cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TATA KELOLA SENI
ISSN : 24429589     EISSN : 26147009     DOI : -
Jurnal Tata Kelola Seni adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Tata Kelola Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian dan tinjauan buku dalam bidang tata kelola, terkhusus di wilayah seni.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2021): Desember 2021" : 5 Documents clear
Pengiklanan Tao Silalahi Arts Festival 2018-2019 Melalui Media Sosial Instagram Mei Linda Br Tarigan
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 7, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v7i2.5590

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk pengiklanan dan mengetahui strategi pengiklanan Tao Silalahi Arts Festival (TSAF) 2018-2019. TSAF merupakan sebuah festival seni budaya yang berlokasi di Silalahi Sumatra Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Bentuk iklan TSAF akan diidentifikasi menggunakan konsep Berkowitz yang membagi bentuk iklan berdasarkan bentuk dan kelembagaan. Sementara strategi pengiklanan TSAF akan diungkap dengan konsep David yang berupa tahapan-tahapan strategi meliputi, perumusan strategi (perencanaan); pelaksanaan strategi; dan evaluasi strategi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan (1) bentuk pengiklanan TSAF 2018-2019 melalui Instagram menggunakan bentuk pengiklanan berjenis produk dan institusi. Iklan jenis produk bertipekan perintisan yang digunakan untuk menyampaikan informasi secara mendetail dan penguatan yang digunakan untuk menguatkan hal-hal sebelumnya pernah dilakukan. Sementara iklan berjeniskan kelembagaan bertipekan pembelaan yang digunakan untuk mendudukkan keberpihakan TSAF dalam suatu persoalan dan kelembagaan perintis yang digunakan untuk menginformasikan sesuatu secara rinci akan tetapi lebih mengarah kepada jasa baik. (2) Strategi pengiklanan TSAF 2018-2019 terdiri dari tiga tahap, yaitu berupa perumusan strategi, pelaksanaan strategi, dan evaluasi strategi. Pada tahap perumusan, TSAF memulainya dengan penerjemahan tagline, penentuan pangsa pasar, perumusan program, riset waktu unggah, dan pemanfaatan fitur. Dalam pelaksanaannya, desain TSAF 2018-2019 menggunakan gaya riasan tidak seimbang sebagai penataan yang seimbang tetapi tidak simetris. Program pemberian hadiah dan promosi, kerja sama dengan influencer, dan kampanye isu lingkungan dapat terlaksana dengan respons yang baik. Pemanfaatan fitur seperti hashtag (#), caption, lokasi, dan mention sudah difungsikan dengan tepat. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, strategi pengiklanan TSAF 2018-2019 dapat dikatakan berhasil dengan adanya peningkatan pengunjung, akan tetapi perlu adanya upaya untuk menyinergikan antara persiapan yang direncanakan dengan pelaksanaannya. Advertising of Tao Silalahi Arts Festival 2018-2019 Through Instagram Social Media ABSTRACT This study aims to identify the form of advertising and determine the advertising strategy of the Tao Silalahi Arts Festival 2018-2019 (TSAF). TSAF is a cultural arts festival located in Silalahi North Sumatra. This research uses descriptive qualitative methods through interview techniques, observation, documentation, and literature study. The form of TSAF advertisement will be identified using the Berkowitz concept which divides the form of advertising based on form and institutional. While the TSAF advertising strategy will reveal the concept David' in the form of strategic stages including strategy formulation (planning); strategy implementation; and strategy evaluation. The results of this study show (1) the form of advertising for TSAF 2018-2019 through Instagram using the form of advertising for various types of products and institutions. Advertising of product types pioneering that are used to provide detailed information and reminders that are used to reinforce things that have been previously done. Meanwhile, type advertisement institutional with type is advocacy used to show the alignment of TSAF in an issue and institutional pioneering is used to inform something in detail but leads to good service. (2) The 2018-2019 TSAF advertising strategy consists of three stages, namely in the form of strategy formulation, strategy implementation, and strategy evaluation. At the formulation stage, TSAF started with translating the tagline, determining market share, formulating programs, researching upload times, and utilizing features. In the implementation, the 2018-2019 TSAF design uses the unbalance make-up style as a balanced but not symmetrical arrangement program away and promotion, cooperation with Giving influencers, and campaigns on environmental issues can be carried out with good responses. The use of features such as hashtag (#), caption, location, and mention has been used correctly. Based on the evaluation carried out, the 2018-2019 TSAF advertising strategy can be said to be successful with an increase in visitors, but there is a need for efforts to synergize the planned preparation with its implementation.
Pengembangan Strategi pada Pengelolaan Kedai Kebun Forum Yogyakarta Faisal Akbar
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 7, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v7i2.5503

Abstract

ABSTRAK Penelitian tentang Pengembangan Pengelolaan Kedai Kebun Forum, Yogyakarta, DIY bertujuan untuk mengidentifikasi strategi, menganalisis faktor internal dan eksternal, serta memformulasikan pengembangan strategi yang sesuai untuk KKF dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan tahap awal yakni menentukan lingkup penelitian (objek dan subjek penelitian), melakukan teknik pengumpulan data (data primer dan data sekunder), menentukan variabel faktor internal (kekuatan dan kelemahan), dan faktor eksternal (peluang dan ancaman), kemudian melakukan analisis data dengan menggunakan teknik analisis SWOT. Penelitian ini menghasilkan: (1) Berdasarkan matriks IE, pengelolaan KKF berada pada posisi V yakni Hold and Maintain (pertahankan dan pelihara). Strategi umum yang dipakai adalah penetrasi pasar dan pengembangan produk; (2) Berdasarkan kuadran analisis SWOT, pengelolaan KKF menunjukkan posisinya berada pada kuadran I yaitu Expansion mendukung strategi ofensif; (3) Berdasarkan hasil matriks SWOT, strategi yang diterapkan yakni penggunaan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman. Kondisi ini mendukung strategi ofensif guna menciptakan peluang, posisi tersebut mengarah pada strategi ST (Strengths – Threats).  Strategy Development in the Management of “Kedai Kebun Forum” Yogyakarta ABSTRACT The research on the Management Development of Kedai Kebun Forum, Yogyakarta aims to identify strategies, analyze internal and external factors, and formulate the development of appropriate strategies for KKF in achieving the goals that have been set. The research method used is descriptive qualitative with four stages. First, determine the scope of research (object and subject of research). Second, collect data (primary data and secondary data). Third, determine the variables of internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats). Lastly, analyze the data using the SWOT analysis technique. This research resulted: (1) Based on the IE matrix, the management of KKF is in position V, namely, Hold and Maintain. The general strategy used is market penetration and product development; (2) Based on the quadrant of the SWOT analysis, the management of KKF shows its position is in quadrant I, namely Expansion supporting the offensive strategy; (3) Based on the results of the SWOT matrix, the strategy applied is the use of every force to deal with every threat. This condition supports the offensive strategy to create opportunities, the position leads to the ST (Strengths – Threats) strategy.
Persepsi Partisipan Terhadap Kualitas Pameran Seni Rupa Secara Virtual dalam Situasi Pandemi Covid-19 Fariz Al Hazmi; Kharisma Nanda Zenmira; ST. Agung Budyawan
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 7, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v7i2.5239

Abstract

ABSTRAK Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang terjadi belakangan ini menyebabkan perubahan dalam beberapa tatanan kehidupan masyarakat dan bentuk kegiatan publik, salah satunya adalah pameran seni rupa. Peralihan konsep dan cara pameran yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka kemudian menjadi virtual/daring tentunya hal ini dapat memengaruhi kualitas sebuah pameran, baik dari segi pelayanannya, konsep display maupun sistem informasi yang digunakan, sehingga pemangku kepentingan dalam pameran memiliki peran dan tanggung jawab untuk membuat suatu pameran tersebut tetap berkualitas dan memberikan pengalaman serta kepuasan kepada pengguna jasa meskipun pameran tersebut berbasis virtual. Pengujian kualitas pameran dilakukan dengan melakukan wawancara semi terstruktur kepada tujuh orang narasumber pengguna jasa pameran virtual/daring dan diukur melalui lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu Tangible, Reliability, Responsiveness, Empathy, dan Assurance. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, pameran secara virtual/daring memberikan pengalaman yang baru bagi para pengguna jasa yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Meskipun mengalami situasi perubahan dari pameran secara tatap muka ke pameran secara virtual/daring, kualitas pameran masih sangat baik karena pemangku kepentingan memperhatikan tiap karya yang dipamerkan dari partisipan sebagai pengguna jasa. Hal tersebut menunjukkan bahwa dimensi tangible (bukti fisik), reliabilitiy (kehandalan), responsiveness (cepat tanggap), dan empati dalam pameran virtual memiliki kualitas yang baik dan secara positif memberikan dampak kepuasan terhadap pengguna jasa. Sedangkan pada dimensi assurance (jaminan), pemangku kepentingan tidak memengaruhi kepuasan terhadap pengguna jasa, karena kualitas assurance (jaminan) berasal dari kesadaran pengguna jasa dalam berkarya yang harus tetap mengikuti pameran walaupun dengan situasi yang berbeda. Participants’ Perceptions of the Virtual Agency of Art Exhibition Quality in the Covid-19 Pandemic Situation ABSTRACT The Corona Virus Disease Pandemic (Covid-19) that has occurred recently has caused changes in various structures of community life and forms of community activities, one of which is an art exhibition. The transfer of the concept and mode of the exhibition that was previously carried out face-to-face to virtual/daring, of course, can affect the quality of an exhibition, both in terms of service, display concept and information system used, so that stakeholders in the exhibition have roles and responsibilities. responsible for realizing exhibitions that remain of high quality and provide experience and satisfaction to service users even though the exhibition is virtually based. Exhibition quality testing is carried out by conducting semi-structured interviews with seven speakers using virtual/daring exhibition services and measured through five dimensions of service quality, namely Tangible, Reliability, Responsiveness, Empathy, and Assurance. Based on the results of the research conducted, virtual/daring exhibitions provide new experiences for service users that they have never experienced before. Although the situation has changed from face-to-face exhibition to virtual/daring exhibition, the quality of the exhibition is still very good because stakeholders pay attention to every work on display from participants as service users. This shows that the dimensions of tangible, reliability, responsiveness, and empathy in virtual exhibitions have good quality and have a positive effect on service user satisfaction. Whereas in the dimension of assurance, stakeholders do not affect service user satisfaction, because quality assurance comes from the awareness of service users in their work who must continue to participate in exhibitions even in different situations.
Analisis Implementasi Kanvas Model Bisnis pada CV Cipta Karya Mirrah Fitriana Maghfiroh
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 7, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v7i2.5171

Abstract

ABSTRAKCV Cipta Karya merupakan perusahaan penyedia kebutuhan marching band yang terletak di DI.Yogyakarta. Setelah dua tahun berdiri secara resmi dan memiliki legalitas perusahaan ini belum merumuskan sebuah model bisnis dan melakukan evaluasi secara mendalam baik internal maupun eksternal sehingga disusun kanvas model bisnis yang terdiri dari sembilan blok yang saat ini sedang dijalankan. Terdiri dari segmentasi pelanggan, proposisi nilai, saluran, hubungan pelanggan, arus pendapatan, sumber daya utama, aktivitas utama, kemitraan utama, dan struktur biaya. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap kanvas model bisnis tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan pengumpulan data, menganalisis, dan menyimpulkan fakta-fakta yang diperoleh di lapangan. Data diperoleh dari wawancara dengan direktur, melakukan evaluasi internal terhadap kanvas model bisnis dengan para karyawan menggunakan analisis SWOT yang terdiri dari kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi perusahaan, serta dilakukan evaluasi eksternal dengan wawancara terhadap pelanggan yang pernah membeli dan menggunakan produk CV Cipta Karya berdasarkan analisis peta empati. Peta empati terdiri dari apa yang dilihat, dipikirkan dan dirasakan, didengar, dikatakan dan dilakukan, dikorbankan, serta diperoleh pelanggan. Analisis SWOT bertujuan untuk mempermudah perusahaan dalam melakukan inovasi dan perbaikan karena dilakukan evaluasi secara mendalam dan terstruktur. Evaluasi dengan peta empati bertujuan untuk mengetahui pengalaman yang dialami oleh pelanggan selama menggunakan produk CV Cipta Karya sehingga inovasi yang dilakukan perusahaan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Berdasarkan hasil analisis lebih dalam terhadap data yang terkumpul maka, diperoleh lima poin tambahan perubahan dalam kanvas model bisnis yang terdapat pada blok kemitraan utama, proposisi nilai, hubungan pelanggan, dan saluran. Setelah ditemukan kanvas model bisnis yang baru diharapkan akan diimplementasikan oleh CV Cipta Karya dan menjadi acuan untuk evaluasi secara berkala. The Analysis of Implementation Business Model Canvas at the CV Cipta Karya ABSTRACT CV Cipta Karya is a company that provides marching band necessities is in the Special Region of Yogyakarta. After being officially established for two years and it has legality, the company does not do any internal or external evaluation and formulated its business model yet. Therefore, the business model canvass that consists of nine blocks has been arranged and it is being operated now. The business model canvass consists of customer segments, value proposition, channels, customer relationships, revenue streams, key resources, key activities, key partnerships, and cost structure. After that, the internal evaluation toward the business model canvass. This study used a descriptive qualitative method by collecting data, analysing, and concluding the facts obtained from observation. Data were obtained from interviews with directors, conducted an evaluation toward the canvass of model business was carried out by conducting a discussion with workers using SWOT consists of strengths, weaknesses, opportunities, and threats for the company. Besides, the external evaluation from the customer’s view by interviewing who had purchased and used CV Cipta Karya products based the analysis of empathy map. Empathy map consists of what is seen, thought and felt, heard, said and done, sacrificed, and obtained by customers. SWOT analysis aims to make it easier for companies to innovate and improve because it is carried out with an in-depth and structured evaluation. Evaluation with empathy map aims to know what customers experienced while becoming the customer of CV Cipta Karya products so that the innovations made by the company are in accordance with the necessities in the market. Based on the deeper analysis, there are 5 additional points of changing in the canvass of the business model such as key partnership, value proposition, customer relationship, and channels. After finding the new business model canvas, it is hoped that CV Cipta Karya will implement it and become a reference for regular evaluation.
Pengelolaan Ruang Publik M Bloc Space Melalui Peran Manajerial dan Peran Figur sebagai Stakeholder Primer Sherlyta Seftiandy
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 7, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v7i2.5331

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui lebih dalam terkait pengelolaan ruang publik berdasarkan dari tinjauan peran pemimpin dan peran Stakeholder Primer dalam M Bloc Space. Pertanyaan penelitian yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh dari peran manajer dan stakeholder dalam proses pengelolaan ruang publik di M Bloc Space. Karena M Bloc tergolong ruang publik baru yang berdiri kurang dari lima tahun. Apakah gambaran dari peran manajer dan stakeholder itu semua berpengaruh dalam proses pengelolaan sehingga pihak M Bloc Space yakin bahwa ruang publik ini longlasting. Fokus penelitian dengan jenis kualitatif deskriptif di mana pengumpulan data melalui proses wawancara mendalam, sehingga penulis bisa mendapatkan informasi lebih banyak tentang peran manajerial di M Bloc Space. Penelitian ini mengambil lokasi di M Bloc Space yang tepatnya ada di Kawasan Blok M Jakarta Selatan dan mengambil objek semua pemimpin yang bekerja di M Bloc Space. Public Space Management in M Bloc Space Through Managerial Roles As The Figures And Primary Stakeholder ABSTRACT This study aims to determine the management of public space based on a review of the role of leaders and the role of Primary Stakeholders in M Bloc Space. The research question examined in this study is how the influence of the role of managers and stakeholders in the public space management process in M Bloc Space. Because M Bloc is a new public space that hasn't been around for more than 5 years. Does the description of the roles of managers and stakeholders affect the management process so that M Bloc Space believes that this public space is long-lasting? This research is descriptive qualitative research in which the authors collect data through in-depth interviews (in-depth interview) and accompanied by documentation so that it can further dig up information on managerial roles in M Bloc Space. This research takes place in M Bloc Space, which is precisely in the Blok M area of South Jakarta and takes the objects of all the leaders who work at M Bloc Space.

Page 1 of 1 | Total Record : 5