cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Invensi (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni)
ISSN : 24600830     EISSN : 26152940     DOI : -
INVENSI adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta, dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Jurnal INVENSI memuat semua tulisan yang berobjek materi seni, baik seni pertunjukan, seni rupa, maupun seni media rekam dan bersifat multidimensional. INVENSI bermaksud untuk memberikan ruang mewadahi berbagai macam ide, gagasan, atau kritik yang merupakan hasil penelitian empiris kuantitatif dan kualitatif terkait dengan seni pertunjukan, seni rupa, dan seni media rekam yang belum pernah diterbitkan dalam bentuk apapun.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018" : 7 Documents clear
Perancangan Komunikasi Visual Kampanye Pengurangan Konsumtivisme Elfa Swaratama
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.032 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v3i1.2105

Abstract

erilaku konsumtif dapat mengakibatkan dampak-dampak negatif seperti membuat seseorang untuk memiliki pola hidup boros dan dapat membuat orang menjadi tidak lagi membedakan antara kebutuhan akan tetapi mengutamakan keinginan. Perancangan komunikasi visual, kampanye pengurangan konsumtivisme ini bertujuan untuk mengurangi sifat konsumtif khususnya generasi muda. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam perancangan ini adalah kualitatif deskriptif, serta perancangan ini melalui tiga tahap, yaitu pembuatan konsep kampanye, konsep media, dan pembuatan konsep kreatif berdasarkan studi literatur, observasi, dan wawancara terhadap target audiensi. Berdasarkan penelitian berupa observasi dan wawancara terhadap target audiensi didapati bahwa media-media yang akan digunakan sebagai media kampanye berdasarkan intensitas pemakaiannya adalah sosial media Facebook dan Instagram. Sedangkan isi pesan yang akan disampaikan adalah "Belilah Barang sesuai dengan Fungsinya", dengan cara penyajian pesan yaitu dengan menggunakan humor satir. Kampanye ini dirancang dalam bentuk lima buah poster yang akan disebarkan di media sosial seperti yang telah disebutkan di atas, dengan karakter visual dan verbal yang kontroversial. Penggunaan karakter tersebut diharapkan dapat membantu target audiensi untuk turut menyebarkan pesan tersebut sehingga kampanye ini akan menjadi viral. Consumer behavior can lead to negative effects such as making a person to have an extravagant lifestyle and can make people no longer distinguish between needs and desire. Visual communication design consumerism reduction campaign aims to reduce the consumptive nature of the young generation. Data collection methods used in this design is qualitative descriptive, and this design through three stages, namely the concept of the campaign, the concept of media, and the making of creative concepts based on the study of literature, observation, and interviews with the target audience. Based on research in the form of observations and interviews with the target audience, found that the media will be used as a media campaign based on the intensity of their use of social media is Facebook and Instagram. While the contents of the message to be conveyed is "buy goods in accordance with its function", by way of presenting a message that is using satirical humor. The campaign is designed in the form of five posters that will be distributed in social media such as those mentioned above, with the controversial visual and verbal content that is expected to help the target audience to also spread the message so that this campaign will become viral.
Estetika Rhein II (Praxis, Wacana, dan Pasca Praxis) Marventyo Amala
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.632 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v3i1.2102

Abstract

Fotografi adalah sebuah seni melihat. Dengan kata lain, fotografi mengajarkan kepada kita cara yang unik dalam melihat dunia dan sekaligus memberikan penyadaran baru akan segala keindahan yang ada di sekitar kita. Fotografi juga mengajarkan kepada kita untuk melihat lebih dalam, menggali makna, dan memahaminya sehingga menumbuhkan rasa cinta yang dapat menciptakan inspirasi. Lalu dari situlah berbagai karya fotografi dari fotografer-fotografer dunia bermunculan. Salah satunya adalah Andreas Gursky, seorang seniman foto kelahiran Jerman, dengan karyanya yang berjudul Rhein II. Karya tersebut sangatlah berlawanan dengan apa yang dilihat banyak orang. Kedalaman makna serta kehadirannya mampu membuka mata akan suatu kehadiran fiksi sebuah keberadaaan nyata. Photography is an art of seeing. In other words, photography taught us a unique way of seeing the world and provide a new awareness of the beauty in all around us. Photography also teaches us to look deeper, dig meaning, and understand that foster a sense of love that can create inspiration. And that's where a variety of photographic works of world photographers popping. One of them is Andreas Gursky, a German-born artist photo, with his work entitled Rhein II. The work contrasts sharply with what is seen by many people. The depth of meaning and its presence will be able to open the eyes of a fictional presence of a real existence.
Peran Grenteng terhadap Kenyamanan Sirkulasi Pengunjung di Komplek Makam Raja Mataram Kotagede Yogyakarta Putri Prabu Utami
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.639 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v3i1.2106

Abstract

Kotagede Yogyakarta merupakan peninggalan Kerajaan Mataram di mana terdapat banyak peninggalan arkeologis seperti Watu Gilang dan sisa tembok benteng. Peninggalan kerajaan Mataram kuno Kotagede dapat dilihat di komplek Makam Raja Mataram Kotagede. Komplek Makam Raja Mataram di Kotagede Yogyakarta memiliki gaya arsitektur Hindu. Ciri khas dari bangunan Hindu di Makam Raja Mataram identik dengan pengunaan material batu bata merah dan kapur. Komplek Makam memiliki bangunan berupa tembok pembatas yang bernama grenteng yang penempatannya berada setelah pintu gerbang yang memiliki fungsi sebagai penutup atau pembatas antara ruang dalam dengan ruang luar atau ruang sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kenyamanan sirkulasi dengan adanya peranan grenteng pada satu ruang. Penelitian ini merupakan penelitian gabungan, yang bergantung pada kedua bahan pustaka yang relevan serta temuan lapangan seperti observasi dan wawancara. Selanjutnya melakukan analisis data lapangan. Keberadaan grenteng yang berada tepat di tengah pintu memberikan pengaruh terhadap kenyamanan sirkulasi pengunjung. Temuan penelitian menunjukkan kenyamanan sirkulasi dengan adanya peran grenteng dapat dicapai pada satu sisi kiri baik digunakan sebagai sirkulasi masuk maupun keluar. Kenyamanan sirkulasi satu sisi pada komplek Makam Raja Mataram Kotagede berbeda dengan bangunan yang memiliki grenteng seperti di Keraton Yogyakarta maupun makam Raja Imogiri. Kotagede Yogyakarta is a relic of the Mataram kingdom where there are many archaeological remains such as Watu Gilang and the rest of the wall of the fort. Relics of ancient kingdom of Mataram Kotagede can be seen in the complex of the tomb of King of Mataram Kotagede. Complex Tomb of King of Mataram in Kotagede Yogyakarta has a Hindu architectural style. The distinctive feature of the building at the tomb of the King of Mataram Hindu identical to the material the use of red brick and limestone. The tomb complex of buildings in the form of the parapet has named grenteng whose post is after the gate has a function as a cover or barrier between the space in the outer space or room earlier. The purpose of this study to determine the comfort of their circulation with grenteng role in one room. This study is a combination, which is dependent on both the relevant library materials as well as the findings of such field observations and interviews. Furthermore, analysis of field data. Grenteng existence which is right in the middle of the door to give effect to the comfort of the visitor circulation. The findings show comfort with their roles grenteng circulation can be achieved on the left side used as incoming and outgoing circulation. Leisure circulation of one hand on the tomb of the King of Mataram Kotagede complex of different buildings that have grenteng like in the Keraton or the tomb of King Imogiri.
Metafora dalam Kartun Bertema Korupsi Karya G.M. Sudharta Iskandar Iskandar
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.252 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v3i1.2103

Abstract

Kartun merupakan salah satu bentuk dialektika tanda dalam kategori bahasa verbal dan nonverbal, yang membuat dirinya unik adalah karena karakternya yang menyimpang, lucu, bersifat satir atau menyindir, baik terhadap orang atau tindakannya. Sebagai salah satu bahasa politik, kartun telah menjadi instrumen pokok untuk menceritakan realitas, segala tindakan dalam kartun merupakan studi tentang tanda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metafora yang digunakan dalam kartun bertema korupsi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metodologi kualitatif, dengan pendekatan deskriptif, yaitu dimana data yang dikumpulkan adalah karya visual kartun G.M. Sudharta yang dibuat tahun 2012 untuk koran Kompas, dan yang dipublikasikan pada media sosial Facebook-nya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapatnya metafora yang sangat dominan dan beragam dalam kartun bertema korupsi yang menandakan terdapatnya proses yang kritis dalam memandang budaya komunikasi. Setiap kartunis menciptakan tokoh kartun fiktif sebagai identitas yang mewakili dirinya untuk menyampaikan opini, kritik, dan olok-olok terhadap sesuatu yang sedang berlaku dalam realitas sehari-hari. Selain itu, setiap kartunis memiliki keunikan dalam menyampaikan pesan, hal tersebut merupakan gaya yang dipengaruhi oleh latar belakangnya masing-masing. Cartoon is a form of dialectic sign in the category of verbal and nonverbal language, which makes it unique is that deviant character, humorous, satirical or sarcatic, either against the person or his actions. As one of the political languages, cartoons have become a staple instrument to communicate the reality, every action in cartoon are the study of signs. This study aims to determine the metaphor used in cartoons with the theme of corruption. The research methodology used is qualitative methodology, with descriptive approach, that is where the data collected is a visual work of cartoon G.M. Sudarta made in 2012 for Kompas newspaper, and published on social media Facebook. The results of this study indicate that there is a very dominant and varied metaphor in a corruption-themed cartoon that signifies the existence of a critical process in viewing the culture of communication. Each cartoonist creates a fictitious cartoon character as an identity representing him/herself to convey opinions, criticisms, and banter towards something that is prevailing in the everyday reality. In addition, each cartoonist is unique in conveying the message, it is a style influenced by their background.
Redesain Meja dan Kursi Siswa di Yaketunis Yogyakarta Wahyu Waskito Putra
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.048 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v3i1.2107

Abstract

Meja dan kursi adalah fasilitas sekolah yang berpengaruh terhadap postur tubuh anak termasuk siswa tunanetra. Postur tubuh akan bekerja secara alami jika menggunakan meja dan kursi yang ergonomis. Sebaliknya, meja dan kursi yang tidak ergonomis cenderung menyebabkan keluhan muskuloskeletal. Penelitian pendahuluan dilakukan terhadap siswa tunanetra di Yaketunis dengan menggunakan metode design thinking dan dilanjutkan dengan checklist penelitian dan Standard Nordict Questionnaire (SNQ). Hasil checklist penelitian siswa kelas satu dengan rata-rata tinggi badan 115,6 cm diperoleh bahwa ketidaksesuaian dari tinggi meja dan tinggi kursi dengan siswa. Siswa kelas lima dengan rata-rata tinggi badan 133,7 cm diperoleh bahwa ketidaksesuaian tinggi meja dan tinggi kursi dengan siswa. Hal ini cenderung menyebabkan siswa mengalami keluhan muskuloskeletal yang diukur dengan SNQ pada leher, tangan, kaki, punggung, pinggang, siku, dan lutut. Meja dan kursi yang tidak ergonomis menyebabkan postur tubuh anak bekerja secara tidak alami. Ketidaksesuaian meja dan kursi dengan siswa diminimalisasi dengan redesain meja dan kursi berdasarkan antropometri tubuh siswa dengan metode perancangan Pahl dan Beitz. Metode ini terdiri dari perencanaan dan penjelasan tugas, perancangan konsep produk, perancangan bentuk produk dan perancangan detail. Redesain meja dan kursi anak ini menghasilkan bentuk yang sesuai dengan kebutuhan tubuh anak tunanetra dan keergonomiannya terhadap pengguna produk tersebut. Desk and chair are kinds of school furniture that influence for posture. Usage of unergonomically desk and chair will cause musculoskeletal complaint in student. Based on preliminary research conduct to student of ABC elementary school grade one and grade five with checklist and Standard Nordict Questionnaire (SNQ). Result of checklist in student grade one in average stature 115,6 cm mismatch hight of desk and hight of chair with the student. Student grade five in average stature 133,7 cm mismacth hight of desk and hight of chair with the student. This cause student musculoskeletal complaints result with SNQ in neck, hand, foot, back, wait, elbow and knee. Unergonomic desk and chair cause bad posture. Mismatch of desk and chair minimalizeted by redesign desk and chair with antropometry of student according to Pahl and Beitz methods. Step of this methods are clarification of task, conseptual design, embodiment design dan detail design. Redesign of school desk and chair result adjustable hight of desk and hight of chair with hight of desk 41,4- 58,9 cm and hight of chair 30,2-40,6 cm. Width of desk 56,3 cm, width of chair 27,3 cm, lenght of chair 39,2 cm and height of backrest 43,5 cm.
Restricted Narration pada Penciptaan Iklan Layanan Masyarakat “Remaja Anti Narkoba” I Wayan Nain Febri
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.708 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v3i1.2108

Abstract

Iklan layanan masyarakat ini, merupakan sebuah hasil karya seni audiovisual yang dibuat berdasarkan pengamatan sosial yang sedang terjadi di Indonesia, dengan judul karya “Restricted Narration (Penceritaan terbatas)Pada Penciptaan Iklan Layanan Masyarakat “Remaja Anti Narkoba”. Karya iklan ini menggunakan metode restricted narration (Penceritaan terbatas) dalam penyampaian ceritanya, sehingga selalu ada informasi penting yang dirahasiakan dari penonton dan akan ditampilkan pada saat yang tepat. Penerapan restricted narration pada iklan ini adalah melalui penceritaan tokoh utama yang selalu menggambarkan sebuah kehidupan seorang pelajar yang terlihat baik-baik saja dengan keluarga yang harmonis, namun pada kenyataannya, pelajar tersebut adalah seorang pengguna narkoba yang dihantui hukum dan akan menjemput kematian. This public service advertisement is a final assignment work of visual audio art which is based on the social observations that are taking place in Indonesia, with the title of the work “Penggunaan Restricted Narration (Penceritaan terbatas) pada Penciptaan Iklan Layanan Masyarakat Remaja Anti Narkoba”. This advertisement work used restricted narration method (penceritaan terbatas) to display its story, so that there was always important information that kept hidden from viewer and would be revealed at the right moment. The application of restricted narration in this advertisement is through main character’s story that was described as a student with a good life and harmonious family, but in reality that student is a drug user that would always haunted by laws and will die.
Fujoshi Ala Indonesia dalam Penciptaan Komik Yueni Andri Ani
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.616 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v3i1.2104

Abstract

Permasalahan Fujoshi bukan hal baru lagi, beberapa jurnal pendidikan banyak yang mengangkatnya sebagai pembahasan. Namun dari semua itu, belum ada hasil yang terlihat karena sebagian besar hanya berupa riset tanpa adanya upaya nyata. Dalam penciptaan desain komunikasi visual, dimana perlu dilakukan adanya riset, analisis, dan pemecahan masalah dalam bentuk nyata maka akan memungkinkan adanya hasil yang berbeda. Upaya dalam penciptaan ini akan menggunakan komik sebagai salah satu media yang paling dekat dengan target, untuk digunakan sebagai cara menyampaikan pesan tentang bagaimana perkembangan fujoshi di Indonesia, bagaimana media bermuatan yaoi ini berpengaruh pada para fujoshi, serta beberapa pemicu kenapa fenomena ini mudah sekali berkembang, juga akan dibahas dalam artikel ini. Fujoshi's problem is not new anymore, some educational journals many of which raised it as a discussion. But all of that, there is no visible result because most of it is just research without any real effort. In the visual comunication of designs, where need presence of research, analysis and problem solving in the real form it may be will allow for different results. Efforts in this creation will use comics as one of the media closest to the target, will used to convey the message of how the development of fujoshi in Indonesia, how the media charged yaoi affect the fujoshi, as well as some triggers why this phenomenon is easy to develop, also will discussed in this anticle.

Page 1 of 1 | Total Record : 7