cover
Contact Name
Sarip Hidayat
Contact Email
mohsyarifhidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
metasastra@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra
ISSN : 20857268     EISSN : 25032127     DOI : -
Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra is a journal published by Balai Bahasa Jawa Barat, ISSN printed 2085-7268 and ISSN online 2503-2127. This journal is a literary research journal that publishes various research reports, literature studies, and literary papers on literature. Published periodically twice a year in June and December. This journal also serves as a media dissemination of information research results and literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 1 (2012)" : 12 Documents clear
TEKS TARLING: REPRESENTASI SASTRA LIMINALITAS (ANALISIS FUNGSI DAN NILAI-NILAI) (Tarling Text : Representation of Liminality Literature [Functional Analysis and Values]) Mulyani Supriatin, Yeni
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2012.v5i1.92-101

Abstract

Sastra lisan Jawa-Cirebon cukup beragam, tetapi yang menarik dicermati adalah seni tarling. Dua hal yang menarik dalam tarling, pertama, ia dipandang sebagai hasil budaya hibrid, kedua, jika dibandingkan dengan jenis sastra lisan Jawa-Cirebon lainnya, seni tarling dipandang paling representatif mewakili sastra Jawa-Cirebon sebagai sastra liminalitas.  Makalah ini akan menggambarkan sastra Jawa- Cirebon khususnya teks tarling sebagai representasi sastra liminalitas. Melalui representasi tarling yang merupakan sastra liminalitas akan tergambarkan bagaimana sifat-sifat atau watak masyarakat liminalitas, seperti sikap toleran, menghargai budaya orang lain, atau menghargai perbedaan, dan merasa memiliki seni tradisi sebagai kekayaan budaya sendiri tanpa memperhitungkan asal-usulnya. Selain itu, melalui lirik-lirik dan filosofi yang melekat dalam tarling juga terungkap fungsi seni tarling  dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menerapkan teknik wawancara dan studi pustaka.Abstract:Oral literature of Javanese-Cirebon is quite divers. However, but the thing that should be taken into concerned is tarling. Two interesting things in tarling are described in this paper. First, it is considered as a product of a hybrid culture. Second, compared to other types of other oral literature of  Javanese-Cirebon, tarling considered the most suitable representation of Javanese-Cirebon literature as literary liminality. This paper  will describe the Javanese-Cirebon literature particular in tarling texts in as liminality literary representation. Through a tarling rep- resentation as literary liminality, it will be illustrated how  the characters of public liminality are, including, tolerance, respecting other culture, or appreciating the difference, realizing to have a art tradition as their own cultural richness  regardless of its origin. In addition, through the lyrics and the philosophical inherent it is revealed in tarling that there is the function of it in the society. This study uses qualitative methods by applying interview techniques and literature.
KEARIFAN LOKAL CERITA SANGKURIANG:MENUJU KETAHANAN BANGSA (Local Wisdom of Sangkuriang Story:Toward The Endurance of Nation) Supriadi, Asep
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2012.v5i1.1-10

Abstract

Nilai-nilai kearifan lokal sebagai pancaran kultural yang dimiliki bangsa Indonesia telah lama dikenal dalam kekayaan budaya dan peradaban yang bermartabat. Nilai-nilai kearifan lokal dalam cerita rakyat nusantara  perlu terus digali, dilestarikan, dan dikembangkan lebih lanjut, misalnya dalam cerita Sangkuriang. Cerita Sangkuriang  merupakan cerita rakyat Sunda yang sudah dikenal masyarakat luas di Indonesia. Cerita ini pernah diangkat ke dalam film layar lebar, film kartun, sinetron, drama, dan buku. Cerita rakyat Sangkuriang mengandung beberapa nilai budaya, di antaranya (1) nilai hedonisme, yaitu nilai yang memberikan kesenangan; (2) nilai artistik, yaitu nilai yang memanifestasikan suatu seni; (3) nilai kultural, yaitu nilai yang berhubungan dengan kemasyarakatan, peradaban, dan kebudayaan; (4) nilai etika, moral, dan agama; (5) nilai praktis.Abstract:Values of local wisdom as cultural reflection of Indonesia have been long known for its cultural richness and dignified civilization.  The values in Indonesian  folklore need to be ex- tracted, preserved, developed further, like Sungkariang story. The story is one of Indonesia Sundanese folklore that has been already known in Indonesia. The story has been made into films, cartoons, TV serial, plays, and books. Sangkuriang folklore has several cultural values, includ- ing, (1) the hedonism value,  the value of giving  pleasure, (2) artistic value, the value of manifest- ing  the art, (3) cultural value,  associated with social values, civilization, and culture,(4)  ethics, morals and religion value, and (5) practical value.

Page 2 of 2 | Total Record : 12