cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
SYARI'AH : Jurnal Ekonomi Syari'ah
ISSN : 23380357     EISSN : 2548172X     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Syari’ah merupakan jurnal Ekonomi Syari’ah dengan kajian multidisipliner, terbit dua kali dalam satu tahun (April dan Oktober), dikelola oleh Program Studi Ekonomi Syari’ah Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri Tembilahan. Redaksi menerima tulisan yang relevan selama mengikuti petunjuk penulisan yang ditetapkan.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2017)" : 6 Documents clear
KONSEP KEPEMILIKAN DALAM ISLAM Studi atas Pemikiran Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani Sulistiawati, Sulistiawati; Fuad, Ahmad
Syari'ah Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.763 KB) | DOI: 10.32520/syh.v5i2.180

Abstract

Dalam perekonomian kapitalis, kepemilikan dibagi dalam dua bentuk yaitu kepemilikan swasta (private property) dan kepemilikan umum (public property). Namun kepemilikan tersebut tidak diatur secara tetap, karena pribadi bisa memiliki sesuatu yang bersifat kepemilikan umum selama ia bisa membelinya, sehingga jika seseorang mempunyai modal besar ia bisa memiliki apapun sebanyak-banyaknya. Hal ini yang menyebab distribusi ekonomi yang tidak merata yang menghasilkan ketimpangan dan ketidak adilan ekonomi. Berbeda dengan kapitalis, sosialis menghapus kepemilikan pribadi, hal yang sangat bertentangan dengan sifat dasar manusia yang mempunyai keinginan untuk memiliki sesuatu secara pribadi. Dalam sosialis kepemilikan diatur oleh negara, sehingga negara cenderung totalitarian. Melihat hal ini, Syaikh Taqiyuddin mencoba menjelaskan bahwa kepemilikan dalam Islam berbeda dengan kapitalis dan sosialis. Menurt beliau, secara umum semua yang ada di alam ini adalah milik Allah, kemudian Allah menyerahkannya kepada manusia untuk mengelolanya. Ketika sampai kepada manusia Allah mentetapkan kepemilikan itu menjadi kepemilikan pribadi, kepemilikan umum, dan kepemilikan pemerintah.
ASURANSI TAKAFUL; SEBUAH ALTERNATIF Konsep, Mekanisme Dan Sistem Operasional Qusthoniah, Qusthoniah
Syari'ah Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.854 KB) | DOI: 10.32520/syh.v5i2.181

Abstract

Dalam dunia ekonomi modern, usaha asuransi menduduki tempat utama. Karena secara esensial, asuransi merupakan sistem yang tercermin dalam berbagai cara dan bentuk dengan tujuan untuk menjaga manusia dalam menghadapi berbagai resiko masa depan dalam hidup atau dalam perjalanan aktivitas ekonomi. Resiko itu meliputi kejadian yang pasti, seperti proses kematian alami, tenggelam, kebakaran, sakit kronis, dan hilangnya sebagian anggota penting dalam suatu pekerjaan atau juga kejadian bukan alami semisal pencurian, pembunuhan dan kecelakaan. Selain diakibatkan karena musibah asuransi juga memberikan pertanggungan bagi pendidikan anak yang lebih dikenal dengan asuransi beasiswa. Di Indonesia ada bermacam-macam nama perusahaan asuransi baik yang menggunakan mekanisme konvensional maupun mekanisme syar’i. Semua macam asuransi tersebut sama didalam hal yang ditanggung hanya berbeda didalam sistem kerja, terutama antara asuransi konvensional dan asuransi syari’ah. Salah satu asuransi syari’ah yang ada di Indonesia adalah asuransi takaful. Sistem yang digunakan adalah mudharabah (bagi hasil). Asuransi takaful dapat berfungsi sebagai lembaga yang memperhatikan kepentingan masyarakat dalam masalah pertanggungan terhadap harta, jiwa, pendidikan, kesehatan, haji dan umroh. Asuransi takaful dikelolah oleh suatu lembaga dengan menggabungkan antara tabarru’ dengan tabungan dalam kelompok al’aqilah dengan sistem mudharabah. Dalam pelaksanaan asuransi takaful tidak mengandung unsur yang diharamkan seperti gharar, maisir dan riba. Sangat jauh berbeda dengan asuransi konvensional.
UPAH TENAGA KERJA LEPAS KEBUN SAWIT DALAM PANDANGAN ISLAM Studi Kasus Desa Pasar Kembang Kab. Indragiri Hilir Lestari, Novi Ayu; Aisyah, Siti
Syari'ah Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.629 KB) | DOI: 10.32520/syh.v5i2.182

Abstract

Artikel ini mencoba menganalisis konsep upah yang berlaku di perkebunan sawit Desa Pasar Kembang Kabupaten Indragiri Hilir dalam pandangan Islam. Berdasarkan temuan, tenaga kerja diupah berdasarkan kesepakatan antara kedua pihak, pihak pekerja dan pemilik kebun tanpa ada kontrak tertulis. Kemudian upah juga dipengaruhi oleh tinggi rendahnya harga dari buah kelapa sawit. Hasilnya, upah yang dilakukan di Desa Pasar Kembang Kabupaten Indragiri Hilir telah sesuai dengan syariat Islam karen terpenuhinya rukun syarat ujrah.
KONSEP SOSIO-EKONOMI SYĀH WALĪYULLĀH AD-DIHLAWĪ Sulaiman, Sofyan; Najamuddin, Najamuddin
Syari'ah Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4333.102 KB) | DOI: 10.32520/syh.v5i2.178

Abstract

Islam memberikan kontribusi yang begitu besar dalam perkembangan pemikiran ekonomi modern. Namun dalam penulisan sejarah pemikiran ekonomi, kontribusi ekonom muslim tidak pernah dilibatkan. Salah satu tokoh yang memberikan kontribusi yang besar adalah Syāh Walīyullāh ad-Dihlawī. Seorang ulama asal Delhi, India. Salah satu sumbangan pemikirannya adalah kosep Sosio-Ekonomi yang disebut dengan konsep irtifāq. Ada empat tahap perkembangan masyarakat, yaitu dimulai dengan (1) Kehidupan masyararakat dengan sistem ekonomi subsisten. (2) irtifaq kedua tentang bagaimana masyarakat mendapatkan kehidupan yang pantas, (3) irtifaq ketiga tentang negara perkotaan, (4) dan irtifaq keempat adalah bagaimana manusia mencapai tahap peradaban puncak yaitu dengan adanya sistemp pemerintahan Islam atau yang disebut dengan khilafah.
ANALISIS TEKNIK PENGGUNAAN MOVING AVARAGE, RELATIVE STRANGTH INDEX DAN BOLLINGER BANDS DALAM MENGHASILKAN RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) Baining, Mellya Embun; Fadhillah, M Syarif
Syari'ah Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.163 KB) | DOI: 10.32520/syh.v5i2.183

Abstract

Agar seorang investor mendapatkan sebuah pengembalian (return) investasi saham yang tinggi, ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan oleh seorang investor salah satunya adalah analisis teknikal.Dalam menggunakan pendekatan analisis teknikal para investor dapat menggunakan berbagai macam indikator yang memiliki keunggulannya masing-masing untuk memperoleh sebuah return. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kefektifan dari beberapa indikator teknikal yaitu, Moving Avarage, Relative Strangth Index (RSI), dan Bollinger Bands. Dari perbandingan return indikator Moving Avarage, RSI, dan Bollinger Bands. dapat dilihat bahwa indikator Bollinger Bands memiliki hasil yang lebih optimal dibandingkan dengan indikator Moving Average dan RSI. Selain itu, Indikator Bollinger Bands terbukti optimal dalam penggunaannya untuk melihat sinyal transaksi. untuk hasil yang diberikan indikator teknikal lebih tinggi dibandingkan dengan indikator moving average dan RSI, khususnya pada saham-saham yang memiliki tingkat range dan volatilitas yang cukup banyak.sehingga pada penggunaanya indikator ini dapat menentukan adanya batas atas dan batas bawah yang cukup baik agar tidak terjadi pembelian saham dengan harga yang terlalu tinggi atau penjualan saham pada harga yang terlalu rendah.
KONSEP KEPEMILIKAN DALAM ISLAM Studi atas Pemikiran Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani Sulistiawati, Sulistiawati; Fuad, Ahmad
Syari'ah Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.763 KB) | DOI: 10.32520/syh.v5i2.179

Abstract

Dalam perekonomian kapitalis, kepemilikan dibagi dalam dua bentuk yaitu kepemilikan swasta (private property) dan kepemilikan umum (public property). Namun kepemilikan tersebut tidak diatur secara tetap, karena pribadi bisa memiliki sesuatu yang bersifat kepemilikan umum selama ia bisa membelinya, sehingga jika seseorang mempunyai modal besar ia bisa memiliki apapun sebanyak-banyaknya. Hal ini yang menyebab distribusi ekonomi yang tidak merata yang menghasilkan ketimpangan dan ketidak adilan ekonomi. Berbeda dengan kapitalis, sosialis menghapus kepemilikan pribadi, hal yang sangat bertentangan dengan sifat dasar manusia yang mempunyai keinginan untuk memiliki sesuatu secara pribadi. Dalam sosialis kepemilikan diatur oleh negara, sehingga negara cenderung totalitarian. Melihat hal ini, Syaikh Taqiyuddin mencoba menjelaskan bahwa kepemilikan dalam Islam berbeda dengan kapitalis dan sosialis. Menurt beliau, secara umum semua yang ada di alam ini adalah milik Allah, kemudian Allah menyerahkannya kepada manusia untuk mengelolanya. Ketika sampai kepada manusia Allah mentetapkan kepemilikan itu menjadi kepemilikan pribadi, kepemilikan umum, dan kepemilikan pemerintah.

Page 1 of 1 | Total Record : 6