cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata : G-SMART (Geoteknik, Struktur, Manajemen Konstruksi, Sumber Daya Air, Transfortasi)
ISSN : 26205297     EISSN : 26205297     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal G - SMART : Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata yang meliputi Geoteknik, Struktur, Manajemen Konstruksi, Sumber Daya Air dan Transportasi.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2: Desember 2023" : 6 Documents clear
Karakteristik Dan Persepsi Penumpang Terhadap Pelayanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang Koridor III Antonia O. S. D. Araujo; Indah N. Ismiaji; Djoko Setijowarno; Budi Setiadi
G-SMART Vol 7, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v7i2.11127

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pengguna BRT Trans Semarang Koridor III cenderung bervariasi, termasuk usia, pekerjaan, pendidikan, dan tingkat pendapatan. Secara umum, mayoritas responden merasa puas dengan pelayanan BRT ini adalah sebagai berikut: Jenis kelamin penumpang: Perempuan 64 persen, usia penumpang 20-30 tahun: 37 persen, pendidikan penumpang S1: 40,5 persen, jenis pekerjaan responden pelajar: 39 persen, insensitas perjalanan dalam seminggu 5-6 kali: 69 persen. Karakteristik perjalanan penumpang Bus Trans Semarang Koridor III, lokasi asal dan tujuan perjalanan responden, rumah atau kos: 44,5 persen. Intensitas menggunakan Bus Trans Semarang dalam seminggu 3-4 kali: 38 persen. Moda lanjutan kebanyakan jalan kaki: 65,5 persen. Pergantian moda 1 kali: 65,5 persen. Biaya perjalanan dari asal sampai tujuan kurang dari Rp 5.000: 84,5 persen. Persepsi terhadap halte (jarak dan kondisi), penting: 52,5 persen. Persepsi terhadap waktu tempuh atau lama perjalanan sehari-hari, penting: 50,62 persen. Waktu tunggu penumpang, penting: 49,33 persen. Persepsi terhadap petugas Bus Trans Semarang sudah baik: 59,68 persen. Persepsi terhadap fasilitas di dalam bus, penting: 46,80 persen. Headway weekend di hari sabtu menunjukkan rata-rata sebesar 4,6 menit dan weekend di hari minggu menunjukkan rata-rata sebesar 4,7 menit. Berdasarkan survei load factor Bus Trans Semarang yang melayani jalur Koridor III Pelabuhan Tanjung Emas pada tahun 2022 bulan Januari-Desember dan tahun 2023 bulan Januari-Juni. Diketahui rata-rata load factor pada tahun 2022 mencapai 94.37 persen dan di tahun 2023 rata-rata load factor sampai bulan Juni mencapai 99,21 persen.
Analisis Pengaruh Penggunaan High Damping Rubber Bearing (Hdrb) Terhadap Level Kinerja Struktur Dengan Analisis Non-Linear Time History (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung X) Alfredo Tjokrohadi; Christopher Aditya Cahya Dewata; Gabriel Jose Posenti Ghewa; Budi Setiadi
G-SMART Vol 7, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v7i2.10552

Abstract

Indonesia berada di tiga lempeng tektonik dunia. Lokasi geografis tersebut menyebabkan aktivitas seismik atau gempa bumi yang signifikan dalam hal jumlah dan kekuatan gempa. Untuk itu, perencanaan struktur bangunan harus diperhitungkan dengan tepat. Untuk meminimalisir kerusakan bangunan, perkuatan struktur merupakan salah satu cara mendesain bangunan tahan gempa. Sistem isolasi seismik menggunakan High Damping Rubber Bearing (HDRB) merupakan salah satu pilihannya. Analisis menggunakan data time history diharapkan agar hasil analisis dapat menyerupai keadaan yang sesungguhnya. Analisis gempa pada penelitian ini menggunakan simulasi time history Sumatra Tahun 2007 dengan skala 8,4 Mw. Gempa time history Sumatra berlangsung selama 129 detik. Struktur gedung yang menggunakan base isolator berupa High Damping Rubber Bearing mampu meredam simpangan yang terjadi dengan redaman rata-rata 49,216 %. Selain itu, terlihat bahwa penggunaan High Damping Rubber Bearing dapat menstabilkan displacement lebih baik daripada penggunaan jepit konvensional. High Damping Rubber Bearing mampu mereduksi displacement arah X sebesar 61,790 %, arah Y sebesar 77,853 %, dan arah Z sebesar 52,146 %. Penggunaan High Damping Rubber Bearing dapat menaikan level kinerja struktur Gedung X yang awalnya life safety menjadi level operational.
Re-Design Struktur “Encased Composite Member” (Studi Kasus: Rumah Sakit Panti Rahayu, Yogyakarta) Wiryanto Chandra; David Widianto; Maria Wahyuni
G-SMART Vol 7, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v7i2.10584

Abstract

Desain konstruksi baja struktural dan beton bertulang pada kolom komposit baja terselubungi beton belum menerima tingkat perhatian yang sama dengan kolom baja atau beton bertulang. Hal ini dapat dilihat dari ketentuan yang tidak lengkap dan terkadang saling bertentangan untuk kolom komposit dengan profil terselubung beton dan standar ketentuan desain masa ini. Sebagai contoh, ketentuan untuk kolom komposit beton terencas dalam Kode American Concrete Institute (ACI) (ACI 318) dan Spesifikasi AISC-LRFD telah terbukti memberikan nilai kekuatan yang berbeda secara signifikan, karena masing-masing memperlakukan kolom komposit melalui perluasan kriteria untuk anggota beton bertulang dan baja.NEHRP Recommended Provisions (NEHRP 1994, 1997) dan AISC/LRFD Seismic Provisions (Seismic 1997) menjelaskan tidak ada kriteria yang terkode dalam desain kolom komposit di Amerika Serikat untuk daerah yang memiliki tingkat kegempaan tinggi. Hal ini dikarenakan kondisi geografis yang berbeda dengan di Indonesia yang memiliki lempeng bumi yang lebih aktif. Aplikasi terbaru dari kolom komposit dengan encased composite member sebagai alternatif yang efisien secara biaya untuk kolom baja dalam bangunan tinggi dan perkembangan terkait beton kekuatan tinggi dan desain gempa mendorong ulasan perilaku kolom komposit dan ketentuan desain saat ini
Analisis Potensi Pemanenan Air Hujan (Studi Kasus Kampus Bendan Unika Soegijapranata) Eko Erfianto; Djoko Suwarno; Daniel Hartanto
G-SMART Vol 7, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v7i2.10569

Abstract

Kota Semarang sering dilanda banjir, baik banjir harian akibat rob ataupun banjir sungai yang datang tiap musim  hujan. Perubahan tata guna lahan dari hutan menjadi areal pemukiman/real estate mengakibatkan kenaikan debit puncak menjadi 5-20 kali. Alih fungsi lahan mengakibatkan bencana alam karena air hujan yang seharusnya menyerap (infiltrasi) ke dalam tanah tetapi tidak bisa (terjadi runoff) karena terhalang material seperti beton, aspal serta material lainnya. Salah satu alternatif guna mengurangi laju runoff air hujan adalah dengan membentuk resapan dan menggunakan sistem pemanenan air hujan atau sering disebut rain harvesting. Pemanenan air hujan atau yang biasa dikenal dengan istilah rain harvesting merupakan sumber daya alternatif yang pemanfaatnnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air baku. Sistem pemanenan air hujan yang dilakukan pada daerah hulu dapat menjadi penghambat banjir di wilayah hilir karena air yang seharusnya mengalir (runoff) akan masuk ke tampungan-tampungan pada sistem pemanenan air hujan ini (pengurangan debit air yang langsung menuju hulu). Pemilihan objek penelitian pada kampus bendan Universitas Katolik Soegijapranata karena lokasinya yang berada pada daerah Kota Semarang atas sehingga dinilai tepat jika menerapkan kebutuhan air dengan menggunakan sistem pemanenan air hujan agar mengurangi aliran permukaan (runoff) pada daerah Kota Semarang bawah. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data umum dan data teknis lokasi penelitian, kemudian dianalisis menggunakan acuan SNI 03-6481 Tahun 2000 dan SNI 03-7065 Tahun 2005 tentang Sistem Plumbing. Hasil penelitian ini adalah jumlah air hujan yang dapat ditampung dan kebutuhan sehari-hari Civitas Academica Universitas Katolik Soegijapranata Semarang
Analisis Pengaruh Penggunaan Serat Baja 3D Dramix Dan Baja Tulangan Ditinjau Terhadap Kuat Lentur Dan Pola Retak Permukaan Pada Beton (Analysis of the Effect of Using Steel Fiber and Reinforcing Steel on Flexural Strength and Surface Crack Pattern in Concrete) Sandy Bunawan; Candra Yogi Pratama; Gabriel J.P. Ghewa; Widija Suseno
G-SMART Vol 7, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v7i2.10881

Abstract

Beton merupakan salah satu material yang mempunyai kelebihan pada kuat tekannya namun lemah pada kuat tariknya, hal ini menjadikan beton termasuk material yang getas. Penambahan baja tulangan pada beton sering digunakan untuk mengatasi kelemahan tersebut. Seiring dengan berkembangnya teknologi beton, bahan lain yang dapat mengatasi kelemahan beton dari segi kuat tariknya yaitu serat baja. Hal ini dikarenakan serat baja bekerja secara komposit dengan campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kuat lentur dan pola retak beton serat baja dengan beton bertulang. Penelitian ini terdiri dari dua jenis sampel uji balok beton yaitu balok beton bertulang dan balok beton serat baja dengan mutu beton fc’ 25 MPa dengan masing-masing sampel sebanyak 3 sampel. Sampel uji balok beton bertulang ditambah baja tulangan polos diameter 8 mm, sedangkan balok serat baja ditambah serat baja tipe ujung kait 3D Dramix 80/60 BG. Benda uji balok beton mempunyai ukuran 15 cm × 15 cm × 60 cm. Uji kuat lentur dilakukan pada saat beton berumur 14 dan 28 hari. Berdasarkan uji kuat lentur diperoleh rata-rata hasil kuat lentur balok beton bertulang sebesar 14,64 MPa pada umur 14 hari dan 16,25 MPa pada umur 28 hari, sedangkan untuk balok beton serat baja nilai kuat lentur rata-rata sebesar 7, 38 MPa pada umur 14 hari dan 8,14 MPa pada umur 28 hari. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kuat lentur balok beton bertulang 50% lebih besar dibandingkan beton serat baja. 
Analisis Model Perencanaan Abutmen Jembatan Bendosari Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Dayinta Wahya Bhyantara; Bimo Rahmanto; Maria Wahyuni; David Widianto
G-SMART Vol 7, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v7i2.10882

Abstract

Saat ini banyak sekali pembangunan yang menggunakan lahan-lahan kosong. Namun tidak semua tanah dapat digunakan untuk pembangunan. Tanah memiliki dua kondisi yaitu tanah dalam keadaan normal dan tanah dalam keadaan khusus. Pertimbangan faktor dalam tanah yaitu jenis tanah, daya dukung tanah, parameter tanah, kedalaman tanah keras dan lainnya. Pembangunan jembatan Bendosari didesain untuk pejalan kaki, kendaraan roda 2 dan kendaraan roda 4, menggunakan jenis jembatan gelagar dengan bentang jembatan sepanjang 37,6 meter dan lebar jembatan 4 meter. Kerusakan pada struktur jembatan terindikasi muncul setelah retakan pada permukaan jalan yang lama kelamaan semakin melebar sampai tidak bisa dilewati kendaraan roda 2. Akibat terputusnya jembatan Bendosari menyebabkan delapan rumah yang tidak jauh dari jembatan mengalami rusak dan roboh karena tanah yang ikut longsor. Hasil dari pengujian tanah pada lapangan dan laboratorium mengidentifikasikan tanah silt dan meiliki karakter tanah yang apabila kering keras seperti batu dan sebaliknya apabila terkena air akan menjadi bubur. Pemodelan abutmen pada SAP 2000 yang dilakukan untuk kondisi tanah pada hasil yang sudah diuji adalah memperbesar lebar dimensi abutmen dari 0,75 m menjadi 1,8 m, dimensi balok anak dari 0,3 m x 0,45 m menjadi 0,4 m x 0,5 m, dan balok induk dari 0,4 m x 0,6 m menjadi 0,55 m x 0,6 m. Untuk bangunan tambahan lainnya untuk memperpanjang umur dari abutmen dilakukan dengan menambah wing wall yang panjang dan pemasangan pondasi sumuran yang berdiameter 2 m dengan kedalaman 5 m di bawah kaki abutmen.

Page 1 of 1 | Total Record : 6