cover
Contact Name
Berta Bekti Retnawati
Contact Email
praxis@unika.ac.id
Phone
+6282223137973
Journal Mail Official
praxis@unika.ac.id
Editorial Address
Jl.Pawiyatan Luhur IV/1 Bendan Duwur Semarang 50234
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring
ISSN : -     EISSN : 26229137     DOI : 10.24167
PRAXIS: Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Jurnal Praxis merupakan jurnal ilmiah nasional yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unika Soegijapranata dan merupakan jurnal peer reviewed dan Open-Acces. Jurnal Praxis menerima artikel hasil penelitian murni ataupun hasil penelitian yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat dan artikel belum pernah dimuat di media lainnya. Fokus artikel yang diterbitkan berkaitan dengan Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring. Adapun topik-topik artikel yang dipublikasikan di jurnal Praxis mencakup Semua topik yang tercakup dalam ilmu Sains dan Teknologi meliputi berbagai bidang : - Teknologi Pangan - Elektro - Teknik Sipil - Arsitektur - Desain Komunikasi Visual - Komputer - Teknologi Informasi - Kimia - Biologi - Matematika - Teknologi Rekayasa - Farmasi - serta bidang-bidang lain yang relevan Semua topik yang berkaitan dengan Masyarakat dan Jejaring - Manajemen - Psikologi - Hukum - Komunikasi - Bahasa dan Sastra - Akuntansi - Struktur Sosial Kemasyarakatan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2: Maret 2023" : 8 Documents clear
Payung Hukum dalam Melindungi dan Mewujudkan Program Percepatan Penurunan Angka Stunting oleh Pemerintah Indonesia Dhanis Sartika
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 5, No 2: Maret 2023
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v5i3.11172

Abstract

The most important period of growth and development as human being who is born, depend on the first 1000 days of life, begun with the formation of the fetus until reaching 23 months of age. When a child is born and detected having nutritional problems, such as stunting, it can be described through the child growth chart which is publisher by the World Health Organization (WHO), showing the Z value from the comparison between child’s height or body length with his age while monitoring, produces standard deviation value smaller than () -2. The Republic of Indonesia, based on Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) proposed by the government Republic of Indonesia under the leadership of Joko Widodo as a president that has target Indonesia can have human resources (HR) that are able to compete not only within its county but also abroad. To reach this dream, Indonesia is required to achieve the target by reducing the stunting rate by 14% in 2024 based on the description containe in Article 5 (1) of Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.  However, making this happen is not easy for several regions in Indonesia, one of the cities which faces the problem is Balikpapan, located in East Kalimantan Province. Instead of showing a decline, the number of stunting sufferers has reversed direction in the recording period from January to June 2023, amounting to 1541 cases. When compared with the findings of stunting cases in 2022 in the same month, there were 1483 cases. To prevent the worsening of stunting cases, the Indonesian Government has actually implemented a renewable budget in 2023 amounting to IDR 34.15 trillion, supported by several Ministries who are synergizing with each other in providing specific and sensitive interventions. If the hopes set by the Indonesian Government to reduce cases of stunting fail, it could be said to harm a child's right to live, grow and develop so that his or her welfare cannot be realized. Therefore, this paper was written with the aim of showing the form of legal protection provided to support success in suppressing, including if able reducing the number of stunting sufferers in Indonesia. The form of research in writing scientific articles utilizes qualitative research methods which are descriptive analytical in nature
Perspektif Pembangkangan Sipil (Civil Disobedience) Terhadap Peraturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Untuk Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Theresia Yacintha Angela; Marchelo Ivan Darmawan; Rr. Elizabeth Marcia
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 5, No 2: Maret 2023
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v5i3.11263

Abstract

Pandemi Covid-19 sudah menyebar di dunia termasuk Indonesia. Virus bernama SARS-Cov-2 atau Covid-19ini pertama ditemukan di Wuhan, China.Berbagai upaya dilakukan semua Negara untuk menangani Covid-19, seperti di Indonesia yang menerapkan protokol kesehatan hingga penerapan bekerja di rumah. Pemerintahan kota Surabaya mengeluarkan Peraturan Walikota Nomor 16 Tahun 2020 mengenai Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), Nomor 28 tahun 2020 mengenai Pedoman Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), Peraturan Gubernur Nomor 53 Tahun 2020 mengenai Penerapan Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019, yang terdapat sanksi bagi pelanggar Protokol Kesehatan, dan yang terbaru yaitu Peraturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang diatur dalam Inmendagri Nomor 16 Tahun 2021. Berawal dari keresahan akibat masih banyak terjadinya penolakan/pembangkangan pada pengaturan dari Pemerintah, kami melakukan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang membuat masyarakat melakukan penolakan/pembangkan ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris, yang data primer dan sekundernya diambil dengan cara simple random sampling dan dianalisa dengan teknik analisis campuran menggunakan data kuantitatif dan kualitatif ini kami lakukan agar dapat memberikan pertimbangan kepada Pemerintah untuk menata ulang Peraturan agar sesuai dengan masyarakat.
Depressive Disorder in The Elderly with Comorbidity in Prima Medika Clinic, Semarang Eviana Budiartanti Sutanto; Perigrinus Hermin Sebong
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 5, No 2: Maret 2023
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v5i3.10030

Abstract

Background: Diabetes Mellitus and hypertension patients have higher risks of experiencing mental disorders such as depression and or anxiety. Objective: assess the frequency and severity of depression as well as identify the risk factors of patients with chronic disease and also other factors influencing depression in PROLANIS patients in Prima Medika Primary Clinic, Semarang Indonesia. Method: A cross-sectional study, targeting PROLANIS patients registered at Prima Medika Primary Clinic in Semarang, Indonesia.  Participants were selected through purposive sampling, during a period from February to May 2021. Participants targeted were DM, Hypertension, or a combination of hypertension and diabetic type 2 patients. The Indonesia Ministry of Health Clinical Criteria was used for the Metabolic Syndrome assessment. Result: Among 68 respondents, 15 (22.05%) respondents suffered from mild depression and 6 (8.82%) respondents suffered from major depression.  Mostly, their education level is High School (55.9%), are married (73.5%), have fixed income (55.8%), and are non-smokers. The number of participants suffering from hypertension is larger than those who suffer from DM and DM + Hypertension.  Correlation test results find a relationship between disease diagnosis and the case of depression in PROLANIS participants (p-value 0.05). Conclusion : Depression, DM, and hypertension are diseases in which the number of cases keeps increasing.  Early detection of depression needs to be improved to promote the successful management of diabetes and hypertension.
Gambaran Pelaksanaan Layanan Konseling Online di Perguruan Tinggi Lucia Hernawati; Haryo Goeritno
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 5, No 2: Maret 2023
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v5i3.11262

Abstract

Abstrak Sebagai sebuah institusi pendidikan tinggi, perguruan tinggi pada umumnya memiliki unit bimbingan dan konseling yang membuat berbagai program untuk membantu mahasiswa menyelesaikan masalah akademik dan non akademik. Salah satu program layanan konseling yang dijalankan di masa pandemi ini adalah layanan konseling online. Mahasiswa tidak perlu datang ke kampus, lepas dari sosial stigma, tidak perlu cemas dan gugup menghadapi seorang psikolog/konselor. Mahasiswa yang memiliki jadual kuliah yang padat atau malu bertemu psikolog/konselor dapat memakai layanan konseling online. Walaupun layanan konseling online berpotensi untuk membantu menyelesaikan berbagai masalah mahasiswa namun perlu penelitian untuk mendukung evaluasi dan pembuatan strategi regulasi layanan konseling online di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi layanan konseling online di perguruan tinggi dari sudut pandang mahasiswa sebagai pengguna layanan konseling online. Delapan orang mahasiswa dari empat universitas negeri dan swasta di kota yang pernah mendapat layanan konseling online di kampusnya terlibat sebagai partisipan dalam penelitian ini. Dengan metode kualitatif fenomenologi dilakukan wawancara mendalam untuk mengetahui persepsi partisipan tentang bentuk, proses dan efektivitas konseling online yang pernah diikutinya. Data akan dianalisa secara kualitatif untuk  mengetahui fenomena layanan konseling online untuk mahasiswa di perguruan tinggi. Ditemukan pada umumnya layanan konseling online yang diberikan pada bentuk text-chat. Persiapan sarana Smartphone, headset, mic, webcam, kuota, wifi dilakukan. Sebagian konselor ramah, suasana konseling kondusif, mahasiswa merasa dipahami masalah dan perasaannya, konselor mampu membantu mahasiswa mencapai insight. Konseling berjalan efektif. Dengan indikator tersedia sarana dan prasarana, target dan strategi jelas untuk mencapai target jelas, analisa masalah jelas, perencanaan matang, dan insight tercapai. Sedangkan sebagian yang lain kebalikannya. Kata kunci: konseling online, perguruan tinggi, mahasiswa 
Erosi Ketimpangan Kesehatan Digital Eviana Budiartanti Sutanto; To Lidwina Prillia Indra Christyana; Aprilia Karen Mandagie1; Cynthia Tjitradinata; Henrita Ernestia Simanjuntak
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 5, No 2: Maret 2023
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v5i3.11114

Abstract

Ketika inovasi terjadi dalam kesehatan digital, tantangan seputar kesenjangan kesehatan dan kesetaraan masih tetap ada. Krisis kesehatan mempercepat penerapan kesehatan digital di seluruh dunia dan menyoroti banyak manfaat dari inovasi ini. Namun, hal ini juga menekankan besarnya kesenjangan dalam mengakses kesehatan digital. Dengan menggunakan tinjauan pelingkupan, artikel ini mengeksplorasi potensi manfaat teknologi digital bagi populasi global, dengan referensi khusus pada penggunaan kecerdasan buatan di layanan primer sebagai poin analisis. Kebijakan dapat memberikan landasan inklusif bagi sistem kesehatan digital. Peneliti menyimpulkan bahwa ekosistem kesehatan digital harus dirancang dengan mengedepankan keadilan kesehatan untuk menghindari semakin dalamnya kesenjangan kesehatan yang ada. Kami menyerukan pemahaman yang lebih akurat tentang literasi kesehatan digital untuk menilai kesiapan mengadopsi inovasi kesehatan digital dengan lebih baik. Semua orang harus ditempatkan sebagai pusat kebijakan dan inovasi kesehatan digital untuk memastikan mereka tidak tertinggal. Dengan pendekatan ini, kita dapat terus berupaya menuju masa depan kesehatan digital yang adil. 
Penegakan Ham Bagi Anak Penderita Stunting Di Indonesia Elsa Widjaja; Pramana Adhityo; Nadya Restu Ryendra; Naomy Cristiany
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 5, No 2: Maret 2023
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v5i3.11189

Abstract

Stunting telah menjadi masalah kesehatan utama yang terjadi di Indonesia dan dunia. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada Rapat Kerja Nasional BKKBN, angka stunting atau gizi buruk di Indonesia pada tahun 2022 adalah 21,6% dimana sudah mengalami penurunan dari tahun sebelumnya 2021 yakni 24,4%. Stunting sendiri dapat mengancam tumbuh kembang anak akibat gizi buruk dan stimulasi psikososial yang buruk. Stunting dapat berdampak pada perekonomian negara dan kesehatan anak baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Teori utama yang dipakai untuk penelitian ini merupakan teori hukum alam HAM/hak alami dan teori positivisme bahwa setiap anak sejak dalam kandungan sudah mempunyai hak secara alami sesuai dengan takdirnya dalam hal ini memperoleh kesehatan, dilindungi dan bertahan hidup. Dalam pembahasan ini dilakukan metode penelitian hukum secara normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Melalui sumber data/bahan-bahan hukum primer dan sekunder. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana perspektif HAM atas penyakit stunting yang dialami anak di Indonesia serta bagaimana penegakan HAM atas kasus stunting di Indonesia dalam perlindungan kesehatan anak di Indonesia. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa menurut Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia perspektif HAM atas penyakit stunting ada dalam Pasal 52 dan 53 yang intinya menyatakan bahwa anak mempunyai hak untuk hidup dan meningkatkan taraf hidupnya bahkan anak juga mempunyai hak untuk dilindungi sejak dalam kandungan, negara dan orangtua mempunyai peran dalam mewujudkan hak asasi manusia anak ini salah satunya dalam pemenuhan hak kesehatan anak yang mengalami stunting dimana penyakit stunting ini terjadi akibat kurangnya asupan gizi, tidak terpenuhinya makanan anak, sanitasi yang tidak baik, kurangnya gizi bagi ibu yang sedang hamil sehingga dapat menyebabkan anak mengalami penyakit kronis, mental hingga kematian. Penegakan hukum atas penyakit stunting yang dialami anak dalam perlindungan kesehatan ada dalam undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak di mana pemerintah bertanggungjawab untuk menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai serta melaksanakan upaya pemenuhan kesehatan secara lengkap dan menyeluruh sejak dalam kandungan. Selain itu, menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan UUD RI tahun 1945 sebagai konstitusi negara Indonesia juga menjamin tentang perlindungan atas hak kesehatan anak yang apabila dilanggar berarti melakukan pelanggaran Hak dan HAM anak.
Identifikasi Rekomendasi Perbaikan terhadap Dampak Rekonstruksi Pasar Bulu Semarang Clara Angelina Kusuma Dewi; Lintang Jata Angghita; Shandy Jannifer Matitaputty
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 5, No 2: Maret 2023
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v5i2.11414

Abstract

Pasar Bulu merupakan salah satu aset Pemerintah Kota Semarang yang mempunyai peran dalam meningkatkan perekonomian daerah. Rekonstruksi Pasar Bulu dilakukan bersamaan dengan revitalisasi pasar dengan tujuan utama menambah ruang berjualan para pedagang. Dalam pelaksanaannya, revitalisasi dapat memberikan dampak positif seperti peningkatan perekonomian dan perbaikan lingkungan, namun revitalisasi juga dapat memberikan dampak negatif seperti pada Pasar Bulu. Hal ini terlihat dari kondisi pasar yang semakin sepi. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi Pasar Bulu dengan menggunakan metode campuran. Metode kualitatif digunakan untuk memperoleh informasi umum mengenai Pasar Bulu yang selanjutnya akan dianalisis secara kuantitatif menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mendapatkan kepentingan prioritas. Hasil analisis prioritas kepentingan ditindaklanjuti dengan penilaian terhadap kondisi aktual untuk memperoleh rekomendasi perbaikan. Hasil penelitian memberikan rekomendasi perbaikan berupa perbaikan jaringan air kotor, penertiban pedagang, penambahan kamar mandi, dan pembuatan rambu penunjuk arah.
Kajian GHRM Pada Hotel Bintang Empat Semarang Rudy Elyadi; Agatha Ferijani; Johanila Johanila
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 5, No 2: Maret 2023
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v5i3.11170

Abstract

Konsep Green Bisnis identik dengan konsep bisnis yang berkelanjutan.Konsep bisnis yang berkelanjutan telah menjadi topik yang menarik untuk dibahas baik oleh para pelaku bisnis maupun para akademisi.Perusahaan sebagai pelaku bisnis selalu  menginginkan usahanya dapat terus berjalan bahkan lebih berkembang dan berkelanjutan.Untuk dapat mewujudkan hal tersebut,perusahaan diharapkan bijak dalam mengelola lingkungan karena lingkungan menyediakan sumber daya yang mendukung kegiatan bisnis baik di masa sekarang maupun yang akan datang.Perusahaanyang mampu mengelola lingkungannya dengan baik akan mendapatkan kekuatan perusahaan dalam bersaing dan akan menghasilkan bisnis yang berkelanjutan.Penelitian ini ingin mengetahui sejauhmana perusahaan / bisnis perhotelan yang memiliki visi dan misi Green Consept menjalankan praktek bisnisnya dengan konsep Green HRM dan bagaimana para manajer memaknai penerapan konsep GHRM.             Objek penelitian adalah perusahaan perhotelan di Kota Semarang.Hotel, Hotel Santika Premiere, Hotel Arkenso, Hotel Metro Park View dan Hotel Dafam.Penelitian ini merupakan penelitian payung yang memayungi 4 (empat) Mahasiswa. Hasil penelitian ini didapatkan gambaran praktek Green HRM di perusahaan perhotelan.12 aspek operasional HRM belum semua aspek dilakukan secara optimal missal satu aspek belum semua sub aspek dilakukan.Salah satu penyebabnya  karena setiap hotel tidak bisa membuat kebijakan  sendiri melainkan menunggu dari kantor pusat.Selain itu kurangnya dukungan system. Semua hotel memiliki komitmen  kedepan akan lebih focus untuk merancang dan mengimplementasikan Green HRM lebih baik.             Green HRM yang sudah dilakukan selama ini walupun belum dilakukan semuanya secara optimal sudah memberikan manfaat antara lain: dapat mengurangi biaya keseluruhan perusahaan sehingga lebih efisien dengan penghematan energi dan memacu inovasi karena karyawan memiliki komitmen untuk meningkatkan nilai ekologi perusahaan dan memfasilitasi pertumbuhan perusahaam serta peningkatan dalam kualitas layanan, Kata kunci : Green Business ,Green HRM

Page 1 of 1 | Total Record : 8