cover
Contact Name
I Putu Suiraoka
Contact Email
suiraoka@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aditya.pramana.85@gmail.com
Editorial Address
Kampus Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Denpasar Jl. Gemitir No. 72 Denpasar Timur, 80237
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science
ISSN : 2087183X     EISSN : 26207605     DOI : https://doi.org/10.33992/jig.v12i3
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science dikembangkan dengan tujuan menampung semua karya ilmiah mahasiswa dan dosen, baik hasil penelitian maupun tulisan ilmiah berupa hasil studi kepustakaan dengan mengedapankan etika dan kemuktakhiran ide. Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science menerima naskah yang berasal dari hasil penelitian atau tinjauan pustaka dengan fokus bidang ilmu gizi dan kesehatan, gizi dan makanan, terkait dengan aspek biokimia, gizi klinis, gizi masyarakat, makanan fungsional, termasuk nutrisi dan informasi dan peraturan makanan.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 3 (2023)" : 8 Documents clear
Pengaruh Konsentrasi Garam Dapur (NaCl) Terhadap Karakteristik Urutan Ayam (Sosis Terfermentasi) Gusti Ayu Karisma Deviartha; Anak Agung Nanak Antarini; Badrut Tamam
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v12i3.2134

Abstract

Urutan ayam yaitu sosis ayam terfermentasi yang memiliki tekstur padat dengan rasa gurih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi garam terhadap karakteristik urutan ayam secara organoleptik dan meningkatkan nilai gizi. Jenis penelitian Eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), 5 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan konsentrasi garam sebanyak 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%. Satu porsi urutan ayam mengandung nilai gizi yaitu protein 17,5 gram, lemak 3,5 gram, karbohidrat 1 gram, kadar air 16,5%, dan kadar abu 1,5%/bb. Perlakuan terbaik yaitu perlakuan P1 (1%) dan P2 (2%) dengan rentang tingkat kesukaan pada warna netral, aroma netral-suka, tekstur tidak suka-netral, rasa suka, penerimaan keseluruhan suka, mutu aroma agak gurih sedikit asam, mutu tekstur agak padat-padat, dan mutu rasa agak asin-gurih, dengan protein 34,21-35,73%/bb, lemak 7,03-7,56%/bb, karbohidrat 1,46-1,75%/bb, kadar air 52,92-52,95%, dan kadar abu 2,83-3,49%/bb.
Hubungan Tingkat Konsumsi Protein, Zat Besi, dan Vitamin C Terhadap Siklus Menstruasi Remaja di Sai Study Group Denpasar Ni Ketut Rani Arisanti; Ni Nengah Ariati; Ni Made Yuni Gumala
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v12i3.2129

Abstract

Siklus menstruasi adalah waktu sejak hari pertama menstruasi sampai datangnya menstruasi berikutnya. Faktor yang berpengaruh pada ketidakteraturan siklus menstruasi yaitu gangguan hormonal, psikis, status gizi, tingkat konsumsi, tingkat stress, dan aktivitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan tingkat konsumsi protein, zat besi, dan vitamin C terhadap siklus menstruasi pada remaja di Sai Study Group Denpasar. Jenis penelitian adalah observasional dengan rancangan cross-sectional. Jumlah sampel yang terlibat sebanyak 31 orang dengan kriteria yaitu remaja putri yang tergabung dalam Sai Study Group Denpasar, sudah mengalami menstruasi, dan bersedia menjadi sampel. Data tingkat konsumsi protein, zat besi, dan vitamin C diperoleh melalui wawancara langsung menggunakan formulir re-call 2 × 24 jam dan data siklus menstruasi melalui wawancara menggunakan kuisioner. Untuk mengetahui hubungan antara variabel digunakan uji statistik korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan rata-rata tingkat konsumsi protein tergolong sangat kurang (58,5%). Rata-rata tingkat konsumsi zat besi dan vitamin C tergolong kurang (45,0%) dan (31,6%). Siklus menstruasi remaja di Sai Study Group Denpasar tergolong polimenore (3,2%), normal (58,1%), dan  oligomenore (38,7%). Terdapat hubungan antara tingkat konsumsi protein dan zat besi terhadap siklus menstruasi dengan (α0,05) dan tidak ada hubungan antara tingkat konsumsi vitamin C terhadap siklus menstruasi (α0,05). Disarankan kepada remaja di Sai Study Group Denpasar untuk meningkatkan konsumsi makanan sumber zat gizi khususnya protein, zat besi, dan vitamin C.
Perbedaan Status Gizi Balita Berdasarkan Karakteristik Ibu dan Frekuensi Kunjungan Balita ke Posyandu di Desa Kapal Mengwi Badung Ni Luh Gede Asri Kusuma Yanti; I Wayan Ambartana; A.A. Gde Raka Kayanaya
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v12i3.2145

Abstract

Berdasarkan konsep yang dikembangkan oleh UNICEF timbulnya masalah gizi pada balita disebabkan oleh faktor langsung yaitu asupan makanan dan infeksi penyakit, faktor tidak langsung yaitu ketahanan pangan, pola pengasuhan, dan pelayanan kesehatan. Faktor tidak langsung tersebut berkaitan dengan tingkat pendidikan, pengetahuan dan keterampilan keluarga. Desa Kapal berada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Mengwi II, persentase balita gizi kurang (BB/U) 1,1%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status gizi balita berdasarkan karakteristik ibu dan frekuensi kunjungan balita ke posyandu di Desa Kapal Mengwi Badung. Jenis penelitian ini adalah Observasional dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan jumlah sampel 64 balita yang berumur 24-59 bulan. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan status gizi balita berdasarkan umur ibu (p = 0,004), ada perbedaan status gizi balita berdasarkan pendidikan ibu (p = 0,003), ada perbedaan status gizi balita berdasarkan pekerjaan ibu (p = 0,005), ada perbedaan status gizi balita berdasarkan pengetahuan gizi ibu (p = 0,000), dan ada perbedaan status gizi balita berdasarkan frekuensi kunjungan balita ke posyandu (p = 0,000). Disarankan bagi tenaga kesehatan agar memantau pelaksanaan posyandu, bagi kader posyandu agar meningkatkan penyuluhan tentang gizi seimbang, dan bagi ibu balita agar aktif mengajak balita untuk melakukan kunjungan ke posyandu setiap bulan
PERUBAHAN PERILAKU IBU TERHADAP STATUS GIZI BALITA MELALUI PELAKSANAAN PROGRAM POS GIZI Neni Fitra Hayati; Hafizah R.; Novelasari M.Kes
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v12i3.2120

Abstract

Proportion of malnutrition and malnutrition is at a percentage of 17.7% and is still above the target of 17%. The nutrition post program is one of the community empowerment-based innovation programs implemented in various regions in Indonesia to overcome nutritional problems. The purpose of the study was to see at changes in the behavior of mothers of toddlers towards nutritional status through the implementation of a nutrition post program. A type of quasi-experimental research with the research design of One Group Pretes Posttes, which was carried out in the working area of the Kuok Market Health Center, Pesisir Selatan Regency in May-June 2021. The study sample was 74 samples. Research measuring instruments are observation sheets, questionnaires and cheklist lists, data analysis with wilcoxon test and Chi-square test. Univariate results before and after the implementation of the nutrition post program were 10.90±1.91 and 11.46±1.98 for average body weight, 43.2% and 32.4% for the highest nutritional status, namely malnutrition. Bivariate results say there is a change in the mother's behavior towards the nutritional status of the toddler. It was concluded that the implementation of the nutrition post program provided a change in maternal behavior towards the nutritional status of the target toddler. It is recommended to puskesmas to increase the implementation of the nutrition post program. For researchers, in order to conduct further nutritional status checks, to see whether stunting or not toddlers are targeted.
Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap Terhadap Penyajian Makanan di Rumah Sakit Pemerintah dan Rumah Sakit Swasta Ni Putu Padma Widya Sari; Ida Ayu Eka Padmiari; Desak Putu Sukraniti
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v12i3.2158

Abstract

Kepuasan pasien adalah harapan pasien yang timbul atas tindakan tenaga kesehatan sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan selama proses berinteraksi dalam upaya memberikan pelayanan (Pohan dalam Sutari, 2017). Salah satu pelayanan kesehatan yang tidak luput dari perhatian adalah pelayanan makanan di rumah sakit, yakni penyajian makanan. Berdasarkan data hasil penelitian yang ada, masih terdapat kesenjangan antara harapan pasien dengan pengalaman terkait pelaksanan penyelenggaraan makanan di rumah sakit pemerintah dengan rumah sakit swasta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat inap berdasarkan penyajian makanan di rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta. Jenis penelitian yang digunakan adalah literature review dengan mencari database dari berbagai referensi, seperti jurnal – jurnal penelitian terkait dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap terhadap penyajian makanan di rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta. Adapun jumlah jurnal yang dikaji dalam penelitian ini berjumlah sebelas jurnal. Sebagian besar hasil ketidakpuasan pasien berkaitan dengan rasa makanan,aroma makanan, penampilan makanan, dan pelayanan petugas. Tingkat kepuasan pasien di rumah sakit pemerintah berdasarkan tingkat kepuasan terhadap penyajian makanan diperoleh 107% lalu untuk rumah sakit swasta diperoleh hasil 105.83%. Meskipun banyak kekurangan diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat untuk dijadikan sumber informasi dalam pengembangan di bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan, referensi untuk penelitian dengan tema yang sama, serta pembaharuan data
Hubungan Aktivitas Fisik dan Kepatuhan Diet dengan Kadar Glukosa Darah Pasien DM Tipe 2 Made Sri Rahayuningsih; I Wayan Juniarsana; Ni Komang Wiardani
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v12i3.2122

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia) dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh kerusakan sekresi insulin. Kadar normal glukosa darah sewaktu adalah dibawah 200 mg/dl. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan kepatuhan diet dengan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Penebel I. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 - Maret 2022. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 45 orang. Data aktivitas fisik dikumpulkan menggunakan formulir GPAQ (Global Physical Activity Questionnare), kepatuhan diet dikumpulkan menggunakan form Recall 2 x 24 jam, kadar glukosa darah dengan pengambilan darah menggunakan alat glukometer. Data diolah dengan analisis statistik korelasi Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 48,9% memiliki aktivitas fisik kategori tinggi, 62,2% patuh melaksanakan diet, dan 64,4% memiliki kadar glukosa darah terkendali. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah (p0,05) dan ada hubungan kepatuhan diet dengan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe 2 (p0,05).Kata Kunci: Aktivitas fisik; kepatuhan diet; kadar glukosa darah.
Hubungan Efikasi Diri dengan Kepatuhan Diet Rendah Garam dan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kuta Utara Devia Pramita Sari; Dr. Ni Komang Wiardani,SST.,M.Kes.; Pande Putu Sri Sugiani,DCN.,M.Kes
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v12i3.2184

Abstract

Efikasi diri adalah keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk menghasilkan tindakan yang ingin dicapai. Efikasi diri yang rendah cenderung berpengaruh terhadap tidak patuhanya dalam melaksanakan diet rendah garam dan pengendalian tekanan darah yang tidak baik pada pasien Hipertensi. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan Efikasi diri dengan kepatuhan diet rendah garam dan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja UPT Puskesmas Kuta Utara. Jenis penelitian ini bersifat observasi dengan desain “cross sectional”. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 42 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner General Self Efficacy Scale dan wawancara menggunakan formulir recall 2x24 jam. Data diolah dengan analisis statistik korelasi Rank Spearman. Dari 23 sampel yang patuh melaksanakan diet sebanyak 12 sampel (52,2%) memiliki efikasi diri tinggi dan dari 19 yang tidak patuh 13 sampel (68,4%) dengan tingkat efikasi diri rendah. Dari 18 sampel yang memiliki tekanan darah terkontrol sebanyak 10 sampel (55,5%) memiliki efikasi diri tinggi dan 24 sampel yang memiliki tekanana darah tidak terkontrol sebanyak 16 sampel (45,2%) dengan tingkat efikasi diri rendah. tariff segnifikan p = 0.05 diperoleh hasil p = 0,004, dan p = 0.05 diperoleh hasil p = 0,002. Disimpulkan bahwa ada hubungan Efkasi Diri dengan Kepatuhan Diet Rendah Garam dan Tekanan Darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja UPT Puskesmas Kuta Utara.
Tingkat Konsumsi Lemak Hewani Dan Kejadian Hipertensi Di Desa Banjarangkan Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung Ni Luh Pt. Armini Yanti; Anak Agung Ngurah Kusumajaya; Ida Ayu Eka Padmiari
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v12i3.2128

Abstract

Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi adalah suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi, yang dibawa oleh darah, terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkan.. Hipertensi erat kaitannya dengan pola makan yang salah. Hipertensi sering ditemukan di masyarakat dengan konsumsi lemak berlebih terutama lemak jenuh yang berasal dari hewani seperti daging-dagingan kususnya daging merah. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan, tingkat konsumsi lemak hewani dengan kejadian hipertensi di Desa Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan rancangan cross sectional. Sampelpenelitian berusia 38 - 55 tahun sebanyak 63 orang yang diambil secara proporsional random sampling. Data yang dikumpulkan meliputi data, identitas sampel,  tingkat konsumsi lemak hewani, dan tekanan darah. Data diolah dan dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menemukan sebanyak42,9 % mengalami hipertensi. Yang didapatkan dari kejadian hipertensi yaitu dari 63 sampel yang telah diteliti, dari 36 sampel dengan status tekanan darah normal, sebagian besar tingkat konsumsi lemak hewani sampel kurang yaitu sebanyak 23 sampel  (63,9%). Pada 27  sampel dengan status hipertensi seluruhnya (100,0%) tingkat konsumsi lemak hewani sampel tersebut tinggi. Dari uji koralasi product moment pearson yang dilakukan diperoleh nilai  p=0,001 yang artinya pada taraf signifikan 5%  ada hubungan tingkat konsumsi lemak hewani dengan kejadian hipertensi

Page 1 of 1 | Total Record : 8