cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Al Himayah
ISSN : 26148765     EISSN : 26148803     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Al Himayah adalah Jurnal yang diterbitkan oleh Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo, Dikelola oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) FSE Fakultas Syariah. Jurnal AL Himayah fokus pada pengabdian Hukum dan Keadilan. Terbit setiap bulan Maret dan Oktober ISSN 2614-8803 (media online) dan 2614-8765 (media cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2021): Al Himayah" : 6 Documents clear
Pendekatan Sosiologi dan Sejarah dalam Kajian Hukum Islam (Studi Kasus : Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan) Zulfitri Zulkarnain Suleman; Kurniati Kurniati; Ajub Ishak
Jurnal Al Himayah Vol. 5 No. 2 (2021): Al Himayah
Publisher : Jurnal Al Himayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan memberikan pembatasan umur minimal untuk kawin bagi warga negara pada prinsipnya dimaksudkan agar orang yang akan menikah diharapkan sudah memiliki kematangan berpikir, kematangan jiwa dan kekuatan fisik yang memadai. Faktor yang marak menjadi perdebatan adalah soal batasan usia nikah yang ada dalam hukum positif Indonesia yang mengatur tentang pernikahan, yakni Pasal 7 Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 ayat (1) yang menyatakan bahwa “Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 (enam belas) tahun”Peraturan perkawinan dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tidak langsung dirumuskan begitu saja. Pada tahun 1930 berdiri organisasi perempuan yang menentang keras adanya poligami yaitu Isteri Sedar. Pada tahun 1950-1956 muncul organisasi perempuan yang bersifat progresif. Mereka juga menuntut adanya undang-undang perkawinan yang baru. Saat ulang tahun yang ke 17 Perwari pada tanggal 17 Desember 1962 membuat pernyataan yang isinya mendesak lembaga pemerintah supaya segera diundangkan Undang-undang perkawinan tersebut dengan tujuan adanya kesejahteraan keluarga.
Modernisasi Negara Dalam Konteks Supremasi Hukum Marten Bunga
Jurnal Al Himayah Vol. 5 No. 2 (2021): Al Himayah
Publisher : Jurnal Al Himayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum menduduki tempat tertinggi, lebih tinggi dari kedudukan raja, terhadapnya raja dan pemerintahannya harus tunduk, dan tanpa hukum maka tidak ada raja dan tidak ada pula kenyataan hukum ini Supremasi hukum merupakan prasyarat mutlak bagi penyelenggaraan kehidupan kenegaraan berdasarkan kedaulatan rakyat. Negara yang dapat di katakan telah mewujudkan “Supremasi hukum’ dalah negara yang sudah mampu menempatkan “ hukum sebagai panglima” bukannya hukum hanya menjadi sekadar “ pak Turut” dari kepentingan politik tertentu yang jauh dari kepentingan rakyat secara keseluruhan. Oleh karena itu dalam konteks sekarang ini kita tidak sekedar menggunakan istilah “ Supremasi Hukum “ melainkan tepatnya lebih jika menggunakan istilah Supremasi Hukum dan Keadilan, sebab salah satu faktor utama keterpurukan hukum di indonesia, pelaksanaan hukum dan penegakan hukum sering sangat mengabaikan “ rasa Keadilan masyarakat”. Dan hanya terpaku pada “foramlitas” dan prosedure belaka
Menyibak Pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Gorontalo Kelas IA Dalam Menetapkan Ahli Waris Pada Perkara Sengketa Waris Abdur Rahman Adi Saputera; Siti Nur Muthiah Abd Aziz; Dikson Yasin; Andi Muhammad Fuad
Jurnal Al Himayah Vol. 5 No. 2 (2021): Al Himayah
Publisher : Jurnal Al Himayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah proses penyelesaian penetapan ahli warsis (PAW) di Pengadilan Agama Gorontalo; dan bagaimana pertimbangan hakim dalam penyelesaian Petapan Ahli Waris (PAW) di Pengadilan Agama Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis diskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses penyelesaian Penetapan Ahli Waris (PAW) di Pengadilan Agama Gorontalo telah dilakukan dengan prosedur dan syarat-syarat yang berlaku berdasarkan aturan perundang-undangan. Permohonan penetapan ahli waris dan perkara gugat waris harus dilihat apakah syarat formilnya sudah terpenuhi atau tidak, cocok atau tidak dengan silsilah keluarga dari kelurahan. Bila tidak sesuai maka hakim akan ditolak (NO) untuk melanjutkan perkara tersebut. Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan penetapannya yaitu: pewarisnya sudah meninggal; ahli warisnya ada dan masih hidup; menyebutkan kepentingan pemohon dalam permohonannya. Pada dasarnya tolak ukur hakim dalam menjatuhkan putusannya harus dengan mempertimbangkan fakta-fakta hukum yang terungkap dalam persidangan, juga memperhatikan aspek-aspek keadilan dan kemanfaatan atas bagi para pihak yang terkait, memperhatikan aturan-aturan yang berlaku dan nilai-nilai luhur yang berkembang dalam masyarakat.
Pengaruh perceraian orang tua terhadap mental jiwa anak di Desa Dulamayo Herson Anwar; Gunawan Mokoginta; Nuriman Bokingo
Jurnal Al Himayah Vol. 5 No. 2 (2021): Al Himayah
Publisher : Jurnal Al Himayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah terjadinya perceraian, maka anak dihadapkan kepada posisi yang harus ditentukan yaitu antara ikut tinggal bersama ibu atau ayah. Terjadinya perbedaan posisi anak adalah merupakan ketentuan dan kesepakatan dari masing-masing pasangan suami istri, walaupun di antaranya ada yang berkeberatan melepaskan anak harus dipisahkan dengan ibu atau ayah. Dari sini dapat terlihat bahwa antara kedua orang tua pada dasarnya merasa berat untuk saling memisahkan anak dari dirinya masing-masing, Terbukanya pintu perceraian dalam Islam tidaklah semudah yang kita pikirkan karena disana ada ikatan-ikatan atau batas-batasan dan norma yang wajib dipenuhi. Allah Swt tidak pernah menghalalkan sesuatu yang paling dibencinya selain perceraian dan disyariatkannya perceraian semata-mata sebagai jalan keluar terjadi pertengkaran yang berkepanjangan. Dampak psikologis remaja pasca perceraian orang tua di Desa Dulamayo diantaranya; (a) Merasa takut. Merasa takut pada remaja adalah tidak adanya jaminan khususnya berkaitan dengan biaya hidup. (b) sedih. Perasaan sedih pada remaja muncul saat melihat teman sebaya yang memiliki orang tua lengkap. (c) marah. Dengan adanya perceraian seorang anak seringkali emosinya tidak terkontrol dengan baik sehingga mereka sering kali marah yang tidak karuan. (d) kehilangan. Dominan pada remaja setelah terjadi perceraian itu akan merasa kehilangan baik besar atau kecil perasaan yang ditimbulkan oleh si remaja tersebut. dan (e) merasa bersalah serta menyalahkan diri.
Implementasi Model Kooperatif Group Investigation Dalam Pembelajaran Sholat Kasim Yahiji; Nur Asiyah Nur Asiyah; Wiska Bemang
Jurnal Al Himayah Vol. 5 No. 2 (2021): Al Himayah
Publisher : Jurnal Al Himayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Pembelajaran Model Kooperatif Group Investigation dalam pembelajaran shalat. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam skripsi adalah Bagaimana implementasi pembelajaran model kooperatif Group Investigation dalam cara sholat, Apa kendala penggunaan pembelajaran model kooperatif Group Investigation dalam pembelajaran shalat. Penelitian ini menggunakan pendekatan Model Kooperatif Group Investigation serta dibahas dengan metode deskriftif analisis dalam bentuk pemaparan data yang dikumpulkan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah penerapan Pembelajaran Model Kooperatif Group Investigation, Pemahaman Tentang Sholat secara umum telah berjalan dengan baik. Semua guru dan kepala sekolah melakukan kegiatan tersebut. Penerapannya dilakukan di dalam kelas dan diluar kelas. Bentuknyapun bermacam-macam. Dari menasehati, memotivasi bahkan sampai pemberian hadiah dan sangsi telah dilakukan.. Jika kelas tersebut belum layak digunakan dalam proses pembelajaran maka terlebih dahulu akan dilakukan pembenahan atau pengaturan ruang kelas sampai benar-benar teratur dan siap untuk digunakan belajar. Kondisi siswa juga tidak luput dari perhatian Guru-guru ketika akan memulai suatu pembelajaran.
Siyasah Syar`iyyah Pada Masa Dinasti Bani Umayyah (Masa Kepemimpinan Mu`awiyah bin Abi Sufyan) M. Sulaiman Ridwan; Irwan Tutrisno
Jurnal Al Himayah Vol. 5 No. 2 (2021): Al Himayah
Publisher : Jurnal Al Himayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syari’at tidak dapat eksis tanpa disokong dengan unsur kekuatan politik dan pemerintah yang stabil. Makna siyasah syar’iyyah dapat dipahami adalah upaya menegakkan syar’i yang diyakini penguasa memiliki kemaslahatan. Pada masa kepemimpinan Mu`awiyah bin Abi Sufyan banyak mengarahkan kebijakan pada perluasan kekuasaan politik atau perluasan wilayah kekuasaan negara, hal ini mengingat bahwasanya Dinasti Umayyah bukan penguasa tunggal di dunia saat itu. Kepemimpan Mu`awiyah bin Abi Sufyan terkesan ekslusif dan lebih dominan dan mempercayai kalangan Arab dalam pemerintahannya. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berdasarkan kajian sosio-historis kritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep siyasah syar`iyyah dalam politik Islam dan pengaruhnya terhadap kebijakan politik strategis oleh Mu`awiyah bin Abi Sufyan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6