cover
Contact Name
Raden Herdian Bayu Ash Siddiq
Contact Email
jitter@widyatama.ac.id
Phone
+62227275855
Journal Mail Official
jitter@widyatama.ac.id
Editorial Address
Jl. Cikutra no 204 A Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JITTER (Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Terapan)
Published by Universitas Widyatama
Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Terapan (JITTER) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Universitas Widyatama, Bandung. Jurnal ini diterbitkan sebagai wahana sosialisasi dan diseminasi hasil penelitian bagi kalangan akademisi maupun masyarakat luas, pada bidang teknologi informasi dan terapannya. Bidang kajian dicakup meliputi sistem informasi, ilmu komputer, jaringan komputer, basis data, kecerdasan buatan, juga beberapa bidang teknik lainnya seperti Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro dan Teknik Industri.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2018)" : 10 Documents clear
IMPLEMENTASI ALGORITMA HUFFMAN DAN RUN LENGTH ENCODING PADA APLIKASI KOMPRESI BERBASIS WEB Eka Prayoga; Kristien Margi Suryaningrum
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.742 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss2.2018.154

Abstract

[Id]Meningkatnya penggunaan media digital dalam kehidupan sehari-hari secara tidak langsung turut meningkatkan kebutuhan dalam penyimpanan data, oleh karena itu dibutuhkan sebuah metode untuk menangani hal tersebut, salah satunya adalah dengan menerapkan kompresi data. Kompresi adalah teknik dalam memampatkan suatu data untuk menghemat media penyimpanan yang digunakan, selain itu, kompresi pun dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, seperti backup data, proses pengiriman data, serta keamanan data. Pemampatan atau kompresi pada umumnya diterapkan pada mesin komputer, karena setiap simbol yang ditampilkan memiliki bit-bit yang berbeda. Penulis menggunakan algoritma Huffman dan Run Length Encoding dalam proses pemampatan yang dilakukan, dimana masukkannya adalah file TXT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi dari gabungan antara kedua algoritma tersebut, selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana rasio perbandingan ukuran file antara file awal dan file yang terkompresi. Implementasi sistem yang dilakukan memanfaatkan aplikasi berbasis web untuk memudahkan pengguna dalam memanfaatkan fitur sistem yang ada, dimana dalam sistem ini memuat proses kompresi dan dekompresi. Tahapan kompresi digunakan untuk proses pemampatan, dan tahapan dekompresi untuk proses pengembalian file ke bentuk dan ukuran yang semula. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 5 data uji, dan menunjukkan ukuran file hasil dekompres tidak seperti semula karena proses kompresi yang bersifat lossy.Kata kunci :Kompresi, TXT, Dekompresi, Huffman, Run Length Encoding[En]Increasing the use of digital media in life indirectly also increases the need for data storage, therefore needed a method to handle it, one of them is by applying data compression. Compression is a technique which compress data to save used storage, in addition, any compression can be used for other needs, such as data backup, data transmission process, and data security. Compression or compression is generally applied to a computer machine, because every symbol displayed has different bits. Writer here used Huffman and Run Length Encoding algorithm in the compression process, where the input is TXT file. The purpose of this study is to find out how the implementation of the combination between the two algorithms, in addition, this study also aims to find out how the ratio of file sizes between the initial file and the compressed file. Implementation of the system made use of web-based applications to facilitate users in utilizing the features of existing systems, which in this system includes the compression and decompression process. The compression stages are used for the compression process, and the decompression stage for the process of returning the file to its original shape and size. The study was conducted using 5 test data, and showed the decompress file size is not as original because the compression process is categorized as lossy
PENGEMBANGAN SMARTCAM AUTO MOTION DETECT DAN SHORT MESSAGE SERVICE (SMS) ALERT Ade Bastian; Dony Susandi
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.46 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss2.2018.155

Abstract

[Id]Perkembangan kehidupan modern berpengaruh terhadap meningkatnya aktivitas manusia yang lebih sering meninggalkan rumah. Kondisi tersebut menimbulkan atau mengundang tindak kejahatan.Dalam dunia Information Technology (IT) segala upaya dilakukan dengan membuat berbagai macam eksperimen, guna membuat suatu sistem yang baru dan semakin mempermudah kerja sistem tersebut. Diantaranya ada suatu sistem pemantau atau monitoring system menggunakan kamera.Sistem Pemantau adalah suatu sistem yang dapat mengawasi segala aktivitas atau kegiatan yang terjadi pada suatu ruangan atau daerah tertentu yang dianggap penting untuk dijaga keamanannya, sehingga dalam penelitian ini dibuataplikasi pengembangansmartcamberbasis auto motion detectdan Sms Alertdengan tujuan untuk memanfaatkan? image dan video capturing agar bisa mengontrol keadaan rumah tanpa harus selalu ada di dalam rumah. Aplikasi smartcam dibangun menggunakan perangkat lunak sistem operasi windows 7 ultimatedan bahasa pemrograman Visual Basic.Net 2010.Hasil penelitian ini adalah aplikasi smartcam berbasis auto motion detect dan sms agar dapat menjaga keamanan rumah saat pemilik sedang tidak berada di tempat serta mengantisipasi dengan cara mengetahui tindak kejahatan lebih dini.Kata Kunci:Smartcam, Auto Motion Detect, SMS Alert[En]Modern life is affecting an increasing human activity more often leave the house . These conditions pose or invite crime . In the world of Information Technology ( IT ) every effort was made to create a wide range of experiments , in order to create a new system and further simplify the system works . Among them there is a monitoring system or monitoring system using a camera .Monitoring System is a system that can oversee all activities or events that occur in a particular room or area that is considered essential to safeguard , so in this study were made based application development SmartCam auto detect movement and SMS Alert with the aim to utilize image and video capturing in order to control the state of the house without having to always be in the house . SmartCam applications built using the software windows 7 operating system and programming language Visual Basic Net 2010.The aim of this research is to build the SmartCam applications to detect motion and sending the alert through sms? while the owner was not in place and anticipate crime by identifying it early .
ANALISIS FAKTOR KEPERCAYAAN TERHADAP TEKNOLOGI PADA KEINGINAN MASYARAKAT DALAM MENGADOPSI E-VOTING Anik Hanifatul Azizah
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.142 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss2.2018.156

Abstract

[Id]Berkembangnya penggunaan mesin e-voting dan meningkatnya penerapan pemilu dalam jaringan (daring) mengindikasikan bahwa masyarakat percaya akan performansi teknologi informasi dalam meningkatkan proses pemilu. Kesuksesan implementasi teknologi informasi mutlak dibutuhkan, Sebagai dukungan kesuksesan tersebut diperlukan analisis yang mendalam. Sebelum mengimplementasikan teknologi e-voting, pemerintah perlu mengetahui tingkat kesediaan (willingness) masyarakat untuk menggunakan teknologi baru. Tingkatan tertentu bahwa ekspektasi seseorang dapat terpenuhi dengan baik adalah definisi dari kepercayaan (trust). Kepercayaan masyarakat teridentifikasi sebagai faktor utama untuk mempengaruhi niat/ kemauan masyarakat menggunakan sebuah teknologi. Penelitian ini menganalisis pengaruh dari faktor kepercayaan terhadap niat untuk menggunakan e-voting. Penelitian ini mengusulkan sebuah model yang menggambarkan niat masyarakat untuk menggunakan e-voting (Intention to use) dengan mengidentifikasi kepercayaan masyarakat terhadap teknologi (trust of technology). Trust dibagi menjadi beberapa faktor yang lebih spesifik. Kuisioner kertas disebarkan kepada 370 masyarakat negara Indonesia dan 346 di antaranya valid. Kuisioner disebarkan secara langsung oleh surveyor kepada masyarakat yang telah memiliki hak pilih dan disebar secara merata kepada golongan umur yang bervariasi, serta tingkat Pendidikan maupun profesi yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi Trust of Technology (TOT) dapat meningkatkan niat masyarakat untuk menggunakan e-voting (Intention to Use E-voting - ITU). Ditemukan juga beberapa faktor dapat mempengaruhi pengaruh positif terhadap kepercayaan masyarakat terhadap teknologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah diharapkan untuk memperhatikan fakto-faktor yang mempengaruhi kepercayaan masyarakat yang berujung niat dan kemauan masyarakat untuk menggunakan e-voting sebelum menerapkan e-voting tersebut.Kata Kunci: Kepercayaan, Keinginan, Keamanan, Validitas, Pemilu.[En]Increasing adoption of the electronic voting machine and rising pilot testing of internet voting suggests people believe that ICT can improve the electoral process. Since every new technology adoption needs to achieve successful implementation, deeper analysis on several sides was needed to support it. Before implementing a particular e-voting technology, the government needs to know the level of citizen willingness to adopt those new technologies. The expectancy that promise of an individual or group can be relied upon is defined as trust. The citizen trust can be identified by certain factors that lead to intention to use actual system. This study analyzes the impact of trustworthiness on citizen intention to use e-voting system in a developing country. The research proposes a model of e-voting adoption intention by investigating citizen trustworthiness from trust of technology (TOT). The trust was expanded to more specific unique factors. Offline questionnaires were spreaded to 370 respondents and 346 of them were valid. Questionnaires were distributed directly by surveyors to people who have the right to vote and distributed equally for a wide range of ages, as well as varying levels of education and professions. The results indicate that higher TOT increase citizen intention to use e-voting, and also several key determinants have positive influence on the citizen trust. This result suggested that government should first comply with several factors in citizen trustworthiness before conducting an e-voting system.
RANCANG BANGUN RUNNING TEXT P10 16x32 BERBASIS ARDUINO UNO DENGAN KOMUNIKASI SMS (SHORT MESSAGE SERVICE) Imelda U.V Simanjuntak; Asep Suhendar
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.645 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss2.2018.157

Abstract

[Id]Dalam perkembangan saat ini running text dapat menjadi salah satu media informasi yg banyak dipakai berupa berita maupun iklan yang dikemas dengan tampilan yang unik dan menarik. Penulisan teks saat ini kebanyakan mengandalkan unit komputer ataupun remote kontrol yang memiliki keterbatasan dalam hal jarak dan tidak efisien. Pada perancangan ini, Arduino Uno digunakan sebagai perangkat penghubung yang telah di program sehingga user atau operator dapat menggunakan running text sebagai media informasi dengan menggunakan komunikasi melalui SMS (short message service) dari telepon seluler, kemudian pesan diterima oleh modul GSM (global system for mobile communications) Sim800L yang diteruskan ke mikrokontroller Arduino Uno untuk ditampilkan pada display running text yang dapat berupa huruf, angka dan tanda baca.Melalui rancang bangun running text ini diharapkan jarak jangkauan menjadi lebih luas antara running text dan penggunanya, proses perubahan teks nya bisa dilakukan sewaktu ? waktu dan proses pengubahan data running teks menjadi lebih mudah. Running Text yang digunakan type P10 ukuran 16cm x 32cm.Output tampilan berupa huruf atau angka yang terus berjalan sesuai pesan yang dikirim melalui SMS.Kata kunci: Running Text, Arduino Uno, SIM800L, Modul P10 16 x 32[En]Nowadays, running text is the most widely used information media in the form of news and advertisements that are packed with a unique and interesting appearance. Writing text currently mostly relies on computer units or remote controls that have limitations in terms of distance and inefficiency. In this design, Arduino Uno is used as a liaison device that already in at the program. so the user or operator can use running text as a medium of information by using communication via SMS (short message service) from mobile phone. The message received by GSM module (global system for mobile communications) Sim800L on the running text, then is forwarded to Arduino Uno microcontroller to be displayed on the display running text. Display that can be letters, numbers and punctuation marks. Through the design of the running text is expected to be wider range of distance between running text and its users, the process of text changes becomes easier for anytime. Running Text used type P10 size 16cm x 32cm. Output display in the form of letters or numbers are running according to messages via SMS.
SISTEM KEAMANAN SEPEDA MOTOR MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER ARDUINO UNO R3 DENGAN SENSOR HC-SR501 DAN HC-SR04 Harun Sujadi; Pafsi Paisal
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.227 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss2.2018.158

Abstract

[Id]Pencurian sepeda motor pada saat ini semakin marak. Hal ini bisa terjadi di karenakan beberapa faktor selain kelalaian manusia yaitu masih belum adanya sistem keamanan sepeda motor yang memadai. Sistem keamanan sepeda motor keluaran pabrik hanya berupa keamanan system lock. Namun keamanan ini masih kurang efektif karena system lock tersebut dapat dilumpuhkan Banyak cara yang bisa di lakukan oleh pencuri motor untuk membongkar sistem keamanan motor yaitu dengan cara membobol kunci. Ada yang secara paksa dan yang lebih pintarnya lagi para pelaku sudah menggunakan sebuah cairan khusus untuk membobol kunci. Selain itu tindak pencurian sepeda motor kebanyakan terjadi karena kondisi lingkungan yang tidak cepat merespon atas kejadian pencurian tersebut, akibatnya sepeda motor tersebut dapat dengan leluasa dioperasikan oleh pencuri.Berdasarkan hal tersebut, maka perlunya suatu sistem keamanan sepeda motor yang handal dan responsive. Sistem keamanan ini memanfaatkan teknologi mikrokontroller arduino dan sensor HC-SR501 dan HC-SR04 serta rangkaian hardware lainnya yang dipasang pada sepeda motor. Sistem keamanan sepeda motor ini bisa dikendalikan dengan smartphone android oleh pemiliknya. Selain itu membantu pemilik sepeda motor untuk memonitoring sistem keamanan sepeda motornya yaitu dengan adanya pesan pemberitahuan pada aplikasi smartphone dan pemebritahuan SMS kepada pemilik sepeda motor ketika sepeda motornya dalam kondisi tidak aman. Diman nantinya pemilik sepeda motor bisa memilih untuk menelpon pihak berwajib atau tidak jika terjadi pencurian sepeda motor. Dengan seperti itu diharapkan bisa mengurangi angka pencurian sepeda motor.Kata kunci:sistem keamanan, mikrokontroller, android[En]Now, crime of motorcycle theft more rife. This can happen cause some factors, besides man negligence, that is no security system yet adequate. Motorcycle security system from factory output just security lock system. But, that is not effective, because security system lock still can broken by thief. Many ways that can doit for broken security system that is dismantle key of motorcycle. Thief broken it by force or they use special chemical liquid for to broke motorcycle key. Other than that. Crime of motorcycle theft offten occur because conditions of environment not fast respond when happen motorcycle theft. Consequently, thief can freely controll that motorcycle.Based on these, then the necessity a reliable and responsive motorcycle security system. This security system make use of microcontroller Arduino technology and sensors HC-SR501, sensors HC-SR04, and other hardware circuit mounted on the motorcycle. This motorcycle security system can controlled with smartphone android by its owner motorcycle. Other than that can help owner motorcycle for monitor this motorcycle with notification short message and notification in application at smartphone android from owner motorcycle when motorcycle in condition not safe. Where later owner motorcycle can choose for calling authorities or no, if it happens motorcycle theft. With that, expected can reduce crime of motorcycle theft.
ANALISIS PEMANTAUAN LAN MENGGUNAKAN METODE QoS DAN PENGKLASIFIKASIAN STATUS JARINGAN INTERNET MENGGUNAKAN ALGORITMA NAIVE BAYES Sachin Sabloak; Jasuandi Wijaya; Abdul Rahman; Molavi Arman
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.601 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss2.2018.159

Abstract

[Id]Pentingnya jaringan komputer pada kehidupan sekarang, perlu adanya kestabilan jaringan komputer yang digunakan. Pemantauan kualitas jaringan internet didalam sebuah jaringan LAN dilakukan network administrator untuk mendapatkan nilai dari data yang didapat, penelitian ini menerapkan algoritma Naive Bayes menggunakan dataset TIPHON dengan parameter yang terdapat dalam metode QoS yaitu delay, packetloss dan jitter untuk memonitor kualitas jaringan internet. Metode QoS akan menghasilkan nilai dari setiap parameter yang dibutuhkan untuk pemantauan jaringan, guna mendapatkan kesimpulan mengenai status jaringan internet digunakan Algoritma Naive Bayes. Metode Quality of Service (QoS) merupakan sebuah metode yang digunakan dalam mendefinisikan kemampuan suatu jaringan yang ?digunakan untuk pengukuran tentang kualitas ?jaringan. Penggunaan algoritma Naive Bayes diperlukan karena algoritma tersebut digunakan dalam pengklasifikasian yang menggunakan probabilitas dan statistik serta mampu mengambil keputusan dengan menggunakan dataset yang telah disediakan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui status jaringan internet di lab komputer STMIK Global Informatika MDP serta mengetahui tingkat akurasi dari algoritma Naive Bayes untuk mengklasifikasikan status jaringan internet. Pengujian penelitian dilakukan di lab komputer STMIK Global Informatika MDP. Hasil pengujian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa akurasi Naive Bayes yang didapatkan sebesar 87,78% dan status jaringan internet di lab komputer STMIK Global Informatika MDP masuk ke dalam kategori memuaskan dengan nilai dominan yaitu sebesar 47,78%.Kata Kunci: Naive Bayes, network administrator, Quality of Service (QoS), status jaringan internet.[En]Since computer network is very important nowadays, it needs the stability of the network used. Monitoring the quality of the internet network in LAN is conducted by an administrator to get the value of the data obtained. This research applied Naive Bayes algorithm using TIPHON data set with parameters in QoS method; delay, packetloss and jitter, to monitor the quality of the internet network. QoS method will gain value in every parameter needed for network monitoring. To get a conclusion about the status of the internet network, Naive Bayes algorithm was used. Quality of Service (QoS) method is a method used to define the ability of a network to measure its quality. Naive Bayes algorithm is needed since the algorithm is used in classifying using probability and statistic as well as making decision using dataset provided. This research is conducted to see the status of the internet network in STMIK Global Informatika MDP computer laboratory and to know the level of accuracy of Naive Bayes algorithm to classify the status of the network. The research was conducted in STMIK Global Informatika MDP computer laboratory. The result of the research showed that the accuracy of Naive Bayes was 87,78% and the status of the internet network STMIK Global Informatika MDP was in the category of satisfactory with dominant value 47,78%.
PERANCANGAN MODEL TATA KELOLA PENGETAHUAN PROSES INOVASI PRODUK PADA TECHNO PARK Putra Fajar Alam; Asti Amalia Nur Fajrillah; Anik Hanifatul Azizah; Ahmad Almaarif
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.969 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss2.2018.160

Abstract

[Id] Techno Park merupakan salah satu jenis dari organisasi/perusahaan yang membutuhkan inovasi yang berkelanjutan dalam memenuhi fungsinya sebagai lembaga riset dan komersialisasi produk. Namun hingga saat ini proses inovasi produk yang dijalankan Techno Park belum berhasil menciptakan produk yang optimal dan belum memanfaatkan pengetahuan yang tercipta di dalam proses pengembangan produk sebelumnya. Pada penelitian ini diajukan suatu model tata kelola pengetahuan untuk meningkatkan kualitas inovasi produk yang dikembangkan. Perancangan model tata kelola pengetahuan dibentuk berdasarkan sistem tata kelola COBIT 5.0 dan tata kelola pengetahuan berbasis inovasi terbuka. Untuk melihat pencapaian level kapabilitas tata kelola pengetahuan, dilakukan penilaian melalui Process Assesement berdasarkan model tata kelola pengetahuan yang telah disusun. Proses riset dan komersialisasi adalah fokus utama dalam pembentukan model tata kelola pengetahuan pada Techno Park. Proses - proses pendukung seperti peningkatan jejaring serta proses inkubasi start-up juga diperhatikan peranannya dalam mendukung proses riset dan pengembangan bisnis. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah membuat model tata kelola pengetahuan pada proses inovasi produk di Techno Park. Hasil dari penelitian ini berupa model tata kelola dengan 3 komponen berupa: enabler tata kelola pengetahuan; lingkup tata kelola pengetahuan; peran, aktivitas dan tata kelola pengetahuan. Model ini diharapkan dapat membantu Techno Park untuk menciptakan produk inovasi yang lebih optimal dengan memanfaatkan pengelolaan pengetahuan yang tercipta sebelumnya melalui suatu model tata kelola pengetahuan. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk meningkatkan efektifitas model agar semakin relevan dengan tujuan pengembangan produk inovasi pada Techno Park. Kata kunci :Techno Park, riset & komersialisasi, tata kelola pengetahuan [En] Techno Park is an organization in need of continuous innovation because of it functions a research facility and product commercialization. To date, their products of innovations haven successfully been commercialized. Their product isn being optimized properly. They also not utilizing their previous knowledge of developing product fully yet. This research proposed a knowledge governance model to increase the quality of product that being developed. The model is designed based on COBIT 5.0 governance system and an open innovation based of knowledge governance. To see an achievement level of knowledge governance capability a rating is made. The rating made through Assessment Process based on knowledge governance system that has been made earlier. Research process and commercialization is the main focus in making a knowledge governance system on Techno Park. Other supporting process such as networking and start-up incubation is also observed closely of their role in research support and business development. The objective of this research is to create a model of knowledge governance in product innovation process in Techno Park. The result of this research in form of governance model with 3 components: the enablers of knowledge governance; the scope of knowledge governance; role and activity of knowledge governance. This model is expected to help Techno Park to create a more optimized product innovation by utilizing the knowledge management that was created before through a model of knowledge governance. Further research is needed to improve the effectiveness of the model to be more relevant to the purpose of innovation product development in Techno Park.
IMPLEMENTASI RANKER PRINCIPAL COMPONENT DAN METODE ASSOCIATION RULE DALAM MENENTUKAN FAKTOR EKONOMI DI ASEAN Fajri Rakhmat Umbara; Ridwan Ilyas
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.128 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss2.2018.161

Abstract

[Id]Kondisi perekonomian suatu negara sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup Negara tersebut. Seperti contoh yang terjadi pada Negara Yunani beberapa tahun yang lalu dimana mengalami krisis ekonomi yang tidak terelakkan. Kondisi perekonomian tersebut tidak terlepas dari faktor ? faktor ekonomi yang saling terkait didalamnya dan yang memang mempengaruhi Negara yang berkaitan, misalnya Produk Domestik Bruto (PDB), Nilai Tukar Mata Uang, Penghasilan Energi Baru Terbarukan dan lain sebagainya. Faktor ? faktor itu yang menjadi tolak ukur apakah perekonomian suatu Negara dapat dikategorikan berhasil atau malah dapat menyebabkan krisis ekonomi. Fokus penelitian ini adalah untuk melihat dan mengevaluasi faktor ekonomi apa sajakah yang dapat mempengaruhi kondisi suatu bangsa, khususnya untuk Negara ? Negara di ASEAN, termasuk diantaranya adalah Indonesia menggunakan seleksi atribut Ranker Principal Component dan metode Association Rule. Data ekonomi didapat dari data yang disediakan oleh World Bank selama 50 tahun lamanya, atau antara tahun 1967 hingga tahun 2016 yang terdiri dari sekitar 1400 atribut / faktor ekonomi untuk 10 negara ASEAN yang terdiri dari Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, laos, Myanmar, dan Kamboja.Kata kunci : Faktor ekonomi asean, ranker principle component, association rule[En]Economic condition may cause a balance for every country in the world. For example, Grecee has been collapse after economic crisis in 2008. This phenomenon caused by economic factors that influence and depends on each other such as GDP, exchange rate, energy production, and so on. These factors become a benchmark for countrys that is can cause crisis or not. This research try to searching and evaluating these factors which influence head to the crisis in ASEAN, include Indonesia using atribut selection methods : ranker principle component and association rules methods. The economic data are downloaded from World Bank site and has been collected for 50 years between 1967 and 2016 which has 1400 attributes or economic factors for 10 ASEAN countrys such as Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapore, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar and Cambodia.
METODA TERINTEGRASI PENYUSUNAN RENCANA TEKNOLOGI INFORMASI Basuki Rahmad
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.338 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss2.2018.162

Abstract

[Id]Paper ini ditujukan untuk mengusulkan metoda terintegrasi penyusunan rencana teknologi informasi (TI), mencakup arsitektur dan tata kelola TI. Metoda-metoda perencanaan TI yang ada saat ini secara umum terbagi dalam dua kelompok terpisah, yaitu perencanaan arsitektur dan perencanaan Tata Kelola TI. Dikotomi metoda ini memiliki potensi risiko ketidaktepatan strategi dan sumberdaya dalam mengimplementasikan rancangan arsitektur TI, sehingga realisasi value dari implementasi TI tidak optimal. Metoda yang diusulkan terdiri dari empat tahapan: assessment, visioning, design dan roadmap. Pada tahapan assessment, perbaikan yang diusulkan adalah mengaitkan antara ketercapaian kontribusi value bisnis dan korelasinya dengan tingkat kematangan TI. Pada tahapan visioning, perbaikan yang diusulkan adalah pendekatan berbasis kapabilitas untuk pada domain arsitektur teknis dan tata kelola, yang akan menjadi rujukan dalam tahapan design. Pada tahapan design, perbaikan yang diusulkan ditekankan pada identifikasi model operasi TI yang tepat untuk merealisasikan desain enterprise architecture. Pada tahapan roadmap, perbaikan yang diusulkan ditekankan pada sinkronisasi pencapaian arsitektur dan ketepatan strategi sumberdaya pada komponen-komponen tata kelola seiring dengan peningkatan kematangan tata kelola. Metoda ini memberikan alternatif architecture view yang terintegrasi dan kuat tentang strategi merealisasikan arsitektur enterprise.Kata kunci : Rencana Strategis TI, Master Plan TI, Arsitektur Enterprise, Tata Kelola TI[En]This paper is aimed to propose the integrated method of information technology (IT) planning development, covering IT Architecture & IT Governance. In general, the current methods are separated between both. That dichotomy has a potential risk of inaccuracy of strategy and resource allocation in implementing IT Archicture Design. And finally, the potential value of IT Architecture is not optimal. The proposed method consists of four stages: assessment, visioning, design and roadmap. At the assessment stage, the proposed improvement is to link between the achievement of the business value contribution and its correlation with the level of IT maturity. At the stage of visioning, the proposed improvement is a capability-based approach to the domain of technical architecture and governance, which will be a reference in the design stage. At the design stage, the proposed improvements emphasize the identification of the right IT operation model for the realization of enterprise architecture design. At the roadmap stage, the proposed improvements are emphasized on synchronizing architectural achievements and the timeliness of resource strategies on governance components in line with improved governance maturity. This method provides an integrated and robust architecture view alternative to the strategy of realizing enterprise architecture.
KUNCI TEKNOLOGI 5G Ulil Surtia Zulpratita
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.352 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss2.2018.163

Abstract

[Id] Proses kelengkapan standarisasi teknologi 5G diharapkan akan selesai sebelum Oktober 2020. Resminya standarisasi ini akan menjadi hal penting untuk komersialisasi jaringan 5G. Teknologi 5G diprediksi akan membutuhkan transformasi akan kebutuhan frekuensi carrier yang sangat tinggi dengan bandwidth yang sangat lebar, densitas ekstrim untuk berbagai divais dan base station, serta sejumlah besar antena. 5G tidak akan menjadi antarmuka udara tunggal sebagaimana pada model generasi sebelumnya. 5G diprediksi akan sangat integratif: jalinan koneksi antarmuka udara dan spektrum 5G bersama-sama dengan teknologi nirkabel yang sudah ada (misalnya: LTE dan WiFi) akan memberikan layanan dengan pesat data tinggi dan cakupan luas, serta menjamin terwujudnya pengalaman pengguna tanpa hambatan. Untuk mendukung hal tersebut, di bagian core network harus berevolusi untuk mencapai tingkat belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal fleksibilitas dan kecerdasan, regulasi spektrum perlu dikaji kembali dan direvisi, masalah energi dan efisiensi biaya juga akan menjadi pertimbangan yang penting. Berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan, artikel ini akan mengidentifikasi dan merumuskan empat kunci penting implementasi teknologi 5G. Kata kunci : implementasi 5G, massive MIMO, jaringan hybrid, mmWave, unified air interface [En] 5G standardization process is expected to be finished before October 2020. This standardization is essential for making 5G network commercial deployment. The 5G technology is forecasted to demand a transformation in the need for very high carrier frequencies with very extensive bandwidth, extreme density for devices and base stations, as well as large numbers of antennas. 5G will not be a distinct air interface based on Radio Access Technology as in former generation models. 5G is predicted to be immensely collaborative: the linkage of air interface and 5G spectrum together with existing wireless technologies (for example: LTE and WiFi) will provide services with universal high-rates coverage and ensure seamless user experience. To support this, the core network must also evolve to achieve an extraordinary level of adjustability and intelligence, spectral standardization needs to be reviewed and revised, energy issues and cost efficiency will also be an important attention. Based on studies that had been done, this article will discuss and identify the four significant keys to the implementation of 5G technology.

Page 1 of 1 | Total Record : 10