cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
METANA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 02 (2014): Desember 2014" : 7 Documents clear
IbM KELOMPOK PRODUSEN SUSU SEGAR MENJADI PENGANEKARAGAMANMAKANAN OLAHAN SEBAGAI PENUNJANG MAKANAN FUNGSIONAL Wahyuningsih Wahyuningsih; Fahmi Arifan
METANA Vol 10, No 02 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.95 KB) | DOI: 10.14710/metana.v10i02.11048

Abstract

Abstact Program objectives IbM: fresh dairy products utilizing rejected KUD, into a product pasteurized milk, sour milk, caramel milk, milk crackers milk and ice creams. These objectives require the application of production technology pasteurized milk, sour milk, caramel milk, milk crackers and milk ice creams by using a multipurpose fermenter, granulator, packaging and machinery production of dairy ice creams. Results of diversification of products will be marketed to shops, places selling makaunan and supermarkets around the site partners, as well as to the surrounding tourist areas.              The method that will be used by the implementation team is joint partneridentify the problems faced by partners , implement educationdiversification and extension dairy products , designing and applyingtechnology pengenekaraman fresh dairy products , training and socialization as wellmonitoring and evaluation of the results of activities. The implementation team together with a group of farmersfresh milk producer training , practice ( pilot ) and socializationapplication of a multipurpose fermenter , granulator , packaging and machine ice creams to fresh milk diversify into other products such as milk pasteurized , sour milk , caramel milk , crackers dairy milk and ice creams . On finally the implementation team together with partners to test marketing results diversification of dairy products to the sales centers in local souvenir Another such Salatiga , Boyolali until Surakarta , as well as tourist spots around like Keteb pass , Kopeng            Evaluation activities are divided into 3 stages: initial evaluation , evaluation process and the final evaluation . Initial evaluation in the form of pre-test to determine the level knowledge and abilities of the participants about the materials science and technology will transferred. Evaluation process in the form of presence of the participants to see seriousness of the participants in the follow counseling and training . Evaluation the final addition in the form of post-test and evaluation of product sales , for determine the increase of knowledge and ability of the material extension and demonstration plots , are also evaluated what percentage of farmers who want to apply delivered technology implementation team , as well as what percentage of the number of products diversification results that have been sold . Keywords : diversification of dairy products segar- fermentor multigunagranulator- packaging - machine ice creams milk productionAbstrak  Tujuan Program IbM : memanfaatkan produk susu segar yang ditolak KUD, menjadi produk susu pasteurisasi, susu asam, karamel susu,kerupuk susu serta es kream susu. Tujuan tersebut membutuhkan aplikasi teknologi produksi susu pasteurisasi, susu asam, karamel susu, kerupuk susu serta es kream susu dengan menggunakan fermentor multiguna, granulator,pengemas serta mesin produksi es kream susu. Hasil penganekaragaman produk akan dipasarkan ke toko-toko, tempat-tempat penjualan makaunan maupun swalayan disekitar lokasi mitra, maupun ke daerah wisata disekitarnya. 23 Metode yang akan dipakai oleh tim pelaksana adalah bersama mitra mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi mitra, melaksanakan pendidikan dan penyuluhan penganekaragaman produk susu, merancang dan mengaplikasikan teknologi pengenekaraman produk susu segar, pelatihan dan sosialisasi serta memantau dan evaluasi hasil kegiatan. Tim pelaksana bersama kelompok peternak penghasil susu segar melakukan pelatihan, praktek (percontohan) dan sosialisasi pengaplikasian fermentor multiguna, granulator, pengemas serta mesin pembuat es kream untuk menganekaragamkan susu segar menjadi produklain seperti susuAbstrak  Tujuan Program IbM : memanfaatkan produk susu segar yang ditolak KUD, menjadi produk susu pasteurisasi, susu asam, karamel susu,kerupuk susu serta es kream susu. Tujuan tersebut membutuhkan aplikasi teknologi produksi susu pasteurisasi, susu asam, karamel susu, kerupuk susu serta es kream susu dengan menggunakan fermentor multiguna, granulator,pengemas serta mesin produksi es kream susu. Hasil penganekaragaman produk akan dipasarkan ke toko-toko, tempat-tempat penjualan makaunan maupun swalayan disekitar lokasi mitra, maupun ke daerah wisata disekitarnya. Metode yang akan dipakai oleh tim pelaksana adalah bersama mitra mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi mitra, melaksanakan pendidikan dan penyuluhan penganekaragaman produk susu, merancang dan mengaplikasikan teknologi pengenekaraman produk susu segar, pelatihan dan sosialisasi serta memantau dan evaluasi hasil kegiatan. Tim pelaksana bersama kelompok peternak penghasil susu segar melakukan pelatihan, praktek (percontohan) dan sosialisasi pengaplikasian fermentor multiguna, granulator, pengemas serta mesin pembuat es kream untuk menganekaragamkan susu segar menjadi produklain seperti susu pasteurisasi, susu asam, karamel susu, kerupuk susu serta es kream susu. Pada akhirnyatimpelaksanabersama mitra melakukan uji coba pemasaran hasilpenganekaragaman produk susu ke pusat-pusat penjualan buah tangan di daerah lain seperti Salatiga, Boyolali sampai Surakarta, maupun tempat-tempat wisata disekitarnya seperti Keteb pass, Kopeng. Evaluasi kegiatan dibagi menjadi 3 tahap yaitu evaluasi awal, evaluasiproses dan evaluasi akhir. Evaluasi awal berupa pretes untuk mengetahui tingkatpengetahuan dan kemampuan para peserta tentang materi ipteks yang akanditransfer. Evaluasi proses berupa presensi para peserta untuk melihatkesungguhan para peserta dalam mengikuti penyuluhan dan pelatihan. Evaluasiakhir disamping berupa post test dan evaluasi penjualan produk, untukmengetahui peningkatan pengetahuan dan kemampuan dari materi penyuluhandan demplot, juga dievaluasi berapa persen peternak yang mau menerapkanteknologi yang disampaikan tim pelaksana, serta berapa persen jumlah produkhasil penganekaragaman yang telah terjual. Kata kunci :penganekaragaman produk susu segar- fermentor multigunagranulator-pengemas-mesin produksi es krim susu
MENINGKATKAN PENDAPATAN NELAYAN DAN MASYARAKAT PENGOLAH IKAN PANGGANG DENGAN MEMANFAATKAN ASAP CAIR Handayani, Dwi; Faizah, Laila; TS, Margaretha; Arifan, Fahmi
METANA Vol 10, No 02 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.532 KB) | DOI: 10.14710/metana.v10i02.11050

Abstract

Abstract Tambaklorok village, particularly around TPI has 250 households of population which approximately 70 % is poor to work as fishermen, fish sellers, laborers and unemployed so erratic income or below the minimum wage and some have no income at all. So they need business partnership to transfer the technology for improving the quality of human resources by empowering fishing communities, especially fishermen and fish processors to increase the income and standard of living of fishermen. During curing fish is traditionally done so much polluting and quality results are not optimal. Therefore, the transfer of the technology to be applied is the manufacture of liquid smoke with pirolisator to make grilled fish and the use of vacuum packaging so that the result is better quality and durable in storage. Fish as food is a source of high quality protein, 10 essential amino acids available include the amino acids lysine, methionine and histidine. Lysine is one of the essential amino acids, and its presence in fish is highly perishable, so it needs to be applied in the form of community service how to produce processed fish that the lysine amino acid content does not change that fumigation with liquid smoke flavored liquid. Curingin fish especially lemuru (Sardinillalongceps) has been done because this type of fish is widely available in Indonesia and many people consuming these types of fish because the price is affordable. Of training undertaken smoked fish can be produced with a more yellow color and a longer shelf is 7-10 days. With the quality of smoked fish better so increase the selling price and will increase the income of fishing communities. Keywords: marine fish, liquid smoke, pirolisator Abstrak Kelurahan Tambaklorok , khususnya  disekitar TPI  yang berpenduduk 250 kk dimana  sekitar 70 % merupakam warga miskin dengan pekerjaan sebagai nelayan, penjual ikan,buruh dan pengangguran sehingga penghasilanya tidak menentu atau dibawah UMR  bahkan ada yang tidak berpenghasilan sama sekali.Untuk itu perlu adanya pola kemitraan usahadenganmentransfer teknologi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan memberdayakan nelayan khususnya nelayan dan masyarakat pengolah ikan untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidup nelayan. Selama ini pengasapan ikan yang dilakukan secara tradisional sehingga banyak menimbulkan polusi dan kualitas hasilnya tidak maksimal. Oleh karenanya transfer teknologi yang akan diterapkan adalah dengan pembuatan asap cair dengan pirolisator untuk membuat ikan panggang dan penggunaan pengemasan vacuum sehingga hasilnya lebih berkualitas dan tahan lama dalam penyimpanannya.Ikan sebagai bahan pangan merupakan  sumber protein yang tinggi kualitasnya, 10 jenis asam amino esensial tersedia diantaranya  asam-asam aminolisin,  metionin dan histidin.Lisin  merupakan salah satu asam amino esensial, dan keberadaanya dalam ikan sangat mudah rusak, sehingga perlu diaplikasikan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat bagaimana cara memproduksi olahan ikan agar kandungan asam amino lisin tidak berubah yaitu pengasapan dengan asap cair .Pengasapan cair bercitarasa pada  ikan terutama ikan lemuru (Sardinilla longceps) sudah dilakukan  karena jenis ikan ini banyak terdapat di Indonesia dan masyarakat banyak mengkonsumsi jenis ikan ini karena harga yang terjangkau. Dari pelatihan yang dilakukan dapat dihasilkan ikan asap dengan warna yang lebih kuning dan daya simpannya lebih panjang yaitu 7-10 hari. Dengan kualitas ikan asap yang lebih baik sehingga harga jualnya naik dan akan meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan. Kata kunci  :ikan laut, asap cair, pirolisator
IbM KELOMPOK INDUSTRI RUMAH TANGGA KERAJINANALUMUNIUM DAN ALAT DAPUR DI KABUPATENBOYOLALI,MENINGKATKAN PENCETAKAN ALAT DAPUR SECARA MEKANIS Achmad, Laila Faizah; Susanti, Margaretha Tuti; Kusumayanti, Heny; Paramita, Vita
METANA Vol 10, No 02 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.595 KB) | DOI: 10.14710/metana.v10i02.11045

Abstract

Crafts copper and aluminum metal is well known as the only craft villages featured in Bambu Kuning  District Boyolali which is the center of industry UKM need to be given guidance and training , especially for UKM that there is little need of such a helping hand for community service programs ( IbM ). IbM basic selection service programs to improve the quality and productivity of  the aluminum craft in which the earlier process of making traditional , manually ( using hand -made) in order to become more mechanical craft aluminum kitchen equipment especially produced more precise form, include : Improvement of the manufacturing process of aluminum kitchen utensils mechanically, Design a simple hydraulic press tools according to their ability to operate and care for craftsmen improvement of more uniform product specifications in order to look more attractive.The method offered on IbM activities provide training and guidance to craftsmen on how to operate the hydraulic press tools properly and correct , also perfect the shape of the product so that the resulting shape kitchen tools more precise, more improved quality and can be sold at a higher price also to the wider marketing and export between islands . Plan that will be implemented to produce products in accordance with the Standard of food quality ( SII ) , starting from :1. Improvement of human resources with training and consultation on technology printing process2. Technology improvements equipment by designing a simple hydraulic press toolsTarget outcomes kitchen appliance is able to sell the product in accordance with the SII marketing broader, reaching levels of economical operation in the field of technology , management and promotion through the integration and synchronization of marketing flows from the point of production to the level of use of the product by the user or the user.
OPTIMASI WAKTU PERENDAMAN DAN KONSENTRASI NATRIUM METABISULFIT PADA PROSES PRODUKSI TEPUNG SUKUN Kusumayanti, Heny; Faizah, Laila; Broto, R TD. Wisnu
METANA Vol 10, No 02 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.085 KB) | DOI: 10.14710/metana.v10i02.11051

Abstract

Abstract The breadfruit plants were included in the tribe Moraceae produce breadfruit. Breadfruit can be used and consumed by the public into processed foods for a snack, can be in the form of fried breadfruit, boiled breadfruit, gethuk breadfruit. To overcome the breadfruit harvest time, and to extend the shelf life of breadfruit, breadfruit then can be made into other processed food products, including breadfruit can be processed into flour breadfruit. Breadfruit flour can be made using raw materials made breadfruit chips of a certain size, then the chips is soaked with a solution of natrium  metabisulphite with various concentrations and soaking time varies. In immersion chip by using solution of natrium metabisulphite 0,8 % yield breadfruit flour carbohydrate 25.87% with a soaking time 55 minutes. Key Words: breadfruit, breadfruit flour Abstrak Tanaman sukun yang termasuk dalam suku Moraceae menghasilkan buah sukun. Buah sukun dapat dimanfaatkan serta dikonsumsi masyarakat menjadi makanan olahan untuk camilan, bisa dalam bentuk sukun goreng, sukun rebus, gethuk sukun. Untuk mengatasi waktu panen raya sukun, dan untuk memperpanjang umur simpan buah sukun, maka buah sukun bisa dibuat menjadi produk olahan pangan yang lain, diantaranya buah sukun tersebut dapat diolah menjadi tepung sukun. Tepung sukun dapat  dibuat dengan menggunakan bahan baku buah sukun yang dibuat chip dengan ukuran tertentu, selanjutnya chip tersebut direndam dengan menggunakan larutan natrium metabisulfit dengan berbagai konsentrasi dan waktu perendaman yang bervariasi. Pada perendaman chip dengan menggunakan larutan natrium metabisulfit 0,8 % menghasilkan tepung sukun dengan kadar karbohidrat 25,87 % dengan waktu perendaman 55 menit. Key Words : buah sukun, tepung sukun
IbM.KELOMPOK INDUSTRI SERBUK INSTAN JAMU DAN MINUMAN KESEHATAN DI UNGARAN, KABUPATEN SEMARANG Handayani, Dwi; Ikhsan, Diyono; Murni, Murni; Ardiansari, Anindya
METANA Vol 10, No 02 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.378 KB) | DOI: 10.14710/metana.v10i02.11046

Abstract

Abstract UMKM" TigaDara " which is located at Jl . UripSumoharjo 45 and UMKM " Berliana " address at 7 Kuncen New jl.ApelUnggaran - Kab.Semarang an economically productive UMKM as micro businesses , with a production of herbs or a health drink in the form of instant powder and liquid beverages . Early in its development , the effort focuses on the various processing plants living pharmacies ( empon - empon ) are made ​​into a variety of herbs and health beverages in an instant form , for example : instant ginger , white turmeric , saffron , turmeric, tamarind , Mahkotadewa , etc. . During this production process  been conventional and instant powders produced by high sugar levels that can not be consumed by diabetics . Given that in order to produce sugar -free powder that requires technology and modern processing equipment , namely the granulation process , it is necessary to support the introduction of technology and the granulation equipment . While UD Berliana now more concentrated on liquid products requiring wringer empon - empon that can operate mechanically with greater capacity and semi-continuous operation . Given that during the management system implemented is still a family management , then with the development of business and the broader marketing outreach is necessary to improve management and use of the Web to expand their marketing reach . With the help of technology , equipment and granulation managemen as wringer and structuring the results of this activity can be rapidly growing SMEs . This is evident from the production capacity that was originally only 50 kg per day to 200 kg per day , followed by an increase in network marketing , and sales revenue . Keyword :Teknology, granulation, wringer, Web. Abstrak UMKM ”Tiga Dara” yang beralamat di jl. Urip Sumoharjo 45 dan UMKM ”Berliana” yang beralamat di jl.Apel No.7 Kuncen Baru Ungaran-Kab.Semarang merupakan UMKM  yang produktif secara ekonomis sebagai usaha mikro, dengan produksi berupa jamu atau minuman kesehatan dalam bentuk serbuk instan dan minuman cair. Selama ini proses pengolaahan dilakukan secara konvensional dan dihasilkan serbuk instan dengan kadar gula yang tinggi sehingga tidak bisa dikonsumsi oleh penderita diabetes. Mengingat bahwa untuk dapat memproduksi serbuk yang bebas gula memerlukan teknologi dan peralatan proses yang modern, yaitu dengan proses granulasi, maka perlu adanya bantuan pengenalan teknologi dan peralatan granulasi tersebut. Sedangkan UD Berliana sekarang ini lebih mengkonsentrasikan pada produk cair sehingga membutuhkan alat pemeras empon-empon yang dapat beroperasi secara mekanik dengan kapasitas yang lebih besar dan beroperasi secara semi kontinyu. Disamping itu, mengingat bahwa  selama ini sistem manajemen yang diterapkan masih merupakan manajemen keluarga, maka dengan semakin berkembangnya usaha dan semakin luasnya pemasaran diperlukan adanya penyuluhan perbaikan manajemen dan penggunaan Web untuk memperluas jangkauan pemasarannya. Dengan adanya bantuan teknologi, peralatan dan penataan manajemennya maka UMKM tersebut dapat berkembang pesat. Hal ini terlihat dari kapasitas produksi yang pada awalnya hanya 50 kg per hari menjadi 200 kg per hari yang diikuti dengan peningkatan jaringan pemasaran dan omset penjualannya. 8Kata kunci : Teknologi, granulator, pemeras, Web.
PEDOMAN PENULISAN NASKAH JURNAL METANA Kusumayanti, Heny
METANA Vol 10, No 02 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12.889 KB) | DOI: 10.14710/metana.v10i02.11052

Abstract

PEDOMAN PENULISAN NASKAH JURNAL METANA
RANCANG BANGUN ALAT PENGADUK MEKANIS DI INDUSTRI KECIPUT S, FS Nugraheni; Achmad, Laila Faizah; Handayani, Dwi
METANA Vol 10, No 02 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.05 KB) | DOI: 10.14710/metana.v10i02.11047

Abstract

Abstract   Jenang is unique snack from kudus regency and used as kudus icon which was produced from several small industry,middle industry and big industry that has flexible texture,sweet and long lifetime (approximately 6 month). There are so many obstacles which is faced by small industry with traditional mixer that jenang quality is not too good.  The characteristics are inflexible texture,flour flavor in jenang taste and also short lifetime (only 1 month). It is because of each cooking process need 6 – 7 hours and temperature 600 – 700C in the jenang produstion process, so the quality is low. In training and consulting about jenang cooking process explain that to produce better quality of jenang it need cooking period only 4 – 5 hours and temperature 1000 – 1100C. The characteristics of jenang that was produced are more flexible,no flour flavor and long lifetime (in 1 month these product still can be consumed) This training and consulting  the industry responses are very good.they also hoped that there will be a follow –up especially in mechanical instrumentation grant for producing jenang. Because small industry still use manual instrumentation in jenang production Keyword : jenang, flexibility,loose of flour flavor Abstrak Jenang merupakan makanan camilan yang khas dari Kudus dan sebagai  ikon Kudus yang diproduksi dari berbagai industri kecil,menengah dan besar dengan rasa gurih,lentur,manis dan legit serta mempunyai umur simpan selama 6 bulan. Banyak kendala yang dialami industri kecil dengan alat pengaduk tradisional dimana kualitas jenang kurang baik,diantaranya kurang lentur,rasa tepungnya masih ada dan tidak awet (hanya 1 bulan) karena dalam memproduksi setiap masak membutuhkan waktu 6 – 7 jam dan suhu 600 - 700C hal ini yang menyebakan kualitas kurang memenuhi syarat. Adanya pelatihan dan konsultasi tentang kinerja alat pengaduk mekanis pada proses pemasakan jenang dijelaskan bahwa untuk waktu pemasakan hanya 4 – 5 jam dan suhu 1000 – 1100C menghasilkan jenang kualitas baik yaitu lebih lentur,rasa tepung hilang dan selama 1 bulan ini jenang belum mengeras (masih awet) Pelatihan dan konsultasi ini dilaksanakan sangat diterima para pengrajin dan diharapkan ada tindak lanjut khususnya bantuan alat mekanis pembuatan jenang mengingat pengrajin kecil ini dalam memproduksi jenang masih secara manual Kata kunci : jenang, kelenturan, rasa tepung hilang

Page 1 of 1 | Total Record : 7