cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2015)" : 10 Documents clear
PERANAN KELUARGA DALAM PROSES PENANAMAN KEDISIPLINAN TERHADAP REMAJA DI DUSUN KRAJAN, DESA GEMBONG, KECAMATAN ARJOSARI, KABUPATEN PACITAN TAHUN 2015 Erma Septanti
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.613 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i1.1089

Abstract

Peranan keluarga merupakan salah satu faktor penting dalam megembangkan kedisiplinan belajar agar remaja lebih termotivasi untuk berdisiplin diri terhadap dirinya sebagai seorang pelajar. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kedisiplinan belajar remaja dan peranan keluarga dalam proses penanaman kedisiplinan belajar terhadap remaja di Dusun Krajan, Desa Gembong, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan tahun 2015. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif, Pengumpulan data menggunakan metode observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi.Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan belajar remaja di Dusun Krajan, Desa Gembong, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan tahun 2015 belum disiplin. Remaja laki-laki akan belajar ketika diperintah terlebih dahulu dari keluarga atau orang tua, ketika ada tugas sekolah atau PR (Pekerjaan Rumah), dan akan menghadapi ulangan. Tidak ada kesadaran dari remaja laki-laki sendiri untuk belajar. Peranan keluarga dalam proses penanaman kedisiplinan terhadap remaja yaitu membimbing, mengarahkan, mengawasi, membiasakan dan menasihati. Peranan tersebut diimplementasikan dengan cara keluarga atau orang tua turut andil dalam kegiatan belajar anaknya, mengawasi anaknya belajar sampai selesai, menerapkan jadwal belajar, dan memberikan motivasi terhadap remaja untuk selalu giat belajar.
ANALISIS DAMPAK PROGRAM SIMPANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL (PSKS) TERHADAP MASYARAKAT MISKIN DI KELURAHAN BANGUNSARI, KECAMATAN DOLOPO, KABUPATEN MADIUN 2014 Chandra Hakim
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.489 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i1.1086

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada program dana bantuan Program SimpananKeluarga Sejahtera (PSKS) di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo,Kabupaten Madiun. Program ini merupakan program pengurangan kemiskinan dari Pemerintah Pusat sesuai amanat UUD 45 dan Pancasila.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan, evaluasi, dampakpenyaluran bantuan, dan hambatan beserta faktor pendukung dilaksanakannyaprogram PSKS di Kelurahan Bangunsari. Perolehan data pada penelitian inimelalui teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi(berupa data kualitatif). Hasil penelitian menunjukkan  bahwa pelaksanaan terbagiatas 4 tahap yaitu, persiapan pelaksanaan, pendataan sasaran penerima,penyebaran undangan penerima dan pengambilan dana bantuan. Evaluasidilaksanakannya program ini di Kelurahan Bangunsari terdapat 2 hal yaitu1)ketidaktepatan sasaran penerima bantuan dan 2) keefektifan program ini terkaitdengan upaya pengurangan kemiskinan. Dampak dilaksakannya program PSKSini yaitu (1) dampak jangka pendek terkai tmanfaat program ini terhadap efekkenaikan harga BBM yang diikuti kenaikan kebutuhan bahan-bahan pokok dan(2) dampak jangka panjang terkait lemahnya efek kemampuan program ini dalamupaya pengurangan kemiskinan. Selain itu, ada 2 dampak lain yaitu, (1) dampakpositif terkait dengan manfaat program bantuan dana ini sebagai pemenuhankebutuhan mendesak masyarakat karena naiknya harga BBM yang diikuti olehkenaikan harga bahan pokok. dan (2) dampak negative terkait dengan munculnyasifat ketergantungan masyarakat terhadap pemerintah yang memunculkankecemburuan social terhadap penerima bantuan. Hambatan dilaksanakannyaprogram ini adalah permasalahan tepat dan tidak tepatnya program dan faktorpendukungnya adalah kooperatif semua komponen masyarakat dan pemerintahKelurahan (juga Kecamatan, Polsek dan Koramil).
PERANAN PEMUDA KARANG TARUNA DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PANCASILA SILA KELIMA DI RT.07 RW.03 DUSUN SEGULUNG, DESA SEGULUNG, KECAMATAN DAGANGAN, KABUPATEN MADIUN TAHUN 2015 Toni Susanto
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.247 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i1.1098

Abstract

Padakarang taruna terdapat satu program kerja yang ditujukan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial masyarakat terutama pada desa atau kelurahan yang di tempati. Hal ini sesuai dengan amalan Pancasila sila kelima yang berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna Pancasila dan karang taruna serta peranan pemuda karang taruna dalam mengimplementaikan pancasila sila kelima. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif.Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Segulung, Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.Sumber data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dengan triangulasi teknik.Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna pancasila sila kelima adalah mengajak masyarakat aktif dalam memberikan sumbangan yang wajar sesuai dengan kemampuan dan kedudukannya demi terwujudnya kesejahteraan umum. Organisasi di masyarakat yang berperan mengajak masyarakat aktif mewujudkan kesejahteraan umum adalah karana taruna. Karang taruna tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran terhadap keadaan dan permasalahan di lingkungannya serta adanya tanggungjawab sosial untuk terus berusaha menanganinya. Peranan pemuda karang taruna dalam mengimplementaikan pancasila sila kelima ada tiga macam kegiatan.Kegiatan yang dilakukan yaitu, sinoman, kerja bakti dan kepanitian hari kemerdekaan dan hari besar keagamaan
ANALISIS DAMPAK PROGRAM SIMPANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL (PSKS) TERHADAP MASYARAKAT MISKIN P DI KELURAHAN BANGUNSARI, KECAMATAN DOLOPO, KABUPATEN MADIUN 2014 Chandra Hakim
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.489 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i1.1085

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada program dana bantuan Program SimpananKeluarga Sejahtera (PSKS) di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo,Kabupaten Madiun. Program ini merupakan program pengurangan kemiskinan dari Pemerintah Pusat sesuai amanat UUD 45 dan Pancasila.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan, evaluasi, dampakpenyaluran bantuan, dan hambatan beserta faktor pendukung dilaksanakannyaprogram PSKS di Kelurahan Bangunsari. Perolehan data pada penelitian inimelalui teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi(berupa data kualitatif). Hasil penelitian menunjukkan  bahwa pelaksanaan terbagiatas 4 tahap yaitu, persiapan pelaksanaan, pendataan sasaran penerima,penyebaran undangan penerima dan pengambilan dana bantuan. Evaluasidilaksanakannya program ini di Kelurahan Bangunsari terdapat 2 hal yaitu1)ketidaktepatan sasaran penerima bantuan dan 2) keefektifan program ini terkaitdengan upaya pengurangan kemiskinan. Dampak dilaksakannya program PSKSini yaitu (1) dampak jangka pendek terkai tmanfaat program ini terhadap efekkenaikan harga BBM yang diikuti kenaikan kebutuhan bahan-bahan pokok dan(2) dampak jangka panjang terkait lemahnya efek kemampuan program ini dalamupaya pengurangan kemiskinan. Selain itu, ada 2 dampak lain yaitu, (1) dampakpositif terkait dengan manfaat program bantuan dana ini sebagai pemenuhankebutuhan mendesak masyarakat karena naiknya harga BBM yang diikuti olehkenaikan harga bahan pokok. dan (2) dampak negative terkait dengan munculnyasifat ketergantungan masyarakat terhadap pemerintah yang memunculkankecemburuan social terhadap penerima bantuan. Hambatan dilaksanakannyaprogram ini adalah permasalahan tepat dan tidak tepatnya program dan faktorpendukungnya adalah kooperatif semua komponen masyarakat dan pemerintahKelurahan (juga Kecamatan, Polsek dan Koramil).
PERANAN BALAI PERMASYARAKATAN (BAPAS) DALAM PEMBIMBINGAN ANAK NAKAL DI MADIUN Ninda Paramita Sari
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.27 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i1.1095

Abstract

Kenakalan anak memberi dorongan kuat bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk lebih memperhatikan masalah kenakalan anak khususnya balai permasyarakatan (BAPAS). Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pemasyarakatan Kelas II Madiun.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.Sumber data yang digunakan adalah sumber primer dan sekunder. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi dan cross cek. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan balai permasyarakatan (BAPAS) dalam pembimbingan anak nakal yaitu membantu, membimbing, dan mengawasi latihan kerja anak nakal berdasarkan putusan pengadilan yang dijatuhi pidana bersyarat, pidana pengawasan, pidana denda diserahkan kepada negara dan yang memperoleh pembebasan bersyarat dari Lembaga Pemasyarakatan. Hambatan-hambatan yang dihadapi oleh BAPAS Kelas II Madiun dalam pembimbingan anak nakal yang dilakukan oleh Pembimbingan Kemasyarakatan Klien Anak berasal dari beberapa hal. Hambatan itu adalah cakupan wilayah kerja BAPAS kelas II Madiun terlalu luas yaitu sekaresidenan Madiun yaitu Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan, lokasi tempat tinggal klien anak di pelosok, tidak ada alat komunikasi, tidak ada transportasi, dan keadaan perekonomian orang tua klien anak sehingga pembimbingan kemasyarakatan klien anak sulit mengatur jadwal kunjungan sekaligus proses bimbingan menjadi kurang efektif.
POLA PEMBENTUKAN KARAKTER MANDIRI PADA PONDOK PESANTREN DARUSSALAM MEKAR AGUNG DESA PUCANGANOM, KECAMATAN KEBONSARI, KABUPATEN MADIUN TAHUN 2015 Dadang Setyawan
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.266 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i1.1087

Abstract

Pola pembentukan karakter mandiri saat ini merupakan hal yang sangat penting untuk anak-anak sebagai calon penerus bangsa. Pada pondok pesantren, saat santri masuk sudah dikenalkan dengan kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pembentukan karakter mandiri pada pondok pesantren Darussalam Mekar Agung di Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.Metode penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun selama empat bulan, yaitu Maret sampai Juni 2015. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data interaktif yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung sangat berperan dalam pembentukan karakter mandiri santri. Hal ini ditunjukkan dengan berjalannya kegiatan para santri yang semuanya dikerjakan sendiri tanpa bantuan dari orang tua. Selain itu, didukung dengan ketatnya aturan pondok pesantren yang menambah terbentuknya karakter mandiri pada santri.
IMPLEMENTASI FUNGSI LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (LPM) TERHADAP PEMBANGUNAN DESA PELEM, KECAMATAN KARANGREJO, KABUPATEN MAGETAN TAHUN 2010-2014 Nur Indra Kurniawan
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.501 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i1.1096

Abstract

Pemerintah membuat peraturan mengenai pembentukan lembaga kemasyarakatan yang salah satunya yaitu Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) sebagai penyalur pembangunan untuk percepatan pembangunan pedesaan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan dan implementasi fungsi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) terhadap pembangunan Desa Pelem, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan tahun 2010-2014.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pelem, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan selama enam bulan, yaitu pada Februari sampai dengan Juli 2015.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.Sumber data yang digunakan adalah sumber primer dan sekunder.Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi.Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembangunan di Desa Pelem, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan sudah cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari infrastruktur misalnya pengadaan jalan di Desa Pelem yang sudah diaspal semua, pembuatan saluran air, penyediaan MCK umum, pembuatan kios, pembuatan talut, dan perenovasian Kantor Kepala Desa. Implementasi fungsi LPM terhadap pembangunan Desa Pelem, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan ada yang sudah berjalan dengan baik dan ada yang belum.Fungsi tersebut meliputi sebagai lembaga penanaman dan pemupukan rasa persatuan dan kesatuan masyarakat desa, pengoordinasian perencanaan pembangunan, pengoordinasi perencanaan lembaga kemasyarakatan, perencanaan kegiatan pembangunan secara partisipatif, dan penggalian dan pemanfaatan sumber daya kelembagaan untuk pembangunan di desa.
ANALISIS EKTRAKULIKULER SENI TRADISIONAL REOG TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER KREATIF SISWA SMA NEGERI 2 KABUPATEN PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Eka Kistiasari
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.029 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i1.1088

Abstract

ekolah wajib mengadakan ekstrakulikuler yang bertujuan untuk pengembangan pendidikan seutuhnya.Salah satunya dengan ekstrakulikuler reog. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan ektrakulikuler seni tradisional reog di SMAN 2 Ponorogo tahun pelajaran 2014/2015, pembentukan karakter kreatif siswa SMAN 2 Ponorogo tahun pelajaran 2014/2015, dan pengaruh kegiatan ektrakulikuler seni tradisional reog terhadap pembentukan karakter kreatif siswa kelas X dan XI yang mengikuti ekstrakurikuler seni tradisional reog di SMAN 2 Ponorogo tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini berbentuk penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan pendekatan studi kasus. Yang menjadi informan adalah guru seni budaya, guru konselor/ pelatih ekstrakurikuler reog, guru BK, wakasek kesiswaan, siswa kelas X dan XI serta kepala sekolah yang membuat kebijakan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi.Data dianalisis dengan reduksi data, penarikan simpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan ektrakulikuler seni tradisional reog di SMAN 2 Ponorogo tahun pelajaran 2014/2015 sudah terlaksana dengan baik.Hal ini terbukti dengan adanya pelatihan seni tradisional reog secara rutin di sekolah yang dilaksanakan setiap Kamis. Pembentukan karakter kreatif siswa SMAN 2 Ponorogo tahun pelajaran 2014/2015 sudah maksimal dengan kreativitas siswa dalam memodifikasi erakan reog. Pengaruh kegiatan ektrakulikuler seni tradisional reog terhadap pembentukan karakter kreatif siswa kelas X dan XI yang mengikuti ekstrakurikuler seni tradisional reog di SMAN 2 Ponorogo tahun pelajaran 2014/2015 sangat berpengaruh tidak hanya prestasi akademis tetapi juga nonakademis. Prestasi itu terbukti dari banyaknya juara yang didapat dalam seni tradisional reog baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
PENGARUH KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PMR DAN KEDISIPLINAN TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL SISWA SMKN 1 GENENG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Rochman Mahfurianto
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.809 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i1.1097

Abstract

Siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seperti PMR mempunyai kelebihan dalamketerampilan sosial seperti kecakapan bergaul atau berkomunikasi dengan lingkungan sosial dan mempunyai jiwa kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh ekstrakurikuler PMR dan kedisiplinan terhadap keterampilan sosial siswa SMKN 1 Geneng. Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 1 Geneng, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Waktu yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu selama 6 bulan dari Februari sampai dengan Juli 2015.Metode dalam penlitian ini menggunakan metode deskriptif.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif.Pada penelitian ini, variabel independen (X1) adalah ekstrkurikuler PMR dan (X2) adalah kedisiplinan serta variabel dependen (Y)adalah keterampilan sosial. Populasinya adalah seluruh siswa anggota PMR berjumlah 55 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket atau kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ektrakurikuler PMR dan kedisiplinan mempunyai pengaruh tehadap keterampilan sosial siswa SMKN 1 Geneng. Hal ini menunjukan bahwa dengan kegiatan ekstrakurikuler PMR dan kedisiplinan yang baik dapat meningkatkan keterampilan sosial.
PERANAN POSYANDU LANSIA DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MASYARAKAT DI KELURAHAN KERTOSARI, KECAMATAN BABADAN, KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2015 Mey Yustinasari
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.304 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i1.1094

Abstract

Posyandu lansia berperan meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya para lansia sehingga lansia memiliki jiwa yang sehat dan sejahtera. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesehatan lansia, pelaksanaan dan peranan Posyandu Lansia di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo selama empat bulan, yaitu pada Maret sampai dengan Juni 2015.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber primer dan sekunder. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan lansia di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo ada yang sadar kesehatan dan ada yang tidak sehingga lansia yang tidak sadar kesehatan banyak mengalami masalah kesehatan. Para lansia tersebut rutin mendatangi Posyandu Lansia yang diadakan setiap satu bulan sekali pada Rabu minggu pertama mulai pukul 07:00 WIB. Di sini, para lansia tidak hanya dapat memeriksakan kesehatan tetapi juga menghibur diri karena Posyandu Lansia berperan sebagai pelayanan kesehatan, tempat konseling, dan tempat bersilaturahmi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10