cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 87 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020): November" : 87 Documents clear
PELATIHAN PEMBUATAN DIGESTER BIOGAS SEDERHANA BAGI KELOMPOK PKK NEFONAEK Rima Nindia Selan; Adi Yermia Tobe; Yeremias M. Pell
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.259 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3385

Abstract

ABSTRAKKelurahan Nefonaek merupakan salah satu kelurahan di Kota Kupang yang padat penduduknya,hal ini sudah tentu berpengaruh besar pada sampah yang dihasilkan. Karena banyaknya sampah yang dihasilkan, maka seringkali masyarakat membuang tidak pada tempatnya. Seperti yang terjadi di Jalan Supul 2, sampah - sampah dibuang oleh masyarakat di tanah kosong depan perumahan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan praktek pembuatan digester biogas sederhana. Melalui kegiatan ini diharapkan ibu – iubu rumah tangga dapat mengolah sampah rumah tangga menggunakan digester biogas sederhana. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah metode ceramah, tanya jawab, diskusi, simulasi dan praktik. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu ibu – ibu kelompok PKK Nefonaek mendapat pengetahuan tentang cara mengelola sampah organik, serta dapat membuat digester biogas sederhana dengan menggunakan bahan yang ada disekitar perumahan. Kata kunci: sampah organik; pengelolaan sampah; digester biogas sederhana. ABSTRACTKelurahan Nefonaek is one of the urban villages in Kupang City which is densely populated, this of course has a big effect on the waste produced. Because of the large amount of waste generated, people often dispose of it inappropriately. As happened on Jalan Supul 2, the community discards garbage on the empty land in front of the housing. The purpose of this activity is to provide knowledge about household waste management and the practice of making a simple biogas digester. Through this activity, it is hoped that housewives can process household waste using a simple biogas digester. The methods used in the community service are lecture, question and answer, discussion, simulation, and practice methods.The results of this service were that the women of the Nefonaek PKK group got knowledge about how to manage organic waste, and were able to make a simple biogas digester using materials around the housing. Keywords: organic waste; waste management; a simple biogas digester.
PENINGKATAN KUALITAS PUPUK KOMPOS DARI LIMBAH RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN STIMULATOR EM4 PADA KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT SRIMENANTI JAYA KABUPATEN BANGKA Verry Andre Fabiani; Fajar Indah Puspita Sari; Nurhadini Nurhadini; Adisyahputra Adisyahputra; Ristika Oktavia Asriza
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.315 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2995

Abstract

ABSTRAKKelurahan Srimenati merupakan kelurahan di Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka yang hanya memiliki 1 lokasi tempat pembuangan sampah. Pengolahan sampah umumnya hanya dihancurkan dan didistribusikan ke tempat pengolahan sampah dan bank sampah. Sejauh ini pengolahan sampah hanya dilakukan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Kurang optimalnya pengolahan pupuk kompos yang telah dilakukan sehingga kualitas pupuk kompos yang dihasilkan masih rendah, terbatasnya stimulator EM4 karena biaya yang mahal dan kurangnya inovasi pengolahan pupuk kompos yang berkualitas. Pada program pengabdian ini dilakukan penyuluhan tentang peningkatan kualitas pupuk kompos berbasis limbah rumah tangga, mitra pengabdian yaitu dari kelompok swadaya masyarakat (KSM) Srimenanti Jaya dan masyarakat sekitar. Sekitar 31 peserta berpartisipasi pada program ini, kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan langsung dan tidak langsung, monitoring dan evaluasi melalui kuesinoner. Pada dasarnya kualitas pupuk kompos dapat ditingkatkan jika memperhatikan beberapa parameter salah satunya yaitu nisbah C/N, mikroba perombak bahan organik memerlukan karbon sebagai sumber energi untuk pertumbuhan dan nitrogen untuk pembentukan protein. Mikroba terpilih tersebut juga dikenal sebagai Effective Microorganism 4 (EM4). Hasil pengabdian dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan limbah rumah tangga dan pengolahannya menjadi pupuk organik cair serta mengurangi ketergantungan masyarakat dalam penggunaan pupuk kimia. Kata kunci: EM4; KSM; pupuk organik; sampah. ABSTRACTSrimenati Village is a sub-district in Sungailiat Subdistrict, Bangka Regency, which only has 1 garbage disposal location. Waste processing is generally only crushed and distributed to landfills and waste banks. So far, solid waste processing has only been carried out by Community Self-Help Groups (KSM). Less optimal compost processing that has been done so that the quality of compost produced is still low, the limited EM4 stimulator due to high costs and the lack of quality compost processing innovation. In this service program, counseling was conducted on improving the quality of household waste-based compost, community service partners, namely from the Srimenanti Jaya community self-help group (KSM) and the surrounding community. Approximately 31 participants participated in this program, activities were carried out by direct and indirect counseling methods as well as monitoring and evaluation through questionnaires. Basically, the quality of compost can be improved if you pay attention to several parameters, one of which is the C / N ratio, microbes that break down organic matter require carbon as an energy source for growth and nitrogen for protein formation. The selected microbes are also known as Effective Microorganism 4 (EM4). The results of this service can provide information to the community about the use of household waste and its processing into liquid organic fertilizer and reduce community dependence on the use of chemical fertilizers. Keywords: EM4; KSM; organic fertilizers; garbage.
INOVASI PEMBUATAN PEMPEK BAGI PELAKU USAHA KECIL PEMPEK DI KOTA PALEMBANG Asep Dodo Murtado
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.339 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2944

Abstract

ABSTRAKINOVASI PEMBUATAN PEMPEK BAGI PELAKU USAHA KECIL PEMPEK DI PALEMBANG.  Bertujuan untuk mensosialisasikan dan memberikan bimbingan teknis dan manajemen inovasi pembuatan pempek berupa tepung pempek bagi pelaku usaha pempek di kota Palembang. Pempek dikenal sebagai makanan tradisional kota Palembang yang dibuat dari campuran ikan giling dan tepung tapioca dan disajikan dengan cuko pempek. Keterbatasan SDM yang terampil dalam pembuatan pempek, dan keterbatasan umur simpan pempek, menjadikan pempek terbatas untuk didistribusikan ke daerah yang lebih luas. Pada tahun 2016 (Murtado) berhasil menciptkan tepung pempek sebagai bahan pembuatan pempek yang terbuat dari ikan giling dan tepung tapioka yang diolah menjadi campuran kering homogen.  Dengan tepung pempek, membuat pempek menjadi lebih mudah dan cepat.  Umur simpan tepung pempek mencapai dua tahun sehingga penanganan dan distribusi lebih mudah dan sederhana. Kegiatan berupa pembinaan langsung pembuatan tepung pempek bagi mitra yang ditunjuk dan bersedia mengikuti kegiatan ini.   Kegiatan dilakukan dengan lima tahap, yaitu: 1) seleksi   calon peserta, 2) tatap muka penjelasan sekitar tepung pempek, 3) pembuatan tepung pempek dan 4) pembuatan pempek berbahan tepung pempek. Setelah 7 hari melakukan pembinaan dan pelatihan, dihasilkan peserta yang terampil secara teknis dan minat yang semakin besar terhadap pengembangan usaha pempek berupa tepung pempek.  Kata kunci: Pempek; inovasi; usaha kecil. ABSTRACTPEMPEK-MAKING INNOVATIONS FOR SMALL BUSINESS PLAYERS OF PEMPEK IN PALEMBANG.  Aiming to socialize and provide technical guidance and management of innovation in making pempek in the form of pempek flour for pempek entrepreneurs in Palembang city.  Pempek is known as a traditional Palembang food made from a mixture of ground fish and tapioca flour and served with cuko pempek.  Limited skilled human resources in making pempek, and limited shelf life of pempek, make it limited for pempek to be distributed to a wider area.  In 2016 (Murtado) succeeded in creating pempek flour as an ingredient for making pempek which is made from ground fish and tapioca flour which is processed into a homogeneous dry mixture.  With pempek flour, making pempek becomes easier and faster.  The shelf life of pempek flour is up to two years, making handling and distribution easier and simpler.  Activities in the form of direct guidance for making pempek flour for partners who are appointed and willing to participate in this activity.  The activity was carried out in five stages, namely: 1) selection of prospective participants, 2) face-to-face explanation about pempek flour, 3) making pempek flour and 4) making pempek made from pempek flour.  After 7 days of coaching and training, participants who were technically skilled and had greater interest in developing the pempek business in the form of pempek flour were produced. Keywords: Pempek; innovations; small business.
ANTISIPASI CORONA : PENYEMPROTAN DISINFEKTAN DAN PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI MUSHOLA Cyntiya Rahmawati; Baiq Leny Nopitasari; Alvi Kusuma Wardani; Baiq Nurbaety; Nur Furqani; Yuli Fitriana; Anna Pradiningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.546 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2945

Abstract

ABSTRAKCoronavirus Disease (COVID-19) menjadi masalah kesehatan di dunia sebagai pandemi dan kasusnya sampai Juli 2020 terus meningkat khususnya di Indonesia termasuk di Kabupaten Lombok Timur yang merupakan kabupaten dengan total kasus terbanyak di NTB.Pengabdian ini bertujuan  agar mushola yang secara rutin digunakan oleh warga di Desa Masbagik Selatan Kabupaten Lombok Timur selalu terjaga kebersihannya serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan ini dilaksanakan dengan penyemprotan mushola dengan disinfektan dan penyuluhan PHBS melalui spanduk dan poster. Hasil yang diharapkan adalah penyemprotan disinfektan di mushola tetap dilakukan secara rutin dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tetap menerapkan PHBS di era new normal ini guna mencegah penularan Covid-19 di tempat ibadah khususnya. Kata kunci: covid-19; disinfektan; PHBS; mushola. ABSTRACTCoronavirus Disease (COVID-19) is a health problem in the world as a pandemic and the case until July 2020 continues to increase, especially in Indonesia, including in East Lombok District which is the district with the most cases in NTB. The aims are to keep the mosque that is routinely used by residents in Masbagik Selatan Village, East Lombok Regency,always to be clean and increase public awareness to implement Clean and Healthy Behavior (PHBS). This activity is carried out by spraying the mosque with disinfectants and PHBS counseling through banners and posters. The expected result is that spraying disinfectants in the mosque continues to be done routinely and increase public awareness to keep applying PHBS in this new normal era to prevent Covid-19 transmission in places of worship specifically. Keywords: covid-19; disinfectant; PHBS; mosque
PPM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGOLAHAN TANAMAN OBAT SEBAGAI OBAT TRADISIONAL DI DESA MENDALO INDAH JAMBI LUAR KOTA Elisma Elisma; Havizur Rahman; Uce Lestari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.99 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2736

Abstract

ABSTRAKDalam dekade belakangan ini di tengah banyaknya jenis obat modern di pasaran dan munculnya berbagai jenis obat modern yang baru, terdapat kecenderungan global untuk kembali ke alam (back to nature). Faktor yang mendorong masyarakat untuk mendayagunakan obat bahan alam antara lain mahalnya harga obat modern/sintetis dan banyaknya efek samping. Selain itu faktor promosi melalui media masa juga ikut berperan dalam meningkatkan penggunaan obat bahan alam. Oleh karena itu obat bahan alam menjadi semakin populer dan penggunaannya meningkat tidak saja di negara sedang berkembang seperti Indonesia, tetapi juga pada negara maju. Jenis obat tradisional yang digunakan dapat berupa obat tradisional buatan sendiri, jamu gendong maupun obat tradisional industri pabrik. Penggunaan tumbuhan obat tidak sesederhana seperti yang dipikirkan orang selama ini. Semua harus dipelajari dan memerlukan pengalaman tersendiri. Pemakaian obat tradisional juga harus mempertimbangkan takaran/dosis dan cara pengolahan yang tepat agar tujuan terapi tercapai. Namun belum banyak masyarakat mengetahui cara pembuatan obat tradisional yang baik, dimulai dari bagian tanaman obat yang diambil sampai pada tahap pengolahannya. Salah mengenali tumbuhan obat yang dimaksud juga tidak akan menyembuhkan penyakit, apalagi salah menggabungkan beberapa tumbuhan obat yang khasiatnya berlawanan. Pengabdian yang dilaksanakan di Desa Mendalo Indah Kecamatan Jambi Luar Kota ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai cara pengolahan obat tradisional yang teapat. Metode yang dilaksanakan pada Program PKM yaitu penyuluhan dan pelatihan. Setelah pengabdian ini dilaksanakan dapat terlihat bahwa masyarakat telah mengetahui dan menerapkan cara pengolahan obat tradisional yang baik. Diharapkan dengan ini tujuan pengobatan dapat tercapai secara maksimal dan efek samping minimal sehingga berimbas pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat..Kata kunci: obat tradisional; pengolahan; desa mendalo indah. ABSTRACTIn the last decade amidst the many types of modern medicines on the market and the emergence of various types of new modern medicines, there is a global tendency to return to nature. Factors that encourage people to utilize natural medicines include the high price of synthetic drugs and the many side effects. In addition, promotion factors through the mass media also play a role in increasing the use of natural medicines. Therefore natural medicines have become increasingly popular and their use is increasing not only in developing countries like Indonesia but also in developed countries. The type of traditional medicine used can be in the form of homemade traditional medicine, herbal medicine as well as traditional industrial medicine. The use of medicinal plants is not as simple as people have thought so far. All must be learned and requires its own experience. The use of traditional medicine must also consider the correct dosage and treatment method so that the therapeutic goals are achieved. But not many people know how to make traditional medicines that are good, starting from the part of medicinal plants taken to the processing stage. It is also wrong to recognize the medicinal plants which will not cure the disease, moreover one combines several medicinal plants which have opposite properties. The service that was carried out in Mendalo Indah Village, Jambi, Outer City District, was aimed at providing information on how to treat traditional medicines properly. The method implemented in the PKM Program is counseling and training. After this service is carried out, it can be seen that the community has known and implemented a good method of processing traditional medicines. It is expected that using this treatment goal can be achieved optimally and minimal side effects so that the impact on improving the quality of public health. Keywords: traditional medicine; processing; mendalo indah village
PEMBUATAN DAN POTENSI PEMANFAATAN UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) UNTUK KEAMANAN WILAYAH RT. 19 KELURAHAN KARANG JOANG TAHUN 2020 Alfian Djafar; Gad Gunawan; Doddy Suanggana; Chandra Suryani Rahendaputri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.956 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3267

Abstract

ABSTRAKAngka kriminalitas yang meningkat menjadi salah satu permasalahan pembangunan di kota Balikpapan. Tindakan kriminalitas seperti pencurian, penculikan anak, tindakan asusila terhadap perempuan dan sebagainya sangat meresahkan warga. Tidak terkecuali untuk warga perumahan Griya Wiyata Asri (GWA) III, RT 19, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan. Sejauh ini, pelaksanaan Siskamling terbukti efektif dalam meminimalisir terjadinya tindak kejahatan di perumahan GWA III, terutama pada malam hari. Namun, permasalahan terjadi pada siang hari karena mayoritas warga perumahan masuk dalam kategori produktif, bekerja sehingga berada di luar perumahan, bahkan ada yang di luar kota. Suasana perumahan sangat sepi, sehingga meninggalkan celah tindakan kriminalitas bisa terjadi pada siang hari. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya penanggulan atau pencegahan tindak kriminalitas. Untuk membantu upaya pencegahan tindak kriminalitas, dirakitlah sebuah Unmanned Aerial Vehicle (UAV). UAV ini digunakan untuk memantau kondisi di perumahan GWA III. Metode evaluasi dari pengabdian masyarakat tahap awal ini adalah sebatas melalui  observasi hasil pemantauan udara. Dari hasil foto, kejernihan foto dan kondisi perumahan yang dapat diobservasi secara jelas per bingkai foto udara, maka UAV ini berpotensi untuk digunakan sebagai penunjang siskamling dengan permasalahan kurangnya sumber daya manusia pada siang hari di perumahan GWA III ini.     Kata kunci: UAV; siskamling; keamanan. ABSTRACTBalikpapan, a city of oil. Despite this predicate, it suffer from high criminal level. This incude robbery, child kidnapping, female abuse that have been a great concern in many residential in Balikpapan. One of this residence is Griya Wiyata Asri III Residence. In this residence, a neigbourhood security system has been made. In this system, the resident of this residence have a shift to do a night watching. This system have been effective in the night, but in the daylight, because most of the people are in productive age, most of them working outside of this residential, make this residential empty, thus, making an opportunity for criminal to occur. To answer this probem, an unmanned aerial vehicle was built to monitor the condition of the neighbourhood. The evaluation of this preliminary stage of this community service was done merely from the results of the aerial view. This aerial view, it is so clear and can capture well the activity done in the neighbourhood in a one frame. So, this UAV have a potential to be used as aid to the neighbourhood security system which have a problem on lacking some human resources in the daylight. Keywords: UAV; security; neighbourhood.
SOSIALISASI UPAYA PEMBASAHAN LAHAN GAMBUT DENGAN PEMBANGUNAN SUMUR BOR SECARA PARTISIPATIF Henny Herawati; Kartini Kartini; Aji Ali Akbar; Tatang Abdurrahman
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.933 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3252

Abstract

ABSTRAKPada musim kemarau lahan gambut sering mengalami kekeringan. Kondisi kering dapat menyebabkan lahan gambut mudah terbakar. Untuk menjaga lahan gambut dari kondisi kering, maka perlu dilakukan upaya pembasahan lahan gambut. Saat musim kemarau ketersedian air permukaan sulit diperoleh. Sumber air yang dapat diandalkan adalah air tanah. Pengambilan air tanah baik dan terkendali, perlu dilakukan dengan pengetahuan dan teknologi sederhana. Hal ini diperlukan agar pembasahan lahan gambut dapat dilakukan secara partisipatif. Untuk mencapai tujuan, maka dilakukan upaya sosialisasi tentang metode pembuatan sumur bor yang dapat dilakukan oleh masyarakat secara partisipatif. Sosialisasi ini merupakan salah satu kegiatan pengabdian kepada msayarakat (PKM) yang dilakukan oleh Tim Pelaksana, dengan pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Tahun 2019. Kegiatan PKM ini dilakukan di Desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini diawali dengan melakukan indept interview untuk mengali permasalahan di lokasi kegiatan. Sosialisasi dilakukan dengan metode ceramah dan praktek lapangan dengan melibatkan masyarakat setempat. Masyarakat sangat antusias mengikuti sosialisasi. Dampak kegiatan adalah meningkatnya kesehatan lingkungan dan masyakat serta dapat sebagai sumber air baku untuk keperluan sehari-hari. Kegiatan ini juga memberi dampak peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat setempat khususnya, dan diharapkan dapat menyebarluaskan informasi kepada masyarakat luas. Kata kunci: lahan gambut; kekeringan, sumur bor; partisipatif; wajok hilir. ABSTRACTThe peatlands often experience drought in the dry season. Dry conditions can cause peatlands to burn easily. It is necessary to make efforts to wet the peatlands to protect peatlands from dry conditions. During the dry season, it is difficult to obtain surface water. A reliable source of water is groundwater. The extraction of groundwater is good and controlled, it needs to be done with simple knowledge and technology. This is necessary so that the wetting of the peatlands can be done in a participatory manner. To achieve the goal, an effort was made to socialize the method of making boreholes that can be done by the community in a participatory manner. This socialization is one of the community service (PKM) carried out by the implementation team, with funding from the Ministry of Research, Technology, and Higher Education in 2019. This PKM activity was carried out in Wajok Hilir Village, Siantan District, Mempawah Regency, West Kalimantan. This activity begins with conducting an in-depth interview to multiply the problems at the location of the activity. The socialization was carried out by lecturing methods and field practice involving the local community. The community was very enthusiastic about participating in the socialization. The impact of these activities is to improve the health of the environment and the community as well as to serve as a source of raw water for daily needs. This activity also has an impact on increasing the knowledge and capacity of the local community in particular, and it is hoped that it can disseminate information to the wider community. Keywords: peatlands; drought, boreholes; participatory; wajok hilir.
PENGEMBANGAN DESAIN RUANG KELAS DALAM UPAYA MENDUKUNG TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI Refranisa Refranisa; Chairul Saputra
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.903 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3260

Abstract

ABSTRAKKegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian pada masyarakat yang berlangsung karena adanya permintaan dari Ketua Pengurus PAUD Tunas Melati Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur . Pada kondisi sekarang ini keadaan PAUD Tunas Melati sebagai PAUD yang masih menggunkan bangunan RW sebagai wadah untuk pembelajaran. Para Pengurus mengusulkan untuk mengubah suasana ruang kelas dengan merenovasi ruang kelas agar lebih nyaman dan memberikan kesan menarik secara visual. Tujuan dari kegiatan ini adalah membantu para pengurus PAUD untuk melakukan renovasi pada ruang kelas, dengan membuatkan desain interior yang nantinya hasil desain tersebut dapat digunakan sebagai acuan pengembangan. Diharapkan dengan diadakanya desain ruang kelas dapat meningkatkan stimulus dan minat belajar pada siswa. Tahapan metode yang digunkan adalah dengan pengumpulan data, pembuatan desain lalu tahap evaluasi terhadap desain. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan selama 3 bulan dimana kami  melakukan diskusi  konsep dan proses mendesainbersama dengan para pengurus PAUD Tunas Melati meliputi 7 orang guru dan 12 orang tua. Hasil Luaran yang dicapai pada kegiatan ini adalah desain ruang kelas yang digambar dalam bentuk 3D . Kata kunci: desain ruang kelas;renovasi; anak usia dini. ABSTRACTThis activity is a community service activity that takes place due to a request from the Chairperson of the PAUD Tunas Melati Malaka Jaya Management, Duren Sawit, East Jakarta. In its current condition,  PAUD Tunas Melati still uses the RW building as a place for learning. The management proposes to change the atmosphere of the classroom by renovating the classroom to make it more comfortable and give a visually attractive impression. The purpose of this activity is to help PAUD administrators to make renovations to classrooms, by making interior designs which later on can be used as a reference for development. It is hoped that the holding of classroom design can increase the stimulus and interest in learning in students. The stage of the method used is by collecting data, making the design and then evaluating the design. This community service activity was carried out for 3 months where we discussed the concept and design process together with the administrators of PAUD Tunas Melati, including 7 teachers and 12 parents. The output achieved in this activity is a classroom design that is drawn in 3D. Keywords: classroom design; renovation;  early childhood.
SOSIALISASI DAN PENGAJARAN TENTANG PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR BERDASARKAN ETIKA KESANTUNAN BERBAHASA PADA ANAK DIDIK DI YAYASAN TANAH BINTANG DESA KERANDANGAN KECAMATAN BATU LAYAR LOMBOK BARAT Ahyati Kurniamala Niswariyana; Titin Untari; Supratman Supratman; Linda Ayu Darmurtika; Arpan Islami Bilal
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.895 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3373

Abstract

ABSTRAKPara siswa yang belajar di Yayasan Tanah Bintang merupakan siswa yang ingin belajar ekstra. Siswa-siswa tersebut pagi hari belajar di sekolah formal, sore hari belajar bahasa asing dan kerajinan tangan di yayasan. Untuk pembelajaran bahasa, bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar sebab guru dan siswa adalah penutur bahasa Indonesia sekaligus pembelajar bahasa asing. Pada saat berinteraksi di kelas, para siswa menggunakan bahasa Indonesia nonformal, jauh dari kata benar. Pelaksanaan pengabdian ini memiliki tujuan agar para siswa dapat mengenal bahasanya sendiri  sebelum mempelajari bahasa asing, hal ini juga akan berdampak pada pengenalan bahasa Indonesia yang baik dan benar pada warga asing yang tengah belajar bahasa Indonesia. Sehingga bahasa Indonesia yang digunakan tidak merujuk pada bahasa kontemporer atau bahasa gaul, akan tetapi mengacu pada kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, yakni bahasa lisan yang dapat dipahami lawan bicara serta tidak menyinggung yang sesuai dengan etika berbahasa, dan bahasa tulis yang memiliki acuan jelas yakni PUEBI dan KBBI. Kegiatan pengabdian yang berlangsung selama 4 kali pertemuan ini dinilai berhasil, peserta mengalami kemajuan dari pengetahuan tentang bahasa yang baik dan benar. Hasil akhir yang tampak adalah bahwa peserta mulai memahami perbedaan Bahasa yang baik dan Bahasa yang benar, serta penempatannya dalam berkomunikasi dan menulis. Kata kunci: pembelajaran; bahasa indonesia; baik dan benar ABSTRACTThe students of Tanah Bintang Fondation are those who want to have extra learning. Beside studying formally at school, they also learn about foreign language and handicrafts at the foundation. In language learning, Indonesian Language is used as an instruction since teachers and students are the native speakers while studying foreign language. During classroom activity, students usually use non-formal Indonesian which is unstandardized. That is the reason of this devotion, in order to help students to comprehend and understand their Indonesian firstly before learning other foreign languages. It is also aimed at impacting foreigners vice versa to learn Indonesian correctly as standardized. Therefore, the use of Indonesian will refer to Official Indonesian Spelling System rather than slang and contemporary language. The use in spoken language must be understood by interlocutors and should not offend the language etiquette . Other, in written language must be based on PUEBI and KBBI references. The four times meeting devotional has successful to take place due to the enhanced knowledge about the use of correct language itself. The result is participants now has been able to differentiate between standard and unstandard language use both in speaking and writing. Keywords: learning; Indonesian language; good and right
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI APLIKASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN DODOL NANGKA DAN SUSU BIJI NANGKA DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Nurhayati Nurhayati; Asmawati Asmawati; Syirril Ihromi; Marianah Marianah; Adi Saputrayadi
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.888 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3321

Abstract

ABSTRAKDesa kekeri merupakan salah satu desa sentra produksi nangka di Kabupaten Lombok Barat. Produksi buah nangka di desa tersebut melimpah namun tidak diikuti dengan harga jual yang tinggi. Ketika musim buah nangka tiba, harga jual nangka tidak memiliki nilai sedikitpun karena penjualan buah nangka dalam keadaan segar tanpa adanya proses pengolahan lebih lanjut. Berdasarkan kenyataan tersebut, dilakukan kegiatan pengabdian yang bertujuan untuk : (1) Memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat tentang nutrisi, manfaat dan olahan buah nangka (2) Menjelaskan dan memberikan percontohan kepada ibu – ibu rumah tangga dan remaja putri tentang aplikasi teknologi pengolahan dodol nangka dan susu biji nangka. (3) Memberikan ketrampilan kepada kelompok masyarakat khususnya ibu – ibu dan remaja putri tentang bagaimana cara meningkatkan pendapatan rumah tangga serta pemenuhan gizi keluarga melalui aplikasi teknologi pengolahan dodol nangka dan susu biji nangka. Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung dengan sukses dan lancar sesuai dengan rencana. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang nutrisi, manfaat dan olahan nangka. Selain itu juga mampu meningkatkan keterampilan peserta penyuluhan untuk mengolah dodol nangka dan susu biji nangka. Diharapkan kegiatan pengabdian ini dapat bermanfaat bagi peserta kegiatan untuk menjadi ide rintisan usaha dodol nangka meningkatkan pendapatan keluarganya serta dapat memenuhi gizi keluarga melalui aplikasi teknologi pengolahan susu biji nangka. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; dodol nangka; susu biji nangka; kekeri. ABSTRACTKekeri village is one of the centers for jackfruit production in West Lombok Regency. The production of jackfruit in the village is abundant but not accompanied by a high selling price. When the jackfruit season arrives, jackfruit's selling price is meager because the sale of jackfruit is fresh without further processing. Based on this fact, service activities were carried out aimed at: (1) Providing understanding and knowledge to the public about nutrition, benefits, and processed jackfruit (2) Explaining and giving examples to housewives and young women about the application of jackfruit dodol and jackfruit seeds milk processing. (3) Providing skills to community groups, especially mothers and young women, on increasing household income and fulfilling family nutrition by applying jackfruit lunkhead and jackfruit seed milk processing. This activity was carried out successfully and smoothly according to plan. This community service activity can increase public knowledge about nutrition, benefits, and processed jackfruit. Besides, it can also improve the extension participants' skills to process jackfruit lunkhead and jackfruit seed milk. It is hoped that this service activity can be useful for activity participants to become a pilot idea for dodol jackfruit business to increase family income and fulfill family nutrition by applying jackfruit seed milk processing. Keywords: community empowerment; jackfruit dodol; jackfruit seed milk; kekeri