cover
Contact Name
Wiryawan Permadi
Contact Email
obgyniajurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
obgyniajurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science
ISSN : 2615496X     EISSN : 2615496X     DOI : -
Core Subject : Health,
OBGYNIA (Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science ) adalah jurnal dalam bidang ilmu Obstetri & Ginekologi yang diterbitkan resmi oleh Departemen Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. OBGYNIA menerbitkan artikel penelitian tentang kemajuan ilmiah, manajemen klinis pasien, teknik bedah, kemajuan pengobatan dan evaluasi pelayanan, manajemen serta pengobatan dalam bidang obstetri & ginekologi.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Volume 2 Nomor 2 September 2019" : 12 Documents clear
Effectiveness Curcuma Longa to Prevent Cells Damage in Early Pregnant Mice with Acute Toxoplasmosis Tigor Peniel Simanjuntak; Mochammad Hatta; Syahrul Rauf; Andi Mardiah Tahir; Irawan Yusuf; Nurpudi Astuti Taslim; Robert Hotman Sirait; Silvia Arin Prabandari
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 2 Nomor 2 September 2019
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.935 KB) | DOI: 10.24198/obgynia.v2n2.163

Abstract

Objective: To prove the effectiveness of Curcuma longa to prevent damage  cells  by analyzing  FOXP3 gene expression, TNF-α level, and histopathology of placental tissue.  Method: This study was conducted in 20 early pregnant mice, divided in 5 groups (K1-K5). K1-K4 were injected with  tachyzoites. K1 and K2 were intervened with Curcuma longa 125  and 500 mg/kg/day. K3 were intervened with  spiramycin  60 mg/kg/day, K4 were intervened with 0,2 distilled water, and  K5 was not injected and intervened. IgG-IgM levels, FOXP3 mRNA expression, TNF-α level was examined serially, and  placental mice were taken for histopathology examination  7 days after intervention.Result:  FOXP3 mRNA expression in K1 and K2  increased significantly 7 days after intervention compared to K4 (p < 0.05), however the increased  of  expression in two groups has no significant difference. TNF-α level in K1 and K2 decreased significantly 7 days after intervention compared to K4  (p < 0.05), however the decrease of  level in two groups has no significant difference. Hemorrhagic and necrotic cells were not found in K1 and K2, but  were found in  K3 (75%)  and K4 (100%). Conclusion: Curcuma longa 125 mg is effective to prevent cells damage in early pregnant mice with acute toxoplasmosis. Efektivitas Ekstrak Curcuma Longa Mencegah Kerusakan Sel Pada Mencit Hamil Muda dengan Toksoplasmosis Akut.AbstrakTujuan: Membuktikan efektivitas Curcuma longa  mencegah kerusakan sel dengan menganalisis ekspresi gen FOXP3, kadar TNF-α, dan histopatologi jaringan plasenta.Metode: Penelitian dilakukan pada 20 tikus hamil muda, dibagi dalam 5 kelompok (K1-K5). K1-K4 diinjeksi 10 takizoid toksoplasma intra abdominal. Tiga hari pasca injeksi takizoid, K1 dan K2 diintervensi dengan Curcuma longa 125 dan 500 mg / kg / hari. K3 diintervensi dengan spiramisin 60 mg / kg / hari, K4 diintervensi dengan 0,2 ml air suling dan K5 tidak diinjeksi dan tidak diintervensi. Kadar  IgG-IgM, ekspresi mRNA FOXP3, kadar TNF-α diperiksa secara serial  dan  plasenta tikus  diambil untuk pemeriksaan histopatologi  7 hari pasca intervensi.Hasil: Ekspresi mRNA FOXP3 pada K1 dan K2 meningkat bermakna (p< 0.05)  7 hari pasca intervensi dibandingkan dengan K4 (p <0,05), tetapi peningkatan ekspresi pada kedua kelompok tidak terdapat perbedaan bermakna. Kadar TNF-α pada K1 dan K2 menurun bermakna 7 hari pasca intervensi dibandingkan dengan K4 (p <0,05), tetapi  penurunan kadar pada dua kelompok tidak terdapat perbedaan  bermakna. Hemoragik dan nekrotik  sel tidak ditemukan pada K1 dan K2, tetapi ditemukan pada K3 (75%) dan K4 (100%).Kesimpulan: Curcuma longa 125 mg efektif untuk mencegah kerusakan sel pada tikus hamil muda dengan toksoplasmosis akut.Key words: Curcuma longa, kerusakan sel, hamil muda, gene FOXP3, TNF-α, toxoplasmosis
Perspektif Ginekologi Fistula Fesikovaginal Benny Hasan Purwara
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 2 Nomor 2 September 2019
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3479.505 KB) | DOI: 10.24198/obgynia.v2n2.107

Abstract

Etiologi fistula vesiko vaginal (FVV) telah berubah, menjadi lebih terkait dengan histerektomi. Meskipun banyak publikasi tentang hal ini, namun pengelolaan FVV tetap menjadi sumber perdebatan. Pilihan pengelolaan masih menjadi masalah mendasar seperti pendekatan bedah yang lebih disukai dan waktu operasi yang optimal masih sangat bervariasi.Di negara-negara berkembang, penyebab utama FVV adalah obstruksi akibat partus lama (97%).1 Sebaliknya, di negara-negara industri cedera iatrogenik pada saluran kemih adalah penyebab paling umum dari FVV dan mayoritas konsekuensi dari pembedahan ginekologis.Diperkirakan bahwa 0,8 per 1.000 dari semua histerektomi dipersulit oleh adanya risiko  FVV.2 Penyebab lain FVV adalah   neoplasma ganas dan iradiasi pelvis. Berbeda dengan fistula obstetrik dan iradiasi, yang khas pada fistula pascaoperasi (pasca histerektomi) adalah hasil dari trauma yang muncul lebih cepat terlihat dan terlokalisasi pada jaringan sehat.

Page 2 of 2 | Total Record : 12