predictive ability of the three variables on ROA of 18.8% as has been shown by the adjusted R-square of 0,188.
PENGARUH DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP DISPARITAS PENDAPATAN REGIONAL DI INDONESIA TAHUN 2001-200 Nurman, Muhammad Andry
Jurnal Organisasi dan Manajemen Vol 9 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimanakah pengaruh desentralisasi fiskal terhadap disparitas pendapatan regional di Indonesia selama periode 2001-2008. Studi dilakukan terhadap Kabupaten/Kota di Indonesia yang merupakan titik tolak dari desentralisasi di Indonesia. Sampel yang diteliti sebanyak 253 Kabupaten/Kota. Variabel yang digunakan sebagai proxy dari desentralisasi fiskal adalah: belanja langsung (desentralisasi pengeluaran), serta PAD, DAU dan Dana Bagi Hasil (desentralisasi penerimaan). Studi menggunakan pendekatan data panel dan alat analisis Least Square Dummy Variables (LSDV) atau juga dikenal sebagai Fixed Effect Model (FEM) dan Newey West Method atau juga dikenal sebagai HAC (heteroscedasticity-and autocorrelation-consistent) untuk menghilangkan heteroskedastisitas dan autokorelasi. Hasil studi menunjukkan bahwa variabel belanja langsung telah mampu untuk mengurangi disparitas pendapatan regional, sebaliknya DAU justru mengakibatkan meningkatnya disparitas pendapatan regional. Terdapat indikasi bahwa penyebab utamanya adalah adanya missallocated di dalam mekanisme alokasi DAU. Sementara itu variabel PAD dan Dana Bagi Hasil tidak berpengaruh signifikan terhadap disparitas pendapatan regional. This study aims to analyze how the influence of fiscal decentralization on regional income disparity in Indonesia during the period 2001-2008. Studies conducted on municipalities in Indonesia. 253 municipalities are used as samples. The variables used as proxies of fiscal decentralization are: direct expenditure (expenditure decentralization), and PAD, DAU and DBH (revenue decentralization). The study is using panel data approach and Least Square Dummy Variables (LSDV) as an analytical tool or also known as the Fixed Effect Modeland Newey West method or also known as HAC (heteroscedasticity-and Autocorrelation-consistent) to remove heteroscedasticity and autocorrelation. The study shows that direct expenditure variable has been able to reduce regional income disparities, on the contrary DAU has increased regional income disparity. There are indications that the main cause is the presence missallocated in DAU allocation mechanism. Meanwhile, PAD and DBH have no significant effect on regional income disparities.
DAMPAK PARIWISATA TERHADAP PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN PELAKU USAHA DI KAWASAN WISATA PANTAI NATSEPA, PULAU AMBON Hiariey, Lilian Sarah; Sahusilawane, Wildoms
Jurnal Organisasi dan Manajemen Vol 9 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kawasan objek wisata Pantai Natsepa berpotensi didukung oleh sumber daya pesisir. Objek wisata Pantai Natsepa terletak di Desa Suli pulau Ambon. Keberhasilan dari objek wisata sangat tergantung pada peran penting dari masyarakat di daerah sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi usaha yang berdampak terhadap pendapatan masyarakat yang memanfaatkan jasa objek wisata pantai Natsepa, (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat yang memanfaatkan jasa objek wisata pantai Natsepa, (3) menganalisis tingkat kesejahteraan rumah tangga masyarakat yang menggunakan jasa objek wisata pantai Natsepa. Analisis data meliputi (1) analisis deskriptif, (2) analisis regresi ganda dengan spesifikasi-log menggunakan teknik Stepwise, dan (3) analisis indikator kesejahteraan SUSENAS-BPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi pendapatan kelompok rumah tangga yaitu, jumlah anggota keluarga, tingkat pengeluaran, dan curahan waktu kerja. Berdasarkan tingkat kesejahteraan sebagian besar rumah tangga yang memanfaatkan jasa objek wisata pantai Natsepa mempunyai tingkat kesejahteraan sedang yaitu persentase sebesar 75%, kemudian tingkat kesejahteraan tinggi dengan persentase sebesar 22% dan yang terkecil yaitu tingkat kesejahteraan rendah dengan persentase sebesar 3%. Development of tourism site of the Natsepa beach is potentially supported by its coastal resources. The beach is located in Suli village of Ambon island. The success of the tourism site depends on the important role of the community in surrounding area of the beach. This study aimed to (1) identify businesses that have impact on income level from people that utilize the Natsepa beach, (2) analyze factors that affect the level of income of the people, and (3) analyze households welfare of the people utilize the beach. Collected data were analyzed by using descriptive analysis, multiple regression analysis with the stepwise techniques, and welfare analysis based on the indicators of SUSENAS-BPS. Results showed that the factors affecting the households income were number of family members, level of expenditure, and time spent in working. Based on the welfares indicators, 75% of the households classified into moderate level of welfare, 22% into high level, and only 3% into the low level of welfare.
ANALISIS PENGARUH MEKANISME INTERNAL DAN EXTERNAL CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PROFITABILITAS DAN KEBIJAKAN DIVIDEN PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Go Publik di Pasar Modal Indonesia) Dharmastuti, Christiana Fara
Jurnal Organisasi dan Manajemen Vol 9 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan dividen, merupakan suatu topik yang menarik untuk diteliti meskipun terjadi banyak perdebatan dengan pendekatan berbagai teori mengenai dividen. Dalam penelitian ini kebijakan dividen akan dikaji melalui teori keagenan dengan memperhatikan pengaruh dari corporate governance perusahaan, khususnya melalui pemisahan mekanisme corporate governance secara internal maupun eksternal (Gillan, 2006) yang dimediasi oleh profitabilitas perusahaan. Penelitian dilakukan pada semua perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007-2010. Penyelesaian estimasi path model dan pengujian hipotesis menggunakan program AMOS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme internal corporate governance yang diukur dari komisaris independen dan rasio kompensasi eksekutif ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan, sedangkan mekanisme external corporate governance yang diukur dari stabilitas dan prosentase kepemilikan institusi berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Kondisi ini menunjukkan bahwa external corporate governance memiliki kekuatan yang lebih besar untuk melakukan monitoring dan memberikan pengaruh atas kebijakan keuangan perusahaan. Kebijakan dividen, merupakan suatu topik yang menarik untuk diteliti meskipun terjadi banyak perdebatan dengan pendekatan berbagai teori mengenai dividen. Dalam penelitian ini kebijakan dividen akan dikaji melalui teori keagenan dengan memperhatikan pengaruh dari corporate governance perusahaan, khususnya melalui pemisahan mekanisme corporate governance secara internal maupun eksternal (Gillan, 2006) yang dimediasi oleh profitabilitas perusahaan. Penelitian dilakukan pada semua perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007-2010. Penyelesaian estimasi path model dan pengujian hipotesis menggunakan program AMOS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme internal corporate governance yang diukur dari komisaris independen dan rasio kompensasi eksekutif ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan, sedangkan mekanisme external corporate governance yang diukur dari stabilitas dan prosentase kepemilikan institusi berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Kondisi ini menunjukkan bahwa external corporate governance memiliki kekuatan yang lebih besar untuk melakukan monitoring dan memberikan pengaruh atas kebijakan keuangan perusahaan. Dividend policy is an interesting topic to be discussed despite the fact that there are contentious arguments on theories about dividend. In this research dividend policy will be viewed through the agency theory by considering the effect of the company's corporate governance, in particular through the separation mechanism of internal and external corporate governance (Gillan, 2006) which are mediated by profitability. The study was conducted by all non-financial companies at the Indonesia Stock Exchange from 2007 to 2010. AMOS 16.0 program is used in estimating the completion path model and testing hypotesis. The results shows that the mechanisms of internal corporate governance via the existence of independent commissioner and executive compensation can not significantly influence the company's financial performance, while mechanisms of external corporate governance as measured by the stability and the percentage of institutional ownership significantly influence the companys financial performance. This indicates that the external corporate governance has a greater power to monitor and influence the financial policies of the company.
PENGARUH DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP DISPARITAS PENDAPATAN REGIONAL DI INDONESIA TAHUN 2001-200 Muhammad Andry Nurman
Jurnal Organisasi Dan Manajemen Vol 9 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.593 KB)

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimanakah pengaruh desentralisasi fiskal terhadap disparitas pendapatan regional di Indonesia selama periode 2001-2008. Studi dilakukan terhadap Kabupaten/Kota di Indonesia yang merupakan titik tolak dari desentralisasi di Indonesia. Sampel yang diteliti sebanyak 253 Kabupaten/Kota. Variabel yang digunakan sebagai proxy dari desentralisasi fiskal adalah: belanja langsung (desentralisasi pengeluaran), serta PAD, DAU dan Dana Bagi Hasil (desentralisasi penerimaan). Studi menggunakan pendekatan data panel dan alat analisis Least Square Dummy Variables (LSDV) atau juga dikenal sebagai Fixed Effect Model (FEM) dan Newey West Method atau juga dikenal sebagai HAC (heteroscedasticity-and autocorrelation-consistent) untuk menghilangkan heteroskedastisitas dan autokorelasi. Hasil studi menunjukkan bahwa variabel belanja langsung telah mampu untuk mengurangi disparitas pendapatan regional, sebaliknya DAU justru mengakibatkan meningkatnya disparitas pendapatan regional. Terdapat indikasi bahwa penyebab utamanya adalah adanya missallocated di dalam mekanisme alokasi DAU. Sementara itu variabel PAD dan Dana Bagi Hasil tidak berpengaruh signifikan terhadap disparitas pendapatan regional.   This study aims to analyze how the influence of fiscal decentralization on regional income disparity in Indonesia during the period 2001-2008. Studies conducted on municipalities in Indonesia. 253 municipalities are used as samples. The variables used as proxies of fiscal decentralization are: direct expenditure (expenditure decentralization), and PAD, DAU and DBH (revenue decentralization). The study is using panel data approach and Least Square Dummy Variables (LSDV) as an analytical tool or also known as the Fixed Effect Modeland Newey West method or also known as HAC (heteroscedasticity-and Autocorrelation-consistent) to remove heteroscedasticity and autocorrelation. The study shows that direct expenditure variable has been able to reduce regional income disparities, on the contrary DAU has increased regional income disparity. There are indications that the main cause is the presence missallocated in DAU allocation mechanism. Meanwhile, PAD and DBH have no significant effect on regional income disparities.
ANALISIS PENGARUH MEKANISME INTERNAL DAN EXTERNAL CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PROFITABILITAS DAN KEBIJAKAN DIVIDEN PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Go Publik di Pasar Modal Indonesia) Christiana Fara Dharmastuti
Jurnal Organisasi Dan Manajemen Vol 9 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.528 KB)

Abstract

Kebijakan dividen, merupakan suatu topik yang menarik untuk diteliti meskipun terjadi banyak perdebatan dengan pendekatan berbagai teori mengenai dividen. Dalam penelitian ini kebijakan dividen akan dikaji melalui teori keagenan dengan memperhatikan pengaruh dari corporate governance perusahaan, khususnya melalui pemisahan mekanisme corporate governance secara internal maupun eksternal (Gillan, 2006) yang dimediasi oleh profitabilitas perusahaan. Penelitian dilakukan pada semua perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007-2010. Penyelesaian estimasi path model dan pengujian hipotesis menggunakan program AMOS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme internal corporate governance yang diukur dari komisaris independen dan rasio kompensasi eksekutif ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan, sedangkan mekanisme external corporate governance yang diukur dari stabilitas dan prosentase kepemilikan institusi berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Kondisi ini menunjukkan bahwa external corporate governance memiliki kekuatan yang lebih besar untuk melakukan monitoring dan memberikan pengaruh atas kebijakan keuangan perusahaan. Kebijakan dividen, merupakan suatu topik yang menarik untuk diteliti meskipun terjadi banyak perdebatan dengan pendekatan berbagai teori mengenai dividen. Dalam penelitian ini kebijakan dividen akan dikaji melalui teori keagenan dengan memperhatikan pengaruh dari corporate governance perusahaan, khususnya melalui pemisahan mekanisme corporate governance secara internal maupun eksternal (Gillan, 2006) yang dimediasi oleh profitabilitas perusahaan. Penelitian dilakukan pada semua perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007-2010. Penyelesaian estimasi path model dan pengujian hipotesis menggunakan program AMOS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme internal corporate governance yang diukur dari komisaris independen dan rasio kompensasi eksekutif ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan, sedangkan mekanisme external corporate governance yang diukur dari stabilitas dan prosentase kepemilikan institusi berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Kondisi ini menunjukkan bahwa external corporate governance memiliki kekuatan yang lebih besar untuk melakukan monitoring dan memberikan pengaruh atas kebijakan keuangan perusahaan. Dividend policy is an interesting topic to be discussed despite the fact that there are contentious arguments on theories about dividend. In this research dividend policy will be viewed through the agency theory by considering the effect of the company's corporate governance, in particular through the separation mechanism of internal and external corporate governance (Gillan, 2006) which are mediated by profitability. The study was conducted by all non-financial companies at the Indonesia Stock Exchange from 2007 to 2010. AMOS 16.0 program is used in estimating the completion path model and testing hypotesis. The results shows that the mechanisms of internal corporate governance via the existence of independent commissioner and executive compensation can not significantly influence the company's financial performance, while mechanisms of external corporate governance as measured by the stability and the percentage of institutional ownership significantly influence the companys financial performance. This indicates that the external corporate governance has a greater power to monitor and influence the financial policies of the company.
PERILAKU INVESTOR INDIVIDU DALAM PEMBUATAN KEPUTUSAN INVESTASI SAHAM: EFEK DISPOSISI DAN INFORMASI AKUNTANSI Elizabeth Lucky Maretha Sitinjak
Jurnal Organisasi Dan Manajemen Vol 9 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.777 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh efek disposisi, pengaruh interaksi efek disposisi dengan perlakuan informasi akuntansi untuk pengambilan keputusan investasi di pasar saham. Dalam rangka untuk lebih mengetahui perbedaan antara perilaku pria dan wanita dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi di pasar saham. Metode penelitian ini menggunakan kuasi experimental 2x2 Acak Blok ( RB - 22 ) ANOVA dan ANCOVA Within - Subject. Desain blok terbentuk dari banyak frekuensi perdagangan saham simulasi menggunakan program perdagangan kebajikan. Blok transaksi yang paling banyak di blok 1 dan paling sedikit melakukan transaksi di blok 4. Populasi investor individu domestik dan subyek eksperimen terdiri dari 120 investor individu, 70 dari Jakarta, 33 dari Semarang, dan 17 dari Yogyakarta. Quasi eksperimen dilakukan selama 45 menit. Penelitian menunjukkan ada efek disposisi sebelum dan sesudah perlakuan informasi akuntansi. Ada kecenderungan untuk menjual saham winner lebih cepat daripada saham losser. The purpose of this study was to investigate the influence of the disposition effect, the interaction effect of the disposition effect with treatment of accounting information for investment decision in the stock market. In order to better know the difference between the behavior of men and women in making decisions to invest in the stock market. This research method using a quasi-experimental 2x2 Randomized Block (RB-22) ANOVA and ANCOVA Within-Subject Design. Block design is formed of many frequencies simulated stock trading using virtue trade program. Block most frequent transactions in block 1 and block are seldom undertakes transactions on block 4. The population of domestic individual investors and quasi experimental subjects consisted of 120 individual investors, 70 from Jakarta, 33 from Semarang, and 17 from Yogyakarta. The total time is 45 minutes quasi experiment.The results of this research showed there is a disposition effect before and after treatment of accounting information. There is a tendency to release their winner stock faster than losser stock.
ANALISIS PENGARUH TINGKAT PENGUNGKAPAN TERHADAP LIKUIDITAS SAHAM Irma Irma
Jurnal Organisasi Dan Manajemen Vol 9 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.75 KB)

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengaruh tingkat pengungkapan informasi perusahaan terhadap tingkat likuiditas saham yang diwakili oleh indikator-indikatornya seperti spread relatif, total depth dan depth to relatif spread. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis konten dalam menghasilkan indeks pengungkapan dengan menggunakan data saham perusahaan yang terdaftar di Kompas 100. Analisis regresi digunakan dalam menguji pengaruh tingkat pengungkapan terhadap likuiditas saham. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa tingkat pengungkapan memiliki hubungan negatif dengan spread relatif, artinya adalah semakin tinggi tingkat pengungkapan informasi perusahaan, maka tingkat spreadrelatif saham akan semakin rendah. Sebaliknya semakin tinggi tingkat pengungkapan informasi, maka tingkat total depth dan depth to relatif spread saham akan semakin tinggi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa spread relatif yang rendah, total depth yang tinggi dan depth to relatif spread yang tinggi menghasilkan likuiditas saham yang tinggi juga. Kesimpulannya, pengungkapan informasi yang dilakukan oleh perusahaan pada laporan tahunan masih menjadi perhatian investordalam berinvestasi. The purpose of this study is to evaluate the effect of disclosure level on liquidity indicators, such as relative spread, total depth, and depth to relative spread.This study adopts content analysis approach in generating disclosure index using data from annual reports of firm listed in Kompas 100. This study uses regression analysis in testing the effect of disclosure level to liquidity indicators.This study provide empirical evidence to support the effect of disclosure level to liquidity indicators. This study finds that firms with higher disclosures have lower relative bid-ask spreads, higher total depth, and higher depth to relative spread, resulting in unambiguous conclusion regarding disclosure quality and disclosure quality. These result lead to a conclusion that disclosure in annual reports still be a matter of consideration interest and important to investor.

Page 1 of 2 | Total Record : 12