cover
Contact Name
Wiryawan Permadi
Contact Email
obgyniajurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
obgyniajurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science
ISSN : 2615496X     EISSN : 2615496X     DOI : -
Core Subject : Health,
OBGYNIA (Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science ) adalah jurnal dalam bidang ilmu Obstetri & Ginekologi yang diterbitkan resmi oleh Departemen Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. OBGYNIA menerbitkan artikel penelitian tentang kemajuan ilmiah, manajemen klinis pasien, teknik bedah, kemajuan pengobatan dan evaluasi pelayanan, manajemen serta pengobatan dalam bidang obstetri & ginekologi.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Volume 4 Nomor 1 Maret 2021" : 13 Documents clear
Tatalaksana Kehamilan G5P1A3 Gravida 10–11 Minggu dengan Riwayat Keguguran Berulang Rena Nurita; Ruswana Anwar
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 4 Nomor 1 Maret 2021
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v4n1.238

Abstract

Keguguran berulang merupakan kejadian keguguran paling tidak sebanyak dua kali atau lebih berturut-turut pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu dan/atau berat janin kurang dari 500 gram. Kejadian keguguran tiga kali atau lebih terjadi pada 1% pasangan. Analisis penyebab dan faktor risiko pada tiap pasien bersifat individu dan perlu dipelajari agar dapat dilakukan penatalaksanaan yang sesuai. Penatalaksanaan yang diberikan perlu memerhatikan kondisi sebelum kehamilan berikutnya dan mempertahankan kehamilan berikutnya yang terjadi.  Kami membahas mengenai G5P1A3 gravida 10–11 minggu dengan riwayat keguguran berulang. Pada skrining faktor risiko dan analisis penyebab keguguran berulang pada pasien ini disebabkan oleh hiperagregasi trombosit, yang belum dapat ditentukan apakah diturunkan atau didapat. Diperlukan pemeriksaan lanjutan untuk menegakkan diagnosis tersebut. Terapi kombinasi aspirin dan heparin merupakan terapi yang tepat untuk pasien ini.  Management of G5P1A3 10–11 Weeks of Pregnancy with History of Recurrent Miscarriage AbstractRecurrent miscarriage is the occurrence of miscarriage at least two or more consecutive times at gestational age less than 20 weeks and/or fetal weight less than 500 grams. Three or more miscarriages occur in 1% couples. The analysis of causes and risk factors for each patient is individualized, so that appropriate management can be carried out. Management is focused on condition before pregnancy and maintenance of the following pregnancy. We discuss about G5P1A3 10-11 weeks of pregnancy with history of recurrent miscarriages. Platelet hyperaggregation, which cannot be determined whether it is inherited or acquired suspected as the etiology of recurrent miscarriage in this patient. Further examination is needed to determine the diagnosis. Combination of aspirin and heparin is the appropriate management for this patient. Key word: aspirin, heparin, platelet hyperaggregation, recurrent miscarriage, thrombophilia
Perbandingan Wound Dehiscence Pasca Seksio Sesarea Antara Pasien Rujukan dan Non-rujukan di Bandung Melia Juwita Adha; Benny Hasan Purwara; Ruswana Anwar
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 4 Nomor 1 Maret 2021
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v4n1.256

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kejadian wound dehiscence pasca seksio sesarea dan bakteri terkait antara pasien rujukan dengan non-rujukan. Metode: Penelitian ini merupakan  laporan serial kasus observasional secara retrospektif.  Kriteria subjek pada penelitian ini terdiri atas pasien rawat inap yang didiagnosis wound dehiscence pasca seksio sesarea, berusia 16 - 45 tahun, paritas 1 – 8, lama rawat 3 – 14 hari, terdapat pemeriksaan kultur pus, kadar hemoglobin dan albumin selama dirawat. Penelitian dilakukan di Departemen/SMF Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. Hasan Sadikin/Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung periode Januari – Desember 2019. Hasil: Dari seluruh seksio sesarea terdapat 942 kasus rujukan dan 431 kasus non rujukan. Wound dehiscence terjadi pada 20 kasus (1,45%), dengan jumlah kasus 16 (1,7%) dari seluruh kasus rujukan dan 4 (0,92%) kasus dari seluruh pasien non-rujukan. Tidak terdapat perbedaan karakteristik pasien dari kadar hemoglobin dan albumin ataupun luaran lama perawatan  (p>0,05). Kultur pus wound dehiscence menunjukkan bakteri tersering yang ditemukan dua kelompok adalah Staphylococcus spp. Kesimpulan: wound dehiscence lebih sering terjadi pada kasus rujukan dan tidak terdapat perbedaan karakteristik dan jenis bakteri antar kelompok rujukan dan non-rujukan.Comparison of the Incidence of Post-Caesarean Wound Dehiscence among Referral and Non-referral Patients in BandungAbstract Objective: This study aims to compare the incidence of post caesarean wound dehiscence and related bacteria between referred patients and non-referred patients.  Method: This was a retrospective observational case series. Inclusion criteria consisted of all inpatients who diagnosed as caesarean  section wound dehiscence, aged 16 – 45 years old, parity 1 – 8, length of stay 3 -14 days, as well as the albumin, hemoglobin, and pus culture had been examined. The study was conducted in Obstetric and Gynaecology Department, Hasan Sadikin Hospital, Bandung from January to December 2019. Result: Among all caesarean section cases, the referred and non-referred cases were 942 and 431, respectively. Wound dehiscence were occurred in 20 cases, consisted of 16 referred cases (1.7%) and 4 (0.09%) non-referred cases. There was no difference in subject characteristics, hemoglobin, albumin, and length of stay (p>0.05). The most common observed bacteria in both group was Staphylococcus spp. Conclusion: Wound dehiscence is more frequent occurred in referred cases and bacterial characteristics between referred and non-referred group is comparable.Key words: caesarian section, pus culture, referred case, Staphylococcus
Gambaran Karakteristik Dan Luaran Maternal Pasien Obstetri Yang Dirawat di Ruang Perawatan Intensif RSUP Dr. Hasan Sadikin Selama Periode 2017-2018 Katharina Hiria Daundy; Muhammad Alamsyah Aziz; Siti Salima
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 4 Nomor 1 Maret 2021
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v4n1.213

Abstract

Tujuan: Penelitian ini  dilakukan untuk mengetahui  gambaran  karakteristik dan  luaran maternal   pasien obstetri yang  dirawat di ruang perawatan intensif  RSUP Dr. Hasan Sadikin selama periode  tahun 2017–2018. Metode: Penelitian ini  menggunakan metode studi retrospektif deskriptif. Hasil: Sebanyak 173 pasien obstetri yang dirawat di ruang perawatan intensif  dengan luaran maternal hidup 159 pasien dan kasus meninggal 14 kasus. Luaran maternal hidup dengan penyakit penyerta terbanyak yaitu hipertensi dalam kehamilan, seperti eklamsia  36 (22,6%), impending eklamsia  12 (7,5%)  dan  PEB  52 (32,7%). Selain itu terdapat  penyakit jantung sebanyak 31 (19,5%). Luaran maternal meninggal   terbanyak  dengan penyakit jantung sebanyak 5 pasien (35,7%), eklamsia  sebanyak 4 pasien (28,6%). Kesimpulan: Indikasi rawat ruang intensif  terbanyak adalah hipertensi maligna 62 (39,0%). Jenis persalinan  terbanyak yaitu seksio sesarea 135 (78,0%).  Pasien dengan lama perawatan  selama <5 hari 99 (57,2%), 5–10 hari 63 (36,4%)  dan >10 hari 11 (6,4%).Bedasarkan hasil penelitian ini didapatkan penyakit terbanyak pasien obstetri yang dirawat di ruang perawatan intensif adalah  hipertensi dalam kehamilan meliputi eklamsia, impending eklamsia, dan preeklamsia berat.Description of Maternal Characteristics and Outcomes of Obstetrical Patients  in the Intensive Care Unit  Dr. Hasan Sadikin Hospital  during The Period 2017−2018Abstract:Objective: This study was conducted to determine the characteristics and maternal outcomes of obstetric patients who were treated in the intensive care unit of RSUP Dr. Hasan Sadikin during the 2017-2018 period. Method: a research method using a descriptive retrospective study.Result: A total of 173 obstetric patients were treated in intensive care unit 159 maternal outcomes and 14 cases died. Maternal outcomes of life with the most comorbidities are hypertension in pregnancy, such as eclampsia 36 (22.6%), impending eclampsia 12 (7.5%) and PEB 52 (32.7%). In addition there were heart disease as many as 31 (19.5%). Most maternal outcomes died with heart disease in 5 patients (35.7%), eclampsia in 4 patients (28.6%).Discussion : The most indication of intensive care is malignant hypertension 62 (39.0%). The most type of childbirth is cesarean section 135 (78.0%). Patients with duration of treatment for <5 days 99 (57.2%), 5-10 days 63 (36.4%) and> 10 days 11 (6.4%).Based on the results of this study found that most obstetric patients treated in intensive care are hypertension in pregnancy including eclampsia, impending eclampsia, and severe preeclampsia.Key words: Obstetric patients, intensive unit, maternal outcomes.

Page 2 of 2 | Total Record : 13