cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 131 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024): June" : 131 Documents clear
Literasi informasi digital untuk menghindari pelanggaran etika bermedia sosial pada ibu rumah tangga Nurul Fikriati Ayu Hapsari; Hirma Susilawati; Rohana Rohana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23296

Abstract

AbstrakHadirnya media sosial ini, dunia seolah-olah tidak memiliki batasan (borderless), masyarakat dapat dengan mudah, bebas mencari dan mendapatkan berbagai informasi yang ada di media sosial. Tingginya penggunaan media sosial menjadi kebutuhan pokok berbagai lapisan masyarakat salah satunya pada ibu rumah tangga. Bagi kaum ibu pengaruh buruk yang terjadi pada penggunaan media social lebih pada kebingungan dalam menelusur informasi, menyebarkan informasi bohong (hoax) dan cara berkomunikasi sehingga terjadi ujaran kebencian, bergosip dan pengancaman yang mengakibatkan terjerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan literasi informasi digital ibu rumah tangga dalam etika menggunakan media sosial. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan pemberian materi, praktik dan diskusi interaktif kepada ibu rumah tangga di Desa Rempung. Kegiatan ini menghasilkan pemahaman baru antara sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi meningkat sebesar 80% berkaitan literasi informasi digital seperti penelusuran, penyebaran dan penyajian informasi sesuai dengan etika bermedia sosial. Kegiatan ini perlu dilakukan secara berkelanjutan sehingga banyak ibu rumah tangga yang memanfaatkan media sosial kearah yang lebih positif.  Kata kunci: literasi informasi digital;  media sosial; ibu rumah tangga AbstractWith the presence of social media, the world seems to have no boundaries, people can easily, freely search for and obtain various information on social media. The high use of social media has become a basic need for various levels of society, one of which is housewives. For mothers, the bad influence that occurs when using social media is more about confusion in searching for information, spreading false information (hoaxes) and how to communicate, resulting in hate speech, gossip and threats which result in being caught in the Information and Electronic Transactions Law (UU ITE). The aim of this activity is to increase housewives' digital information literacy knowledge in the ethics of using social media. The method used in this activity is by providing materials, practices and interactive discussions to housewives in Rempung Village. This activity resulted in new understanding between before and after being given socialization, increasing by 80% regarding digital information literacy such as searching, disseminating and presenting information in accordance with social media ethics. This activity needs to be carried out sustainably so that many housewives use social media in a more positive way. Keywords: information digital literacy; social media; housewife
Sosialisasi konsumsi makanan sehat seimbang usia golden age untuk pencegah Stunting di Posyandu Wonodadi 2 Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat Nur Endah Saputri; Dela Heraini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22865

Abstract

Abstrak Stunting merupakan kondisi malnutrisi umumnya disebabkan oleh konsumsi asupan dengan gizi kurang, menderita penyakit tertentu, dan pola asuh anak yang kurang baik. Hal ini menyebabkan hambatan pertumbuhan dari janin hingga dua tahun pertama kehidupan anak, ditandai dengan pertumbuhan yang tidak sesuai dengan usia mereka. Maka dari itu kegiatan penyuluhan sosialisasi yang dilakukan di Posyandu Wonodadi 2 bertujuan sebagai awal langkah pencegahan stunting pada anak di masa pertumbuhan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah, dan diskusi terbuka berupa penyampaian materi mengenai pengenalan makanan sehat bergizi dan seimbang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin,7 Maret 2022 dengan melibatkan 25 orang peserta dengan 6 indikator capaian (kepuasan dalam pelayanan, tanya jawab diskusi, pemenuhan aspek Teknologi Tepat Guna, Pelaksanaan monitoring berkala, peningkatan standar kesehatan) yang dituangkan dalam kuisioner evaluasi hasil kegiatan dengan poin (Tidak Puas, Kurang Puas, Puas, Sangat Puas). Melalui peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi makanan seimbang, diharapkan dapat mengurangi kasus stunting dalam komunitas tersebut. Manfaat dari kegiatan ini meliputi peningkatan kesehatan secara keseluruhan bagi individu usia emas dan generasi mendatang, peningkatan kualitas hidup, dan produktivitas masyarakat. Implikasi dari penelitian ini melampaui tingkat individu, memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat dan pemerintah setempat. Kata kunci: gizi anak; makanan sehat seimbang;  stunting. Abstract Stunting is a condition of malnutrition commonly caused by inadequate nutrient intake, certain illnesses, and poor child-rearing practices. It leads to growth impediments from the fetus to the first two years of a child's life, characterized by growth not matching their age. Therefore, the educational outreach activities conducted at Posyandu Wonodadi 2 aim as an initial step in preventing stunting during childhood growth. This activity is carried out through lectures and open discusions, focusing on imparting knowledge about recognizing nutritious and balanced diets. Held on MOnday, March 7, 2022, involving 25 participants, the activity had 6 achievement indicators (satisfaction in service, Q&A discussions, fulfillment of Appropriate Technology aspects, periodic monitoring implementation, improvement of health standards) assessed through an evaluation questionnaire with ratings (Not Satisfied, Less Satisfied, Satisfied, Very Satisfied). Through increased understanding and awareness of the importance of balanced nutrition, it is hoped that stunting cases in the community can be reduced. The benefits of this activity include overall health improvement for the elderly and future generations, enhancing quality of life, and community productivity. The implications of this research extend beyond individual levels, providing positive contributions to the welfare of the community and local government.Keywords: balanced nutritional food; child nutrition; stunting.
Pendampingan perencanaan desain gapura desa Bumi Agung kecamatan Dempo Utara kota Pagar Alam Debby Sinta Devi; Ratih Baniva; Panca Ade Putra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24028

Abstract

AbstrakPembangunan gapura pada sebuah desa merupakan penanda wilayah desa yang berguna bagi masyarakat dan wisatawan yang berkujung. Desa Bumi Agung merupakan salah satu desa di Dempo Utara, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan yang saat ini belum memiliki penanda masuk desa tersebut. Tujuan pengabdian yang dilakukan adalah untuk memfasiltasi dengan memberikan pendampingan pembuatan desain gapura pada Desa Bumi Agung. Kecamatan Dempo utara memiliki luas wilayah sekitar ± 633,66 km² dengan mayoritas pekerjaan masyarakat adalah petani. Desa Bumi Agung merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Dempo Utara. Kegiatan pengabdian ini melibatkan dosen dan mahasiswa Universitas Indo Global Mandiri berjumlah 3 orang. Metode pelaksanaan terdiri dari survey pendahuluan, kemudian melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan beberapa warga sekitar mengenai rencana kegiatan pengabdian. Pembuatan desain gapura menggunakan AutoCAD dan Sketch Up kemudian membuat perencanaan anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan gapura. Rencana Anggaran Biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan gapura pada Desa Bumi Agung tersebut adalah sebesar Rp 30,043.000. Masyarakat sekitar sangat terbantu dengan adanya desain dan perencanaan pembuatan gapura pada Desa Bumi Agung Dempo Utara, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan. Kata kunci: gapura; desa bumi agung; pengabdian; sketchup;RAB Abstract The construction of a gate in a village is a village area marker that is useful for the community and tourists who visit. Bumi Agung Village is one of the villages in North Dempo, Pagar Alam City, South Sumatra which currently does not have a marker to enter the village. The purpose of the service carried out is to facilitate by providing assistance in making gate designs in Bumi Agung village. North Dempo District has an area of about ± 633.66 km² with the majority of people's jobs being farmers. Bumi Agung Village is one of the villages located in North Dempo District. This service activity involved lecturers and students of Indo Global Mandiri University totaling 3 people. The implementation method consists of a preliminary survey, then coordinating with village officials and several local residents regarding the service activity plan. Making a gate design using AutoCAD and Sketch Up then making a budget plan for the costs needed to make the gate. The cost budget plan needed to make the gate in Bumi Agung village is IDR 30,043,000. The surrounding community is greatly helped by the design and planning of making gates in Bumi Agung Dempo Utara Village, Pagar Alam City, South Sumatra. Keywords: gapura; bumi agung village; dedication; autocad; RAB
Inovasi bentuk desain rumah lebah tanpa sengat (stingless bee) untuk di perkotaan Falia Haura Ateyana; Afifah Muthia Zahrani; Annisa Rahmaratri; Putri Octavia Regina Yahdi; Sheila Andita Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22937

Abstract

AbstrakLebah tanpa sengat dapat hidup dan dibudidayakan di perkotaan, namun keterbatasan ruang pada rumah masyarakat di perkotaan menjadi alasan mengapa mereka membutuhkan sarang lebah tanpa sengat dengan desain yang menarik dan efisien sehingga tidak memakan banyak ruang di dalam rumahnya. Beenefit adalah salah satu inisiatif yang berkomitmen untuk mempromosikan Urban Beekeeping melalui kegiatan Markethon: Urban Beekeeping Design Challenge. Tujuan dari kegiatan ini untuk dikembangkan inovasi desain rumah lebah tanpa sengat yang sesuai untuk ditempatkan di lingkungan perkotaan. Adapun metode yang dilakukan terbagi dalam lima tahapan, yakni workshop dan mentoring, designing, prototipe, presentasi dan pameran, dan awarding. Hasil pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa desain yang diusulkan dapat diimplementasikan, dan masyarakat perkotaan dapat memelihara lebah tanpa sengat dan tanpa khawatir rumah lebah akan memakan banyak ruang di tempat tinggal mereka. Kata Kunci: inovasi; desain; rumah lebah; lebah tanpa sengat; perkotaan AbstractStingless bees can live and be cultivated in urban areas, however, the limited space in people’s homes in urban areas is the reason why they need stingless bee hives with an attractive and efficient design that does not consume a lot of space in their homes. Benefit is one of the initiatives committed to promoting Urban Beekeeping through Markethon: Urban Beekeeping Design Challenge. The aim of this activity was to develop an innovative stingless bee house design that is feasible in an urban environment. The method is divided into five stages, namely workshop and mentoring, designing, prototyping, presentation and exhibition, and awarding. The results of this activity indicate that designed can be implemented, and urban communities can keep stingless bees and without concern that bee houses will consume a lot of space in their residences. Keywords: innovation; design; bee houses; stingless bee; urban
Pelatihan literasi keuangan bagi UMKM guna mencegah pinjaman online Yeni Yeni; Mohammad Kurniawan DP
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23999

Abstract

Abstrak Banyak masyarakat terjerat pinjaman online karena kebutuhan mendesak alasan  syarat ringan namun pada akhirnya membuat mereka kesulitan membayar dan terjerat bunga tinggi. Pemilik UMKM merupakan pedagang kecil sering mengambil pinjaman online untuk membeli stok barang dan kesulitan untuk membayar pinjaman tersebut karena bunga yang tinggi, sehingga harus mengambil pinjaman baru untuk menutup utang lama. Siklus ini terus berlanjut hingga utang menjadi tidak terkendali bahkan banyak diantara mereka bunuh diri akibat terbelit utang yang tidak terkendali. Pengabdian masyarakat ini  bertujuan untuk memberikan pelatihan literasi cara mengelola keuangan agar dapat mengola keuangan denagn akurat jika ada kebutuhan mendesak. Menghindari pinjaman uang secara online guna memperkecil resiko keuangan yang moderat serta terancam bunuh diri jika tidak mampu mengola bagi para pelaku UMKM. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan literasi tagungan keluarga dan kemampuan dalam mengelola keuangan secara efektif, serta mencegah penggunaan pinjaman online yang merugikan. Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa masyarakat kecil sering terjebak dalam lingkaran utang akibat tidak mempu mengola tabungan keluarga. Kata kunci: mengelola; keuangan; UMKM; tabungan keluarga; pinjaman online. Abstract This community service aims to provide financial literacy training to MSME players. The main aim of this training is to increase knowledge and abilities in managing finances effectively, as well as preventing the detrimental use of online loans. The results of the training show that small communities are often trapped in a cycle of debt due to online loans. MSME owners who are small traders often take out online loans to buy stock of goods, but then have difficulty paying back the loans because of high interest, so they have to take out new loans to cover old debts. This cycle can continue until the debt becomes uncontrollable and many of them even commit suicide due to being entangled in uncontrollable debt. Keywords: literacy; finance; MSMEs; family savings; online loans
Anting emas sus emil (atasi stunting melalui edukasi masyarakat khususnya pada kelompok ibu hamil) di desa Aikmel kecamatan Aikmel kabupaten Lombok Timur Cahaya Indah Lestari; Catur Esty Pamungkas; Siti Mardiyah WD; Rizkia Amilia; Ni Wayan Ari Adiputri; Baiq Masdariah; Risa Arieska; Evi Diliana Rospia; Indriyani Makmun; Aulia Amini; Dwi Kartika Cahyaningtyas
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24588

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian masyarakat ini bertempat di daerah bintaro Ampenan, tujuan dari kegiatan ini adalah memperkernalkan prilaku hidup bersih sehingga target sasaran pada program pengabdian ini adalah anak-anak usia 5 tahun dan sekolah dasar dimana usia tersebut adalah usia rentan lalai akan kebersihan diri. Metode penyampaian yang diberikan berupa dongeng PHBS dengan cara bercerita tentang perilaku hidup sehat yang diadaptasi dari beberapa referensi buku cerita. Tingkat keberhasilah dari kegitian ini adalah anak-anak dapat menerapkan perilaku hidup bersih dengan menerapkan cuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah berkegitan atau makan, anak-anak juga mampu untuk diajak bekerjasama dalam kegiatan gotong royong yang melibatkan para remaja masjid didaerah bintaro. Waktu yang dihabiskan selama kegiatan ini berlangsung adalah tiga bulan dari persiapan dan termasuk dengan monitring evaluasi kegiatan selama kurang lebih sebulan untuk memastikan kegiatan ini tetap terlaksana. Kata kunci: PHBS; literasi. AbstractThis community service activity takes place in the Bintaro Ampenan area, the aim of this activity is to introduce clean living behavior so that the targets for this service program are children aged 5 years and elementary school where this age is the age that is vulnerable to neglecting personal hygiene. The delivery method given is in the form of PHBS fairy tales by telling stories about healthy living behavior adapted from several story book references. The level of success of this activity is that children are able to adopt clean living behavior by washing their hands with soap before and after doing activities or eating, children are also able to be invited to collaborate in mutual cooperation activities involving mosque teenagers in the Bintaro area. The time spent during this activity was three months of preparation and included monitoring and evaluation of the activity for approximately a month to ensure this activity was still carried out. Keywords: PHBS; literation.
Program pemeriksaan keliling anti hipertensi pada masyarakat di Desa Aranio RT 002 sebagai upaya penanganan permasalahan hipertensi Fahrini Yulidasari; Ahmad Nasrul Aziz; Amidatun Nisa; Azhmah Hidayati; Linda Dwi Listyo Ningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23256

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan kronis. Prevalensi hipertensi di Kalimantan Selatan menurut Riskesdas 2018 sebesar 10,81%, lebih tinggi dibandingkan dengan angka nasional yaitu sebesar 8,8%. Berdasarkan hasil diagnosis komunitas, hipertensi juga menjadi permasalahan di Desa Aranio RT 002, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar. Hal ini disebabkan oleh masyarakat yang belum menerapkan pola hidup dan pola makan yang sehat. Alternatif pemecahan masalah untuk menangani permasalahan mengenai permasalahan hipertensi tersebut adalah dengan adanya program pemberdayaan berupa penyuluhan, pembentukan dan pelatihan kader anti hipertensi. Tujuan dari program ini adalah untuk meminimalisir faktor risiko hipertensi pada masyarakat di Desa Aranio RT 002 dengan meningkatkan pengetahuan mengenai hipertensi melalui edukasi dan pemeriksaan tekanan darah. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, pelatihan dan pemeriksaan tekanan darah kepada masyarakat di RT 002 Gang Kampung Baru Desa Aranio . Instrumen kegiatan ini di antaranya adalah kuesioner pre dan post- test. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa setelah dilakukan penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 18%. Setelah uji statistik berupa uji one-sample statistics, diketahui terdapat perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah penyuluhan dengan nilai uji sebesar 0.026. Pada kegiatan program pemeriksaan keliling anti hipertensi, masyarakat desa bersama kader anti hipertensi berhasil melakukan kegiatan edukasi dan pemeriksaan tekanan darah. Selain itu, pada kegiatan di bagikan leaflet tentang pencegahan hipertensi juga berhasil mempengaruhi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Kata kunci: hipertensi; monitoring; kader anti hipertensi Abstract Hypertension is a non-communicable disease that is still a chronic health problem. According to Riskesdas 2018, the prevalence of hypertension in South Kalimantan is 10.81%, higher than the national figure of 8.8%. Based on community diagnosis results, hypertension is also a problem in Aranio Village RT 002, Aranio District, Banjar Regency. This is caused by people who have not adopted a healthy lifestyle and eating patterns. Alternative problem solving to deal with problems regarding hypertension is through an empowerment program in the form of counseling, formation and training of anti-hypertension cadres. The aim of this program is to minimize risk factors for hypertension in the community in Aranio Village RT 002 by increasing knowledge about hypertension through education and blood pressure checks. The methods used were lectures, discussions, training and blood pressure checks for the community at RT 002 Gang Kampung Baru, Aranio Village. The instruments for this activity include pre- and post-test questionnaires. The results of the service showed that after the outreach was carried out, there was an increase in public knowledge by 18%. After statistical tests in the form of one-sample statistics tests, it was discovered that there was a difference in knowledge between before and after counseling with a test value of 0.026. During the anti-hypertension mobile examination program, the village community together with anti-hypertension cadres successfully carried out educational activities and blood pressure checks. Apart from that, the activity of distributing leaflets about preventing hypertension also succeeded in influencing people to carry out regular blood pressure checks. Keywords: hypertension; monitoring; anti-hypertension cadres
Eksplorasi potensi bisnis perguruan tinggi melalui hilirisasi riset dan inovasi Kafka Navisa Suwarno; Ika Ayu Mentari; Fenty Fauziah; Vera Herliana Pratiwi; Muhammad Ali Syahbana; Muhammad Nor Ichsan; Rika Pratika; Rika Nur Junnah; Andini Nur Amilia; Paula Mariana Kustiawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23144

Abstract

Abstrak Hilirisasi riset dan inovasi merupakan strategi penting dalam menerjemahkan hasil penelitian akademis menjadi produk dan layanan yang dapat memberikan nilai tambah di pasar. Namun, tantangan seperti kurangnya sumber daya dan budaya kewirausahaan masih menjadi hambatan yang perlu diatasi. Kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah menjadi kunci untuk mengoptimalkan peluang bisnis dari riset dan inovasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap peran penting perguruan tinggi dalam menghasilkan riset dan inovasi yang berpotensi menjadi peluang bisnis yang berkelanjutan, dan solusi terhadap permaslahan yang ada sekarang. Evaluasi terhadap kegiatan webinar dilakukan untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pengabdian kepada masyarakat serupa di masa depan. Hasil dari evaluasi tersebut menunjukan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya hilirisasi riset dan inovasi. Kegiatan ini diharapkan peserta untuk terus menjadi penggerak dalam menciptakan dampak positif secara ekonomi dan sosial melalui inovasi teknologi dan layanan. Kata kunci: hilirisasi riset; inovasi; perguruan tinggi; bisnis; kolaborasi; tantangan. Abstract  The research and innovation is an important strategy in output implemetation of academic research into products and services that can provide added value in the market. However, challenges such as the limited resources and entrepreneurial culture are still obstacles that need to be overcome. Collaboration between universities, industry and government is the key to optimizing business opportunities from research and innovation. This community service activity aims to provide an understanding of the important role of universities in producing research and innovation that has potential to become sustainable business opportunities and solutions to current problems. Evaluation of webinar activities is carried out to increase the effectiveness of future activities. The results of this evaluation showed that there was an increased in participants' understanding of the importance of downstream research and innovation. Participants in this community service activity hope that this activity can be a driving force in creating positive economic and social impacts through technological and service innovation. Keywords: research downstreaming; innovation; universities; business; collaboration; challenges.
Pelatihan akuntansi dasar home industry bagi ibu rumah tangga dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarga di kota Palembang Leriza Desitama Anggraini; Andini Utari Putri; Aliah Ghina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23367

Abstract

Abstrak Home industry termasuk sektor informal pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang lekat dengan kearifan lokal suatu daerah atau lokasi dan menghasilkan produk buatan tangan. Perempuan memiliki peran penting dalam pengembangan home industry namun sering menghadapi berbagai tantangan seperti akses terhadap modal, networking bahkan pengetahuan pengelolaan keuangan yang memadai untuk mengembangkan bisnis mereka. Pelaku usaha home industry terutama ibu – ibu rumah tangga menganggap akuntansi tidak terlalu penting dan sulit untuk menerapkannya. Kegiatan ini bertujuan dapat membantu ibu – ibu rumah tangga dalam mengoptimalkan potensi yang dimilikinya dalam mengelola home industry dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarga dan perekonomian lokal. Pelatihan ini mengenalkan dasar akuntansi dengan membuat catatan jurnal umum sampai dengan menyusun laporan keuangan seperti laba rugi, arus kas dan posisi keuangan. Pelatihan diikuti oleh 25 orang peserta perwakilan dari beberapa home industry di Kota Palembang. Metode pelaksanaan kegiatan ini dimulai dari persiapan, pelaksanaan sampai dengan evaluasi dan dilaksanakan secara online menggunakan platform zoom meeting. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan capaian keberhasilan pada aspek pengetahuan akuntansi dasar sebesar 80% dan peningkatan aspek pengetahuan terhadap laporan keuangan sebesar 75%. Kata kunci: pelatihan; akuntansi dasar; home industry. Abstract The home industry is part of the informal sector in Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) that is closely related to the local wisdom of a region or location and produces handmade products. Women play an important role in the development of the home industry but often face various challenges such as access to capital, networking, and even adequate financial management knowledge to develop their businesses. Home industry entrepreneurs, especially housewives, consider accounting to be unimportant and difficult to implement. This activity aims to help housewives optimize their potential in managing the home industry to increase family income and local economy. The training introduces the basics of accounting by creating general journal records and preparing financial statements such as income statements, cash flow, and balance sheets. The training was attended by 25 participants representing several home industries in the city of Palembang. The implementation method of this activity starts from preparation, execution, and evaluation, and is conducted online using the Zoom meeting platform. The results of this activity show an 80% improvement in basic accounting knowledge and a 75% improvement in knowledge of financial statements. Keywords: training; basic accounting; home industry
Workshop pertukaran budaya Indonesia-Thailand melalui aplikasi bisnis akibat perubahan sosial kerja sama PKM internasional Nani Cahyani; Ratih Puspitasari; Lesi Hertati; Janty T. Hidayat; Nabila Nurfaiza
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24243

Abstract

Abstrak Kegiatan PKM Internasional dilakukan dalam rangka pertukaran budaya antara Indonesia- Tailand hal ini didorong oleh perubahan teknologi digital bisnis global yang begitu cepat sehingga  membuka peluang baru untuk pertukaran budaya antar negara. PKM  ini mengkaji bagaimana digitalisasi bisnis mempengaruhi perubahan sosial dalam praktik berjualan di media Sosial khususnya antara Indonesia dan Thailand, melalui kerja sama PKM Internasional. Pendekatan kualitatif yang mencakup wawancara dan membagi kuisioner pretest dan postest  dan analisis konten menelusuri pengalaman pedagang online antara konsumen di kedua negara. Hasil temuan membuktikan bahwa digitalisasi bisnis, terutama melalui platform marketplace, memfasilitasi pertukaran budaya antara Indonesia dan Thailand, hal ini menyebakan produk dan praktik bisnis lokal untuk menembus pasar asing. Kerja sama dalam rangka PKM Internasional memperkuat pertukaran produk  dengan memfasilitasi transfer pengetahuan dan pengalaman antara pelaku bisnis dari kedua negara. Perubahan sosial yang teramati termasuk adaptasi strategi pemasaran, pembentukan jejaring antarbudaya, dan peningkatan kesadaran akan keanekaragaman budaya. guna pengembangan bisnis internasional dan harmoni lintas budaya dibahas dalam konteks kolaborasi PKM Internasional. Kata Kunci: workshop; pertukaran budaya; digitalisasi bisnis; perubahan sosial; berjualan di marketplace; PKM internasional Abstract International PKM activities are carried out in the context of cultural exchange between Indonesia and Thailand. This is driven by rapid changes in global business digital technology, opening up new opportunities for cultural exchange between countries. This PKM examines how business digitalization influences social change in the practice of selling on social media, especially between Indonesia and Thailand, through PKM International collaboration. A qualitative approach that includes interviews and pretest and posttest questionnaires and content analysis explores the experiences of online merchants among consumers in both countries. The findings prove that business digitalization, especially through marketplace platforms, facilitates cultural exchange between Indonesia and Thailand, this allows local products and business practices to penetrate foreign markets. Cooperation within the framework of PKM International strengthens product exchange by facilitating the transfer of knowledge and experience between business people from both countries. Observed social changes include adaptation of marketing strategies, formation of intercultural networks, and increased awareness of cultural diversity. for international business development and cross-cultural harmony are discussed in the context of International PKM collaboration. Keywords: cultural exchange; business digitalization; social transformation; selling on the marketplace PKM international.

Page 1 of 14 | Total Record : 131