cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JIM kedokteran Medisia adalah jurnal ilmiah untuk seluruh bidang ilmu kedokteran.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 4: November 2017" : 6 Documents clear
HUBUNGAN LAMA TERAPI HEMODIALISIS TERHADAP PASIEN USIA LANJUT YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUDZA BANDA ACEH Putri Chairunnisa; Maimun Syukri; Muhsin Muhsin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.139 KB)

Abstract

Hemodialisis (HD) merupakan terapi untuk menggantikan sebagian dari fungsi ginjal. Tindakan ini rutin dilakukan  pada penderita  penyakit  ginjal kronik (PGK) atau chronic kidney disease (CKD) stadium lima. Komplikasi yang umumnya timbul pada pasien yang menjalani hemodialisis adalah gangguan tidur yang menyebabkan penurunan kualitas tidur. Faktor usia dapat menyebabkan kualitas tidur menurun terutama pada usia lanjut karena suatu proses yang fisiologis. Penelitian dilakukan dengan wawancara kuisioner PSQI untuk menilai kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan lama terapi hemodialisis terhadap kualitas tidur pada pasien usia lanjut yang menjalani hemodialisis Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan observasional analitic dengan desain cross-sectional survey. Pengambilan sampel dilakukan secara non-probability sampling, dengan menggunakan metode total sampling. Dari sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi didapatkan berjumlah 42 orang. Rerata skor PSQI pada responden penelitian ini lama terapi hemodialisis adalah 26,5 bulan dengan standar deviasi/SD sebesar 34,4. Rerata skor PSQI  adalah 8,0 dengan standar deviasi/SD sebesar 4,2. Hasil analisis dengan menggunakan uji korelasi pearson menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan r= -0,385, p=0,12 antara lama terapi hemodialisis terhadap kualitas tidur pada pasien yang menjalani hemodialisis di RSUDZA Banda Aceh. Kata kunci: Hemodialisis, kualitas tidur, usia lanjut
HUBUNGAN HIPERTENSI DAN DIABETES MELLITUS DENGAN HIPERTROFI VENTRIKEL KIRI PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS KRONIK DI RSUDZA BANDA ACEH Lilis Fazriah; Azhari Gani; Maimun Syukri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.736 KB)

Abstract

Hipertrofi ventrikel kiri (HVK) merupakan salah satu komplikasi gagal ginjal kronik (GGK) terbanyak, lebih dari 50% kematian penderita gagal ginjal kronik disebabkan oleh hipertrofi ventrikel kiri. Dengan adanya hipertensi dan DM yang merupakan penyebab terbanyak pada GGK akan mempercepat terjadinya komplikasi ke sistem kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hipertensi dan DM dengan hipertrofi ventrikel kiri pada pasien yang menjalani hemodialisis kronik. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional, HVK di deteksi dengan menggunakan alat elektrokardiography, GGK yang disebabakan oleh hipertensi dan DM dilihat dari diagnosis dokter dan lama hemodialisis dilihat dari buku registrasi. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 06 juni 2016 - 04 juli 2016. Teknik pengambilan sampel dengan cara Accidental Sampling dengan jumlah sampel 38 orang. Data yang diperoleh  dianalisis dengan uji Chi-Squere dan uji alternatif uji Kruskal Wallis test. Dari 38 responden penelitian sebanyak 15 responden yang mengalami hipertrofi ventrikel kiri dan 23 tidak mengalami hipertrofi ventrikel kiri. Hasil uji Kruskal Wallis test menunjukkan bahwa nilai p value = 0,433 (0,05). Kesimpulannya tidak terdapat hubungan antara hipertensi dan DM dengan hipertrofi ventrikel kiri pada pasien yang menjalani hemodialisis kronik.Kaca kunci: Hipertensi dan DM, Hipertrofi ventrikel kiri, Hemodialisis kronis.Left ventricular hypertrophy (LVK) is one of the most complications of chronic renal failure (CRF), more than 50% of deaths in patients with chronic renal failure caused by left ventricular hypertrophy. With the presence of hypertension and diabetes mellitus which is the most common cause in the CRF will increase the occurrence of complications to the cardiovascular system. This study aim to find out the correlation of hypertension and diabetes mellitus with left ventricular hypertrophy in chronic hemodialysis undergo patients. This study is an observational analytic research with cross sectional approach, HVK in detection by using the electrocardiography, GGK which are caused by hypertension and DM is observed from doctor's diagnosis and the length of hemodialysis is seen from the registration book. Data were collected on 06 June 2016-04 July 2016. The sampling technique is accidental sampling method with a sample of 38 people. The data was analyzed by Chi-Squere and alternative test Kruskal Wallis-test. There are 15 of 38 respondents who endure of left ventricular hypertrophy and the rest 23 participants are negative from the issue. Kruskal Wallis test results showed that the p value = 0.433 ( 0.05). In conclusion, there is no significant correlation between hypertension and diabetes mellitus with left ventricular hypertrophy in chronic hemodialysis undergo patients.Keywords: hypertension and diabetes, left ventricular hypertrophy, chronic hemodialysis.
PERBEDAAN RERATA PANJANG SIKLUS MENSTRUASI ANTARA MAHASISWI BERSTATUS GIZI OBESITAS DENGAN STATUS GIZI NORMAL DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA Ikhsanuddin Basili; Tgk. Puspa Dewi; Marisa Marisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.119 KB)

Abstract

Gangguan siklus menstruasi berkaitan dengan penurunan fertilitas dan berbagai gangguan kesehatan organ reproduksi.Obesitas merupakan salah satu faktor terjadinya gangguan siklus menstruasi. Wanita obesitas akan lebih mudah mengalami gangguan siklus menstruasi akibat pengaruh adipocytederived hormone leptin yang berasal dari lemak tubuh. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain cross sectional.Responden penelitian berjumlah 70 orang.Teknik pengambilan sampel dengan metode Total Sampling.Data mengenai siklus menstruasi didapatkan dari wawancara menggunakan kuesioner sedangkan indeks masa tubuh didapatkan dari pengukuran langsung. Dari hasil penelitian diperoleh data 50 % responden dengan status gizi obese  dan 50 % responden dengan status gizi normal. Data dianalisis menggunakan Uji Mann-Whitney didapatkan nilai tengah panjang siklus menstruasi responden berstatus gizi obese adalah 38 hari sedangkan nilai rerata panjang siklus menstruasiresponden berstatus gizi normal adalah 29 hari.Hasil bivariate menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rerata panjang siklus menstruasi antara status gizi obese dan status gizi normal dengan p value sebesar 0,001.Kesimpulan dari penelitian, responden yang memiliki status gizi obese memiliki nilai rata-rata siklus menstruasi lebih panjang dibandingkan responden yang berstatus gizi normal.Kata kunci:Obese, Siklus Menstruasi, Status GiziMenstruation cycle derangement related to decrease of fertility and various reproduction organ health problems. Obesity is one of factors that lead to menstruation cycle derangement. Obese woman tends to be more prone to experience menstruation cycle derangement due to leptin adipocytederived hormone which comes from body fat. This research is observational analytic with cross sectional design. Respondent of this research were 70 people. Sampling technique was total sampling method. Data of menstruation cycle obtained from interview by using questionnaire while body mass index obtained from direct measurement. Research result showed data of 50% respondent with obese nutritional status  and 50% respondent with normal nutritional status. Data was analyzed by using Mann-Whitney test showed that median value of respondent menstruation cycle length with normal nutritional status was 38 days while mean value of respondent menstruation cycle length with obese nutritional status was 29 days. Bivariate result showed that there was a different between mean value of menstruation cycle length with obese nutritional status and normal nutritional status with p value 0.001. Conclusion of this research, respondent with obese nutritional status had mean value of longer menstruation cycle compared with respondent with normal nutritional status. Keywords: Obesity, Menstrual cycle, Nutritional Status
HUBUNGAN LAMA IBU BEKERJA DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK KECAMATAN KUTA ALAM BANDA ACEH Syarifah Najmah H; Teuku Muhammad Thaib; Hafni Andayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.786 KB)

Abstract

Ibu memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Dewasa ini semakin banyak jumlah ibu yang bekerja baik dengan alasan finansial atau tuntutan zaman. Bekerja merupakan salah satu faktor yang menyebabkan semakin sedikitnya waktu dan perhatian yang orang tua berikan kepada anaknya. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan antara lama ibu bekerja dengan perkembangan anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 70 siswa/i yang memenuhi kritaria inklusi. Data dikumpulkan melalui pengisian kuisioner Parents Evaluations of Developmental Status (PEDS). Hasil analisis dengan uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat hubungan berarti antara lama ibu bekerja dengan perkembangan anak, dengan nilai p= 0,113.Mothers play an important role in the growth and development of a child. Nowadays, there more and more number of working mothers with either financial reasons or demand of the era. Work is one of the factors that leads to fewer time and attention that parents give to their children. The purpose of this study was to determine the relationship between how long working mothers work with the development of children aged 4-5 years. This research is an analytic study with a cross-sectional approach. Sampling was done by using simple random sampling with a sample of 70 students who fulfilled the inclusion criteria. The data was collected through filling out the questionnaire of Parents Evaluations of Developmental Status (PEDS). The results of the analysis with the Mann-Whitney test showed no significant correlation between how long working mothers work with child development, with a value p= 0,113.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI SEKOLAH PADA PASIEN β-Thalassemia Mayor DI RSUD Dr ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH Amanda Putra; Dora Darussalam; Tjut Mariam Zanaria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.958 KB)

Abstract

Anak dengan β-thalassemia mayor sering meninggalkan jam pelajaran sekolah untuk menjalani transfusi rutin dan mengalami berbagai gangguan fisik akibat anemia, sehingga menyebabkan gangguan pada prestasi sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi sekolah pada pasien β-thalassemia mayor yang menjalani transfusi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah anak dengan β-thalassemia mayor berusia 8-18 tahun yang menjalani transfusi rutin di RSUD dr. Zainoel Abidin yang berjumlah 61 orang. Penelitian prestasi sekolah dilakukan menggunakan angket prestasi akademik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara usia, jenis kelamin, kadar hemoglobin sebelum transfusi dan jumlah hari transfusi dengan prestasi sekolah pasien β-thalassemia mayor (p0,05). Analisis multivariat menggunakan regresi logistik membuktikan bahwa kadar hemoglobin sebelum transfusi dan jumlah hari transfusi merupakan faktor dominan yang mempengaruhi prestasi sekolah pasien β-thalassemia mayor. Perawat di rumah sakit sebaiknya menjelaskan pentingnya menjaga kadar hemoglobin kepada keluarga dan memastikan pasien transfusi tepat waktu.Kata Kunci : β-thalassemia mayor, Prestasi sekolah
PENGARUH FREKUENSI PAPARAN ASAP GANJA (CANNABIS SATIVA L.) TERHADAP KUALITAS SPERMA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) STRAIN WISTAR Siti Chalizar Syifa Nasution; Reza Maulana; Dasrul Dasrul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.795 KB)

Abstract

Infertilitas mempengaruhi sekitar 17% pasangan di seluruh dunia dan faktor gangguan pada pria bertanggung jawab sekitar setengah dari total kasus. Kualitas sperma yang buruk pada pria akibat penggunaan ganja secara akut ataupun kronik dapat menyebabkan terjadinya infertilitas. Zat yang ada di dalam ganja dapat mengganggu aksis hipotalamus-pituitari-gonad dan spermatogenesis yang akan menghasilkan kualitas sperma yang buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh frekuensi paparan asap ganja sebanyak satu kali sehari, dua kali sehari, dan tiga kali sehari terhadap kualitas sperma tikus penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan rancangan post test only control group design. Subjek penelitian berupa tikus putih (Rattus norvegicus) strain Wistar sebanyak 24 ekor yang diberikan perlakuan selama 30 hari, kemudian dikorbankan untuk diambil cairan sperma melalui cauda epididimis. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kualitas sperma menggunakan tiga parameter yaitu konsentrasi, morfologi abnormal, dan motilitas sel sperma dan kemudian dibandingkan antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan asap ganja dapat menurunkan kualitas sperma tikus (Rattus norvegicus) strain Wistar. Namun, frekuensi paparan asap ganja tidak memperlihatkan perbedaan yang nyata (p0,05) terhadap kualitas sperma tikus putih (Rattus norvegicus) strain Wistar. Kesimpulan penelitian ini adalah frekuensi paparan asap ganja tidak memengaruhi kualitas sperma.Kata kunci: kualitas sperma, tikus putih, ganja.Infertility affects about 17% of couples worldwide and the disorders factor from male is responsible for about half of the total cases. Poor sperm quality in men because of the use of marijuana acutely or chronically can cause infertility. Substances contained in marijuana can interfere with the hypothalamic-pituitary-gonadal axis and spermatogenesis can result in poor sperm quality. This research aimed to find out the effect of frequency of  marijuana smoke exposure once a day, twice a day, and three times a day to the sperm quality of rats in the study. This study was an experimental study using the plan of post test only control group design. The subject of research was white rats (Rattus norvegicus)  Wistar strain in the number of 24 that were given treatment for 30 days, then they were sacrificed to take the semen through cauda epididymis. Next, the checkup of sperm quality was conducted using three parameters, namely concentration, abnormality morphology, and motility of sperm cells and then compared among treatment groups. The results showed that marijuana smoke exposure can lower sperm quality of rats. However, the frequency of marijuana smoke exposure indicated no significant differences (p 0.05) on sperm quality of white rats (Rattus norvegicus) Wistar strain. It is concluded that the frequency of marijuana smoke exposure do not affect the sperm quality.Keywords:  Sperm quality, white rats, marijuana.

Page 1 of 1 | Total Record : 6