cover
Contact Name
Sarip Hidayat
Contact Email
mohsyarifhidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
metasastra@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra
ISSN : 20857268     EISSN : 25032127     DOI : -
Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra is a journal published by Balai Bahasa Jawa Barat, ISSN printed 2085-7268 and ISSN online 2503-2127. This journal is a literary research journal that publishes various research reports, literature studies, and literary papers on literature. Published periodically twice a year in June and December. This journal also serves as a media dissemination of information research results and literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2008)" : 13 Documents clear
RANDA BENGSRAT: EMANSIPASI, CINTA, DAN KEIMANAN Suminar, Cucu
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2008.v1i1.68-79

Abstract

Dalam cerita-cerita tentang wanita, ditemukan citra wanita sesuai dengan sudut pandang pengarangnya. Citra wanita pertama ialah yang bertingkah baik yang menampilkan sifat penurut dan berbakti kepada orang lain. Citra wanita kedua ialah wanita yang dapat mengekspresikan diri melawan dominasi pria. Salah satu roman yang menceritakan kehidupan wanita ialah Randa Bengsrat ‘Janda Utuh’. Randa Bengsrat merupakan roman Sunda karya Jus Rusamsi. Randa Bengsrat adalah sebuah roman (modern) yang cukup menarik dan mengesankan untuk bacaan generasi muda. Randa Bengsrat banyak membahas masalah-masalah aktual bertalian dengan perjuangan kaum wanita untuk menempatkan dirinya dalam masyarakat di Negara sedang berkembang yang bersifat majemuk, seperti Indonesia.
MANTRA BANJAR: BUKTI ORANG BANJAR MAHIR BERSASTRA SEJAK DAHULU Ali, Mahmud Jauhari
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2008.v1i1.44-51

Abstract

Pur sinupur/Bapupur di piring karang/Bismilah aku bapupur/Manyambut cahaya di bulan tarang/Pur sinupur/Kaladi tampuyangan/Bismilah aku bapupur/Banyak urang karindangan... Bait tersebut merupakan lantunan jampi-jampi Banjar yang sudah ada sejak dulu.
REFLEKSI ANAK INDIGO DALAM PEREMPUAN MENCARI TUHAN Nurfaidah, Resti
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2008.v1i1.80-90

Abstract

Anak indigo merupakan fenomena abad new age, abad millennium. Anak-anak tersebut kerapkali menunjukkan karakter yang cenderung aneh. Terkadang kehadiran mereka kerapkali menjadi bumerang bagi lingkungan sekitarnya, bahkan, mereka sering dicap sebagai anak berperilaku menyimpang. Terlebih lagi bagi orang tua yang tidak sabar cenderung membawa anak indigo ke pusat rehabilitasi mental. Salah satu sebab yang membedakan anak indigo dengan anak lainnya mereka senantiasa menunjukkan perilaku aneh. Padahal tanpa mereka sadari kebanyakan anak indigo memiliki intelegensi di atas rata-rata atau bahkan kemampuan yang belum tentu dimiliki anak sebayanya. Sementara itu, salah seorang psikoterapis senior di Indonesia mengatakan bahwa anak indigo merupakan anak abnormal karena terjadinya kerusakan pada sistem otak. Sehubungan dengan hal itu anak indigo harus mendapatkan penanganan yang tepat sejak awal dan mereka harus dianggap sebagai anak biasa. Berbeda dengan kondisi di negeri ini, Amerika menjadikan anak indigo sebagai asset yang sangat berharga. Di sana anak indigo dilibatkan dalam penanganan kasus kriminal. Semakin maraknya anak indigo tersebut, banyak penulis yang mengangkat hal itu ke dalam karya mereka. Salah satu di antaranya dapat kita temukan dalam novel Perempuan Mencari Tuhan yang ditulis oleh Yudhistira. Novel tersebut bercerita tentang konflik antara anak indigo dan lingkungan sekitarnya. Lingkungan tersebut menunjukkan sikap tidak berterima kepada anak indigo. Tokoh Garnet menjadi korban ketidakberterimaan atas kelebihan yang dimilikinya. Hal itu menimbulkan kekecewaan dalam diri Garnet dan ia tidak bisa menerima kondisi itu. Hal itu tanpa sengaja membawanya menuju pintu gerbang pencarian jalan menuju Tuhan. Sayang sekali Tuhan Mahakuasa yang ingin ia temui didapatinya di penghujung ajalnya. Novel tersebut sarat dengan penyampaian konflik antara lingkungan dan anak istimewa itu.

Page 2 of 2 | Total Record : 13