cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TATA KELOLA SENI
ISSN : 24429589     EISSN : 26147009     DOI : -
Jurnal Tata Kelola Seni adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Tata Kelola Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian dan tinjauan buku dalam bidang tata kelola, terkhusus di wilayah seni.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2020): Juni 2020" : 5 Documents clear
Pengaruh Kualitas Produk dan Persepsi Harga Terhadap Kepuasan Konsumen Studio Fotografi Calista Yogyakarta Retno, Dwi
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 6, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Graduate School of Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.2 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v6i1.4115

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kualitas produk dan persepsi harga terhadap kepuasan konsumen studio Calista Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan di studio Calista Kota Yogyakarta dengan menyurvei 100 responden. Teknik pengambilan sampel dengan metode survei, menggunakan kuesioner dengan teknik. Metode analisis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini, menemukan adanya pengaruh positif dan signifikan antara kualitas produk dan persepsi harga terhadap kepuasan konsumen. Kualitas poduk berpengaruh terhadap kepuasan konsumen dengan tingkat kepuasan 10,568 dengan signifikan sebesar 0,000 kurang dari 5% (0,0000,050). Persepsi harga tidak signifikan karena, apabila suatu produk memiliki kualitas bagus maka secara langsung konsumen tidak mempermasalahkan harga dan tidak memengaruhi kepuasan konsumen. ABSTRACT This study aims to examine the effect of product quality and price perceptions on consumer satisfaction at the Yogyakarta Calista studio. This research was conducted in the Calista studio of Yogyakarta City by surveying 100 respondents. The sampling technique using the survey method, using a questionnaire with techniques. The method of analysis uses multiple regression analysis. The results of this study found a positive and significant effect between product quality and price perception on consumer satisfaction. Product quality has an effect on consumer satisfaction with a level of satisfaction of 10,568 with a significance of 0,000 less than 5% (0,0000,050). Perception of the price is not significant because if the product has a price issue and does not affect customer satisfaction. Good quality, then directly consumers are not.
Integrated Marketing Communication pada Heri Pemad Management Studi Kasus International ARTJOG MMXIX Muna, Cut Nailil
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 6, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Graduate School of Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.809 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v6i1.4111

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis lebih lanjut penerapan Integrated Marketing Communication pada Festival Seni Rupa Kontemporer Internasional ARTJOG MMXIX yang diselenggarakan oleh Heri Pemad Management (selanjutnya disingkat HPM). Manfaat penelitian ini adalah memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan pengelolaan manajemen seni dalam keberhasilannya meraih pasar. Untuk menjawab pokok masalah dalam penelitian ini, peneliti mengacu pada konsep komunikasi pemasaran terpadu model George dan Michael Belch (2011) yang meliputi advertising, sales promotion, personal selling, direct marketing, Public Relations and Publicity serta interactive marketing melalui tiga tahapan proses, yaitu perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian dijalankan secara kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data terbagi dua yaitu data primer melalui wawancara dan observasi; serta data sekunder melalui studi pustaka. Key informan dan informan yang dipilih berasal dari internal HPM dan pengunjung Festival ARTJOG MMXIX. Penelitian ini mampu menjelaskan bahwa HPM telah mengimplementasikan Integrated Marketing Communication melalui tahap perencanaan yang dimulai dari targeting, positioning, penetapan tujuan dan anggaran. Tahap implementasi, dilakukan perancangan pesan, pemilihan media, dan penerapan bauran komunikasi. Tahap evaluasi, dilakukan analisis untuk mengukur hasil akhir dari implementasi bauran IMC sekaligus mengambil tindakan korektif dalam penyelenggaraan festival tersebut. Kesimpulannya, HPM telah berhasil menerapkan konsep komunikasi pemasaran terpadu pada penyelenggaraan Festival Seni Rupa Kontemporer Internasional ARTJOG MMXIX. ABSTRACTThis research aims to further analyze the implementation of Integrated Marketing Communication at the International Contemporary Arts Festival of ARTJOG MMXIX organized by Heri Pemad Management (hereinafter abbreviated as HPM). The benefit of this research is to contribute to thinking for the development of art management in the success of achieving the market. To address the subject matter of this study, researchers refer to the concept of Integrated Marketing Communication George and Michael Belch (2011) model’s which include advertising, sales promotion, personal selling, direct marketing, Public Relations and Publicity and interactive marketing through three stages of the process, planning, implementation and evaluation. Research is conducted qualitatively with case study methods. Two data collection is the primary data through interviews and observations; and secondary data through library studies. Key informant and informant are selected from the internal HPM and visitors Festival ARTJOG MMXIX. The research can explain that HPM has implemented Integrated Marketing Communication through the planning phase starting from targeting, positioning, goal setting and budget. Implementation stage, message design, media selection and communication mix application. Evaluation stage analyzed to measure the outcome of the implementation of IMC mix and take corrective action in the implementation of the festival. In conclusion, HPM has successfully adopted the concept of integrated marketing communication at the International Contemporary Art Festival of ARTJOG MMXIX.
Strategi Pengelolaan Mila Art Dance School Indriyani, Irma
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 6, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Graduate School of Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.008 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v6i1.4112

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan Mila Art Dance School, di mana Mila Art Dance School ini merupakan salah satu sanggar tari yang namanya cukup terkenal di Yogyakarta. Mila Art Dance School sendiri didirikan oleh salah satu seniman tari muda di Yogyakarta yaitu Mila Rosinta Totoatmojo. Mila Art Dance School berdiri pada tahun 2015 dan masih beroperasi hingga sekarang bahkan saat ini semakin banyak peminat untuk menjadi konsumen di Mila Art Dance School. Dalam kurun waktu 4 tahun, Mila Art Dance School bisa meluluskan 854 siswa. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data primer. Untuk mengoptimalkan stategi pengelolaan yang dapat membantu Mila Art Dance School lebih berkembang dan dapat terus bersaing dengan pangsa pasar lainnya maka, pada penelitian ini menggunakan teknik analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman) untuk menganalisis faktor internal dan eksternal, agar Mila Art Dance School dapat meraih kesuksesan di masa mendatang. Dari hasil analisis SWOT, Mila Art Dance School saat ini menunjukkan pada posisi kuadran eksponsif sehingga diperlukan strategi yang berupa penggunaan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman. Posisi tersebut mengarah pada strategi ST, di mana Mila Art Dance School harus menambah dan memperbanyak kelas tari sesuai dengan keinginan konsumen, menjaring staf pengajar agar dapat bekerja lebih kreatif dan inovatif sehingga konsumen dapat menumbuhkan keinginan untuk memulai karir di bidang tari, memperbaharui sistem pembelajaran, menambahkan beberapa fasilitas yang dapat menunjang proses pembelajaran, dan menawarkan kepada konsumen tentang jaringan yang luas di bidang tari. ABSTRACT This study aims to analyze the management strategy of Mila art dance school, where Mila art dance school is a dance studio whose name is quite well known in Yogyakarta. Mila art dance school itself was founded by one of the young dance artists in Yogyakarta, Mila Rosinta Totoatmojo. Mila art dance school was founded in 2015 and is still operating to this day, and even now there are more interested parties to become consumers at Mila art dance school. Within 4 years Mila art dance school could graduate 854 students. The method used in this research is qualitative descriptive with primary data collection techniques. To optimize the management strategy that can help Mila art dance school develop and can continue to compete with other market share, this study uses SWOT analysis techniques (strengths, weaknesses, opportunities, threats) to analyze internal and external factors of Mila art dance school to achieve success in the future. From the results of the analysis of S.W.O.T Mila art dance school currently shows an exponential quadrant position so it requires a strategy in the form of using each force to deal faithfully with threats. This position leads to the ST strategy where Mila art dance school must add and multiply dance classes by the wishes of consumers, recruit teaching staff to work more creatively and innovatively so that consumers can grow up to start a career in dance, renew the learning system, add several facilities which can support the learning process, and offer consumers a broad network of dance.
Karakteristik Individu pada Band Indie di Yogyakarta Nur Saftiaji, A. Ferdi
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 6, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Graduate School of Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.122 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v6i1.4113

Abstract

ABSTRAKPermasalahan retensi nyatanya tidak hanya ada pada organisasi umum, namun juga ada di dalam organisasi kesenian, dalam hal ini adalah band (kelompok musik). Dalam modelnya retensi dipengaruhi oleh niat untuk tinggal. Niat untuk tinggal sendiri dipengaruhi oleh beberapa variabel, salah satunya adalah karakteristik individu. Karakteristik individu inilah yang dijelaskan melalui penelitian yang sudah dilakukan oleh penulis dengan topik retensi pada band indie di Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan data yang diambil ada data observasi serta wawancara, yang diambil ketika menyebar kuesioner. Penelitian ini menemukan bahwa karakteristik individu seorang anggota band dapat meningkatkan niat untuk bertahan pada sebuah band. ABSTRACT The problem of retention is not only in general organizations but also in arts organizations, in this case, is the band (music group). The model of retention is influenced by the intention to stay. Then the intention to stay is influenced by several variables, one of which is individual characteristics. These individual characteristics are explained through research conducted by the author on the topic of retention in indie bands at Yogyakarta. The method used in this paper is a descriptive research method with the data taken on observational data and interviews when distributing questionnaires. This research found that individual characteristics of a band member can increase the intention to stay in a band.
Pengelolaan Galeri Seni Langgeng Art Space dan Cemeti Art House di Yogyakarta Ngabito, Olivia Febrianty
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 6, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Graduate School of Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.161 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v6i1.4114

Abstract

ABSTRAKBanyaknya galeri seni di Yogyakarta menjadi wadah berekspresi bagi seniman dan apresiasi bagi pengunjung galeri. Tentunya setiap galeri memiliki ciri khas dalam pengelolaannya, seperti halnya dengan Langgeng Art Space dan Cemeti Art House. Sama-sama galeri seni namun memiliki pengelolaan yang berbeda baik dari segi promosi, target, residensi, program, kolaborasi, SOP, kurator. Terdapat persamaan yang ada dalam kedua galeri tersebut yakni mereka tidak mengedepankan profit dalam hal jual beli karya yang dipamerkan melainkan, mengedepankan kualitas pada karya yang dipamerkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan data yang diperoleh melalui wawancara lalu dikoding untuk mengetahui jawaban pada penelitian. Langgeng Art Space merupakan galeri yang menerapkan sistem konsinasi dan untuk teknis pengaturannya mereka memiliki SOP sendiri sedangkan Cemeti Art House menggunakan sistem dalam operasionalnya melalui kerja sama antar sesama komunitas seni. Galeri ini tidak mempunyai acuan SOP serta tidak menyediakan kurator khusus. ABSTRACT A large number of art galleries in Yogyakarta is a place of expression for artists and appreciation for gallery visitors. Of course, each gallery has a characteristic in its management, as is the case with Langgeng Art Space and Cemeti Art House. Both art galleries but have different management both in terms of Promotion, Target, Residency, Program, Collaboration, SOP, Curator. There are similarities in the two galleries that they do not prioritize profit in terms of buying and selling the works on display but instead emphasizing the quality of the works on display. This study uses qualitative research methods with data obtained through interviews and then coded to find out the answers to the research. Langgeng Art Space is a gallery that implements a consensus system and for technical arrangements, they have their own SOPs while Cemeti Art House uses the system in its operations through collaboration between art communities. This gallery has no SOP references and does not provide special curators.

Page 1 of 1 | Total Record : 5