cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Majalah Farmasi dan Farmakologi (Trends in Pharmacy and Pharmaceutical Sciences)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 14107031     EISSN : 26556715     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmasi dan Farmakologi diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin tiga kali setahun, yaitu pada Bulan April, Agustus, dan Desember dengan ISSN 1410-7031 dan e-ISSN 2655-6715 yang berisi tulisan atau artikel tentang hasil penelitian atau telaah literatur dalam bidang kefarmasian seperti farmakologi, farmakognosi, fitokimia, kimia farmasi, teknologi farmasi, dan mikrobiologi.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 23 No. 2 (2019): MFF" : 6 Documents clear
EFEK MINYAK ATSIRI DAUN NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH) TERHADAP KADAR MDA TIKUS YANG DIPAPAR ASAP ROKOK Reni - Tangko
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 23 No. 2 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v23i2.6802

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas peredaman radikal bebas dari minyak atsiri daun nilam (Pogostemon cablin Benth.) yang dibuat dalam sediaan air spray melalui pengukuran parameter stress oksidatif pada tikus yang dipapar asap rokok. Hewan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tikus (Rattus norvegicus) sebanyak 30 ekor dibagi ke dalam 5 kelompok dimana setiap kelompok terdiri atas 6 ekor tikus. Kelompok 1 (kontrol sehat) diberikan aqua destillata selama 7 hari; kelompok 2 (kontrol negatif) dipapar asap rokok; kelompok 3 (kontrol positif) dipapar asap rokok dan diberikan vitamin C; kelompok 4 dipapar asap rokok dan disemprotkan air spray minyak atsiri; kelompok 5 dipapar asap rokok terlebih dahulu, lalu 10 menit setelah pemaparan asap rokok, tikus disemprotkan air spray minyak atsiri. Perlakuan terhadap hewan uji dilakukan selama 7 hari dan hari ke-delapan dilakukan pengambilan darah untuk pemeriksaan parameter MDA serum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tikus yang dipapar asap rokok dan disemprotkan spray minyak nilam memiliki kadar malondialdehid serum yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol negatif. Hal ini dapat disimpulkan bahwa senyawa minyak atsiri daun nilam berpotensi sebagai penangkal radikal bebas asap rokok di udara.
UJI ANTIMIKROBA MINYAK ATSIRI MASOYI (Massoia aromatica) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans Rollando Rollando
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 23 No. 2 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v23i2.6585

Abstract

Karang gigi merupakan salah satu keadaan patologis dari gigi. Salah satu penyebab karang gigi adalah bakteri Streptococcus mutans. Bakteri tersebut tidak bekerja sendiri tetapi didukung oleh beberapa faktor lainnya yaitu host (gigi dan saliva), substrat (makanan), dan waktu. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam pencegahan tumbuhnya karang gigi adalah dengan mengontrol akumulasi plak pada permukaan gigi. Tumbuhan masoyi merupakan salah satu tumbuhan yang tumbuh di Indonesia. Dari kajian teoritis yang ada, minyak atsiri masoyi (Massoia aromatica) mengandung senyawa yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas minyak atsiri masoyi (Massoia aromatica) sebagai antibakteri terhadap  Streptococcus mutans dengan melihat nilai KBM (Kadar Bunuh Minimum) dan KHM (Kadar Hambat Minimum). Penentuan nilai KBM dan KHM dilakukan metode kualitatif dan kuantitatif. Pada pengujian dengan metode kualitatif dilakukan  disc diffusion test, metode dilusi cair, dan metode dilusi padat. Sedangkan pada pengujian kuantitatif dilakukan metode mikrodilusi. Penelitian ini menggunakan 8 konsentrasi yaitu 2000, 1000, 500, 250, 125, 62,5, 31,25, dan 15,625 µg/mL. Hasil penelitian dengan metode kualitatif menunjukkan nilai KHM didapatkan pada konsentrasi 500 µg/mL dan nilai KBM didapatkan pada konsentrasi lebih dari 2000 µg/mL. Hasil penelitian dengan metode kuantitatif menunjukkan nilai IC50 85,047 µg/mL dan IC90 491,481 µg/mL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah minyak atsiri masoyi (Massoia aromatica) terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.
SKRINING POTENSI PROBIOTIK DAN SITOTOKSIK BAKTERI Weisella confusa ISOLAT DANGKE SAPI Nana Juniarti Natsir Djide; Rangga Meidianto Asri
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 23 No. 2 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.562 KB) | DOI: 10.20956/mff.v23i2.6953

Abstract

Kasus kanker kolorektal mengalami peningkatan setiap tahunnya di seluruh dunia. Salah satu upaya pencegahan kanker kolorektal ialah melalui konsumsi probiotik. Weisella confusa tergolong dalam kelompok bakteri asam laktat, isolasi bakteri ini dangke merupakan hal yang baru dan aktivitas probiotik dari isolat ini belum diketahui. Penelitian ini bertujuan menguji sifat probiotik W. confusa isolat dangke dan potensi sitotoksiknya terhadap larva udang Artemia salina sebagai skrining awal efek antikanker. Metode pengujian sifat probiotik meliputi uji toleransi terhadap pH rendah dan uji toleransi terhadap garam empedu. Skrining efek sitotoksik dilakukan menggunakan metode BSLT(Brine Shrimp Lethality Test) menggunakan hasil fermentasi 72 jam dari isolat. Berdasarkan hasil pengujian, W. confusa isolat dangke menunjukkan sifat toleran terhadap pH 2 dan garam empedu 0,3%. Hasil uji sitotoksikmenunjukkan bahwa filtrat hasil fermentasi memiliki nilai LC50 lebih dari 1000 µg/ml yang menandakan sampel tidak berefek sitotoksik.Disimpulkan bahwabakteri W.confusa isolat dangke menunjukkan potensi sebagai probiotik namun tidak bersifat sitotoksik sehingga tidak berpotensi untuk dilanjutkan pada uji antiproliferasi terhadap sel kanker. Pengujian aktivitas biologis lainnya disarankan untuk mengetahui potensi lain dari bakteri ini.
Pengaruh Penambahan Beeswax terhadap Kestabilan Fisik Lip Balm Berbasis Bioaktif Kakao Ruqayyah Ruqayyah
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 23 No. 2 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v23i2.6794

Abstract

Biji kakao telah dimanfaatkan di Indonesia dalam proses produksi makanan, minuman dan produk farmasi. Dalam dunia farmasi biji kakao memiliki komponen bioaktif yakni, lemak kakao dan polifenol yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan lip balm. Lemak kakao memiliki kekurangan karena dapat membentuk kristal polimorf yang dapat diatasi dengan penambahan beeswax. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan beeswax pada berbagai konsentrasi terhadap kestabilan fisik lip balm yang akan diperoleh dengan menggunakan bioaktif kakao. Dalam penelitian ini uji kestabilan fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya oles dan uji titik lebur. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa warna, bentuk sediaan, uji homogenitas dan uji daya oles pada semua formula yang dibuat sama. Sedangkan uji titik lebur diperoleh hasil yang berbeda-beda yakni pada F0 45oC, F1 50 oC, F2 52 oC, dan F3 55 oC.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) TERHADAP KADAR ENZIM LDH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI ASAP ROKOK Mu'minisa Bahrun; Sukamto S. Mamada; Subehan Lallo; Sumarheni Sumarheni
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 23 No. 2 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v23i2.8324

Abstract

Partikel-partikel asap rokok diketahui mengandung tingkat radikal bebas tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan atau kematian sel organ-organ di dalam tubuh. Peningkatan enzim Laktat dehidrogenase (LDH) dapat digunakan sebagai biomarker pada saat terjadi kerusakan atau kematian sel tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek terapi dari ekstrak temu putih (ETP) terhadap kadar enzim LDH tikus (Rattus norvegicus) yang diinduksi asap rokok. Sebanyak 12 ekor tikus diinduksi asap rokok selama 30 menit dengan menggunakan 10 batang rokok perhari kemudian diberikan vitamin C dosis 100mg/ml sebagai kontrol positif, ETP dengan dosis 70mg/200gBB dan dosis 105mg/200gBB. Penginduksian dilakukan selama 30 hari kemudian dilakukan pengambilan sampel darah. Pengukuran kadar enzim LDH menggunakan reagen kit diagnostik pada instrument ABX Pentra 400. Uji Oneway ANOVA menunjukkan bahwa pemberian ETP secara peroral pada hewan coba tikus menunjukkan penurunan kadar LDH pada setiap dosis yang digunakan yaitu 70mg/200gBB dan 105mg/200gBB dengan perbedaan secara nyata dibandingkan kelompok kontrol negatif (p<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ETP dosis 70 mg/200gBB dan 105mg/200gBB memberikan efek terapi dengan menurunkan kadar enzim LDH pada tikus yang diinduksi asap rokok.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PERASAN JERUK MANIS (Citrus sinensis) DAN JERUK PURUT (Citrus hystrix) MENGGUNAKAN METODE ABTS anita dwi puspitasari
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 23 No. 2 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v23i2.6978

Abstract

Tubuh membutuhkan antioksidan untuk menangkal bahaya radikal bebas yang berpengaruh terhadap kesehatan. Antioksidan dapat mencegah terjadinya berbagai penyakit degenaratif dan penyakit lainnya. Buah jeruk manis (Citrus sinensis) dan Buah jeruk purut (Citrus hystrix) mengandung senyawa flavonoid dan vitamin C sehingga berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan perasan jeruk manis dan jeruk purut dengan metode ABTS (2,2-Azinobis(3-ethylbenzothiazoline)-6-sulfonic acid).Buah jeruk manis dan jeruk purut dicuci bersih dan diperas sehingga dihasilkan perasan jeruk manis dan jeruk purut. Perasan jeruk manis dan jeruk purut diidentifikasi kandungan senyawa flavonoidnya dengan serbuk magnesium dan HCl pekat sebagai pereaksi dan kandungan vitamin Cnya dengan pereaksi benedict. Pengukuran aktivitas antioksidan pada perasan jeruk manis dan jeruk purut dengan metode ABTS dilakukan menggunakan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang maksimum 753,2 nm, operating time 30 menit dan vitamin C sebagai kontrol positif.Hasil identifikasi kualitatif menunjukkan bahwa perasan jeruk manis dan jeruk purut mengandung senyawa flavonoid dan vitamin C yang keduanya ditandai dengan perubahan warna dari kuning menjadi jingga. Perasan jeruk manis memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50sebesar 71,34±0,69 ppm, jeruk purut sebesar 67,92±1,75 ppm dan vitamin C sebesar 7,25±0,02 ppm. Perasan jeruk manis dan jeruk purut termasuk antioksidan kuat jika dibandingkan dengan vitamin C.

Page 1 of 1 | Total Record : 6