cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TATA KELOLA SENI
ISSN : 24429589     EISSN : 26147009     DOI : -
Jurnal Tata Kelola Seni adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Tata Kelola Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian dan tinjauan buku dalam bidang tata kelola, terkhusus di wilayah seni.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2022): Desember 2022" : 6 Documents clear
Strategi Pengembangan Organisasi Pertunjukan Musik Klasik Jakarta City Philharmonic (JCP) Menggunakan Analisis SWOT Hernanda Aditya Dwi Laksana; Fariz Al Hazmi
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 8, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v8i2.6359

Abstract

Pertunjukan musik klasik saat ini menjadi salah satu pertunjukan musik yang mulai berkembang di lingkungan masyarakat modern seperti Jakarta. Dalam kualitas pertunjukan, peran organisasi menjadi penting untuk dapat terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat. Jakarta City Philharmonic (JCP) merupakan salah satu organisasi musik di Jakarta yang menampilkan pertunjukan musik klasik sebagai sarana hiburan. Strategi pengembangan organisasi Jakarta City Philharmonic (JCP) perlu dilakukan agar organisasi dan pertunjukannya dapat terus eksis di masyarakat sebagai kelompok pertunjukan musik klasik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pengembangan dari organisasi Jakarta City Philharmonic (JCP) melalui analisis SWOT. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan kuesioner. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa strategi yang dapat digunakan oleh JCP yaitu strategi generik jenis kombinasi dan variasi strategi yaitu diversifikasi konsentrik, penetrasi pasar, memanfaatkan sponsor dari pihak Dewan Kesenian Jakarta dan Bekraf sebagai networking kerja sama serta integrasi ke depan. Development Strategy of The Classical Music Performances in Jakarta City Philharmonic Using SWOT Analysis ABSTRACT Classical music performances are now one of the musical performances that are starting to develop in modern society such as in Jakarta. In terms of performance quality, the role of the organization becomes important to be able to continue to develop following the changing times and community needs. Jakarta City Philharmonic (JCP) is a music organization in Jakarta that presents classical music performances as a means of entertainment. The strategy for developing the Jakarta City Philharmonic (JCP) organization needs to be done so that the organization and its performances can continue to exist in society as a classical music performance group. The purpose of this study was to analyze the development strategy of the Jakarta City Philharmonic (JCP) organization through SWOT analysis. The research method used is qualitative with a descriptive case study approach with interview, observation and questionnaire data collection techniques. The results of the SWOT analysis show that the strategies that can be used by JCP are generic strategies of combination types and variations of strategies, namely concentric diversification, market penetration, utilizing sponsors from the Jakarta Arts Council and Bekraf as a networking collaboration and future integration.
Pengembangan Manajemen Strategi Party Planner Forgetmenot Aninda Dyah Hayu Pinasti Putri
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 8, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v8i2.7163

Abstract

Party planner Forgetmenot merupakan salah satu party planner yang bergerak di bidang usaha jasa dekorasi. Maraknya usaha yang bergerak di bidang dekorasi khususnya party planner menimbulkan permasalahan yang dihadapi oleh party planner Forgetmenot selaku jasa dekorasi baru untuk ikut bersaing sehat dengan banyaknya kompetitor sejenis yang memiliki pengalaman dan branding yang lebih baik. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dilakukan penelitan untuk menganalisis strategi dan sistem yang digunakan oleh party planner Forgetmenot. Penelitian menggunakan Teori Manajemen Strategi. Informan dalam penelitian ini sebanyak dua orang, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu mengumpulkan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis SWOT untuk mengetahui sektor apa saja yang perlu dikembangkan dan dibenahi dalam upaya pengembangan party planner Forgetmenot. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa party planner Forgetmenot perlu melakukan variasi strategi berupa penerapan tentang penetrasi dan pengembangan pasar, serta melakukan inovasi produk dan konsep baru dan lebih bervariatif. Strategic Management Development Party Planner “Forgetmenot” ABSTRACT Party planner Forgetmenot is one of the party planners engaged in the decoration service business. The rise of businesses engaged in decoration, especially party planners, has created problems faced by the Forgetmenot party planner as a new decoration service to participate in healthy competition with many similar competitors who have better experience and branding. Based on these problems, a research was conducted to analyze the strategies and systems used by the Forgetmenot party planner. The research uses Strategic Management Theory. There were two informants in this study, using qualitative descriptive method, namely collecting data by interview, observation, and documentation, while the data analysis technique used SWOT analysis to find out what sectors need to be developed and addressed in the effort to develop the Forgetmenot party planner. The results of this study can be concluded that the Forgetmenot party planner needs to vary the strategy in the form of implementing market penetration and development, as well as innovating new and more varied products and concepts.
Bandung dalam Ambangan Setelah Boom 2000an: Pameran Bandung Contemporary (2013) Ganjar Gumilar
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 8, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v8i2.6094

Abstract

Sebagai sebuah wacana estetik, seni rupa Bandung telah cukup lama dibicarakan dalam sejarah seni rupa Indonesia. Bandung sering dibayangkan untuk menawarkan sebuah kekhususan dan kekhasan jika dibandingkan dengan seni rupa Indonesia secara umum. Satu cara yang sering dilakukan dalam memeriksa, membingkai, mendistribusikan, dan mempromosikan kekhususan tersebut adalah melalui penyelenggaraan pameran. Sebagai sebuah upaya untuk memeriksa upaya-upaya termutakhir dari pembingkaian tersebut, artikel ini akan menganalisis seri pameran Bandung Contemporary (2013), utamanya dari sisi tawaran premis, metode, serta pendekatan kuratorial dan membuatnya kontekstual terhadap kemutakhiran kebudayaan Indonesia. Pameran ini membawa konteks khasnya sendiri: diselenggarakan dalam aktivitas pasar yang sedang sangat menurun dan saat seni rupa Bandung kontemporer telah teridentifikasi dan dikenal oleh publik seni rupa. Dengan menimbang konteks-konteks tersebut, lantas inovasi dan kebaruan apa yang masih bisa ditawarkan oleh BC? Melalui kacamata kajian kuratorial, artikel ini akan mendiskusikan bagaimana pameran Bandung Contemporary menggunakan pendekatan sosiologis dalam upaya pembingkaian, pendistribusian, dan promosi talenta-talenta muda Bandung dalam masa-masa yang kurang produktif tersebut. Proposisinya cukup partikular, alih-alih menawarkan jawaban 'estetik' terhadap persoalan sosiologis, BC melerai dan juga merespons melalui cara-cara yang 'sosiologis': menekankan dan memanfaatkan potensi promosional dan persuasi wacana dari penyelenggaraan sebuah pameran seni. Bandung After the Precarious 2000s Boom: Bandung Contemporary Exhibit (2013) ABSTRACT Bandung, as an aesthetic discourse, has been frequently discussed in the history of Indonesian Art. Bandung is often imagined to be particular and peculiar to the general practice of the mainstream. A means by which those particular characteristics were frequently discussed, mediated, and emphasized is through exhibition-making. As an attempt to examine one of the most recent efforts of reframing Bandung, this article would analyze the premises, approaches, and methods explored in Bandung Contemporary (2013) and contextualize it within Indonesian contemporaneity. BC brought its own 'problematic' context: it was conducted during the downfall of market interest and after Bandung's contemporaneity has been 'identified' by the art public. Given this context and condition, how would BC remain inventive and novel in its exhibitionary discourse? Through curatorial studies, this article will discuss that Bandung Contemporary utilized sociological perspective in their effort of reframing, mediating, and promoting their newest talents during those unproductive times. Rather than proposing an 'aesthetic solution' to a sociological problem, BC proposed to respond with a sociological solution: emphasizing and utilizing the discourse production and promotional agenda of an exhibition.
Keberadaan dan Fungsi Museum Bagi Generasi Z Dhiyah Istina
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 8, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v8i2.7096

Abstract

Museum menjadi salah satu lembaga pendidikan yang menyimpan bukti jejak sejarah suatu bangsa. Keberadaan museum dapat menjadi tolak ukur kesadaran masyarakat dalam menjaga sejarah, tradisi dan kebudayaan yang menjadikan mereka sebagai seutuhnya manusia yang berbudaya. Museum mengalami perkembangan agar tetap eksis di berbagai kalangan. Perkembangan dan pembaruan ini tentu merujuk pada perkembangan teknologi di era digital seperti saat ini. Bukan bermaksud mengubah keseluruhan isi museum dengan hal-hal digital yang justru dapat menghilangkan esensi museum itu sendiri, namun melakukan pendekatan yang sesuai dengan target pengunjung adalah strategi bagi museum untuk dapat bertahan di tengah generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan studi literatur untuk mendapatkan informasi mengenai fenomena dan fakta yang berkembang pada museum bila dilihat dari sudut pandang generasi Z. Fenomena dan fakta yang dipaparkan dalam penelitian ini membuktikan bahwa sebuah kolaborasi antara berbagai golongan generasi dapat membuat museum berfungsi dengan lebih efektif dan menyenangkan bagi generasi Z. Penilaian negatif mengenai generasi Z yang sangat bergantung dengan dunia internet nyatanya mampu menjadi sebuah trobosan baru untuk perkembangan museum itu sendiri. The Existence and Function of Museums for Generation Z ABSTRACT Museums are one of the educational institutions that store evidence of the history of a nation. The existence of museums can be a benchmark for public awareness in preserving history, traditions and culture that make them fully cultured human beings. Museums have developed in order to continue to exist in various circles. These developments and updates certainly refer to technological developments in the digital era as it is today. Not intending to change the entire contents of the museum with digital things that can actually eliminate the essence of the museum itself, but taking an approach that is in accordance with the target visitor is a strategy for the museum to be able to survive in the midst of the Z generation of young people. This study uses a qualitative method by conducting study of literature to obtain information about the phenomena and facts that developed at the museum when viewed from the perspective of generation Z. The phenomena and facts presented in this study prove that a collaboration between various generations can make museums function more effectively and pleasantly for generation Z. Negative judgments about Generation Z, which is very dependent on the internet, are actually able to become a new breakthrough for the development of museums.
Inovasi Pengembangan Promosi Produk Seni Unggulan Sanggar Tari Wan Sendari Batam Mega Lestari Silalahi
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 8, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v8i2.6857

Abstract

Sanggar Wan Sendari adalah sanggar yang produktif dalam bisnis jasa pertunjukan tari di Batam. Naik turunnya permintaan konsumen pada produk seni Wan Sendari telah dirasakan dengan melihat pendapatan yang tidak stabil. Penelitian ini bertujuan mencari solusi dalam pengembangan media promosi untuk meningkatkan penjualan produk seni unggulan Wan Sendari. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif yang terdiri dari analisis SWOT, dokumentasi produk, dan strategi promosi bisnis. Hasil dari penelitian ini adalah alternatif strategi yaitu: pembuatan akun bisnis di media sosial, desain website, katalog dan label produk, serta kegiatan promosi seperti proyek seni mandiri, kerja sama antarmitra yang tujuannya untuk memperluas cakupan penjualan produk karya seni unggulan Wan Sendari. The Innovation of Artistic Masterpiece Products Promotion By Wan Sendari Group, Batam ABSTRACT Wan Sendari is a productive group especially in performing art-preneurship in Batam. The demands of artistic products from communities be the task by Wan Sendari. This aims research is finding the solution in promotion media development to increase selling artistic product of Wan Sendari. This research uses qualitative methodology consisting of SWOT analysis, product documentation, and strategy of bussines promotion. The result of this research is a visual arrangement for bussines purposes in social media. The creating website design, catalog, and labelled in artistic services, and promotion events such as independently art project, and the cooperation between bussines partner be an alternative strategy to expanding the scopes of artistic masterpiece product’s sales by Wan Sendari.
Gaya Kepemimpinan dalam Rumah Produksi Teater Musikal Nusantara sebagai Pelopor Pertunjukan Broadway di Indonesia Monica Anggraeni Dewi
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 8, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v8i2.6397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gaya kepemimpinan yang digunakan oleh salah satu pemimpin dari rumah produksi Teater Musikal Nusantara (TEMAN). TEMAN merupakan rumah produksi yang bergerak di bidang industri seni pertunjukan teater musikal yang didirikan pada tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data atau informasi penelitian dikumpulkan melalui observasi, in depth interview, dan semi structure. Data dan informasi yang sudah terkumpul kemudian dianalisis dengan cara mereduksi data, mengelompokkan data, mencocokkan data dengan teori yang dipakai, serta menarik kesimpulan. Hasil temuan memperlihatkan bahwa Chriskevin Adefrid sebagai seorang pemimpin memiliki kemampuan teknikal, kemampuan untuk bekerja sama dan berkompromi dengan orang di sekitarnya dan kemampuan konseptual yang kuat. Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Chriskevin Adefrid adalah kepemimpinan yang bersifat transformasional. TEMAN masih sangat aktif untuk menjadi sarana bagi para artis dan komunitas pecinta broadway di Indonesia untuk tetap mengasah talenta mereka. Beberapa waktu yang lalu, Instagram TEMAN, dipenuhi dengan pemberitahuan adanya online workshop untuk broadway atau musical theatre; Acting in Singing for Musical Theatre. Langkah ini merupakan salah satu langkah awal dari berbagai langkah besar yang bisa dilaksanakan di masa yang akan datang. Langkah ini sungguh tepat sasaran dan efisien dalam mengasah para talenta tanah air dalam bidang teater musikal. Leadership Style as Seen in Theatre Production House Teater Musikal Nusantara as a Broadway Show Pioneer in Indonesia ABSTRACT This research aimed at identifying the style of leadership used by one of the leaders of the musical theatre production Teater Musikal Nusantara (TEMAN). TEMAN is a production in the area of musical theatre performances and it was founded in 2018. This research uses a qualitative method with a case study approach. Data or information collected through research, observation in depth the interview and semi- structure. The data and information are gathered then analysed by reducing the data, grouping the data, matching the data with the theories that are used, and drawing a conclusion. The findings show that Chriskevin has the technical the ability to cooperate and compromise with the members of the group. Chriskevin also has the strong conceptual ability. A style of leadership that applied by Chriskevin is transformational leadership. TEMAN is very active to provide a place to grow for the artist and broadway community in Indonesia. TEMAN’s Instagram is filled with online workshop about broadway musical theater; acting, singing, and dancing in musical theatre. This is one of the first step of the large steps that can be implemented in the near future. This was certainly is efficient to embrace the talents of the artists in Indonesia in musical theatre industry.

Page 1 of 1 | Total Record : 6