cover
Contact Name
Surya Darma
Contact Email
admin.jlk@untan.ac.id
Phone
+6285750630630
Journal Mail Official
admin.jlk@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, FMIPA Universitas Tanjungpura
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Laut Khatulistiwa
ISSN : 26146142     EISSN : 26148005     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/lkuntan
Jurnal Laut Khatulistiwa is the media for dissemination of information about the ideas from researchers and practitioners whose interested with marine issues. This journal published three times a year by Department of Marine Science, Faculty of Mathematic and Natural Sciences, Tanjungpura University, i.e at February, June and October. The scope of the articles on this journal is focus on study of marine science, including utilization of computing technology and marine instruments, development of measurement methods, and other related study. This journal is expected to be helpfull for practitioners, policy makers, lecturers, students and other parties to better understanding the situation and condition about marine and can provide inspiration on development of ideas to contribute improvement solutions for marine issues globally.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2018): July" : 5 Documents clear
Aktivitas Antibakteri Bakteri Berasosiasi Caulerpa rasemosa dan Caulerpa taxifolia dari Perairan Singkawang Utami, Kurnia; Idiawati, Nora; Sofiana, Mega Sari Juane
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 1, No 2 (2018): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v1i2.27102

Abstract

      Resistansi bakteri terhadap antibiotik terus meningkat. Hal ini dikarenakan penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Oleh karena itu, perlu dilakukan eksplorasi  sumber senyawa penghasil antibiotik. Salah satu sumber senyawa tersebut adalah bakteri berasosiasi makroalga hijau Caulerpa rasemosa dan Caulerpa taxifolia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antimikroba bakteri berasosiasi Caulerpa rasemosa dan Caulerpa taxifolia dari Perairan Singkawang. Isolasi bakteri dari Caulerpa tersebut diperoleh 21 isolat bakteri berasosiasi C. rasemosa dan 6 isolat bakteri berasosiasi C. taxifolia. Penapisan aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode cross steak. Bakteri patogen yang digunakan adalah Staphylococcus aureus, Eschericia coli, Pseudomonas aeruginosa, Vibrio cholerae dan Salmonela typhimurium. Aktivitas antibakteri terbaik diperoleh pada bakteri CR10 dan CT06 dapat menghambat kelima bakteri patogen yang digunakan.  
Antimicrobial potential of bacteria associated with seagrass from Pantai Samudera Indah waters Yuli, Yulianti; Idiawati, Nora; Sofiana, Mega Sari Juane
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 1, No 2 (2018): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v1i2.27123

Abstract

 This study aims to obtain bacterial isolates, antimicrobial activity, characterization and identification of bacteria associated with seagrass from the Pantai Samudera Indah waters. To obtain bacterial isolates, the isolation method was carried out. Antimicrobial activity test using the cross streak method. Characterization and identification of bacteria using the Bergey book's Manual Determinative Bacteriology. The results showed that bacterial isolates associated with seagrass from Pantai Samudera Indah waters were 9 isolates. The best antimicrobial activity is Y06 isolate which can inhibit Staphylococcus aureus, Vibrio cholerae, Pseudomonas aureginosa, Esherichia coli, Salmonella typhimurium. Y06 isolates are gram positive, non motile, catalase, urease, oxidase positive, can ferment glucose, mannitol and fructose. Y06 isolates belong to the genus Brevibacterium.  
Diversitas Mikroalga Epifit Berasosiasi pada Daun Lamun Thalassia hemprichii di Pulau Lemukutan Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat Lina, Herlina; Idiawati, Nora; Safitri, Ikha
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 1, No 2 (2018): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v1i2.24002

Abstract

Lamun memiliki fungsi sebagai daerah asuhan, pemijahan, tempat mencari makan dan juga sebagai habitat bagi biota laut (ikan, meiofauna, dan mikroalga epifit). Mikroalga epifit dapat berperan meningkatkan produktivitas primer dan bioindikator pencemaran. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui diversitas mikroalga epifit berasosiasi pada daun lamun Thalassia hemprichii di Pulau Lemukutan, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling terdiri dari tiga stasiun pengambilan sampel dimana setiap stasiun terdapat tiga titik dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian ditemukan 3 kelas, 25 ordo, 26 famili dan 28 genus mikroalga didominasi oleh kelas bacillariophyceae (66,05%), sedangkan kelas chlorophyceae (15,72%), dan cyanophyceae (18,22%). Genus yang paling banyak ditemukan adalah Isthmia, Navicula, Nithzchia, Synedra, Climacosphenia dan Merismopedia. Kelimpahan mikroalga epifit tertinggi terdapat pada stasiun III sebesar 4.260 ind cm-2. Kelimpahan pada ujung daun lebih tinggi dibandingkan pada bagian pangkal daun dengan kelimpahan tertinggi pada stasiun III yaitu 3.302 ind cm-2. Tingkat keanekaragaman (H"™) mikroalga epifit pada daun lamun dikategorikan sedang, indeks keseragaman (E) dikategorikan seragam, tingkat dominansi (C) tergolong rendah dan indeks similaritas (IS) dikategorikan sangat mirip.
Kondisi Ekosistem Terumbu Karang Di Teluk Cina, Pulau Lemukutan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat Pranata, Nicodemus Billy
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 1, No 2 (2018): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v1i2.24211

Abstract

Teluk Cina merupakan salah satu wilayah di Pulau Lemukutan yang sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan dan beberapa lainnya menjadi pelaku pariwisata. Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem yang memiliki produktivitas tinggi karena terdapat berbagai kehidupan biota didalamnya. Meningkatnya jumlah aktivitas pariwisata dan kegiatan perikanan yang tidak ramah lingkungan, berpengaruh pada kondisi ekosistem terumbu karang. Hal menjadi alasan penelitian ini dilakukan. Penelitian kondisi ekosistem terumbu karang ini dilaksanakan pada bulan April "“ November 2017 di Teluk Cina, Pulau Lemukutan. Metode penelitian ini adalah Purposive Sampling Method dengan teknik pengambilan data menggunakan metode Reef Check. Hasil penelitian menunjukkan persentase kondisi ekosistem terumbu karang di Teluk Cina, Pulau Lemukutan berada pada nilai 35,6% masuk pada kategori sedang.Kata Kunci : Terumbu Karang, Reef Check, Teluk Cina
Ekstrak Kulit Kayu Pidada (Sonneratia caseolaris) Sebagai Alternatif Potensial Sanitizer Pengganti Klorin Nainggolan, Kristina Novalina; Putra, Yudha Perdana
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 1, No 2 (2018): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v1i2.26116

Abstract

Klorin  merupakan  jenis  sanitier  yang  umum  digunakan  di  Unit  Pengolahan  Ikan  (UPI)  termasuk  pengolahan  udang,namun  potensi  efek  negatif  dari  klorin  yang  mungkin  ditimbulkan  bagi  kesehatan  manusia  membuat  pencarian  alternatif  sanitizer  bagi  industri  pengolahan  pangan  perlu  dilakukan.Salah  satu  alternatif  sanitizer  pengganti  klorin  yang  potensial  dari  sumber  daya  kelautan  Kalimantan  Barat  adalah  ekstrak  tanaman  mangrove  Pidada  (Sonneratia  caseolaris).  Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  dosis  penggunaan  ekstrak  Pidada  sebagai  sanitizer  pengganti  klorin  serta  mengetahui  pengaruh  aplikasi  ekstrak  Pidada  sebagai  sanitizer  dalam  menurunkan  level  kontaminasi  mikroba  pada  udang  segar.  Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode  eksperimental  yang  meliputi  ekstraksi  kulit  kayu  Pidada  dengan  metanoldan  pengujian  efektivitas  ekstrak  pidada  dalam  menurunkan  kontaminasi  mikroba  pada  udang  segar  menggunakan  metode  Angka  Lempeng  Total  (ALT).  Hasil  penelitian  menunjukkan  rendemen  ekstrak  solid  kulit  kayu  pidada  sebesar  0,62%.  Efektivitas  penurunan  kontaminasi  mikroba  pada  udang  segar  terbaik  ditunjukkan  oleh  pencucian  dengan  menggunakan  larutan  ekstrak  kulit  kayu  Pidada  dengan  konsentrasi  100  ppm  yaitu  sebesar  77%.  Secara  keseluruhan  dapat  dikatakan  bahwa  ekstrak  kulit  kayu  Pidada  berpotensi  untuk  dikembangkan  sebagai  sanitizer  untuk  unit  pengolahan  udang  maupun  ikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5