cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Berkala Bioteknologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1, No. 2, November 2018" : 5 Documents clear
Karakteristik Morfologi, Biokimia, Dan Molekuler Isolat Khamir IK-2 Hasil Isolasi dari Jus Buah Sirsak (Annona muricata L.) Suryaningsih, Vivi; Ferniah, Rejeki Siti; Kusdiyantini, Endang
Berkala Bioteknologi Vol. 1, No. 2, November 2018
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Khamir seringkali ditemukan pada makanan yang banyak mengandung gula seperti pad a buah-buahan. Khamir memanfaatkan gula sederhana pada makanan untuk mendapatkan energi. Khamir memiliki peran dalam fermentasi buah secara alami yang mengakibatkan terjadinya pembusukan, perubahan warna, dan menyebabkan buah menjadi tidak tahan lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi khamir dari buah sirsak dan mengidentifikasi khamir secara morfologi, uji biokimia, dan molekuler berdasarkan daerah Internal Transcribed Spacer (ITS). Isolasi khamir dilakukan dengan menumbuhkan pada medium PDA dan kloramfenikol. Identifikasi dilakukan melalui uji biokimia dan Identifikasi molekuler menggunakan daerah Internal Transcribed Spacer (ITS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat khamir IK-2 yang diisolasi dari jus buah sirsak memiliki bentuk oval, elevasi menonjol, berwarna putih agak krem, pembentukan tunas, mampu memfermentasi glukosa dan sukrosa, tetapi tidak pada laktosa, serta mampu tumbuh pada media dengan kadar glukosa 50%. Analisis molekuler daerah ITS menggunakan primer ITS1 dan ITS4, dan analisis filogenetik menggunakan Neighbor Joining. Hasil Basic Local Alignment Tools (BLAST) menunjukkan homologi 95% dengan Candida tropicalis.
Pemberian Lactobacillus paracasei sebagai Probiotik terhadap Pertumbuhan dan Reproduksi Ikan Hias Platy Koral Betina (Xiphophorus maculatus) Jayanti, Anita; Saraswati, Tyas Rini; Jannah, Siti Nur
Berkala Bioteknologi Vol. 1, No. 2, November 2018
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lactobacillus paracasei diketahui dapat beradaptasi pada berbagai habitat yang berbeda, terutama saluran pencernaan. Bakteri asam laktat sering digunakan sebagai starter kultur dalam pembuatan probiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Lactobacillus paracasei sebagai probiotik terhadap pertumbuhan, reproduksi, tingkat kelulushidupan, konversi pakan, kualitas air, serta jumlah total bakteri asam laktat pada usus ikan platy dan air akuarium. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan tingkatan konsentrasi probiotik yang berbeda, terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuannya yaitu P0 (tanpa probiotik), P1 (5 mL.kg-1 pakan), P2 (10 mL.kg-1 pakan), dan P3 (15 mL.kg-1 pakan). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, angka pertumbuhan bobot dan reproduksi yang paling tinggi berada pada perlakuan P3 dengan p<0,05, sementara tingkat kelulushidupan tertinggi pada P1. Nilai konversi pakan dan pertumbuhan panjang tidak menunjukkan perbedaan nyata. Populasi bakteri asam laktat di usus berbeda secara nyata, sedangkan bakteri di air akuarium berbeda nyata hanya pada perlakuan kontrol. Kualitas air setelah penelitian masih dalam kisaran yang sesuai bagi ikan platy. Pemberian Lactobacillus paracasei pada ikan platy koral (Xiphophorus maculatus) dengan dosis sebesar 5 mL.kg-1 pakan merupakan dosis terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan reproduksi ikan platy koral tanpa menyebabkan kematian ikan dalam jumlah yang besar.
Uji in Vitro dan in Vivo Aktivitas Inhibitor -Amilase Ekstrak Khamir Endofit Tanaman Brotowali (Tinospora crispa, L.) sebagai Antiobesitas Oktavia, Anik; Pujiyanto, Sri; Sunarno, Sunarno
Berkala Bioteknologi Vol. 1, No. 2, November 2018
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brotowali mengandung senyawa triterpenoid (saponin) yang bersifat antimakan (antifeedant) karena rasanya yang pahit dan kemampuan dalam menurunkan kerja enzim pencernaan (protease dan amilase). Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan ekstrak etil asetat isolat khamir endofit pada tanaman Brotowali (Tinospora crispa, L.) berfungsi sebagai inhibitor α-amilase untuk penurunan kadar lemak abdominal, lemak subkutan, dan bobot badan pada tikus. Campuran reaksi uji inhibitor α-amilase dengan ekstrak 1%, 5%, 10% dan acarbose 0,1% sebesar 25 μl, uji kontrol ditambah aquades 25 μl. Enzim sebesar 475 μl dicampurkan dan diinkubasi pada suhu 25°C selama 10 menit. Substrat amilum sebesar 500 μl ditambahkan ke dalam campuran reaksi dan diinkubasi pada suhu 25°C selama 10 menit. Reaksi dihentikan dengan 2 ml DNS. Semua larutan yang telah dicampurkan dipanaskan pada suhu 100°C selama 5 menit dan didinginkan. Larutan yang dihasilkan dengan perubahan warna kemudian diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometri pada panjang gelombang 540 nm. Penelitian in vivo menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 3 kali ulangan, yaitu kelompok kontrol, perlakuan acarbose 0,1% dan perlakuan ekstrak isolat khamir endofit DG26 dosis 40 mg, 50 mg, dan 60 mg. Pemberian pakan dan minum secara ad libitum. Hasil uji in vitro ekstrak 1% memiliki kemampuan inhibisi terhadap α-amilase sebesar 10,87%, hampir sama dengan acarbose sebesar 9,52%. Hal ini menunjukkan bahwa isolat terpilih yaitu isolat khamir endofit DG26 memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai inhibitor α-amilase. Hasil uji in vivo menunjukkan bahwa pemberian ekstrak khamir endofit DG26 berpengaruh signifikan pada penurunan bobot lemak abdominal dan lemak subkutan (p<0,05). Bobot badan setelah aklimatisasi terjadi peningkatan yang menunjukkan bahwa tikus dalam keadaan sehat dan terjadi penurunan diakhir perlakuan. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak isolat khamir endofit DG26 pada dosis 60 mg mampu menurunkan bobot lemak abdominal, lemak subkutan, dan menyebabkan terjadinya perbedaan penurunan bobot badan pada tikus (Rattus norvegicus).
Potensi Beauveria bassiana Dalam Menghambat Fusarium oxysporum Penyebab Penyakit Layu Pada Tanaman Cabai (Capsicum annuum L) Halwiyah, Nurul; Pujiyanto, Sri; Ferniah, Rejeki Siti
Berkala Bioteknologi Vol. 1, No. 2, November 2018
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Cabai (Capsicum annuum L) merupakan salah satu tanaman yang dapat terserang penyakit layu akibat jamur patogen F. oxysporum. Pengendalian dengan penggunaan jamur B. bassiana berpotensi mampu menghambat pertumbuhan patogen penyebab layu Fusarium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat dan mekanisme jamur B. bassiana terhadap jamur F. oxysporum secara in vitro. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik. Uji antagonisme dilakukan dengan 3 perlakuan. Perlakuan I yaitu kontrol positif (nistatin), perlakuan II yaitu B. bassiana, dan perlakuan III adalah kontrol negatif (akuades steril). Masing-masing perlakuan dilakukan dengan 3 kali ulangan. Pengukuran daya hambat (%) dan laju pertumbuhan koloni jamur (cm) dilakukan selama tujuh hari. Data pengukuran tersebut dianalisis melalui uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai persentase daya hambat B.bassiana terhadap F. oxysporum yaitu 21,72 %. B. bassiana mempunyai kemampuan menghambat pertumbuhan jamur patogen F. oxysporum melalui mekanisme antibiosis.
Ekspresi Gen Penyandi Phenylalanine Ammonia Lyase (PAL) Cabai (Capsicum annuum) Sebagai Respons Terhadap Fusarium oxysporum Dewi, Yulita Wiwik Irana; Ferniah, Rejeki Siti; Pujiyanto, Sri
Berkala Bioteknologi Vol. 1, No. 2, November 2018
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman cabai (Capsicum annuum) merupakan salah satu sektor pertanian terbesar di Indonesia. Tanaman cabai banyak dibudidayakan oleh masyarakat di Indonesia sampai produksinya diekspor ke luar negeri. Namun pada tahun 2015 produksi cabai di Indonesia mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penurunan produksi cabai di Indonesia disebabkan karena adanya serangan organisme pengganggu tanaman salah satunya adalah Fusarium oxysporum yang menyebabkan terjadinya penyakit rebah tanaman. Fusarium oxysporum adalah jamur yang berada di tanah, dan beberapa strain F. oxysporum bersifat patogen terhadap tanaman dan bersifat sulit dikendalikan. PAL adalah enzim yang mengkatalis perubahan phenilalanin menjadi ammonia dan trans-sinamat yang merespon tekanan biotik dan abiotik seperti patogen, UV radiasi, dan suhu rendah. Tujuan dari penelitian ini yaitu, untuk mengetahui ekspresi gen penyandi Phenylalanin Ammonia Lyase (PAL) pada cabai (Capsicum annuum) sebagai respons terhadap Fusarium oxysporum. Metode dari penelitian ini meliputi penanaman dan pemeliharaan tanaman, inokulasi F. oxysporum ke tanaman cabai, isolasi RNA daun cabai, analisis ekspresi gen PAL dengan menggunakan qRT-PCR dan analisis data. Hasil dari penelitian ini adalah ekspresi gen PAL pada jam ke-6 terekspresi sedikit lebih tinggi daripada kontrol dan mengalami penurunan pada jam ke-48 dan ke-96. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada peningkatan ekspresi gen penyandi Phenilalanine Ammonia Lyase pada daun tanaman cabai (Capsicum annuum) sampai dengan 96 jam setelah inokulasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5