cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Reproduksi
ISSN : 2302836X     EISSN : 2621461X     DOI : -
Core Subject : Health,
urnal Kesehatan Reproduksi is a scientific journal published by Association of Women and Children Reproductive Health Enthusiasts and Experts/Ikatan Pemerhati Anak dan Kesehatan Reproduksi/IPAKESPRO) who works closely with the Department of Obstetrics and Gynaecology, Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, Universitas Gadjah Mada. Jurnal Kesehatan Reproduksi first printed version was published in 2014 with ISSN 2302-836X. In 2016, we also have an online journal version with ISSN 2621-461X. Currently, we already use the Online Journal System, requiring all authors to submit their papers online. Afterwards, authors, editors and reviewers will be able to monitor the manuscript processing. This journal is published annually every April, August and December.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 3 (2022): In Process" : 4 Documents clear
Hubungan Kejadian Disfungsi Dasar Panggul dan Kualitas Hidup Perempuan Usia Menopause di Daerah Istimewa Yogyakarta Ratih Kumalasari; Nuring Pangastuti; Ova Emilia
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 9, No 3 (2022): In Process
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.75089

Abstract

Latar Belakang: Disfungsi dasar panggul paling banyak terjadi pada perempuan usia lanjut, dengan insidensi sekitar 39,8%. Hal ini erat hubungannya dengan kejadian menopause. Menopause akan menyebabkan penurunan hormon estrogen, yang berkontribusi terhadap kelemahan dan atrofi otot dasar panggul. Jarangnya perempuan dengan disfungsi dasar penggul memeriksakan dirinya, mengakibatkan tidak adanya data yang tepat mengenai angka kejadian disfungsi dasar panggul pada perempuan menopause. Keadaan disfungsi dasar panggul pada perempuan menopause akan berpengaruh terhadap kualitas hidupnya, terutama dalam hal fisik, seksual, dan psikososial. Berdasarkan hal tersebut, penilaian kualitas hidup perempuan dengan disfungsi dasar panggul dilakukan dengan instrumen MENQOL yang dapat menilai kualitas hidup perempuan menopause secara umum.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kejadian disfungsi dasar panggul dengan kualitas hidup perempuan usia menopause di Daerah Istimewa Yogyakarta.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectional yang dilakukan di beberapa daerah di DIY. Subjek dilakukan penilaian disfungsi dasar panggul berupa prolaps organ panggul dengan pemeriksaan POPQ, sedangkan kualitas hidup perempuan menopause dinilai berdasarkan instrumen MENQOL.Hasil: Dari 192 subjek, didapatkan 140 subjek (72,92%) mengalami prolaps organ panggul, dengan kejadian sistokel 69,79%, rektokel 67,71%, dan prolaps uteri 46,35%. Gambaran kualitas hidup perempuan usia menopause menunjukkan variasi dalam tingkat keluhan dari subjek. Terdapat perbedaan yang bermakna dari median skor pada domain fisik MENQOL antara kelompok disfungsi dasar panggul dan tidak (p=0,000). Usia, paritas, riwayat obstetri, penyakit kronis, dan lamanya menopause, memiliki hubungan yang bermakna secara signifikan terhadap kejadian disfungsi dasar panggul (p < 0,05). Kualitas hidup perempuan usia menopause juga dipengaruhi oleh faktor usia, pekerjaan, riwayat penyakit kronis, dan lamanya menopause (p < 0,05).Kesimpulan: Kualitas hidup berdasarkan domain fisik MENQOL lebih rendah pada  perempuan usia menopause dengan disfungsi dasar panggul (p<0,05).
Manfaat Maternal Early Obstetric Warning Score (MEOWS) dalam Memprediksi Lama Perawatan pada Pasien Preeklamsia Berat di RSUP Dr. Sardjito Sulistianto Sulistianto; Rukmono Siswishanto; Ahsanudin Attamimi
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 9, No 3 (2022): In Process
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.77590

Abstract

Latar Belakang: skor MEOW sangat penting untuk menilai kondisi klinis pasien dengan adanya perubahan tanda vital selama pasien dirawat. Adanya perubahan ini akan berpengaruh terhadap lama perawatan pasien preeklamsia berat. Namun saat ini belum ada penelitian mengenai hubungan skor MEOW dengan lama perawatan pasien preeklamsia berat yang dirawat di rumah sakit.Tujuan: Mengetahui apakah terdapat hubungan antara skor MEOW dan lama perawatan pasien preeklamsia berat.Metode: Desain penelitian ini adalah kohort retrospektif. Subjek penelitian adalah pasien hamil dengan diagnosis preeklamsia berat sesuai dengan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi di RSUP Dr. Sardjito sejak Juli 2020 sampai dengan Juni 2021 dengan mengambil data dari rekam medis.Hasil dan Pembahasan: Dari 86 subjek penelitian didapatkan 78 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan karakteristik subjek penelitian didapatkan paritas primigravida (69,2%), obesitas (51,3%) dan riwayat hipertensi (53,8%). Hal ini sesuai referensi bahwa faktor resiko preeklamsia berat yaitu primigravida, obesitas dan riwayat hipertensi. Hasil dari ROC yaitu nilai AUC 0,878 dengan p = 0,001 dan CI 95% (0,745 – 1). Penentuan nilai cut off point skor MEOW yaitu 8,5 atau 9 dengan sensitivitas 92%, spesifisitas 71% dan Youden Index tertinggi = 0,631. Lama perawatan antara pasien dengan skor MEOW ≥9 dan pasien dengan skor MEOW <9 berbeda secara signifikan (p <0,05). Skor MEOW ≥9 memiliki lama perawatan lebih lama dibandingkan skor MEOW <9. Tidak ada perbedaan bermakna antara variabel luar dan skor MEOW (p >0,05). Tidak ada perbedaan bermakna antara variabel luar dan lama perawatan (p >0,05).Kesimpulan: Pasien preeklamsia berat yang mengalami persalinan di RSUP dr. Sarjito dengan skor MEOW tinggi memiliki lama perawatan yang lebih lama dibandingkan dengan skor MEOW rendah.Kata Kunci: MEOWS, preeklamsia berat, lama perawatan.
Luaran Maternal pada Ibu Hamil dengan Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta Studi Kohort Retrospektif Kartika Wahyuningtyas Utami; Irwan Taufiqur Rachman; Detty Siti Nurdiati
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 9, No 3 (2022): In Process
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.77933

Abstract

Latar Belakang: Coronavirus merupakan penyakit yang muncul pada akhir tahun 2019 disebabkan oleh  Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang kini telah ditetapkan sebagai pandemic oleh WHO sejak 11 Maret 2020. Indonesia melaporkan kasus pertama COVID-19 pada tanggal 2 Maret 2020 dan jumlahnya terus bertambah hingga sekarang. Sampai saat ini penelitian tentang infeksi SARS-CoV-2 pada kehamilan dan luaran maternalnya masih terbatas. Dikatakan ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadinya morbiditas dan mortalitas dibandingkan pada populasi umum.Tujuan: Mengetahui apakah terdapat hubungan antara ibu hamil konfirmasi COVID-19 dengan luaran maternal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode: Desain penelitian ini adalah kohort retrospektif. Subjek penelitian adalah   pasien hamil dengan konfirmasi COVID-19. Subjek penelitian diambil di RSUP Dr. Sardjito dan RS Akademik UGM sejak periode Maret 2020 sampai dengan Agustus 2021Hasil: Dari 436 subjek penelitian didapatkan 340 sampel yang memenuhi kriteria untuk dilakukan analisis. Karakteristik subjek penelitian menunjukkan 58,24% pasien berusia >35 tahun dengan mayoritas usia kehamilan ≥ 37 minggu sebanyak 79,41%. Terdapat hubungan yang signifikan (p<0.05) antara ibu hamil dengan COVID-19 simptomatik terhadap luaran persalinan prematur (RR 2,42, CI 95% 1,44–4.04), kebutuhan ICU (RR 53.89, CI 95% 3.33–870.45), lama rawat inap (RR 1.97, CI 95% 1,05–3,68) dan kematian maternal (RR 38.08, CI 95% 2,34–619,83) dibandingkan dengan ibu hamil COVID-19 asimptomatik. Tidak terdapat hubungan bermakna (p>0.05) antara ibu hamil COVID-19 dengan luaran metode persalinan. Usia, obesitas, hipertensi dan diabetus melitus tidak memiliki hubungan signifikan terhadap luaran maternalKesimpulan: Kehamilan merupakan faktor risiko independent COVID-19 simptomatik yang tidak bergantung pada komorbiditas lain. Ibu hamil dengan COVID-19 simptomatik memberikan luaran maternal yang lebih buruk dibandingkan dengan ibu hamil COVID-19 asimptomatik. Metode persalinandiputuskan berdasarkan indikasi medis dan kebidanan.Kata Kunci: COVID-19, kehamilan, komorbid, luaran maternal
Perbandingan Kadar Vitamin D antara Wanita dengan Surgical Menopause Post Kemoterapi dan Wanita Menopause Alami di Yogyakarta Rosinta Pratiwi; Agung Dewanto; Ardhanu Kusumanto
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 9, No 3 (2022): In Process
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.78013

Abstract

Latar Belakang: Menopause merupakan periode berhentinya haid akibat penurunan produksi hormone[H1] [H2]   pada wanita. Menopause dapat terjadi secara alami maupun karena prosedur medis pengangkatan kedua ovarium mau [H3] sebab lainnya seperti obat-obatan. Wanita yang mengalami menopause dini karena surgical menopause akan mengeluhkan gejala menopause yang lebih berat karena perubahan hormon secara mendadak.  Pasien dengan surgical menopause akibat kanker seringkali mendapatkan kemoterapi adjuvant yang akan menyebabkan penurunan kadar vitamin D, dimana vitamin D diketahui berperan penting dalam mengurangi keluhan menopause. Tujuan: Mengetahui perbandingan kadar vitamin D pada pasien surgical menopause post kemoterapi dan wanita menopause alami. Metode: Penelitian analitik dengan desain kohort retrospektif [H4] untuk membandingkan kadar vitamin D antara 2 kelompok, yaitu kelompok wanita dengan surgical menopause yang sudah dikemoterapi dan wanita post menopause alami. Penilaian kadar vitamin D dilakukan pada satu sampai dua tahun pada kelompok pasca ooforektomi bilateral dan satu sampai dua tahun pasca haid terakhir pada kelompok menopause alami. Perbandingan rerata kadar vitamin D antar 2 kelompok dilakukan dengan uji statistika komparatif menggunakan Independent T-Test. Hasil:  Rerata dan standar deviasi kadar vitamin D pada kelompok surgical menopause post kemoterapi adalah 14,07 + 5,49 ng/mL sedangkan kelompok menopause alami adalah 17,30 ± 6,92 ng/mL dengan nilai p=0,167. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan signifikan pada rerata kadar vitamin D antara kelompok surgical menopause post kemoterapi dan post menopause alami.Kata Kunci: surgical menopause, menopause alami, ooforektomi bilateral, vitamin D. 

Page 1 of 1 | Total Record : 4