cover
Contact Name
Irma Antasionasti
Contact Email
irmaantasionasti07@unsrat.ac.id
Phone
+6282197285302
Journal Mail Official
irmaantasionasti07@unsrat.ac.id
Editorial Address
PS. Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Farmasi Medica (Pharmacy Medical Journal) PMJ
ISSN : 26229463     EISSN : 2654640X     DOI : https://doi.org/10.35799/pmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Medika merupakan jurnal yang diterbitkan oleh PS. Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi dengan frekuensi terbit 2 kali dalam setahun di bulan Juni dan Desember. Tujuan pernebitan jurnal ini adalah untuk memberikan sarana bagi para akademisi, peneliti maupun praktisi untuk mempublikasikan artikel penelitian atau telaah artikel. Jurnal ini menyediakan isi yang dapat diakses secara bebas dan terbuka untuk umum sehingga dapat mendukung pertukaran pengetahuan
Articles 6 Documents
Search results for , issue "vol. 5 no. 1 (2022)" : 6 Documents clear
PERBANDINGAN TARIF INDONESIAN-CASE BASED GROUPS PADA PENYAKIT STROKE ISKEMIK RAWAT INAP DI RS PEMERINTAH
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v5i1.41193

Abstract

Stroke merupakan jenis penyakit katastropik yaitu penyakit yang berbiaya tinggi dan secara komplikasi dapat mengancam jiwa. Ketidaksesuaian biaya rumah sakit (RS) dan tarif INA-CBGs (Indonesian-Case Base Groups) sering terjadi di RS. Penelitian bertujuan untuk menganalisis perbandingan biaya RS dengan tarif INA-CBGs pada penyakit stroke iskemik rawat inap pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif yaitu pasien stroke iskemik dengan kode INA-CBGs G-4-14-I, G-4-14-II, G-4-14-III. Rata-rata biaya pada 145 pasien stroke iskemik rawat inap kelas 1, 2 dan 3 masing-masing sebesar Rp4.172.335,33, Rp5.648.183,94, Rp4.698.423,41. Tarif INA-CBGs dibandingkan biaya RS memiliki selisih positif pada kelas 1, 2 dan 3 dengan tingkat keparahan I dan II, namun selisih negatif terjadi pada kelas 3 tingkat keparahan III. Terdapat perbedaan signifikan antara tarif INA-CBGs dibandingkan biaya RS pada kelas 1 dan 3 tingkat keparahan I dan II serta kelas 2 tingkat keparahan II. 
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeruginosa DENGAN METODE DIFUSI SUMURAN
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v5i1.41430

Abstract

Tanaman kersen (Muntingia calabura L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kersen terhadap Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa dan menganalisis konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Hasil uji aktivitas antibakteri dianalisa dengan metode One way anova, dilanjutkan dengan uji Duncan. Efek antibakteri yang paling baik terlihat pada konsentrasi ekstrak 80% dan konsentrasi terkecil yang masih dapat menghambat pertumbuhan kedua bakteri terdapat pada konsentrasi ekstrak 5% dilihat dari terbentuknya zona bening. Data statistik menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak 40% dan 80% merupakan konsentrasi paling efektif dan menunjukkan perbedaan yang nyata dalam menghambat bakteri S.aureus dan bakteri P.aeruginosa. Pada penelitian ini, peningkatan konsentrasi ekstrak menunjukkan semakin besar diameter zona hambat pertumbuhan bakteri.
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT DI PUSKESMAS TELING ATAS
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v5i1.41434

Abstract

Pengendalian persediaan obat adalah kegiatan untuk memastikan tercapainya sasaran yang diinginkan sesuai dengan strategi dan program yang telah ditetapkan sehingga tidak terjadi kelebihan dan kekurangan atau kekosongan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengendalian persediaan obat pada Puskesmas Teling Atas. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan pengambilan data secara retrospektif. Data primer diperoleh dari hasil wawancara kepada petugas pengelola obat dan kepala gudang farmasi dan data sekunder diperoleh dari bagian ruang farmasi berupa dokumen Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) dari bulan Januari sampai Desember 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas Teling Atas telah memiliki format penentuan buffer stock dan sudah menyediakan buffer stock untuk mencegah kekosongan maupun kelebihan obat, sehingga dapat disimpulkan bahwa pengendalian persediaan obat pada Puskesmas Teling Atas sudah cukup terkendali. Hasil perhitungan menggunakan metode safety stock dan reorder point dapat dijadikan standar dalam pengendalian persediaan obat sebagai penentu jumlah persediaan pengaman dan waktu untuk melakukan pemesanan kembali sehingga dapat memenuhi permitaan.
OPTIMASI SPAN 80 DAN TWEEN 80 DALAM KRIM ALAS BEDAK DIBENZALASETON SEBAGAI TABIR SURYA
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v5i1.41439

Abstract

Krim alas bedak adalah jenis riasan dekoratif, yang biasanya mengandung bahan tabir surya. Dibenzalaseton merupakan salah satu agen tabir surya organik yang potensial. Dalam krim tipe minyak dalam air, tingkat pemulihan fase minyak tidak selalu meningkat bahkan jika konsentrasinya tinggi. Namun, menggunakan kombinasi dua pengemulsi, seperti span 80 dan tween 80, dalam kombinasi yang optimal mungkin merupakan solusi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula krim foundation yang optimum dengan kombinasi span 80 dan tween 80 sebagai emulsifier. Rumus yang dioptimalkan dibuat menggunakan Metode Simplex Lattice Design dengan bantuan Design Expert versi 10.0.1. Respon optimasi adalah pH, viskositas, adhesi, dispersibilitas dan nilai SPF. Formula optimum menghasilkan rasio span 80 dan tween 80 7,172%:3,828%. Hasil pengujian diperoleh pH rata-rata 6,38; viskositas 5183 cps; adhesi 2,458 detik; Daya sebar 6,1 cm dan nilai SPF 35,307.
STANDARISASI PARAMETER SPESIFIK EKSTRAK BUAH PINANG YAKI (Areca vestiaria)
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v5i1.41611

Abstract

ABSTRACTPinang Yaki (Areca vestiaria) is one of the plants that grows in the North Sulawesi area, precisely on the slopes of Mount Soputan, the slopes of Mount Mahawu, the slopes of Mount Ambang, and the Bogani Nani Wartabone National Park, which is a type of wild palm, which turns out to have multifunctions (Simbala, 2007). The people of North Sulawesi (Mongondow and Minahasa tribes) usually use this plant empirically to cure various diseases such as diabetes and diarrhea (Simbala, 2006). This study aims to determine the results of the standardization of specific parameter tests. The research method used organoleptic test procedures, soluble compound tests, chemical extract tests, and total flavonoid tests. The results showed that the extract produced was viscous, dark brown in color, bitter in taste, and had a characteristic odor. The content of compounds dissolved in water is 5,928%, while the levels of compounds dissolved in ethanol are 11,11%. Contains secondary metabolites in the form of alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, quinones, and triterpenoids. Total flavonoid content of 1.8%. Keywords: Standardization, Areca vestiaria, Specific Parameters
Pemanfaatan Bawang Merah (Allium cepa L) Sebagai Antibakteri di Indonesia
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v5i1.41894

Abstract

Salah satu tanaman holtikultura dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia adalah bawang merah (Allium cepa L). Pemanfaatan yang paling umum dalam kehidupan keseharian dari bawang merah adalah sebagai bumbu masakan. Bawang merah memiliki potensi sebagai bahan baku obat tradisional karena kandungan kimianya. Kandungan kimia dari berbagai ekstrak bawang merah diantaranya adalah quersetin, flavonoid, saponin, tanin, glikosida, polifenol dan alkaloid. Berbagai tipe pelarut seperti aquadest, etanol 80 dan 96%, serta methanol digunakan untuk menyari zat aktif dari bawang merah. Berbagai macam ekstrak dengan pelarut yang berbeda terbukti memiliki aktivitas antibakteri dengan terbentuknya zona hambat yang jernih pada area sekitar pengujian. Berbagai macam bakteri yang mampu dihambat pertumbuhannya oleh ekstrak bawang merah adalah Propionibacterium acne,  Staphylococcus aureus,  Staphylococcus epidermidis, Streptococcus mutans Salmonella thypi dan Eschericia coli. Kemampuan atau aktivitas antibakteri dari bawang merah berspektrum luas karena mampu menghambat pertumbuhan bakteri gram negative dan gram positif.

Page 1 of 1 | Total Record : 6