cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TATA KELOLA SENI
ISSN : 24429589     EISSN : 26147009     DOI : -
Jurnal Tata Kelola Seni adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Tata Kelola Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian dan tinjauan buku dalam bidang tata kelola, terkhusus di wilayah seni.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017" : 5 Documents clear
Strategi Pengelolaan Pelatihan pada Kelompok Teater (Studi Kasus Pengajian Tubuh Tony Broer) Teuku Zulfajri
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.311 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v3i2.2636

Abstract

Latihan olah tubuh merupakan kewajiban bagi setiap aktor untuk mewujudkan tubuh yang luwes dan sigap di saat pertunjukan dalam kelompok teater. Hal ini merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan karena akan memberikan suatu nilai positif terhadap muatan materi yang dipentaskan dalam teater. Pengajian Tubuh Tony Broer merupakan kelompok latihan teater yang berbasis di Yogyakarta yang juga mengedepankan olah tubuh sebagai rutinitas latihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pengelolaan kegiatan pelatihan pada kelompok Pengajian Tubuh Tony Broer. Pentingnya penelitian ini adalah untuk memetakan proses keberlangsungan sebuah kelompok seni pertunjukan dan menggali sejauhmana kelompok ini memaknai olah tubuh dan manfaatnya, tidak hanya dalam pentas teater tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil analisis deskriptif yang dilakukan menunjukkan bahwa pengelolaan latihan di bawah Pengajian Tubuh yang dilakukan oleh Tony Broer mengedepankan pada latihan tubuh yang disiplin untuk menghasilkan kekuatan dan ketahanan tubuh aktor. Body exercise is an obligation for every actor to realize a flexible body and sprightly when the performance in the theater group. This is an inseparable part because it will give a positive value to the material content staged in the theater. Tony Broer's Body Study is a group of theater exercises based in Yogyakarta that also emphasizes exercise as an exercise routine. The purpose of this study is to find out how the strategy of management training activities in Tony Broer's Body Study Group. The importance of this research is to map the sustainability process of a performing arts group and explore the extent to which this group understands the exercise and its benefits not only in theater performances but also in everyday life. The research method used is qualitative research method with descriptive case study. Data collection techniques used through observation, interviews, documentation studies, and literature study. The result of descriptive analysis showed that the management of the exercises under Body Studies performed by Tony Broer prioritizes disciplined body exercises to produce the strength and endurance of the actor's body.
Strategi Pengembangan Komunitas “Dazzle Voices” terhadap Minat Penonton dalam Konser Opera Nooraida Heriyanti
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.57 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v3i2.2607

Abstract

Abstrak Seni pertunjukan sangat dekat dengan kehidupan manusia. Beragam jenis seni pertunjukan bermunculan di Indonesia khususnya di Yogyakarta, salah satunya Konser Opera. Namun sayangnya, dalam masyarakat Indonesia masih banyak yang belum mengetahui dan mau menikmati jenis pertunjukan ini. Pada saat musik klasik khususnya Konser Opera menghadapi tantangan baru dalam usahanya menarik dan mempertahankan penonton, para pelaksana dalam hal ini komunitas, tentunya sangat menginginkan informasi apa yang membuat berhasil dan apa yang tidak dalam menarik minat penonton. Komunitas mencoba mencari cara baru untuk mengembangkan dan meningkatkan daya tarik penonton. Selama ini Musik Opera dipandang sebagai ‘Musik kelas atas’ dan hanya dinikmati oleh kalangan tertentu saja. Dazzle Voices kembali memperkenalkan musik klasik, khususnya Musik Opera kepada masyarakat umum, khususnya di Yogyakarta sebagai Kota Budaya dan Kota Pelajar. Sebagai komunitas nonprofit, Dazzle Voices merasa belum memiliki strategi yang objektif untuk menghadapi persaingan dalam lingkungan yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alternatif strategi yang dapat dipilih secara objektif menggunakan EFE, IFE, dan SWOT Matrix oleh Komunitas Dazzle Voices. Strategi ini dapat digunakan untuk membantu mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan minat penonton terhadap konser opera.Kata kunci: konser opera, strategi management, IFE, EFE, SWOT matriks  Abstract Performing art is very close to human life. Various types of performing arts popping up in Indonesia especially in Yogyakarta, one matter Concert Opera. However, in Indonesian society there are still many who do not know and want to enjoy this kind of show. While Classical Music, especially Opera Concerts aired on an exciting and sustained journey of viewers, the executors in this community certainly desperately wanted what information was made to work. The community is trying to find new ways to develop and increase the attractiveness of the audience. All this time Opera Music appeared as 'Top music' and only enjoyed by certain circles only. Dazzle Voices rewake music classical music special Opera to the general public, especially Yogyakarta as a cultural city and student city. With the non provit community, Dazzle Voices feels that they do not yet have an objective strategy for dealing with competition in a dynamic environment. This study aims to determine alternative strategies that can be selected objectively using EFE, IFE, and SWOT Matrix by Dazzle Voices community. This strategy can be used to help identify things that relate to audience interest in opera concerts. Keywords: opera concert, management strategy, IFE, EFE, SWOT matrix
Eksistensi Sanggar Singlon Kabupaten Kulon Progo Lusia Hestiningtyas
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.308 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v3i2.2608

Abstract

Abstrak Kebudayaan merupakan unsur penting sebuah bangsa. Kebudayaan merupakan jati diri bangsa dan menjadi kekayaan bangsa. Keberlangsungan kebudayaan daerah perlu dijaga keutuhan dan pelestariannya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yakni memberikan wadah bagi masyarakat untuk tetap memeliharanya dan yang mampu menjadi fasilitas pelestarian budaya yakni sebuah sanggar. Upaya menjaga sanggar yakni dengan cara pemasaran yang tepat. Salah satu Sanggar di Kulon Progo, yakni Sanggar Singlon memiliki strategi pemasaran yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi pemasaran yang diterapkan oleh Sanggar Singlon untuk menjaga eksistensi dan kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan sanggar tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa strategi pemasaran Sanggar Singlon Kulon Progo didasarkan pada dua aspek yakni figur dan komitmen penyajian karya terbaik. Bapak Joko Mursito selaku Ketua Sanggar merupakan figure yang tidak berorientasi pada keuntungan materi, namun nama baik Sanggar Singlon dalam menampilkan karya-karya terbaiknya. Sanggar singlon berkomitmen untuk selalu tampil terbaik dalam setiap pertunjukan karyanya. Sanggar Singlon memiliki visi untuk menciptakan suatu karya seni yang mampu menjadi ciri khas kesenian Kulon Progo. Salah satu karya mereka yakni Musik Krumpyung. Strategi pemasaran Musik Krumpyung dilakukan dengan menjadikan Musik Krumpyung sebagai materi pengetahuan umum atau muatan lokal di sekolah-sekolah Kulon Progo. Kata kunci: sanggar, strategi pemasaran, figur, dan komitmen sanggar  Abstract Culture is an important element of a nation. Culture is a national identity and a wealth of the nation. The sustainability of the local culture needs to be maintained for its wholeness and preservation. One of the efforts that can be done is to provide a place for the community to maintain it and that can be a cultural preservation facility that is a studio. Efforts to maintain the studio that is with the right way of marketing. One of the Sanggar in Kulon Progo, Sanggar Singlon has an interesting marketing strategy. This study aims to analyze how marketing strategies implemented by Sanggar Singlon to maintain the existence and public confidence in the existence of the Studio. The method used in this research is qualitative method. Data collection was done by observation and interview. The results of this study explain that the marketing strategy Sanggar Singon Kulon Progo is based on two aspects namely the figure and commitment of the presentation of the best work. Mr. Joko Mursito as chairman of Sanggar is a figure that is not oriented to material gain, but the name of Sanggar Singlon in performing his best works. Singlet Singles is committed to always perform best in every show of his work. Sanggar Singlon has a vision to create a work of art that can be characteristic of art Kulon Progo. One of their works is Krumpyung Music. Krumpyung Music marketing strategy is done by making Krumpyung Music as a matter of general knowledge or local content in Kulon Progo Schools. Keywords: studio, marketing strategies, figures, and studio commitments
Pelestarian Kawasan Cagar Budaya Tuk Umbul Warungboto Berbasis Masyarakat Desy Sugianti
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.605 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v3i2.2610

Abstract

Abstrak Yogyakarta merupakan salah satu daerah di Indonesia yang mampu menghadirkan banyak jenis destinasi dengan kebudayaan sebagai komponen utamanya. Salah satu yang menjadi potensi destinasi adalah keberadaan kawasan cagar budaya yang dimiliki oleh Kota Yogyakarta yaitu kawasan Pesanggrahan Warungboto atau biasa disebut juga Pesanggrahan Rejowinangun. Pesanggrahan ini merupakan pesanggrahan milik Keraton Yogyakarta yang dulunya digunakan oleh sultan Hamengkubawana ke II. Situs ini memiliki Tuk Umbul di dalamnya. Tuk umbul merupakan sebuah kawasan cagar budaya yang pengembangannya telah dilakukan secara berkelanjutan. Hingga saat ini kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai salah satu kawasan cagar budaya di bawah pengelolaan Dinas Kebudayaan DIY. Perkembangan pelestarian cagar budaya Tuk Umbul dalam hal kepengurusan, saat ini sedang serius dialihkan berbasis masyarakat. Saat ini masyarakat sekitar telah membentuk sebuah komunitas pemerhati kawasan situs Tuk Umbul. Dalam penelitian ini dibahas mengenai upaya komunitas pemerhati dalam hal pelestarian kawasan cagar budaya Tuk Umbul. Temuan di lapangan dan dari hasil wawancara serta dokumentasi terhadap subjek dan objek penelitian yaitu situs Tuk Umbul menunjukkan bahwa dalam hal pembentukan kepengurusan kawasan situs Tuk Umbul masih dalam proses peningkatan SDM untuk mengisi struktur kepengurusan yang nantinya akan dibentuk legalitas untuk dapat sepenuhnya mampu menjalankan visi dan misi yang diagendakan oleh komunitas terhadap kawasan situs cagar budaya Tuk Umbul.Kata kunci: pelestarian kawasan, cagar budaya, berbasis masyarakat, tuk umbul warungboto  Abstract Yogyakarta is one of the regions in Indonesia that is able to present many types of destinations with culture as its main component. One of the potential destinations is the existence of cultural heritage areas of Yogyakarta, namely the Warungboto Pesanggrahan area or commonly called the Pesanggrahan Rejowinangun. This guesthouse is a pesanggrahan owned by the Yogyakarta Palace which was used by the Second Sultan Hamengkubawana. This site has Tuk Umbul in it. Tuk umbul is a cultural heritage area whose development has been carried out sustainably. Until now the area has been designated as one of the cultural heritage areas under the management of the DIY Cultural Service. The development of the preservation of Tuk Umbul cultural heritage in terms of management, is currently being seriously transferred by the community. Currently the surrounding community has formed a community that observes the Tuk Umbul site area. In this study discussed the efforts of the community observers in terms of preserving the cultural heritage area of Tuk Umbul. The findings in the field and from the results of interviews and documentation on the subject and object of the research, namely the Tuk Umbul site indicate that in terms of establishing the Tuk Umbul site management board is still in the process of increasing human resources to fill the management structure, which will be formed to be able to fully implement the vision and mission which was scheduled by the community towards the Tuk Umbul cultural heritage site area. Keywords: preservation of the area, cultural heritage, community based, for pennant warungboto
Strategi Pengelolaan Sanggar Seni Sidoum di Kota Langsa, Aceh Rininta Yulia Kartika
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.272 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v3i2.2635

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pengelolaan Sanggar Seni Sidoum dalam upaya mewujudkan manusia yang berbudaya, mandiri, dan juga menjadi pusat informasi yang menjadi wadah komunikasi para seniman dalam pengembangan seni dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab dua permasalahan yang diajukan: pertama, strategi apa yang semestinya diterapkan oleh pengelola dalam rangka menjaga eksistensi di tengah persaingan global; kedua, bagaimana rancangan penerapan strategi pada Sanggar Seni Sidoum. Untuk membedah permasalahan tersebut, digunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan alat pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan dengan metode SWOT untuk mengkaji permasalahan, baik dalam lingkup internal dan eksternal. Sumber data diperoleh di lokasi penelitian dengan menentukan key person yang kompeten dan sumber data tertulis yang mendukung dan relevan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Sanggar Seni Sidoum perlu melakukan pemilihan strategi berupa penggunaan setiap kekuatan (strength) untuk menghadapi segala ancaman (threat) dengan melakukan penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk dan ofensif yang menggunakan strategi mempertahankan dan memelihara, sehingga Sanggar Seni Sidoum dapat dikelola dengan baik dan mewujudkan manusia yang berbudaya, mandiri, serta menjadi pusat informasi yang menjadi wadah komunikasi para seniman untuk perkembangan seni dan budaya. This study examines the management of Sidoum Art Studio in an effort to realize humanity that is cultured, self-reliant and also become the information center which become the communication container of artists in the development of art and culture. The purpose of this study is to answer two things proposed: first, what strategy should be implemented by managers in the scope to maintain existence in the midst of global competition; both strategies in Sidoum Art Studio. To dissect it, a qualitative approach is used, using tools. Observational data, interviews, and literature study. Data analysis by SWOT method to study the problem both internal and external scope. Data sources were obtained at the research sites by determining the key of competent persons and supporting and relevant written data sources. The results of this study indicate that Sidoum Art Studio needs to do a strategy to achieve all the power by penetrating the market, market development, product development and intensive strategy, Sidoum Art Studio can be managed well and manifest humanity that is cultured, independent, and become the center information that becomes a place of communication of artists for the development of art and culture.

Page 1 of 1 | Total Record : 5