cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 19072937     EISSN : 26204053     DOI : -
Core Subject : Health,
The articles of this journal are published every six months, that is on January and August (2 issues per year), and developed by the Master Program of Health Promotion, Faculty of Public Health, Diponegoro University
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 9, No. 2, Agustus 2014" : 10 Documents clear
Analisis Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik Perawat di Ruang Rawat Inap RS Pemerintah dan RS Swasta Fitria, Nova; Shaluhiyah, Zahroh
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 9, No. 2, Agustus 2014
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.246 KB) | DOI: 10.14710/jpki.9.2.183-195

Abstract

ABSTRAKPerawat merupakan bagian dari SDM Rumah Sakit yang memberikan pengaruh cukup besar terhadap kualitas pelayanan, dan pelaksanaan asuhan keperawatan yang baik tidak dapat dipisahkan dari peran komunikasi terapeutik, maka menerapkan pelaksanaan komunikasi terapeutik secara optimal oleh perawat, merupakan salah satu upaya peningkatan pelayanan kepada pasien. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik, dengan desain penelitian menggunakan crosssectional. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat di RS Pemerintah dan di RS Swasta, dimana pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat di RS swasta lebih baik. Faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat di RS Pemerintah dan di RS Swasta adalah sama, yaitu variabel kepuasan kerja, motivasi kerja, iklim kerja, dukungan teman kerja dan dukungan kepala ruang. Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kepatuhan perawat di RS Pemerintah dalam melaksanakan komunikasi terapeutik adalah motivasi kerja (OR 36,866); sedangkan di RS Swasta adalah dukungan kepala ruang (OR 28,598).Kata Kunci : pelaksanaan, komunikasi terapeutik, RS Pemerintah-RS SwastaABSTRACTImplementation Analysis of Nurs Therapeutic Communication in Inpatient Room Both Government And Private Hospitals; Nurs is part of hospital human resource that considerable influence on the quality of service, and the implementation of good nursing care can not be separated from therapeutic communication, then the optimal implementation of therapeutic communication by nurse is one of the efforts to improve services to the patients. The type of this research was quantitative analytical, with a design using cross-sectional study. The results showed a significant differences in the implementation of nurses therapeutic communication between public hospitals and private hospitals, where the implementation of nurses therapeutic communication in private hospital are better. Associated factors significantly with the implementation of nurses therapeutic communication in public hospitals and in private hospitals are the same, the variables are job satisfaction, work motivation, work climate, coworkers support and head of ward support. The most dominant factor that affects the compliance of nurses in government hospitals in implementing therapeutic communication is work motivation (OR 36.866) , while in private hospitals is head of ward support (OR 28.598).Keywords : implementation, therapeutic communication, government-private hospital
Respons Orang Hidup Dengan HIV AIDS (OHIDHA) Dalam Upaya Penanggulangan HIV AIDS di Kabupaten Sukoharjo dan Grobogan Maqfiroch, Arrum Firda Ayu; Shaluhiyah, Zahroh
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 9, No. 2, Agustus 2014
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.459 KB) | DOI: 10.14710/jpki.9.2.136-151

Abstract

ABSTRAKPenanggulangan HIV AIDS membutuhkan keterlibatan dari berbagai pihak. Salah satu pihak yang terlibat adalah OHIDHA. OHIDHA merupakan anggota keluarga yang hidup bersama ODHA dan memberikan dukungan kepada ODHA. Stigma di Kabupaten Sukoharjo dan Grobogan masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang menentukan respons OHIDHA dalam upaya penanggulangan HIV AIDS di Kabupaten Sukoharjo dan Grobogan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan data kuantitatif melalui wawancara dengan kuesioner. Penelitian ini didukung dengan penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan data FGD. Jumlah responden adalah 92 OHIDHA, proporsi 50% dan selang kepercayaan 95%. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi, bivariat menggunakan Chi-Square dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan respons OHIDHA adalah hubungan dengan ODHA (p value = 0,001), lama hidup dengan ODHA (p value = 0,030), lama mengetahui status ODHA (p value = 0,001) dan sikap (p value = 0,005). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa sikap (p value = 0,006) merupakan variabel yang mempunyai pengaruh paling signifikan dibanding variabel lainnya.Kata Kunci : OHIDHA, respons, Grobogan, SukoharjoABSTRACTRespons Of People Living With Hiv Aids To Control Hiv And Aids In Sukoharjo And Grobogan District; Controlling HIV and AIDS requird the involvement of various sector. One of the sector involved is People Living With HIV AIDS (PLWHA). PLWHA is a family member who lives with people living with HIV and provide support to people living with HIV. Stigma in Sukoharjo and Grobogan still high. This study aims to determine the factors that determine whether the PLWHA response in control to HIV and AIDS in Sukoharjo Grobogan . This research was a quantitative study with cross sectional approach. Quantitative data collection techniques through interviews with questionnaires . This research was supported by qualitative research with FGD. The number of respondents was 92 PLWHA, the proportion of 50% and 95% confidence interval . Analysis of the data using univariate analysis with frequency distribution, bivariate using Chi-Square and multivariate using logistic regression. The results showed that the variables related to the PLWHA response is a relationship with people living with HIV ( p =0,001 ) , long life with people living with HIV ( p = 0.030 ) , longer know the status of PLWHA ( 0.001) and attitude ( p = 0.005 ). Multivariate analysis showed that the attitude (p value = 0,006) was a variable that has the most significant effect compared to other variables. Advice given to the government is to provide socialization on HIV AIDS comprehensively to the whole society in order to increase knowledge and attitude by involving health agencies , NGOs , religious leaders and community leaders. Socialization of comprehensive HIV and AIDS can reduce stigma in society . Given the stigma in society is still very high . If in each family have a knowledge on HIV AIDS comprehensively, then it will not happen stigma in society .Keywords : AIDS , response , Grobogan , Sukoharjo
Dukungan Tenaga Kesehatan Untuk Meningkatkan Niat Ibu Hamil Dalam Memberikan ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Gondokusuman, Kota Yogyakarta Jatmika, Septian Emma Dwi; Shaluhiyah, Zahroh; Suryoputro, Antono
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 9, No. 2, Agustus 2014
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.343 KB) | DOI: 10.14710/jpki.9.2.196-205

Abstract

ABSTRAKCakupan ASI Ekslusif di Puskesmas Gondokusuman I pada tahun 2010 dan 2011 berturut-turut adalah 27,1% dan 33,7%. Sedangkan cakupan ASI Eksklusif di Puskesmas Gondokusuman II 7,7% (2010) dan 12,7% (2011). Hal ini masih sangat jauh dari target nasional 2010 yaitu 80%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan niat Ibu hamil dalam memberikan ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah Observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional dengan sampel berjumlah 106 Ibu hamil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adalah sebagian besar (67,9%) responden memiliki niat yang rendah untuk memberikan ASI Eksklusif. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan (nilai p<0,05) dengan niat Ibu hamil dalam memberikan ASI eksklusif adalah pendidikan responden (nilai p=0,000), pengetahuan tentang ASI eksklusif (nilai p=0,000), sikap terhadap ASI eksklusif (nilai p=0,000), norma-norma penting terkait pemberian ASI Eksklusif (nilai p=0,002), dan dukungan tenaga kesehatan (nilai p=0,000). Sedangkan hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan berpengaruh secara bersama-sama terhadap niat Ibu hamil dalam memberikan ASI eksklusif yaitu dukungan tenaga kesehatan dengan nilai OR yaitu 10,543.Kata kunci : niat, ibu hamil, ASI eksklusifABSTRACTSupport of Health Employees to Increase Pregnant Woman Intention to Exclusive Breastfeding at Puskesmas Gondokusuman, Yogyakarta; The coverage of exclusive breatfeeding at Puskesmas Gondokusuman I continued in 2010 and 2011 is at 27,1% and 33,7%. The coverage of exclusive breatfeeding at Puskesmas Gondokusuman II is at 7,7% (2010) and 12,7% (2011). It is away from national targets 2010 at (80%). The aim of the research is to analysed the factors associated pregnant woman intention to exclusive breastfeding at Puskesmas Gondokusuman, Yogyakarta. The type of this research was observasional analysis with cross sectional approach, the sample of this research was 106 pregnant woman. The results showed that at least of responden has low intention (67,9%) to exclusive breastfeeding. The bivariate analysis results on the variables associated (p value<0,05) with pregnant woman intention to exclusive breastfeding were education (p value =0,000), knowledge about exclusive breastfeeding (p value =0,000), attitude toward exclusive breastfeeding (p value =0,000), importance norm toward exclusive breastfeeding (p value =0,002), and health employees support (p value 0,000). The results of logistic regression test showed that the most influenced variable of pregnant woman intention to exclusive breastfeeding was health employees support with OR value was 10,543.Keywords : intention, pregnant woman, exclusive breastfeeding
Petugas Lapangan Sebagai Ujung Tombak Jumlah Pengunjung Klinik VCT Riani, Evicenna Naftuchah; Shaluhiyah, Zahroh; Widagdo, Laksmono
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 9, No. 2, Agustus 2014
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.81 KB) | DOI: 10.14710/jpki.9.2.152-161

Abstract

ABSTRAKVCT merupakan pintu masuk menuju terapi dan perawatan ODHA. Jejaring pelaksanaanpenjangkauan merupakan salah satu upaya meningkatkan jumlah kunjungan klinik VCT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami penyebab masalah proses kegiatan outreach di Kabupaten Pemalang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif explanatory dengan metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam peneliti dengan petugas lapangan, konselor dan Dokter CST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penjangkauan dilakukan oleh petugas lapangan. Pola penjangkauan populasi kunci oleh petugas lapangan sampai kepada populasi kunci mau untuk melakukan pemeriksaan VCT. Strategi penjangkauan masih jemput bola dengan VCT mobile. Capaian target penjangkauan yang dicapai yaitu WPS (152%) dan waria (160%). sedangkan LSL, pelanggan/ HRM dan IDU tidak mencapai target karena populasi belum mau untuk membuka identitasnya. Pada pelayanan VCT mobile tidak dilakukan konseling pascates untuk membuka hasil, sehingga menyebabkan populasi kunci tidak mau untuk melakukan pemeriksaan VCT. Belum ada koodinasi perencanaan penjangkauan antara petugas lapangan, tim VCT, Dinas Kesehatan dan KPAD Kabupaten pemalang. Pelayanan konseling pretes pada pelayanan VCT mobile tidak hanya dilakukan oleh konselor tetapi juga dilakukan oleh dokter magang. Belum adanya SOP dan Protap penjangkauan, VCT dan PITC.Kata kunci : penjangkauan, petugas lapangan, VCTABSTRACTField Officer Spearhead VCT Clinic Number of Visitors; VCT is the entrance to the treatment and care of people living with HIV. Network implementation of outreach is one way to increase the number of VCT clinic visits. The purpose of this study is to understand the causes of the problems in all district outreach activities. This research is descriptive explanatory with qualitative methods. Collecting data using in-depth interviews with field staff of researchers, counselors and doctors CST. The results showed that the implementation of the outreach done by field officers. Pattern lock outreach populations by field officers to the key population willing to do a VCT. Outreach strategy still pick up the ball with the mobile VCT. Achievement targets are achieved, namely outreach seks workers (152%) and transvestites (160 %). whereas MSM, customer / HRM and IDU did not reach the target because the population is not willing to open his identity. In the mobile VCT services not performed post-test counseling to open the results, thus causing the population does not want to do a key inspection VCT. There has been no outreach planning of coordination between field officers, VCT team, Department of Health and AIDS Prevention Commission all district. Pretest counseling services on mobile VCT services is not only done by the counselors but also done by an intern. The absence of SOP and SOP outreach, VCT and PITC.Keywords : outreach , field workers , VCT
Partisipasi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) Ibu Rumah Tangga pada Program Prevention Of Mother To Child Transmission (PMTCT) di Kota Semarang Wahyuni, Wenny; Widjanarko, Bagoes; Shaluhiyah, Zahroh
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 9, No. 2, Agustus 2014
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.188 KB) | DOI: 10.14710/jpki.9.2.206-217

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan Partisipasi ODHA Ibu Rumah Tangga pada Program PMTCT dan mengetahui secara mendalam Partisipasi ODHA Ibu Rumah Tangga pada Program PMTCT di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Responden penelitian adalah ODHA IRT dan subyek penelitian adalah ODHA IRT dengan persalinan pervaginam, dokter penanggungjawab PMTCT, dan MK. Subyek penelitian diambil secara purposive. Tekhnik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan kurangnya Partisipasi ODHA Ibu Rumah Tangga pada Program PMTCT. Provider PMTCT sebagai pemegang kendali dalam pelaksanaan program memiliki keterbatasan pada tenaga terlatih di pelayanan kesehatan. Disarankan perlu partisipasi aktif dari stakeholders dalam kebijakan untuk menjadikan isu HIV/AIDS pada ODHA ibu rumah tangga sebagai kasus yang harus segera ditangani dan menjadi salah satu target pembangunan daerah sesuai dengan target MDG’s. Serta komitmen antara semua pihak dalam mendukung dan melaksanakan peraturan tersebut .Kata Kunci : partisipasi, ODHA IRT, program PMTCTABSTRACTParticipation Of Mother Hiv On Programme Prevention Of Mother To Child HIV Transmission In Semarang City; The purpose of the research is to describe the programme Prevention of Mother to Child HIV Transmission. This study used quantitative and qualitative methods. Subjects were mother HIV and stakeholders in the PMTCT Programme. Subjects were taken by purposive. Data collection techniques were used questioners and in-depth interviews. The results showed mother HIV basically supported the programme, but this program was not the priority yet. Aids Prevention Commission as holder of the control in the implementation of the programme has limitations on both the trained personnel nor the Working Group ofaids commission on health services. It is suggested the particition of stakeholders actively to create the issue of mother HIV as a case that must be addressed and be one of the target areas of development in accordance with the MDG’s. In addition, the commitment of all elements in implementing the regulation remain important.Keywords : participation, mother HIV, the programme of PMTCT
Pengetahuan Pendidik Sebaya Mempengaruhi Pemberian Informasi KRR di Kabupaten Kulon Progo Kurniawati, Herlin Fitriani; Shaluhiyah, Zahroh
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 9, No. 2, Agustus 2014
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.956 KB) | DOI: 10.14710/jpki.9.2.162-171

Abstract

ABSTRAKPendidik sebaya dibutuhkan untuk memberikan informasi kesehatan reproduksi remaja. Remaja lebih memilih menerima informasi dari sebayanya. Namun materi KRR yang disampaikan masih belum lengkap. Tujuan penelitian adalah menganalisis perilaku pendidik sebaya dalam memberikan informasi KRR pada siswa SMA di Kabupaten Kulon Progo DIY. Metode Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif (explanatory research) dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pendidik sebaya di SMA di Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 81 orang dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen pengambilan data berupa angket. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan pendidik sebaya yang berperilaku baik dalam memberikan informasi KRR (51.9%) dan yang berperilaku baik (48.1%). Perilaku pendidik sebaya dalam memberikan informasi KRR dipengaruhi oleh pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja (OR=2.972), ketersediaan sarana yang mendukung pendidik sebaya dalam memberikan informasi KRR (OR=2.886). BPMPDP dan KB perlu mengadakan penyegaran materi KRR serta meningkatkan advokasi dan sosialisasi dengan kepala sekolah.Kata kunci : pendidik sebaya, perilaku, pemberian informasi KRRABSTRACTPeer Educators’s Knowledge Influencing Giving Information about Adolescent Reproductive Health in Kulon Progo; Peer education are needed to provide information on adolescent reproducyive health (ARH) to peers. Teens prefer to receive reproductive health information from peers. But ARH material presented by peer educators still incomplete. The objective is to determine the behavior of peer educators in providing reproductive health information to adolescents in high school students in Kulon Progo District of Yogyakarta. This research is a part of explanatory research with cross sectional design. The population in this study was peer educators in high school in Kulon Progo district of Yogyakarta as many as 81 people, sample of this research is the number of total population. Data collection instruments such as questionnaires. Data was analyzed by univariate, bivariate and multivariate analyzes.The results showed that peer educators well behave in providing information on ARH (51.9%) and were well missbehaved (48.1%). Peer educators behavior influenced by the knowledge adolescent reproductive health (OR=2.972), availability of facilities that support peer educators in providing information (OR=2.886. Advice for Department of Community, Village Governance, Women and Family Planning (BPMPDP dan KB) in Kulon Progo district of Yogyakarta to hold refreshing material ARH and assignments for peer educators and to increase an advocacy and socialization to the principal.Keywords: peer educators, behavior, giving information ARH
Analisis Media Audio terhadap Perubahan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Petugas Laboratorium Kesehatan Kota Banjar Zulkifli, Zulkifli; Widjanarko, Bagoes; Widagdo, Laksmono
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 9, No. 2, Agustus 2014
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.813 KB) | DOI: 10.14710/jpki.9.2.218-225

Abstract

ABSTRAKAngka kecelakaan kerja di Indonesia cenderung naik, pada tahun 2010 terdapat 98.711 kasus dan 2011 terdapat 99.491 kasus kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja juga pernah terjadi pada petugas laboratorium klinik RSUD Kota Banjar. Petugas laboratorium klinik merupakan bagian dari petugas pelayanan kesehatan yang kesehariannya selalu berhubungan dengan spesimen pasien yang mempunyai risiko terinfeksi oleh berbagai macam penyakit, khususnya bila tidak disiplin dalam penggunaan alat pelindung diri (APD). Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan desain penelitian eksperimen semu (Quasi experiment design). Jumlah sampel 38 orang petugas laboratorium kesehatan yang berada di Wilayah Kota Banjar. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang bermakna pada uji independent t-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, pada posttest II untuk variabel pengetahuan, sikap, dan praktek penggunaaan APD. Ada perbedaan yang bermakna pada uji paired t-test variabel pengetahuan, sikap dan praktek kelompok eksperimen, antara pretest dan posttest II. Media audio efektif terhadap perubahan pengetahuan, sikap dan praktek penggunaaan APD pada petugas laboratorium kesehatan kelompok eksperimen.Kata Kunci : media audio, perilaku, APDABSTRACTAudio Media Analysis Of Behavior Change Use of Personal Protective Equipment (PPE) in Health Laboratory Officer in Banjar; The number of occupational accidents in Indonesia tend to rise, in 2010 there were 98711 cases and 2011 there were 99491 cases of occupational accidents. Workplace accidents also occurred on clinical laboratory worker at Banjar hospital. Clinical laboratory workers is part of health care workers who always associated with specimens of patients who have a risk of getting infected by various diseases, especially when there is no discipline in the use of personal protective equipment (PPE). The type of this research is a quantitative analytical study with quasi-experimental research design (Quasi - experiment design). Number of samples are 38 health laboratory workers in Banjar region. Data analysis includes univariate and bivariate using paired t-test. The results of the study : There are significant differences of posttest II independent t-test between control group and experimental group, in the variables of knowledge, attitude, and practical use of PPE. There are significant differences of paired t-test for experimental group between pretest and posttest II, in the variables of knowledge, attitude, and practical use of PPE.Audio media effectively to changes the behavior of the use of PPE in health laboratory workers in Banjar.Keywords : audio media, behavior, PPE
Apakah Layanan IMS Mobile untuk Pemandu Karaoke Masih Relevan diterapkan sebagai Pencegahan IMS dan HIV-AIDS ? Mustikasari, Ika; Shaluhiyah, Zahroh; Widjanarko, Bagoes
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 9, No. 2, Agustus 2014
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.565 KB) | DOI: 10.14710/jpki.9.2.173-182

Abstract

ABSTRAKKabupaten Jepara mempunyai salah satu hotspot terbesar yaitu wisata Karaoke Pantai Pungkruk di Desa Mororejo yang berisiko tinggi terhadap penularan IMS dan HIV-AIDS. Dinas Kesehatan bersama dengan Graha Mitra mengadakan layanan IMS Mobile untuk pemandu karaoke dengan tujuan memperluas jangkauan pelayanan. Namun kunjungan terhadap layanan ini masih sangat rendah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pemanfaatan layanan IMS mobile dalam pencegahan IMS dan HIV-AIDS oleh pemandu karaoke. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan pengumpulan data dilakukan kepada 35 pemandu karaoke. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebesar 62,9 % responden tidak memanfaatkan layanan IMS mobile. Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel pengetahuan IMS, sikap dan kebutuhan layanan memiliki hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan layanan IMS mobile. Sedangkan dari hasil multivariat menunjukkan bahwa variabel kebutuhan layanan adalah variabel yang signifikan berpengaruh terhadap pemanfaatan layanan IMS mobile.Kata Kunci : IMS, layanan IMS mobile, pemandu karaoke, JeparaABSTRACTAnalysis of STI Mobile Services Utilization For STI and HIV-AIDS Prevention by Karaoke Guide of Graha Mitra Partnership in Mororejo Village Jepara; Jepara district has one of the biggest hotspots that Karaoke tour Pungkruk Beach in Mororejo that high risk of transmission of STIs and HIV - AIDS . Health Department along with Graha Mitra hold STI Mobile for karaoke guide with the purpose of expanding the range of services . But a visit to the service is still very low . This study aims to analyze the utilization of STI mobile services in the prevention of STI and HIV - AIDS by guiding karaoke .It was quantitative methods with cross-sectional approach. and data was collected for 35 karaoke guides. Results showed that 62,9 % of respondents never used STI mobile services. Results of bivariate analysis showed variable knowledge of STI, attitudes and needs of the service had a significant association with the utilization of STI mobile services. Multivariate indicate that the variable needs of the service are significant variables affect the utilization of STI mobile services.Keywords : STI, STI mobile services, karaoke guide, Jepara
Perilaku Kepala Keluarga dalam Menggunakan Jamban di Desa Tawiri Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon Horhoruw, Andrias; Widagdo, Laksmono
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 9, No. 2, Agustus 2014
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.277 KB) | DOI: 10.14710/jpki.9.2.226-237

Abstract

ABSTRAKPerilaku menggunakan jamban merupakan cara yang paling efektif, sederhana dan murah untuk mencegah penyakit-penyakit seperti diare, tifus, kolera, disentri. Tujuan umum penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku kepala keluarga dalam menggunakan jamban di Desa Tawiri Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon. Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah Simple Random Sampling. Jumlah sampel sebanyak 93 orang kepala keluarga yang berada di Desa Tawiri Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dan observasi. Hasil analisis univariat menggambarkan bahwa responden dengan perilaku menggunakan jamban sebanyak 72,0%, sedangkan responden yang tidak menggunakan jamban sebanyak 28,0%. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada enam variabel yang berhubungan dengan perilaku pengunaan jamban yaitu : ketersediaan sarana jamban di rumah, pengetahuan tentang penggunaan jamban, sikap terhadap penggunaan jamban, dukungan tokoh masyarakat, dukungan petugas kesehatan, dan dukungan tokoh agama. Hasil uji regresi logistik ganda diperoleh bahwa variabel yang paling dominan berpengaruh adalah dukungan tokoh agama (OR=19,116).Kata kunci : perilaku. kepala keluarga,penggunaan jambanABSTRACTHead of households behavior in using toilet at Tawiri Village, Teluk Ambon regency, Ambonmunicipality; Behavior of using toilet is the most effective and simple to prevent several kind of disease such as diarrhea, typhoid, cholera, and dysentery.. The purpose of this study is to examine factors influencing toward head of households behavior in using toilet at Tawiri Village Teluk Ambon Regency Ambon Municipality. This research is an explanatory research with cross sectional design. Study population consisted of 93 head of households chosen by using a simple random sampling. The data was collected by interview and observation. The findings showed that as much as 72,0% head of households have used toilet and as much as 28,0% head of households haven’t used toilet. There are any correlation between toilet availability, knowledge of using toilet, attitude toward using toilet, communities leader support, health officials support, and religious leader support. While based on logistic regression analyze, the majority factor was influenced toward head of households behavior in using toilet at Tawiri Village, Teluk Ambon Regency is religious leader support (OR=19,116).Keywords : behavior, head of households, using toilet
Perilaku Menggosok Gigi pada Siswa Sekolah Dasar Kelas V dan VI di Kecamatan Sumberejo Arianto, Arianto; Shaluhiyah, Zahroh; Nugraha, Priyadi
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 9, No. 2, Agustus 2014
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.491 KB) | DOI: 10.14710/jpki.9.2.127-135

Abstract

ABSTRAK Salah satu pencegahan karies gigi adalah menjaga kebersihan mulut dengan cara menggosok gigi secara baik dan benar. Usia sekolah dasar merupakan saat ideal untuk melatih kemampuan motorik seorang anak, diantaranya perilaku menggosok gigi. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor faktor yang berpengaruh terhadap perilaku menggosok gigi pada siswa Sekolah Dasar Kelas V dan VI di Kecamatan Sumberejo. Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian adalah siswa sekolah dasar kelas V dan VI di Kecamatan sumberejo dengan jumlah sampel 285 siswa. Analisa data dilakukan dengan cara univariat, bivariat dengan chi square dan multivariat dengan regresi logistic. Hasil analisis bivariat variabel yang berhubungan dengan perilaku menggosok gigi adalah peran orang tua (p=0,008), peran guru (p=0,007). Hasil uji regresi logistic menunjukan variabel yang paling berpengaruh terhadap perilaku menggosok gigi pada siswa sekolah dasar kelas V dan VI di Kecamatan Sumberejo adalah peran guru (OR= 1,791) artinya peran guru yang baik mempunyai kemungkinan siswa untuk berperilaku menggosok gigi yang baik sebanyak 2 kali lebih besar dibandingkan dengan peran guru yang kurang.Kata Kunci : Perilaku, menggosok gigi, Siswa sekolah dasarABSTRACT Tooth Brushing Behavior on the Elementary School Students of Grade V and VI in Sumberejo Sub-District; One of preventions for dental caries is by keeping mouth cleanliness by brushing the teeth properly and correctly. The age of elementary school is the ideal time to train a child’s motoric ability, such as teeth brushing behavior. The aim of the research is to identify the factors influencing teeth brushing behavior on the elementary school students of grade V and VI in Sumberejo Sub-Distict, Tanggamus District. The type of this research was explanatory research with cross sectional approach. The research subjects were the elementary school students of grade V and VI in Sumberejo Sub-Distict, and the number of samples was 285 students. The data analysis was conducted in univariate, bivariate with chi square and multivariate with logistic regression. The bivariate analysis results on the variables associated with tooth brushing behavior are the parents role (p=0.008), teacher’s role (p=0.007). The results of logistic regression test show that the most influencing variable on tooth brushing behavior in the elementary school students of grade V and VI in Sumberejo Sub-Distict, is teacher’s role (OR=1.934). It means that good teacher’s role has the effect on students to have good tooth brushing behavior twice as much as poor teacher’s role.Keywords: Behavior, Tooth Brushing, Elementary School Students

Page 1 of 1 | Total Record : 10