cover
Contact Name
Fahruddin Kurdi
Contact Email
fahruddinkurdi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journal.lppmstikespemkabjombang@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kebidanan
Published by STIKES Pemkab Jombang
ISSN : 24774375     EISSN : 24774383     DOI : -
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) is a place of publication for researchers in the field of midwifery and health care. Jurnal Ilmiah Kebidanan are peer-reviewer journals published semi-annually twice in a year. Jurnal Ilmiah Kebidanan published by LPPM STIKES Pemkab Jombang. The Journal particullary for studies that aims to understanding and evaluating the maternal care and implication on its practice, in which consist of rigourus design and methods that answer the research questions.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2016): JIKeb | Maret 2016" : 10 Documents clear
PERUBAHAN BERAT BADAN PADA PESERTA KONTRASEPSI SUNTIK DEPOMEDROKSI PROGESTERON ASETAT DI DESA PURI SEMANDING KECAMATAN PLANDAAN KABUPATEN JOMBANG: Change Of Weight On Participants Contraceptive Depo Injection In The Village Medroksi Progesterone Acetate Puri Semanding Plandaan District District Jombang Rina Ayu Purwanti; Erika Agung M.
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 2 No. 1 (2016): JIKeb | Maret 2016
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.933 KB)

Abstract

Pendahuluan : Pertumbuhan penduduk relative tinggi dapat dikendalikan melalui berbagai program, satu diantaranya adalah pelaksanaan keluarga berencana (KB). Sehingga menjadi program nasional dalam rangka mengendalikan jumlah penduduk di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana “Perubahan best badan pada peserta akseptor suntik DMPA di Desa Puri Semanding Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang”. Metode : Desain penelitian adalah deskriptif; populasi penelitian ini adalah Semua akseptor aktif KB suntik 3 bulan di Desa Puri Semanding Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang pada bulan desember tahun 2013 sebanyak 41 jiwa, dengan sampel 41 responden. Pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Variable penelitian ini adalah Perubahan best badan pada peserta akseptor suntik DMPA. Pengumpulan data menggunakan rekam medik dan pengolahan data menggunakan Editing, coding, tabulating, Prosentase. Hasil : Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden berat badannya bertambah tentang perubahan berat badan pada peserta kontrasepsi suntik DMPA di Desa Puri Semanding Kabupaten Jombang sebanyak 38 responden (92,68%). Pembahasan : Berat badannya bertambah tentang perubahan berat badan pada peserta kontrasepsi suntik DMPA. Dari hasil tersebut petugas kesehatan harus memberitahu terlebih dahalu efek samping dari kontrasepsi suntik 3 bulan. Kata Kunci: Berat Badan, Kontrasepsi Suntik DMPA
SIKAP IBU BALITA TENTANG GIZI KURANG DI DESA JATIREJO KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG: Attitude Women Children Of Less Nutrition In The Village Jatirejo District District Diwek Jombang Laily Nurma Kholidah; Luluk Nurkholisoh N
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 2 No. 1 (2016): JIKeb | Maret 2016
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.074 KB)

Abstract

Pendahuluan : Balita yang mengalami gizi kurang di Puskesmas Cukir masih tinggi sebanyak 258 balita (9,47%) dan di Desa Jatirejo jumlah balita gizi kurang 41 balita (18,3%). Keadaan ini dapat disebabkan karena Sikap ibu merupakan reaksi atau respons seseorang yang akan mempengaruhi gizi kurang. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui sikap ibu balita tentang gizi kurang. Metode : Penelitian dilaksanakan pada tanggal 07 Agustus – 13 Agustus 2014. Desain penelitian ini deskriptif. Populasi penelitian semua ibu yang mempunyai balita gizi kurang di Desa Jatirejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang sejumlah 41 responden. Teknik sampling menggunakan simple random sampling, jumlah sampel 37 responden. Variabel penelitian ini adalah sikap ibu balita tentang gizi kurang. Pengumpulan data melalui lembar kuesioner. Untuk menentukan hasil menggunakan skor-T dan dianalisa dengan prosentase. Hasil : Hasil penelitian sikap ibu balita tentang gizi kurang di Desa Jatirejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang, dari 37 responden sebagaian besar bersikap positif sebanyak 20 orang (54,1%), dan yang bersikap negative sebanyak 17 orang (45,9%). Pembahasan : Sebagian besar ibu balita sudah mempunyai sikap positif tentang gizi kurang. Disarankan bagi tempat penelitian untuk mengadakan kelas ibu balita secara rutin, dan hendaknya para petugas kesehatan menyadarkan masyarakat di bidang gizi dengan memberikan informasi atau penyuluhan gizi dan leaflet mengenai menu gizi seimbang sesuai umur dan pelaksanaan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan mengikuti program Taman Pemulihan Gizi (TPG). Kata kunci : Sikap, Ibu Balita, Gizi Kurang
GAMBARAN PENYEBAB TERJADINYA BAYI PREMATUR DI RUANG ANGGREK RSUD JOMBANG: Description Of The Occurrence Causes Premature Infants In The Orchid Hospital Jombang Mia Dwi Anggraini; Kolifah -
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 2 No. 1 (2016): JIKeb | Maret 2016
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.774 KB)

Abstract

Pendahuluan : Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) saat ini masih tinggi. Penyebab terjadinya kelahiran bayi premature diantaranya faktor ibu yaitu riwayat kelahiran prematur sebelumnya, perdarahan antepartum, malnutrisi, hidramnion, penyakit jantung / penyakit kronik lainnya, hipertensi, umur ibu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, jarak dua kehamilan yang terlalu dekat, infeksi, trauma, kebiasaan, yaitu pekerjaan yang melelahkan, merokok, faktor janin yaitu cacat bawaan, kehamilan ganda, hidramion, ketuban pecah dini, dan faktor keadaan sosial ekonomi yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penyebab terjadinya persalinan premature. Metode : Desain penelitian menggunakan deskriptif. Populasi ini seluruh bayi premature yaitu sebanyak 227 populasi. Sampel yang diteliti yaitu sebanyak 34 responden dengan mengambil 15% dari populasi. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Variable penelitian yaitu faktor ibu yang mengalami persalinan prematur. Hasil : Hasil penelitian di Ruang Rekam Medik RSUD Kabupaten Jombang tanggal 28-30 Juni 2014, dari 34 data rekam medik ibu hamil yang mengalami persalinan prematur oleh faktor umur 20-35 tahun sebanyak 17 responden (50,0%) %), faktor paritas multi sebanyak 22 responden (64,7 sebanyak 5 respon%), ibu yang, yang memiliki riwayat premature sebanyak 19 responden (55,9%), tidak placenta previa sebanyak 31 responden (91,2%), hidramnion < 2 liter sebanyak 27 responden (79,4%) dan ibu dengan PEB sebanyak 19 responden (55,9%). Pembahasan : Sebagian besar responden yang mengalami persalinan prematur yaitu ibu dengan PEB. Dari hasil tersebut petugas kesehatan harus lebih memantau dan menskrining ibu hamil dengan melakukan skrining awal yaitu dengan pengisian KSPR (Kartu Skor Puji Rochyati). Kata kunci `: penyebab terjadinya bayi premature
FAKTOR PENYEBAB DROP OUT PESERTA KB SUNTIK 3 BULAN DI DESA SIDOKATON KECAMATAN KUDU KABUPATEN JOMBANG: Factors Cause Drop Out Of Participants Kb Injection 3 Months In The Village Sidokaton Kudu District District Jombang Puput Ariska; Ida Nikmatul Ulfa
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 2 No. 1 (2016): JIKeb | Maret 2016
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.939 KB)

Abstract

Pendahuluan : Program Keluarga Berencana di Indonesia dalam pencapaiannya mengalami peningkatan dan penurunan. Hal ini kemungkinan karena berbagai faktor yang mempengaruhinya. Drop out peserta KB secara nasional mencapai 27%. Peserta KB yang drop out disebabkan oleh kegagalan, komplikasi, ingin hamil atau ingin mempunyai anak segera, ganti cara, efek samping, biaya serta aksesibilitas, akseptor bercerai atau suami meninggal, suami tidak setuju, frekuensi hubungan seksual yang jarang, dan menopause. Di Kabupaten Jombang drop out peserta KB mencapai (8,63%), terbanyak di Desa Sidokaton Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang dengan drop out terbanyak peserta KB suntik 3 bulan yaitu 39,39% (BKKBN Jombang, 2013). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor penyebab drop out peserta KB suntik 3 bulan tahun 2013 di Desa Sidokaton Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang. Metode : Penelitian dilakukan di Desa Sidokaton Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang tanggal 21-23 April 2014. Metode penelitian deskriptif, populasinya ibu yang drop out dari peserta KB suntik 3 bulan tahun 2013 sebanyak 58 orang. Sampel sebanyak 37 orang dengan teknik sampling simple random sampling. Hasil : Hasil penelitian didapatkan bahwa (35,13%) responden drop out dari peserta KB suntik 3 bulan karena ingin hamil atau ingin mempunyai anak segera, efek samping (24,32%), ganti cara (16,21%), suami meninggal atau bercerai (8,10%), menopause (8,10%), jarang berhubungan seksual (5,40%), dan suami tidak setuju (2,70%). Pembahasan : Sehingga disarankan untuk responden agar lebih aktif mencari informasi tentang kontrasepsi suntik 3 bulan kepada tenaga kesehatan dan saling tukar pengalaman dengan sesama akseptor. Tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pelayanan KB dengan memberikan penyuluhan dan pendidikan dengan teknik penyampaian informasi yang baik dan benar sehingga kejadian drop out peserta KB suntik 3 bulan dapat dicegah. Kata Kunci : faktor penyebab drop out, peserta KB, KB suntik 3 bulan
GANGGUAN HAID PADA AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DI PUSTU BANDUNG, DESA BANDUNG, KECAMATAN DIWEK, KABUPATEN JOMBANG: Disorders Menstrual Acceptors Kb Injection In 3 Months In Pustu Bandung, Desa Bandung, Diwek District, District Jombang Rizqi U; Rini H
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 2 No. 1 (2016): JIKeb | Maret 2016
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.942 KB)

Abstract

Pendahuluan : KB suntik 3 bulan merupakan jenis kontrasepsi hormonal yang berisi Depo-Provera (DMPA) yang diberikan setiap 12 minggu atau 3 bulan. Dari bermacam-macam keuntungan terdapat juga efek samping, salah satu efek samping yang ditimbulkan dari kontrasepsi ini adalah gangguan haid yang berupa amenore, oligomenorea, polimenorea, menoragi, hipomenorea, dan spotting. Untuk itu tujuan dari penyusunan proposal ini adalah untuk mengetahui apakah akseptor KB suntik 3 bulan mengalami gangguan haid atau tidak. Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan survei. Populasi yang diambil adalah semua akseptor KB suntik 3 bulan yang suntik di Pustu Bandung yang berjumlah 65 orang dan sampel yang diambil adalah sebagian dari akseptor KB suntik 3 bulan sebanyak 51 responden dengan teknik Purposive Sampling (Nonprobability Sampling). Pengumpulan data menggunakan kuesioner selanjutnya data dianalisis melalui tahap editing, coding, scoring, dan tabulating. Hasil : Hasil penelitian tentang gangguan haid pada akseptor KB suntik 3 bulan di Pustu Bandung, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang menunjukkn bahwa dari 51 responden sebagian besar mengalami gangguan haid (74,5%). Pembahasan : Dari hasil tersebut bidan sebagai tenaga kesehatan harus memberikan konseling pada responden sehingga responden dapat menerima dan menyadari adanya efek samping dari KB suntik 3 bulan yaitu gangguan pada perdarahan haid. Kata Kunci : Gangguan haid, Akseptor, KB suntik 3 bulan
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBUPOST KURETASE DI RUANG PONEK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN JOMBANG: Midwifery Care On Women Post Curettage Ponek General Hospital District Jombang Renita Ratna Sari; Yulichati -
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 2 No. 1 (2016): JIKeb | Maret 2016
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.59 KB)

Abstract

Pendahuluan : Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan dan abortus termaksud komplikasi pada kehamilan yang mengarah pada kematian ibu akibat terjadinya perdarahan.Maka perlu ditangani dengan segera, karena perdarahan yang berkelanjutan dapat terjadinya syok.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan Asuhan Kebidanan Pada Ibu Post Kuretase di Ruang PONEK RSUD Kabupaten Jombang. Metode : Penelitian ini menggunakan metodepenelitian kualitatif dalam bentuk studi kasus dengan melakukan pendekatan asuhan kebidanan dengan langkah-langkah pengkajian data,interpretasi data dasar, diagnose potensial, kebutuhan segera, intervensi, implementasi, evaluasi dan lembar observasi. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 22-25 Agustus 2015 di Ruang PONEK RSUD Kabupaten Jombang.Dengan subyek penelitian yang digunakanadalah2 responden dengan diagnosa kebidanan yang sama yaitu ibu post kuretase. Selain itu untuk menjamin kebenaran data saat penelitian menggunakan triangulasi data dari tiga sumber yaitu klien, keluarga, dan tenaga kesehatan (meliputi: bidan RS, dr SpOG). Intervensi yang diberikan pada dua responden berupa KIE Post Kuretase diantara yaitu kebutuhan nutrisi, personal hygiene, KB post abortus. Hasil :Berdasarkan hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan kedua kasus tersebut ibu post kuretase di Ruang PONEK RSUD Kab. Jombang dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi perdarahan dan tidak terjadi infeksi. Pembahasan : Ibu post kuretase rentan akan terjadinya infeksi. Oleh karena itu KIE Post Kuretase bermanfaat untuk memberikan pengetahuan dan dapat diterapkan dalam masa pemulihan. Kata kunci : Abortus, Post Kuretase
GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB PREEKLAMPSIA PADA KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEMBELANG JOMBANG: The Description Of The Factor In The Cause Of Preeclampsia On Pregnancy In Area Centerof Public Health Tembelang Jombang Maria Magdalena; Dyah Historyati
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 2 No. 1 (2016): JIKeb | Maret 2016
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.568 KB)

Abstract

Pendahuluan : Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu (23 %). Di Kabupaten Jombang Tahun 2013 angka kejadian preeklampsia mencapai 38,9 %. Preeklampsia ialah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema dan proteinuria yang timbul karena kehamilan. Penyakit ini dapat berdampak buruk bagi ibu dan janin. Faktor risiko antara lain usia, paritas, riwayat preeklampsia dalam keluarga, kehamilan kembar, kegemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor penyebab preeklampsia pada kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Tembelang. Metode : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang selama kehamilannya menderita preeklampsia pada bulan Januari – Juni tahun 2014 di Puskesmas Tembelang sebanyak 50. Besar sampel yang di gunakan sebanyak 34 responden. Teknik sampling yang di gunakan adalah simple random sampling. Variabel penelitian yaitu faktor penyebab preeklampsia pada kehamilan.dengan menggunakan wawancara dan data sekunder. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor – faktor penyebab preeklampsia pada kehamilan : (44,11 %) dengan usia < 20 tahun, (52,92 %) dengan primigravida, (100 %) dengan kehamilan tunggal, (56,93 %) memiliki riwayat preeklampsia pada keluarga, (67,65%) memiliki riwayat hipertensi, (47,05 %) dengan kegemukan (obesitas). Pembahasan : penyebab preeklampsia pada kehamilan yang paling banyak ditemukan adalah riwayat hipertensi (67,65%). Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan deteksi dini ibu hamil dengan preeklampsia. Bagi responden diharapkan mampu mengenali secara dini adanya tanda dan gejala preeklampsia serta melakukan pemeriksaan antenatal care secara rutin. Kata Kunci : faktor, preeklampsia, kehamilan
ASUHAN KEBIDANAN PADA NEONATUS PREMATUR DENGAN BERAT LAHIR RENDAH DI PAVILIUN ANGGREK RSUD KABUPATEN JOMBANG: Midwifery Care In Premature Neonates With Low Birth Weight In The Orchid Pavilion Hospitals District Jombang Ni’matul Wahyuni; Hexawan Tjahja W.
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 2 No. 1 (2016): JIKeb | Maret 2016
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.29 KB)

Abstract

Pendahuluan : Usia kehamilan merupakan salah satu prediktor penting bagi kelangsungan hidup janin dan kualitas hidupnya. Persalinan prematur terjadi sebelum janin genap berusia 37 minggu. Persalinan prematur dapat mengakibatkan berat badan bayi rendah. Tujuan penelitian ini untuk melaksanakan Asuhan Kebidanan pada Neonatus Prematur dengan Berat Lahir Rendah di Paviliun Anggrek Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Jombang. Metode : penelitian ini mengguanakan design study kasus dengan menggunakan 2 responden dengan masalah kebidanan yang sama yaitu, neonatus usia 1 hari dengan usia gestasi 35-36 minggu dengan berat badan lahir rendah (>2500). Hasil : Dari hasil penelitian pada kedua responden, hanya satu yang mengalami peningkatan berat badan dalam waktu 3 hari, selama dilakukan perawaran di RSUD Jombang, kedua responden tidak mengalami hipotermi, sianosis, henti napas sewaktu-waktu, TTV dalam batas normal dan kebutuhan nutrisi tercukupi. Pembahasan : Setelah peneliti membahas tentang Manajemen Asuhan Kebidanan Pada By Ny. E dan By Ny. T yaitu Neonatus prematur dengan berat lahir rendah berdasarkan landasan teori dan penerapan manajemen asuhan kebidanan, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan dan saran-saran yang mengacu pada pembahasan. Saran dari penelitian ini antara lain, bisa menjadi sumber wawasan dalam ilmu kebidanan, dan bisa disempurnakan lagi untuk peneliti selanjutnya. Selain itu Bidan juga harus meningkatkan asuhan kebidanannya sehingga dapat memberikan asuhan kebidanan secara maximal di tempat pelayanan kesehatan. Kata Kunci : prematur, berat lahir rendah
ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS FISIOLOGIS 2 JAM POST PARTUM DI BPM NY. YUNI WIDARYANTI, Amd. Keb. DESA SUMBER MULYO KECAMATAN JOGOROTO KABUPATEN JOMBANG: Midwifery Care Postpartum Mother Postpartum Physiological 2 Hours In Bpm Ny. Yuni Widaryanti, Amd. Keb. Village Sub Source Mulyo Jogoroto District Jombang Farra Dibba Mutiarasari; Monika Sawitri
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 2 No. 1 (2016): JIKeb | Maret 2016
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.613 KB)

Abstract

Pendahuluan : Masa nifas merupakan masa kritis baik bagi ibu maupun bayinya. Masa nifas dimulai sejak 2 jam pertama setelah lahirnya plasenta sampai dengan 6 minggu/42 hari setelah itu. Dua jam pertama setelah persalinan merupakan saat yang paling krisis bagi ibu dan bayinya. Berbagai komplikasi dapat dialami oleh ibu pada masa ini, dan bila tidak tertangani dengan baik akan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Asuhan kebidanan ini bertujuan agar ibu dapat melewati masa kritisnya yaitu masa 2 jam pertama pasca persalinan. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan pendekatan manajemen asuhan kebidanan dengan langkah-langkah pengkajian data, penegakan diagnosa masalah dan kebutuhan, masalah potensial, kebutuhan segera, intervensi, implementasi, evaluasi, serta catatan perkembangan. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua responden dengan diagnosa P10001 2 Jam Post Partum di BPM Yuni Widaryanti, Amd. Keb. mengalami keberhasilan dalam asuhan kebidanan yang dilakukan, yaitu pada kasus 1 ibu dengan ruptur perineum derajat II sudah dilakukan hecting perineum dan pada kasus 2 ibu dengan ASI belum keluar, sudah dilakukan perawatan payudara dan ASI sudah keluar pada hari ke-3. Pembahasan : Terdapat perbedaan dari kedua responden yaitu pada kasus 1, ibu sudah bisa mobilisasi dini tetapi belum bisa dan berani untuk berjalan ke kamar mandi karena terdapat luka jahitan perineum, sedangkan pada kasus 2 sudah bisa mobilisasi dini serta sudah bisa dan berani berjalan ke kamar mandi. Oleh karena itu diharapkan kepada ibu nifas dengan luka jahitan perineum untuk belajar mobilisasi dan melatih ototnya dengan segera agar rasa nyeri dapat cepat berkurang. Dan bagi bidan diharapkan dapat meningkatkan pengawasan serta ketrampilannya dalam pelaksanaan asuhan kebidanan pada ibu nifas khususnya pada 2 jam post partum. Kata Kunci : Nifas, Asuhan Kebidanan
ASUHAN KEBIDADAN PADA IBU NIFAS HARI KE 1-7 DENGAN PUTING SUSU LECET DI BPM CHRISTINA DESA PLANDAAN KECAMATAN PLANDAAN KABUPATEN JOMBANG: Midwifery Care Of Postpartum Mothers Day To 1-7 With Putting In Milk Rash Bpm Christina District Village Plandaan Plandaan District Jombang Lucia Tutik Margirahayu; Iskandar Iskandar
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 2 No. 1 (2016): JIKeb | Maret 2016
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.18 KB)

Abstract

Pendahuluan : Menyusui adalah cara yang alami dan normal untuk memberikan nutrisi pada bayi dan balita. Salah satu masalah dalam menyusui adalah puting susu lecet. Puting susu lecet biasa terjadi karena trauma pada puting susu saat menyusui. Pada keadaan puting susu lecet ini, seorang ibu sering menghentikan proses menyusui karena putingnya sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan asuhan kebidanan pada ibu nifas pada hari 1-7 dengan putting susu lecet. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan kebidanan yang meliputi pengkajian, diagnosa kebidanan, perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi. jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 2 responden. pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan teknik wawancara,observasi dan emeriksaan fisik serta studi dokumentasi. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Dari 2 responden secara keseluruhan keduanya mempunyai msalah yang hampir sama yaitu mengeluh puting susu lecet. Intervensi yang akan diberikan pada kedua kasus secara keseluruhan hampir sama, yaitu dengan mengajari ibu cara menyusui dan perawatan payudara yang benar. Dari analisa dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan yang telah diberikan mulai hari ke 1-7, pada kasus 1 terus mengalami kemajuan dan berhasil, lecet pada puting susu sudah sembuh. Sedangkan pada kasus 2 juga mengalami kemajuan dan berhasil, lecet pada puting susu sebelah kiri dan kanan sudah sembuh. Pembahasan : Diharapkan tenaga kesehatan khususnya bidan lebih meningkatkan keterampilannya dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu nifas hari ke 1-7 dengan puting susu lecet dalam melakukan perawatan payudara dan cara menyusui yang benar, sehingga pelayanan yang diberikan kepada klien bisa lebih bermutu dan lebih baik. Kata Kunci : Menyusui, Puting susu lecet

Page 1 of 1 | Total Record : 10