cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TATA KELOLA SENI
ISSN : 24429589     EISSN : 26147009     DOI : -
Jurnal Tata Kelola Seni adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Tata Kelola Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian dan tinjauan buku dalam bidang tata kelola, terkhusus di wilayah seni.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2018): Desember 2018" : 5 Documents clear
Membangun Ruang Kreatif Desa Perdamaian di Dusun Srumbung Gunung, Desa Poncoruso “Mewujudkan Persatuan Dalam Perbedaan” Iwan Firman Widiyanto
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 4, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.427 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v4i2.3084

Abstract

Abstrak Perkembangan paham radikalisme di Indonesia menjadi permasalahan yang serius. Hal tersebut dikarenakan paham tersebut tidak bisa menerima perbedaan budaya dan agama yang beraneka ragam di Indonesia. Fenomena tersebut mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tulisan ini mengupayakan sebuah desain yang komprehensif dan sistematis berkaitan dengan pembentukan dan pengembangan Ruang Kreatif Desa Perdamaian (RKDP) di Dusun Srumbung Gunung, Desa Poncoruso, Kecamatan Bawen, Kabupaten Jawa Tengah. Dusun tersebut mempunyai modal sosial dan budaya yang sangat kuat, yaitu masih menjaga nilai-nilai kerukunan hidup di antara umat yang beraneka ragam dan masih memelihara budaya dan adat istiadat dengan sangat baik. Dusun tersebut juga menyimpan potensi seni, pusaka saujana, dan situs bersejarah. RKDP dibentuk untuk menjadi salah satu upaya mempromosikan kehidupan yang rukun dan kreatif kepada dunia untuk mendukung perdamaian. Selain itu, pembentukan RKDP selanjutnya mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakatnya, serta sebagai upaya mendukung tujuan masyarakat global dengan agenda Sustainable Development Goals yang dicita-citakan terwujud pada tahun 2030. Abstract The development of radicalism in Indonesia has become a serious problem. This is because these understandings cannot accept diverse cultural and religious differences in Indonesia. This phenomenon threatens the integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia. This paper seeks a comprehensive and systematic design relating to the formation and development of the Peace Village Creative Space (RKDP) in Srumbung Gunung hamlet, Poncoruso Village, Bawen District, Central Java Regency. The hamlet has a very strong with social and cultural capital, which still maintains harmony values among diverse people and still maintains culture and customs very well. The hamlet also holds the potential of art, saujana (View) heritage and historic sites. RKDP was formed to be one of the efforts to promote harmonious and creative life to the world to support peace. In addition, the establishment of the RKDP will further improve the economic welfare of the community. In addition, it is also an effort to support the goals of the global community with the goal of the Sustainable Development Goals aspired to be realized in 2030.
Analisis Manajemen Pemasaran Rumah Produksi dan Promosi Alat Musik Tradisional Sasando Rolfi Junyanto Is Natonis
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 4, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.696 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v4i2.3085

Abstract

Abstrak Dalam penelitian ini menggunakan metode desriptif kualitatif. Langkah yang digunakan yaitu melakukan analisis data dan analisis SWOT. Hasil penelitian pertama, berdasarkan tahap analisis terhadap strategi yang tepat dilakukan oleh pengelola dalam memasarkan Rumah Produksi dan Promosi Sasando adalah menjaga dan mempertahankan posisi pada indikator internal huruf E, yaitu memiliki jaringan kerja sama dengan pemerintah yang selama ini sudah dilakukan. Kebijakan yang umum dari strategi ini adalah dengan melakukan penetrasi pasar dan mengembangkan produk. Artinya pengelola perusahaan harus mempertahankan posisinya dengan terus mengembangkan karya-karya seperti membuat karya dalam bentuk alat musik dan miniatur/cendera mata. Kedua, berdasarkan kuadran analisis SWOT yang menunjukkan posisinya berada pada kuadran IV yaitu menggambarkan situasi organisasi sangat buruk, karena di samping berbagai kelemahan internal, timbul ancaman dari luar, strategi defensif dapat meningkatkan ketangguhan setiap keunggulan bersaing yang dimiliki perusahaan bila dikombinasikan dengan strategi ofensif untuk meningkatkan keunggulan bersaing perusahaan. Jenis strategi defensif dapat dibagi dalam dua bagian besar, yaitu strategi menangkis (deterrence) dan strategi tanggapan (response). Abstract In this resarch using qualitative descriptive method. The step used are doing data analysis and SWOT analysis. The first results of the research, based on the analysis phase of the appropriate strategy carried out by the manager in marketing Sasando Production and Promotion Houses, are maintaining and maintaining the position on the internal indicator letter E, which has a network of cooperation with the government. The general policy of this strategy is to penetrate the market and develop products. This means that company managers must maintain their position by continuing to develop works such as making works in the form of musical instruments and miniatures/souvenirs. Secondly, based on the SWOT analysis quadrant which shows its position in quadrant IV, it describes the organizational situation is very bad, because in addition to various internal weaknesses arising from outside threats, defensive strategies can increase the resilience of each company competitive advantage when combined with offensive strategies to improve competitive advantage company. This type of defensive strategy can be divided into two major parts, namely deterrence strategies and response strategies.
Drum Corps dalam Perspektif Seni Kontemporer Studi Kasus Finalis The Drum Corps International World Championships Dhiya'ul Fajri
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 4, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.356 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v4i2.3086

Abstract

Artikel ini ingin mengidentifikasi perkembangan drum corps pada masa kini melalui perspektif seni kontemporer, yaitu mencari jawaban atas pertanyaan berikut: Bagaimana memahami bentuk-bentuk seni kontemporer disertakan dalam drum corps yang berkembang pada masa kini? Studi kasus dalam artikel ini adalah Santa Clara Vanguard (SCV), sebuah korps yang tampil sebagai finalis di ajang The Drum Corps International World Championships (DCIWC)pada 2018.Beberapa identifikasi mengenai bentuk-bentuk seni kontemporer yang disertakan dalam penampilan SCV ini, menurut pemahaman penulis, terdiri dari 3 unsur pokok: 1)Penggunaan tarian/koreografi kontemporer; 2)Penggarapan aransemen musik yang mengacu pada harmonisasi abad ke-20; 3)Penggarapan formasi yang tidak lazim dengan manuver-manuver yang gesit dan sangat variatif.Terlepas dari kontroversi di seputar drum corps kontemporer, menurut penulis keberadaan SCV menjadi bukti kuat bahwa drum corps memang sedang berkembang mengikuti zaman, dan bentuk seni kontemporer memang ada dan mengiringi perjalanan drum corps pada masa kini.
Museum dan Galeri (Tantangan dan Solusi) Sasferi Yendra
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 4, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.727 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v4i2.3088

Abstract

Abstrak Latar belakang penelitian ini adalah fenomena masyarakat luas yang terlihat kesadaran untuk berkunjung ke museum, terlihat pada akun sosial media masyarakat zaman sekarang yang semakin marak. Ruang pamer museum merupakan sebuah wadah aktivitas yang dilakukan pengguna dalam museum yang berfungsi sebagai elemen utama visualisasi, ruang sebagai program, dan ruang sebagai susunan tata letak. Sering ditemukannya ruang pamer yang tidak sesuai harapan dan lemahnya interaksi museum terhadap pengunjung, kegagalan kepuasan pengunjung terhadap ruang pamer dapat menjadi kendala menurunnya minat untuk datang kembali. Abstract The background of this study is a phenomenon of the wider community that shows awareness to visit the museum, seen in the social media accounts of today's society which are increasingly prevalent. The museum exhibition room is a place of activity carried out by users in the museum which functions as the main element of visualization, space as a program, and space as an arrangement of layout. Often found showrooms that do not match expectations and weak museum interaction with visitors, the failure of visitor satisfaction to the showroom can be an obstacle to the decline in interest in coming back.
Investasi Stakeholder Organisasi Seni Pertunjukan: Pengelolaan Organisasi Papermoon Puppet Theatre I Putu Ardiyasa
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 4, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.857 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v4i2.3083

Abstract

Abstrak Bagaimana merawat aset-aset organisasi seni pertunjukan? Sebagai organisasi yang memberdayakan “jasa”, pengelolaan organisasi selau mengacu pada kehadiran penonton dukungan sponsor (funding), sehingga sangat membutuhkan hadirnya kepercayaan penonton kepada organisasi yang berkelanjutan. Organisasi seni pertunjukan cenderung tidak memperhatikan aspek pemeliharaan, karena lebih fokus pada aspek karya. Oleh sebab itu, penelitian ini mengajukan klasifikasi investasi aset terlihat (tangible asset)dan aset tidak terlihat (intangible asset)pada pengelolaan organisasi Papermon Puppet Theatre (PPT). Sembilan orang narasumber diwawancarai untuk mendapatkan informasi terkait topik penelitian tersebut. Hasilnya menunjukkan pada era digital dewasa ini, sosial media sudah menjadi gaya hidup. Bahkan hampir sejajar dengan kebutuhan primer, sehingga setiap orang tidak bisa terlepas dari keberadaan sosial media. PPT berkewajiban selalu memberikan informasi-informasi kepada stakeholder terkait kegiatan PPT. Abstract How to take care of the assets of a performing arts organization? As an organization that empowers "services", the management of the organization always refers to the presence of audience sponsorship (funding), so it really requires the presence of audience trust in sustainable organizations. Performing arts organizations tend not to pay attention to maintenance aspects, because they are more focused on aspects of the work. Therefore, this study proposes the classification of tangible assets and intangible assets in the management of the Papermon Puppet Theater organization. Nine interviewees were interviewed to obtain information related to the research topic. The results show that in today's digital era, social media has become a lifestyle. In fact, it is almost equal to the primary needs, so that everyone cannot be separated from the existence of social media. PPT is obliged to always provide information to stakeholders regarding PPT activities.

Page 1 of 1 | Total Record : 5