cover
Contact Name
Arhanuddin Salim
Contact Email
arhanuddin@iain-manado.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaliqra@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Islam Iqra'
ISSN : 16935705     EISSN : 28412108     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM IQRA' diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Manado bulan Juni dan Desember setiap tahun. Jurnal ini, berisi kajian seputar Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Guru Raudhatul Atfhal, Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Bahasa Arab.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2018)" : 12 Documents clear
Penerapan Metode Pembiasaan Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Melaksanakan Shalat Lima Waktu Di Madrasah Aliyah Darul Ulum Kec. Toili Kab. Banggai Sukriadi Sukriadi
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.468 KB) | DOI: 10.30984/jii.v12i1.890

Abstract

AbstrakPenelitian ini berkenan dengan penerapan metode pembiasaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa melaksanakan salat lima waktu di MA Darul Ulum Toili Kab. Banggai. Berkenaan dengan hal tersebut, maka uraian dari penelitian ini berangkat dari masalah bagaimana penerapan metode pembiasaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa melaksanakan salat lima waktu di MA Darul Ulum Toili Kab. Banggai dan apa kendala dan solusi penerapan metode pembiasaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa melaksanakan salat lima waktu di MA Darul Ulum Toili Kab. Banggai?Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan metode pembiasaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa melaksanakan salat lima waktu di MA Darul Ulum Toili Kab. Banggai adalah dengan menyampaikan tata tertib madrasah, memberikan tauladan, mengingatkan, menasehati, membimbing dan mengarahkan, serta memberikan hukuman.Sedangkan kendala dan solusi yang dihadapi penerapan metode pembiasaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa melaksanakan salat lima waktu di MA Darul Ulum Toili Kab. Banggai adalah kurangnya kesadaran siswa dan terbatasnya tempat berwudhu. Solusi untuk mengatasi kendala tersebut adalah bagi siswa salat adalah akan di tindak lanjuti dengan sanksi yang sudah ditetapkan sesuai dengan pelanggaran yang dibuat. Sedangkan untuk mengatasi masalah kurangnya tempat wudhu adalah dengan membuat tempat wudhu tambahan sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.Kata kunci:      Metode Pembiasaan, Kedisiplinan, Shalat lima waktu AbstractThis study is pleased with the application of habituation methods in improving students' discipline in performing five daily prayers at MA Darul Ulum Toili Kab. Banggai. With regard to this, then the description of this thesis departs from the problem of how the application of habituation methods in improving students' discipline in performing five daily prayers at MA Darul Ulum Toili Kab. Banggai and what are the obstacles and solutions to the application of habituation methods in improving students' discipline in performing five daily prayers at MA Darul Ulum Toili Kab. Banggai?The results showed that the application of habituation methods in improving students' discipline in performing the five daily prayers at MA Darul Ulum Toili Kab. Banggai is by conveying the rules of the madrasa, giving examples, reminding, advising, guiding and directing, and giving punishment.While the constraints and solutions faced by the application of habituation methods to improve students' discipline carry out the five daily prayers at MA Darul Ulum Toili Kab. Banggai is a lack of awareness of students and limited places for ablution. The solution to overcome these obstacles is for students to pray is to be followed up with sanctions that have been set in accordance with the violations made. Whereas to overcome the problem of lack of ablution place is to make additional ablutions according to the amount needed.Keywords:        Methods of customization, discipline, prayer five times
HAKIKAT, NILAI-NILAI DAN STRATEGI PEMBENTUKAN KARAKTER (AKHLAK) DALAM ISLAM Ainna Khoiron Nawali
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.384 KB) | DOI: 10.30984/jii.v12i1.885

Abstract

AbstrakTulisan ini akan membahas tentang hakikat, nilai-nilai dan strategi pembentukan karakter dalam Islam. Melihat lingkungan disekitar kita, terutama daerah perkotaan banyak anak yang berusia pelajar tidak mempunyai karakter yang baik dalam kesehariannya, bahkan setiap perilakunya tidak terdapat nilai-nilai yang sesuai dengan ajaran Islam. Seperti membolos sekolah, tawuran dan lain-lain, bahkan orang berpendidikan pun kerap mempunyai karakter buruk seperti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Setiap orang mempunyai hakikat karakter yang berbeda-beda, untuk itu perlu adanya strategi tertentu agar setiap orang mempunyai karakter yang sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma masyarakat dan tentunya sesuai dengan ajaran Islam.Kata kunci:      Hakikat, Nilai, Strategi, karakter, IslamAbstractThis paper will discuss the nature, values and strategy formation of character in Islam. See the environment around us, especially urban areas many children aged students do not have good character in their daily life, even every behavior there are no values in accordance with the teachings of Islam. Like ditching school, fights and others, even educated people also often has a bad character, such as corruption, collusion and nepotism (KKN). Everyone has the nature of the different characters, to the need for specific strategies so that everyone has the character that corresponds to the values and norms of society and of course in accordance with the teachings of Islam.Keywords:        Nature, values, strategy, character, Islam
TEORI TRANSFORMASIONAL KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM Nurul Sahana
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.838 KB) | DOI: 10.30984/jii.v12i1.891

Abstract

AbstrakPemimpin merupakan posisi paling utama dan bertanggung jawab dalam menentukan organisasi dan menggerakkan anggota organisasinya kearah tujuan yang dicita-citakan. Bukan hanya itu, ketika pemimpin yang lemah dalam menggerakkan organisasinya menjadikan organisasi tersebut terpuruk dan tidak mampu lagi bersaing pada zaman modern.Pemimpin pendidikan yang ideal harus memiliki kemampuan meyakinkan anggota yang dipimpinnya untuk mewujudkan impian bersama berupa visi organisasinya sehingga layak disebut pemimpin visioner yang mampu melihat jauh kedepan, serta mampu melakukan perubahan-perubahan organisasi berdasarkan analisis-analisis yang cermat dalam kerangka membangun dan mengembangkan mutu institusi pendidikan sehingga dia layak disebut sebagai pemimpin transformasional.Kata kunci:      Teori Transformasional, Kepemimpinan Pendidikan Islam AbstractThe leader is the most important position and is responsible for determining the organization and moving the members of the organization towards the desired goals. Not only that, when a weak leader in mobilizing his organization makes the organization slumped and unable to compete in modern times.The ideal education leader must have the ability to convince the members he leads to realize shared dreams in the form of his organizational vision so that he deserves to be called a visionary leader who is able to look far ahead, and is able to make organizational changes based on careful analyzes in the framework of building and developing the quality of educational institutions so he deserves to be called a transformational leader.Keywords:    Transformational Theory, Islamic Education Leadership
PERAN ORANG TUA DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI ISLAM Mohamad Syakur Rahman
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.73 KB) | DOI: 10.30984/jii.v12i1.886

Abstract

AbstrakPenanaman nilai-nilai Islam dapat berlandaskan visi keimanan  berupa akidah dan tauhid merupakan fundamen dasar dan asasi,dan visi muamalah, dimulai dari lingkungan keluarga dimana orang tua harus bersikap penyayang, lemah lembut adil dan bijaksana dan tidak boleh dengan cara sebaliknya. Tujuan penanaman nilai-nilai Islam pada anak ditujukan kepada tujuan jasmani, rohani dan mental. Ketiga komponen ini merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak boleh ada yang ditinggalkan. Memperkenalkan syari’at Islam kepada anak dengan cara memberikan arahan dan tauladan dan ini dapat dilakukan dalam lingkungan rumah tangga baik itu dalam bentuk muamalah sosial dan ibadah. Orang tua adalah pendidik utama dan pertama bagi anak-anak.Kata kunci:     Orangtua, nilai-nilai IslamAbstractPlanting Islamic values can be based on a vision of faith in the form of aqidah and tauhid is a fundamental and basic fundamentals, and muamalah vision, starting from a family environment where parents must be compassionate, gentle and just and wise and not otherwise. The purpose of planting Islamic values in children is aimed at physical, spiritual and mental goals. These three components constitute a unified whole and no one should be left behind. Introducing Islamic Shari'a to children by giving direction and role models and this can be done in a household environment whether it is in the form of social muamalah and worship. Parents are the primary and first educator for children.Keywords:       Parents, Islamic values
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Peserta Didik Kelas VIII Taksifi 1 MTs. Negeri 1 Manado Marlina Maladjim
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.975 KB) | DOI: 10.30984/jii.v12i1.888

Abstract

AbstrakHasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai aktivitas guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran 3,42 dengan kategori baik pada siklus I dan 3,55 dengan kategori sangat baik pada siklus II. Aktivitas peserta didik secara klasikal 87,24% pada siklus I dan 91,90% pada siklus II. Ketuntasan belajar peserta didik pada siklus I, 74% dengan DSK 75% dan Siklus II, 85% dengan DSK 87%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada pembelajaran IPA dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik kelas VIII Taksifi 1 MTs. Negeri 1 Manado. Kata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT, Hasil BelajarAbstractThe results showed the average value of teacher activity in managing learning activities 3.42 with good category in cycles I and 3.55 with very good category in cycle II. Student activity is 87,24% classically in cycle I and 91,90% in cycle II. Completeness learners learners in cycle I, 74% with DSK 75% and Cycle II, 85% with DSK 87%. Thus it can be concluded that the application of cooperative learning model type TGT on science learning can improve the activity and learning outcomes of students class VIII Taksifi 1 MTs. Negeri 1 Manado.Keywords: Cooperative Learning Model TGT type, Learning Outcomes
Analisis Kritis Kebijakan Kurikulum Antara KBK, KTSP, dan K-13 Abdul Muis Vangino Daeng Pawero
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.508 KB) | DOI: 10.30984/jii.v12i1.889

Abstract

AbstrakKurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan. Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau dipelajari siswa disekolah atau perguruan tinggi untuk memperoleh Ijazah tertentu, sejumlah mata pelajaran yang ditawarkan dalam suatu lembaga pendidikan atau jurusanPerubahan kurikulum yang terjadi di Indonesia dewasa ini salah satu diantaranya adalah karena ilmu pengetahuan itu sendiri selalu dinamis. Selain itu, perubahan tersebut juga dinilainya dipengaruhi oleh kebutuhan manusia yang selalu berubah juga pengaruh dari luar, dimana secara menyeluruh kurikulum itu tidak berdiri sendiri, tetapi dipengaruhi oleh perubahan iklim ekonomi, politik, dan kebudayaan.Kata Kunci; Analisis Kebijakan, KBK, KTSP, K-13.AbstractThe curriculum is a tool that is very important for the success of an education. Without an appropriate and appropriate curriculum it will be difficult to achieve the desired educational goals and objectives. The curriculum is a number of subjects that must be taken or studied by students at school or college to obtain a particular diploma, a number of subjects offered in an educational institution or departmentCurriculum changes that occur in Indonesia today, one of which is because science itself is always dynamic. In addition, the changes are also influenced by human needs that are always changing as well as outside influences, where the curriculum is not entirely independent, but is influenced by changes in the economic, political and cultural climate.Keywords; Policy Analysis, KBK, KTSP, K-13.
HAKIKAT, NILAI-NILAI DAN STRATEGI PEMBENTUKAN KARAKTER (AKHLAK) DALAM ISLAM Ainna Khoiron Nawali
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v12i1.885

Abstract

AbstrakTulisan ini akan membahas tentang hakikat, nilai-nilai dan strategi pembentukan karakter dalam Islam. Melihat lingkungan disekitar kita, terutama daerah perkotaan banyak anak yang berusia pelajar tidak mempunyai karakter yang baik dalam kesehariannya, bahkan setiap perilakunya tidak terdapat nilai-nilai yang sesuai dengan ajaran Islam. Seperti membolos sekolah, tawuran dan lain-lain, bahkan orang berpendidikan pun kerap mempunyai karakter buruk seperti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Setiap orang mempunyai hakikat karakter yang berbeda-beda, untuk itu perlu adanya strategi tertentu agar setiap orang mempunyai karakter yang sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma masyarakat dan tentunya sesuai dengan ajaran Islam.Kata kunci:      Hakikat, Nilai, Strategi, karakter, IslamAbstractThis paper will discuss the nature, values and strategy formation of character in Islam. See the environment around us, especially urban areas many children aged students do not have good character in their daily life, even every behavior there are no values in accordance with the teachings of Islam. Like ditching school, fights and others, even educated people also often has a bad character, such as corruption, collusion and nepotism (KKN). Everyone has the nature of the different characters, to the need for specific strategies so that everyone has the character that corresponds to the values and norms of society and of course in accordance with the teachings of Islam.Keywords:        Nature, values, strategy, character, Islam
TEORI TRANSFORMASIONAL KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM Nurul Sahana
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v12i1.891

Abstract

AbstrakPemimpin merupakan posisi paling utama dan bertanggung jawab dalam menentukan organisasi dan menggerakkan anggota organisasinya kearah tujuan yang dicita-citakan. Bukan hanya itu, ketika pemimpin yang lemah dalam menggerakkan organisasinya menjadikan organisasi tersebut terpuruk dan tidak mampu lagi bersaing pada zaman modern.Pemimpin pendidikan yang ideal harus memiliki kemampuan meyakinkan anggota yang dipimpinnya untuk mewujudkan impian bersama berupa visi organisasinya sehingga layak disebut pemimpin visioner yang mampu melihat jauh kedepan, serta mampu melakukan perubahan-perubahan organisasi berdasarkan analisis-analisis yang cermat dalam kerangka membangun dan mengembangkan mutu institusi pendidikan sehingga dia layak disebut sebagai pemimpin transformasional.Kata kunci:      Teori Transformasional, Kepemimpinan Pendidikan Islam AbstractThe leader is the most important position and is responsible for determining the organization and moving the members of the organization towards the desired goals. Not only that, when a weak leader in mobilizing his organization makes the organization slumped and unable to compete in modern times.The ideal education leader must have the ability to convince the members he leads to realize shared dreams in the form of his organizational vision so that he deserves to be called a visionary leader who is able to look far ahead, and is able to make organizational changes based on careful analyzes in the framework of building and developing the quality of educational institutions so he deserves to be called a transformational leader.Keywords:    Transformational Theory, Islamic Education Leadership
PERAN ORANG TUA DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI ISLAM Mohamad Syakur Rahman
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v12i1.886

Abstract

AbstrakPenanaman nilai-nilai Islam dapat berlandaskan visi keimanan  berupa akidah dan tauhid merupakan fundamen dasar dan asasi,dan visi muamalah, dimulai dari lingkungan keluarga dimana orang tua harus bersikap penyayang, lemah lembut adil dan bijaksana dan tidak boleh dengan cara sebaliknya. Tujuan penanaman nilai-nilai Islam pada anak ditujukan kepada tujuan jasmani, rohani dan mental. Ketiga komponen ini merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak boleh ada yang ditinggalkan. Memperkenalkan syari’at Islam kepada anak dengan cara memberikan arahan dan tauladan dan ini dapat dilakukan dalam lingkungan rumah tangga baik itu dalam bentuk muamalah sosial dan ibadah. Orang tua adalah pendidik utama dan pertama bagi anak-anak.Kata kunci:     Orangtua, nilai-nilai IslamAbstractPlanting Islamic values can be based on a vision of faith in the form of aqidah and tauhid is a fundamental and basic fundamentals, and muamalah vision, starting from a family environment where parents must be compassionate, gentle and just and wise and not otherwise. The purpose of planting Islamic values in children is aimed at physical, spiritual and mental goals. These three components constitute a unified whole and no one should be left behind. Introducing Islamic Shari'a to children by giving direction and role models and this can be done in a household environment whether it is in the form of social muamalah and worship. Parents are the primary and first educator for children.Keywords:       Parents, Islamic values
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Peserta Didik Kelas VIII Taksifi 1 MTs. Negeri 1 Manado Marlina Maladjim
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v12i1.888

Abstract

AbstrakHasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai aktivitas guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran 3,42 dengan kategori baik pada siklus I dan 3,55 dengan kategori sangat baik pada siklus II. Aktivitas peserta didik secara klasikal 87,24% pada siklus I dan 91,90% pada siklus II. Ketuntasan belajar peserta didik pada siklus I, 74% dengan DSK 75% dan Siklus II, 85% dengan DSK 87%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada pembelajaran IPA dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik kelas VIII Taksifi 1 MTs. Negeri 1 Manado. Kata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT, Hasil BelajarAbstractThe results showed the average value of teacher activity in managing learning activities 3.42 with good category in cycles I and 3.55 with very good category in cycle II. Student activity is 87,24% classically in cycle I and 91,90% in cycle II. Completeness learners learners in cycle I, 74% with DSK 75% and Cycle II, 85% with DSK 87%. Thus it can be concluded that the application of cooperative learning model type TGT on science learning can improve the activity and learning outcomes of students class VIII Taksifi 1 MTs. Negeri 1 Manado.Keywords: Cooperative Learning Model TGT type, Learning Outcomes

Page 1 of 2 | Total Record : 12