cover
Contact Name
Reza Dino Mahardika
Contact Email
rezadino15@gmail.com
Phone
+6285782089890
Journal Mail Official
bioma@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Bioma : Jurnal Biologi Indonesia
ISSN : 01263552     EISSN : 25809032     DOI : https://doi.org/10.21009/bioma.v21i2
Bioma is a national peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of biosciences fields such as biodiversity, biosystematics, ecology, physiology, behavior, genetics and biotechnology.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 2 (2018): Bioma" : 5 Documents clear
STRUKTUR VEGETASI RIPARIAN SUNGAI PESANGGRAHAN KELURAHAN LEBAK BULUS JAKARTA SELATAN Noer Sarifah Ainy; Wisnu Wardhana; Nisyawati Nisyawati
Bioma Vol. 14 No. 2 (2018): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.53 KB) | DOI: 10.21009/Bioma14(2).2

Abstract

Vegetasi riparian memiliki banyak peran penting, namun keberadaanya semakin berkurang akibat alih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan struktur vegetasi riparian antara daerah binaan (Sangga Buana), daerah pemukiman dan daerah kebun campuran. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, dari Maret 2011 sampai dengan September 2011. Sebanyak 12 plot digunakan untuk melihat struktur vegetasi riparian. Penelitian tersebut menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 81 spesies dari 39 famili. Nilai Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi di daerah kebun campuran adalah Gigantochloa apus (91,3%), di daerah perumahan adalah Pinus merkusii (61,8%), dan di daerah binaan adalah Gigantochloa apus (98,2%). Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) menunjukkan sedang di daerah perumahan (H’=2,9), dan tinggi di daerah kebun campuran dan daerah binaan (H’=3,4). Nilai Indeks Kemerataan Jenis (E’) menunjukkan nilai sedang (0,6) di ketiga lokasi. Nilai Indeks Kesamaan Komunitas Sorensen menunjukkan rendah di daerah kebun campuran-perumahan (0,48) dan di daerah kebun campuran-binaan (0,39), namun nilainya agak tinggi di daerah perumahan-binaan (0,51). Profil vegetasi riparian ideal meiliki 3 zona. Hanya daerah binaan Sangga Buana yang memiliki zona ideal dengan lebar riparian mencapai100- 200 m. Daerah binaan memiliki jumlah spesies pohon terbanyak (21 jenis) dibanding kedua daerah penelitian lainnya (daerah perumahan 15 jenis dan daerah kebun campuran 13 jenis). Daerah binaan merupakan daerah riparian yang dapat dijadikan model untuk daerah konservasi riparian sungai dari segi lebar riparian dan spesies tumbuhannya.
AKTIVITAS INHIBITOR ALFA GLUKOSIDASE DARI AKTINOMISET ASAL PHYLLOPLANE KELOR (Moringa oleifera) Noor Andryan Ilsan; Siti Nurfajriah; Maulin Inggriani
Bioma Vol. 14 No. 2 (2018): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.257 KB) | DOI: 10.21009/Bioma14(2).1

Abstract

The exploration of alternative natural products is one of the important focus for researcher. Microbes are still the best source for searching the bioactive compounds. Actinomycetes are Gram Positive bacteria which have been known able to produce various of bioactive compounds such as antimicrobials and enzyme inhibitors. The aims of this study were to isolate Actinomycetes from Moringa oleifera phyllosphere also evaluate the antimicrobial and alpha glucosidase inhibitor activities. The result of molecular 16s rRNA gene identification showed FKU 1 isolate had closest related to Nocardia rhamnosiphila. FKU 1 isolate had antimicrobial activities against E.coli, Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumonia, K. pneumonia ESBL, dan Vibrio sp. in vitro. FKU 1 also had alpha glucosidase inhibitor activity of 7.50 ± 1.59% at 0.01 µg mL-1 extract concentrations of compared to acarbose (control) of 8.41 ± 0.43%.
Physialis peruviana: BAHAN PANGAN DAN BIOAKTIVITASNYA Marina Silalahi
Bioma Vol. 14 No. 2 (2018): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.408 KB) | DOI: 10.21009/Bioma14(2).3

Abstract

Physialis peruviana by the Indonesian local community call is ciplukan, which originate from Colombia and Mexico. Local communities in Indonesia use of P. peruviana as fruit and traditional medicine, so its needs studies to explain nutritional value and bioactivity. This article was written based on a study of scientific articles published online or off line. Physialis peruviana is a source of potassium, provitamin A, vitamin C, iron, and several vitamin B-complexes. In traditional medicine, the P. Peruviana is used to cure chickenpox, anti-hypertension, cancer, leukemia, hepatitis, rheumatism, antispasmodics, diuretics, antiseptics, sedatives, and analgesics. Based on the biessay, the P. peruvina has activity as anti diabetes mellitus, antioxidant, anti cancer, and anti bacterial. Compounds of 4b-Hydroxywithanolide (4bHWE), withanolides, and physangulidines A-C from P. peruviana is compounds that have the activity of inhibiting cancer cell growth through apostosis.
TINJAUAN KHUSUS KOLEKSI TUMBUHAN BERUSIA TUA DI KEBUN RAYA CIBODAS Muhamad Muhaimin; Muhammad Efendi
Bioma Vol. 14 No. 2 (2018): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.592 KB) | DOI: 10.21009/Bioma14(2).5

Abstract

ABSTRACT Cibodas Botanical Garden (CBG) is one of the oldest institutions in Indonesia to concern in ex-situ plant conservation and montane plant research. This institution was established since 1852, initiated by introduction of quinine plant (Cinchona calisaya) for the first time in Indonesia. After that, CBG has brought many species of plants to be conserved and then further studied. As an institution that has been established for more than 166 years, CBG have many plants collection that are old or more than 50 years old. However, a study that discuss about old plants collection from CBG has not been widely carried out, even though the study is very important for manage and develop of plant conservation in CBG. Therefore, this paper aims to provide a review about old plants collection in CBG, ranging from about composition of taxa, distribution of collection, habitat origin, conservation status, management collection, and potential development in the future. The results of this paper are expected to further increase the value of the plant collection in CBG and provide guidance for administrator and all stakeholders to develop various potential found in CBG’s plant collection, especially from old plants collection. Keywords: Cibodas Botanical Garden, management collection, old plants collection, potential plants
STUDI EKOLOGI HABITAT, TEKNIK PERBANYAKAN DAN PENGOLEKSIAN DALAM RANGKA KONSERVASI EX-SITU ANDALIMAN (Zanthoxyllum acanthopodium DC.) Yati Nurlaeni; Decky Indrawan Junaedi
Bioma Vol. 14 No. 2 (2018): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.533 KB) | DOI: 10.21009/Bioma14(2).4

Abstract

Andaliman (Zanthoxyllum acanthopodium DC.) terkenal sebagai bumbu masak khas masyarakat suku Batak, Sumatera Utara. Tanaman ini tersebar alami di Indonesia hanya di bagian utara pulau Sumatera yaitu Aceh dan Sumatera Utara. Andaliman merupakan tanaman bernilai penting baik secara ekonomi, budaya, dan konservasi di Tapanuli Utara dan kawasan sekitar Danau Toba, Sumatera Utara. Tanaman ini dikenal sebagai tanaman yang sulit diperbanyak. Studi ini bertujuan untuk: (1) menginventarisasi sebaran Andaliman di kawasan alaminya dan kawasan pertanian di wilayah sekitar Danau Toba; (2) melakukan studi ekologi habitat Andaliman, termasuk data keragaman jenis pada soil seedbank pada habitat Andaliman; dan (3) mengumpulkan informasi teknik perbanyakan Andaliman dari petani Andaliman di kawasan sekitar Danau Toba. Studi sampling inventarisasi dilakukan di lima kabupaten di sekitar Danau Toba: Kabupaten Samosir, Kabupaten Tobasa (Toba-Samosir), Kabupaten Simalungun, Kabupaten Dairi, dan Kabupaten Kabanjahe. Andaliman secara umum di lima kabupaten ini ditemukan di ketinggian lebih dari 1000 m dpl, kawasan lereng dengan kemiringan relatif tinggi, tidak langsung terkena cahaya matahari dan atau terkena matahari langsung pada sebagian waktu. Sampel soil seed bank dari habitat Andaliman banyak mengandung biji dari Compositae, Melastomataceae, Lamiaceae, Solanaceae, dan Cannabaceae. Petani Andaliman di wilayah sekitar Danau Toba melakukan setidaknya tiga pendekatan untuk memperbanyak Andaliman. Pertama, Andaliman ditumbuhkan dengan cara membakar ladang atau lahan yang terdapat biji Andaliman yang sudah direndam air hangat sebelumnya. Pembakaran ladang/lahan akan memecah dormansi biji Andaliman. Kedua, Andaliman dibiarkan tumbuh alami setelah lahan dibersihkan untuk merangsang pertumbuhan soil seed bank Andaliman di tempat tersebut. Ketiga, Andaliman diperbanyak secara vegetatif dengan metode stek pucuk.

Page 1 of 1 | Total Record : 5