cover
Contact Name
Manjilala
Contact Email
manjilala@poltekkes-mks.ac.id
Phone
+6285255549979
Journal Mail Official
manjilala@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
https://journal.poltekkes-mks.ac.id/ojs2/index.php/mediagizi/about/editorialTeam
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Gizi Pangan
ISSN : 18584608     EISSN : 26226480     DOI : DOI: https://doi.org/10.32382/mgp.v29i2
Media Gizi Pangan (MGP) merupakan media publikasi hasil penelitian, laporan kasus dan review paper yang berhubungan denga topik : Gizi masyarakat Gizi klinik Pengolahan pangan Jurnal diterbitkan dua kali setahun, periode Januari-Juni dan Juli-Desember.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 27, No 2 (2020): Desember 2020" : 11 Documents clear
RIWAYAT ASI EKSKLUSIF DAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI KECAMATAN PAJANGAN DAN PLERET, KABUPATEN BANTUL Indah Suwartini; Febrina Suci Hati; Bunga Astria Paramashanti
Media Gizi Pangan Vol 27, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.934 KB) | DOI: 10.32382/mgp.v27i2.1642

Abstract

Stunting prevalence among Indonesian children remained high (30,8%). Existing studies found varied results on the association between exclusive breastfeeding and stunting. This study aimed to analyze whether exclusive breastfeeding was a risk factor for stunting among children aged 24-59 months in Pajangan and Pleret Subdistricts, Bantul District. A case-control study design was conducted. As many as 43 cases and 43 controls were selected using multistage cluster sampling. Cases were children with stunting status while controls were non-stunted children. Independent variable was history of exclusive breastfeeding whereas dependent variable was stunting. Statistical analyses performed in this study included descriptive statistics and chi-square test. No significant relationship between history of exclusive breastfeeding and stunting among children aged 24-59 months in Pajangan and Pleret Subdistricts, Bantul District. Nonetheless, the proportion of children receiving exclusive breastfeeding was higher among non-stunted children (81%) compared to the proportion of children receiving exclusive breastfeeding among stunted children (65%). Exclusive breastfeeding was not a risk factor for stunting among children aged 24-59 months.
DAYA TERIMA DAN NILAI GIZI CAKE DENGAN SUBTITUSI TEPUNG KACANG HIJAU DAN TEPUNG LABU KUNING Asmaruddin Pakhri; Fatmawaty Suaib; Sri Yuniarti
Media Gizi Pangan Vol 27, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.619 KB) | DOI: 10.32382/mgp.v27i2.2029

Abstract

Masalah gizi khususnya kekurangan energi protein dan kekurangan vitamin A pada balita merupakan masalah yang sering dijumpai setiap tahun di Indonesia. Cara mengatasi masalah gizi pada balita adalah dengan memperbanyak konsumsi sumber protein dan sumber vitamin A. Dengan mengganti makanan yang biasa dikonsumsi anak dengan makanan yang kaya gizi. Cookies Provita merupakan jajanan pengganti tepung kacang hijau dan tepung labu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akseptabilitas dan nilai gizi cookies provita dengan substitusi tepung kacang hijau dan tepung labu kuning. Penelitian ini merupakan penelitian laboratorium dengan desain One Shot Case Study. Penerimaan dinilai berdasarkan uji preferensi dari aspek warna, aroma, tekstur dan rasa dengan panel yang sedikit terlatih sebanyak 25 orang. Nilai gizi dihitung berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia Tahun 2017.Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk dengan penerimaan tertinggi adalah formula O3C dengan konsentrasi 40%; 15% dengan skor 302. Berdasarkan aspek warna dan aroma, produk yang paling disukai adalah O3C, sedangkan aspek tekstur dan rasa paling disukai yaitu produk O2B. Kandungan protein pada formula terbaik O3C adalah 42,29 gram dan vitamin A 1289,9 mikrogram. Protein dalam 1 kue provita adalah 1,2 gram dan vitamin A 36,8 mikrogram.Disarankan jika ingin menggunakan tepung kacang hijau dan tepung labu untuk substitusi pastry sebaiknya menggunakan rumus O3C yaitu konsentrasi 40%; 15%, serta menganalisis kandungan nutrisi lainnya
PENGETAHUAN GIZI, POLA MAKAN DAN KEADAAN MENTAL EMOSIONAL DENGAN STATUS GIZI MAHASISWI GURU Kartika Pibriyanti; Safira Kholifatul Ummah
Media Gizi Pangan Vol 27, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.741 KB) | DOI: 10.32382/mgp.v27i2.1639

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini status gizi sangatlah penting untuk kesehatan di masa dewasa dan lansia. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi status gizi remaja diantaranya pengetahuan gizi, pola makan dan keadaan mental emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor pengetahuan gizi, pola makan dan keadaan mental emosional dengan status gizi remaja. Penelitian ini merupakan penelitian survey observasional dengan desain cross-sectional study. Subjek penelitian merupakan 94 mahasiswi guru di Universitas Darussalam Gontor. Uji Statistik menggunakan uji Gamma untuk mengetahui hubungan antara variabel. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi (p=0,165), pola makan (p=0,156), kedaan mental emosional (0,916) dengan status gizi mahasiswi guru.
PENGARUH STIMULASI PSIKOSOSIAL ANAK TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR DAN MOTORIK HALUS SERTA PENINGKATAN BERAT BADAN ANAK BALITA STUNTING USIA 2-3 TAHUN Hj. Sukmawati .; Sitti Sahariah Rowa
Media Gizi Pangan Vol 27, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.953 KB) | DOI: 10.32382/mgp.v27i2.2028

Abstract

Kenaikan persentase anak balita Stunting di Sulawesi Selatan  terus  meningkat. Hasil  Riset Kesehatan Dasar tahun 2007, 2010 dan 2013 adalah berturut turut 29,2%,  39,8% dan 40,9%. Tahun 2018 Sulawesi Selatan menempati urutan ke-4 prevalensi  stunting tertinggi di Indonesia yaitu 30,1%.  Hasil pemantauan status Gizi (PSG) pada tiga tahun terakhir menunjukkan persentase balita stunting di Sulawesi Selatan tahun 2015, 2016 dan 2017 adalah 34,1%, 35,6% dan 34,8%. Dibutuhkan upaya untuk mencegah dampak buruk dari Stunting dimasa balita, agar dapat dicegah kelanjutannya baik secara fisik maupun psikososial. Penelitian ini ingin menganalisis pengaruh stimulasi psikososial terhadap perkembangan motorik kasar dan motorik halus serta peningkatan berat badan anak Stunting usia 2-3 tahun. Jenis dan rancangan penelitian ini adalah quasi eksperimental  dengan desain Pre Post Test Control Group Design. Sampel penelitian adalah anak balita stunting usia 2-3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sudiang Raya Kota Makassar. Jumlah sampel 30 anak (15 anak sebagai kasus dan 15 anak sebagai kontrol). Lokasi penelitian di Puskesmas Sudiang Raya Kota Makassar. Analisis statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis menggunakan Mann-Whitney untuk uji perbedaan  hasil pengukuran perkembangan motorik kasar, motorik halus dan berat badan. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh stimulasi psikososial anak terhadap perkembangan motorik kasar dan  perkembangan motorik halus pada anak balita Stunting usia 2-3 tahun dengan nilai P value = 0,000  dan P value = 0,001.  Tidak ada pengaruh stimulasi psikososial anak terhadap peningkatan berat badan anak balita Stunting usia 2-3 tahun dengan nilai P value = 0,089. Diharapkan ibu balita  memberi stimulasi psikososial yang rutin kepada anaknya agar perkembangan motorik kasar dan motorik halus anak optimal. Diharapkan kepada petugas puskesmas agar lebih banyak memberi edukasi kepada ibu balita tentang cara melaksanakan stimulasi psikososial kepada anak balita, dan  lebih intensif melaksanakan deteksi dini tumbuh kembang anak agar lebih cepat tertangani bila ada indikasi gangguan perkembangan pada anak.
BUBUR INSTAN BERBAHAN DASAR PANGAN LOKAL SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL DENGAN INDEKS GLIKEMIK RENDAH Juenita Elfunam Mado; Dekie Rawung; Mercy Taroreh
Media Gizi Pangan Vol 27, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.099 KB) | DOI: 10.32382/mgp.v27i2.1665

Abstract

     Dalam pendekatan indeks glikemik (IG) menjelaskan tidak semua pangan sumber karbohidrat memiliki efek yang sama dalam meningatkan kadar glukosa darah. Bubur instan merupakan produk yang dapat dikembangkan sebagai pangan fungsional dan sumber karbohidrat yang digunakan adalah pisang goroho, pisang “mulubebe” indigenous Halmahera Utara, sagu baruk dan tepung mocaf. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai indeks glikemik produk olahan  bubur instan berbasis pangan lokal.      Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian eksperimen dengan empat perlakuan. Analisis indeks glikemik menggunakan desain rancangan one-shot case study pada sampel tikus putih (Rattus novergicus). Besarnya pengaruh pangan uji terhadap glukosa darah sampel dapat diketahui melalui perbandingan dengan pangan acuan. Hasil penelitian dijelaskan secara deskriptif yaitu untuk melihat hasil indeks glikemik dari bubur instan berbasis pangan lokal.      Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai indeks glikemik bubur instan yang temasuk daam ketegori IG rendah yaitu bubur pisang goroho (31,88), bubur instan sagu baruk (39,43), dan bubur instan pisang “mulubebe” (43,35). Sedangkan bubur instan yang memiliki IG sedang yaitu bubur instan mocaf (62,19). Hasil perhitungan beban glikemik bubur instan yang memiliki beban glikemik rendah adalah bubur instan pisang goroho (8,17) sedangkan yang memiliki beban glikemik sedang yaitu bubur instan pisang “mulubebe” (11,88), bubur instan sagu baruk (12,02) dan bubur instan mocaf (17,16).      Penelitian ini memiliki kesimpulan bahwa penggunaan sumber karbohidrat dari pangan lokal yang berbeda yaitu tepung pisang goroho, tepung pisang “mulubebe”, tepung sagu baruk, tepung mocaf pada bubur instan memberikan pengaruh terhadap nilai indeks glikemik. Formulasi bubur instan pisang goroho dapat direkomendasikan sebagai pangan fungsional yang memiliki nilai indeks glikemik rendah yang baik untuk penderita diabetes melitus dan juga untuk individu sehat yang ingin mempertahankan kadar glukosa darah.
Porsi Konsumsi Sayur dan Buah Signifikan Menurunkan Asupan Energi: Sistematik Review Nursalim .; Chaerunnimah .; Abdullah Thamrin; Dien Abdul Munir; Sirajuddin .
Media Gizi Pangan Vol 27, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.952 KB) | DOI: 10.32382/mgp.v27i2.1846

Abstract

AbstractBackground of this study is that controlling body weight is one of them by increasing the consumption of vegetables and fruit, because it has a lower energy content than other food ingredients such as energy sources (staple foods and side dishes).Objective of this study was to determine the amount of vegetable and fruit intake that can reduce energy intake.Method is a systematic review by tracing various studies related to vegetable and fruit consumption on various search engines, namely PubMed, Scinapse, Nature. The search term used is "intake energy, vegetable and fruit" for English references. All references published between 2015-2020 were selected using the Prefered Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses (Prisma) method. The final result found that 6 articles were read and a summary table of the research results was made.Results found that there were 6 articles discussing the theme of energy intake, vegetables and fruit. The amount of fruit and vegetable consumption is between 100-300 g per day, which can have a real effect on reducing energy intake.Conclusion is that decreasing energy intake is by increasing the intake of vegetables and fruits. Keywords: Energy intake, vegetables and fruit
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DENGAN PENERAPAN IMD DI PUSKESMAS JUMPANDANG BARU MAKASSAR 2019 The Correlation between Mother’s Knowledge about Early Initiation of Breastfeeding with the Implementation of Early Initiation Breastfeeding In Jumpandang Baru Health Center Public City in Makassar 2019 Subriah Subriah; Nurjaya Nurjaya; Djuhadiah Saadong
Media Gizi Pangan Vol 27, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.269 KB) | DOI: 10.32382/mgp.v27i2.1644

Abstract

ABSTRACTBased on the results of monitoring nutritional status in 2017, the percentage of babies who get exclusive breastfeeding in Indonesia is 35.73%. For the Province of South Sulawesi at 42.13%, while for the city of Makassar at 45.8% (Ministry of Health, 2018). According to Riskesdas in 2013, the most breastfeeding process began in 1-6 hours after birth (35.2%) and less than 1 hour (early initiation of breastfeeding) was 34.5%. While the lowest breastfeeding process occurs at 7-23 hours after birth which is 3.7% (Riskesdas, 2013).  Based on a preliminary survey conducted by researchers, it was found that in one of the Public Health Center in Makassar, the Jumpandang Baru Health Center Public of Makassar that the researchers visited, conducted 106 Early Breastfeeding Initiations as recommended by reasoning that it could reduce AKI, one of which was due to hypothermia. From the data above and based on previous studies and obtained from interviews and observations conducted by researchers there are many factors that influence the early initiation of breastfeeding (IMD) both from mothers, infants and health workers who assist in childbirth. The purpose of this study was to determine the relationship of maternal knowledge about Early Breastfeeding (IMD) and the application of IMD in the Jumpandang Baru Health Center Public in Makassar. This research uses analytic survey with cross sectional approach. The population in this study was maternity in the Jumpandang Baru Health Center Public in Makassar. Sampling was done by using purposive sampling technique as many as 35 people. Data was collected using a questionnaire instrument and delivery reports in the Jumpandang Baru Health Center Public in Makassar. Data were analyzed univariately and bivariately by Chi-square Test. There is a relationship between maternal knowledge about Early Initiation of Breastfeeding (IMD) with the application of IMD in the Jumpandang Baru Health Center Public in Makassar 2019 (p value 0,004 < α= 0,05), with a rather low inter-variable relationship strength the coefficient Phi (μ) = 0.485 or 48 , 5%. So it can be concluded that there is a the correlation between the mother's knowledge about Early Initiation of Breastfeeding with the implementation of Early Initiation of Breastfeeding (IMD) in the Jumpandang Baru Health Center Public in Makassar 2019.  Keywords: Knowledge, Early Initiation of Breastfeeding. ABSTRAKBerdasarkan hasil pemantauan status gizi tahun 2017, persentase bayi yang mendapatkan ASI eksklusif di Indonesia sebesar 35,73%. Untuk Povinsi Sulawesi Selatan sebesar 42,13%, sedangkan untuk kota Makassar sebesar 45,8% (Kemenkes, 2018). Menurut Riskesdas 2013, proses mulai menyusui terbanyak terjadi pada 1-6 jam setelah kelahiran (35,2%) dan kurang dari 1 jam (inisiasi menyusui dini) sebesar 34,5%. Sedangkan proses mulai menyusui terendah terjadi pada 7-23 jam setelah kelahiran yaitu sebesar 3,7% (Riskesdas, 2013).  Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti didapatkan bahwa di salah satu Puskesmas di Kota Makassar yaitu Puskesmas Jumpandang Baru yang peneliti kunjungi melakukan Inisiasi Menyusu Dini sebanyak 106 bayi baru lahir sesuai dengan yang dianjurkan dengan alasan dapat mengurangi AKI salah satunya akibat hipotermi. Dari data yang di atas dan berdasarkan  penelitian-penelitian sebelumnya serta diperoleh dari hasil wawancara dan pengamatan yang dilakukan peneliti ada banyak faktor yang mempengaruhi dilakukannya Inisiasi menyusu dini (IMD) baik dari ibu, bayi dan tenaga kesehatan yang menolong persalinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang Iniasiasi Menyusu Dini (IMD) dengan penerapan IMD di Puskesmas Jumpandang Baru Makassar. Penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu bersalin yang ada di Puskesmas Jumpandang Baru Makassar. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 35 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen kuesioner dan laporan persalinan Puskesmas Jumpandang Baru Makassar. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan Uji Chi-square. Ada hubungan pengetahuan ibu tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan penerapan IMD di Puskesmas Jumpandang Baru Makassar 2019 (p value 0,004 < α= 0,05), dengan kekuatan hubungan antarvariabel agak rendah diperoleh nilai koefisien Phi (μ)= 0,485 atau sebesar 48,5%. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan pengetahuan ibu tentang Iniasiasi Menyusu Dini (IMD) dengan penerapan IMD di Puskesmas Jumpandang Baru Makassar 2019. Kata Kunci: Pengetahuan, Inisiasi Menyusu Dini.
GIZI MAKRO PADA KUE AMBUNG DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TEMPE DAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oelifera) Zakaria Zakaria
Media Gizi Pangan Vol 27, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.789 KB) | DOI: 10.32382/mgp.v27i2.1854

Abstract

ABSTRACTGambung cake is one of the traditional snacks made from wheat flour, the inside is filled with jam from a mixture of brown sugar and grated coconut. This cake contains enough energi, but is low in protein. The addition of tempe flour and moringa leaf flour can increase energi and protein content in Gambung cake as a snack food choice for school children in preventing and overcoming nutritional problems in school children. This research is pre-experimental with the design of Post Test Group Design. Addition of tempe flour and moringa leaf flour (1: 1) to Gambung cake successively formula 0 (F0 = 0%); formula 1 (F1 = 2.5%); formula 2 (F2 = 5.0%) and formula 3 (F3 = 7.5%). Energi and protein content are calculated using the List of Food Ingredients. The results showed that F0 Gambung cake contained energi and protein, respectively 366.4 kcal and 5.0%; F1, respectively 376.2 kcal and 5.8%; F2, respectively 386.0 kcal and 6.6%; F3, respectively 495.8 kcal and 7.4%. The energi and protein content of Gambung cake increases with the increasing number of addition of tempe flour and Moringa leaf flour. Keywords: Gambung, Moringa, Tempe
DAYA TERIMA DAN ANALISIS PROTEIN SERTA SERAT SNACK BAR DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG AMPAS TAHU Lydia Fanny; Rezki Septiani Tri; Sitti Sahariah Rowa
Media Gizi Pangan Vol 27, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.866 KB) | DOI: 10.32382/mgp.v27i2.2031

Abstract

Ampas tahu merupakan produk sampingan dalam proses pembuatan tahu berupa padatan yang diperoleh dari ampas kedelai yang diperas. Daging tahu masih memiliki kandungan protein dan serat yang relatif tinggi. Salah satu kegunaan ampas tahu di Indonesia adalah oncom. Protein adalah komponen struktural utama dari semua sel tubuh dan berfungsi sebagai enzim, hormon, dan molekul penting lainnya yang berfungsi untuk pertumbuhan dan pemeliharaan, yang berperan dalam berbagai sekresi tubuh. Kandungan serat merupakan komponen makanan nabati yang meliputi polisakarida, karbohidrat analog, oligosakarida, lignin dan bahan yang berkaitan dengan sel tumbuhan yang terdapat dalam snack bar. Snack bar merupakan salah satu produk fast food fungsional berupa bar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya terima dan analisis protein dan serat pada snack bar dengan penambahan tepung ampas tahu. Desain penelitian ini merupakan jenis penelitian pra eksperimental dengan desain penelitian yang digunakan adalah post test group design. Pembuatan snack bar dengan penambahan tepung ampas tahu 0%, 15%, 25%, dan 35%. Analisis protein menggunakan metode Micro Khjedhal dan analisis serat menggunakan metode Gravimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai penerimaan secara keseluruhan menunjukkan konsentrasi terbaik adalah 25% (aspek warna, tekstur, aroma, dan rasa). Kadar protein snack bar dengan penambahan tepung ampas tahu adalah 25% yaitu rata-rata 9,877% dan kadar serat snack bar dengan penambahan tepung ampas tahu sebesar 25% yaitu rata-rata 22,89%. Disarankan untuk melakukan analisis nutrisi lain pada snack bar dengan menambahkan ampas tahu dan menambahkan bahan atau bahan penyedap lain yang dapat ditambahkan untuk menghilangkan rasa dan aroma ampas tahu.
KADAR MINERAL COOKIES DENGAN SUBTITUSI DAUN KATUK (Sauropus andragynus) DAN OATMEAL CONDITIONS OF MINERAL COOKIES WITH THE SUBSTITUTION OF KATUK LEAVES (Sauropus andragynus) AND OATMEALS Retno Sri Lestari; Thresia Dewi Kartini Berek; Zakaria Zakaria
Media Gizi Pangan Vol 27, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.929 KB) | DOI: 10.32382/mgp.v27i2.1862

Abstract

Background, Cookies, which are a form of snack, will be substituted with katuk leaves and oatmeal. Making cookies is expected to increase levels of nutrients, namely minerals, especially calcium and iron. These cookies can be an option in the PMT program for pregnant women and breastfeeding mothers which can improve the quality and quantity of breast milk as well as prevent anemia. The provision of katuk leaves and oatmeal can add nutritional value, especially to calcium and iron.The aim is to analyze the mineral content in cookies with the substitution of katuk and oatmeal leaves, namely calcium and iron.Design, pre-experimental research with post test research design group design. This study treated cookies with 5% substitution of katuk leaves and 5% oatmeal, each repetition of 2 times.Results, the calcium level per 100 grams of cookies with the substitution of katuk leaves and oatmeal with an average value of calcium at a concentration of 0%: 0% was 91mg and increased at a concentration of 5%: 5% to 120mg. The average value of iron cookies with the substitution of katuk leaves and oatmeal with a concentration of 0%: 0% is 0.12mg and a concentration of 5%: 5% is 0.14mg. Calcium and iron levels for the proportion of cookies with the substitution of katuk leaves and oatmeal are a concentration of 5%: 5%, respectively 48mg and 1.12mg or consume 5 pieces of cookies once.Conclusion, Cookies with substitution of katuk leaves and oatmeal at a concentration of 5%: 5% have a higher calcium and iron content than the original cookies. Keywords: Cookies, Katuk Leaves, Receptivity, Mineral Content, Oatmeal ABSTRAKLatar Belakang, Cookies yang merupakan salah satu bentuk makanan ringan, akan disubstitusi dengan daun katuk dan oatmeal. Pembuatan cookies ini diharapkan dapat meningkatkan kadar zat gizi yakni mineral, khususnya kalsium dan zat besi. Cookies ini dapat menjadi salah satu pilihan dalam program PMT bagi ibu hamil dan ibu menyusui yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI juga dapat mencegah terjadinya anemia. Pemberian daun katuk dan oatmeal dapat menambah nilai gizi terutama pada kalsium dan zat besiTujuan, untuk menganalisis kadar mineral pada cookies dengan substitusi daun katuk dan oatmeal, yakni kalsium dan zat besi.Desain, Penelitian pra eksperimental dengan desain penelitian post test grup design. Penelitian ini memberikan perlakuan pada cookies dengan subtitusi daun katuk 5% dan oatmeal 5%, masing-masing pengulangan sebanyak 2 kali.Hasil, Kadar kalsium per 100 gram pada cookies dengan subtitusi daun katuk dan oatmeal dengan  nilai rata-rata kalsium pada konsentrasi 0%:0% yaitu 91mg dan meningkat pada konsentrasi 5%:5% menjadi 120mg. Nilai rat-rata rata zat besi cookies dengan subtitusi daun katuk dan oatmeal konsentrasi 0%:0% yaitu 0,12mg dan  konsentrasi 5%:5% yaitu 0,14mg. Kadar kalsium dan zat besi untuk perporsi cookies dengan subtitusi daun katuk dan oatmeal yaitu konsentrasi 5%:5% masing-masing sebesar 48mg dan 1,12mg atau mengonsumsi satu kali sebanyak 5 keping cookies.Kesimpulan, Cookies dengan substitusi daun katuk dan oatmeal pada konsentrasi 5%:5% memiliki kadar kalsium dan zat besi lebih besar dibandingakan dengan cookies original.. Kata Kunci                  : Cookies, Daun Katuk, Daya Terima, Kadar Mineral, Oatmeal

Page 1 of 2 | Total Record : 11