cover
Contact Name
Harls Evan Siahaan
Contact Email
evandavidsiahaan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
kurios@sttpb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kurios
ISSN : 2615739X     EISSN : 26143135     DOI : -
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2614-3135 (online), ISSN: 2406-8306 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2: Agustus 2024" : 25 Documents clear
Manajemen konflik dan dinamika sosial: Membangun kedewasaan sosial remaja melalui pendidikan kristiani Sianturi, Novita; Heydemans, Esther; Ruindungan, Max
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.946

Abstract

This study aims to analyze efforts to manage conflict effectively for Christian adolescents in dealing with social dynamics among adolescents. This study uses a descriptive method based on observations of adolescent cases in Teling Atas Village, Lingkungan 1, Manado, and a literature review that strengthens efforts to manage the social conflict of teenagers. The study's results indicate that teenagers' social dynamics that have the potential for conflict require the ability to manage the conflict, and teenagers have the potential to do so through social maturity. This study concludes that Christian education, which focuses on family education, has great potential to shape the social maturity of teenagers, especially Generation Z.   Abstrak Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis upaya mengelola konflik yang efektif bagi remaja Kristen dalam menghadapi dinamika sosial di kalangan remaja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif berbasis pada observasi kasus remaja di Kelurahan Teling Atas, Lingkungan 1, Manado, dan kajian literatur yang memperkuat upaya manajemen konflik sosial remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika sosial remaja yang berpotensi pada konflik membutuhkan kemampuan dalam mengelola konflik tersebut, dan remaja memiliki potensi untuk melakukannya melalui kedewasaan sosial. Simpulan penelitian ini adalah, pendidikan kristiani, yang difokuskan pada pendidikan keluarga, sangat berpeluang untuk membentuk kedewasaan sosial remaja, khususnya Generasi Z.
Integritas kristiani: Keseimbangan dalam hidup menggereja pada ruang eklesial-sosial Togatorop, Timotius Mangiring Tua; Widjaja, Fransiskus Irwan
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.1053

Abstract

Christian integrity faces the challenges of church life in social and ecclesial spaces; both reflect one standard. Presence in social spaces, especially in the digital world, presents a dramaturgical lifestyle or, like, playing a role so that it tends to be manipulative. This article aims to build a theological concept of Christian integrity reflected through church life in ecclesial and social spaces. Using a literature study approach, through published research articles, we find that church life must always display the same face of Christ in all spaces or dimensions of life. This means that Christian integrity is the spirit of church life in the ecclesial-social sphere.   Abstrak Integritas kristiani diperhadapkan pada tantangan hidup menggereja pada ruang sosial dan eklesial; apakah keduanya mereleksikan satu standar. Kehadiran pada ruang sosial, khususnya di dunia digital, menghadirkan gaya hidup yang dramaturgis atau seperti bermain peran sehingga cenderung manipulatif. Artikel ini bertujuan untuk membangun konsep teologis tentang integritas kristiani yang tercermin melalui hidup menggereja pada ruang eklesial dan sosial. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka, melalui artikel hasil riset yang dipublikasi, kami mendapatkan bahwa kehidupan gereja harus selalu menampilkan wajah Kristus yang sama di segala ruang atau dimensi kehidupan. Ini berarti, integritas kristiani selalu menjadi spirit dalam hidup menggereja di ruang eklesial-sosial
Pendidikan kristiani yang adaptif dan responsif: Formasi pendidikan spiritual remaja dalam bingkai beragama di ruang digital Evimalinda, Rita
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.1059

Abstract

This article maps a challenge for Christian teenagers living their calling in the digital space. Existence in the digital world that is vulnerable to disruption demands a spiritual formation for teenagers to actualize themselves without reducing natural things. This study offers a construction of Christian education that can shape a religious spirit in the digital space. By using various kinds of literature that map the formation of spiritual education in the digital world through descriptive Christian education, the results obtained show the need for digital church spirituality for Christian teenagers. In conclusion, the formation of spiritual education for teenagers in the frame of churching in the digital space can be built through adaptive and responsive Christian education.   Abstrak Artikel ini memetakan sebuah tantangan bagi remaja Kristen dalam menghidupi panggilannya di ruang digital. Keberadaan di dunia digital yang rentan dengan disrupsi menuntut sebuah formasi spiritual remaja untuk mengaktualisasi dirinya tanpa harus mereduksi hal-hal yang natural. Tujuan penelitian ini adalah menawarkan sebuah konstruksi pendidikan kristiani yang dapat membentuk spirit beragama di ruang digital. Dengan mempergunakan berbagai literatur yang memetakan formasi pendidikan spiritual di dunia digital melalui pendidikan kristiani secara deskriptif, maka diperoleh hasil yang memperlihatkan kebutuhan spiritualitas menggereja secara digital bagi para remaja Kristen. Simpulannya, formasi pendidikan spiritual remaja dalam bingkai menggereja di ruang digital dapat dibangun melalui pendidikan kristiani yang adaptif dan responsif.
Digital storytelling: Menstimulasi minat spiritualitas pada anak Generasi Alfa di era posdigital Sidabutar, Dewi Lidya; Prasetya, Didimus Sutanto B.
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.1064

Abstract

The issue of the spirituality of Generation Alpha children must start by mapping their digital-based interests. One way to increase interest in the process of learning Christian education is through a storytelling approach. This article offers digital-based storytelling to build and develop the spiritual interests of Generation Alpha children. This article uses a literature study through descriptive searches on various research references on storytelling and Generation Alpha in the post-digital era. Research shows the power of storytelling in improving the abilities of Generation Alpha children. We conclude that the spirituality of Generation Alpha begins with the interest in spirituality itself, which can be stimulated through digital storytelling.   Abstrak Persoalan spiritualitas anak generasi Alfa harus dimulai dari memetakan minat mereka yang berbasis digital. Salah satu cara untuk meningkatkan minat dalam proses belajar pendidikan kristiani adalah dengan pendekatan storytelling. Artikel ini bertujuan untuk menawarkan penggunaan storytelling bebasis digital guna membangun hingga mengembangkan minat spiritualitas anak generasi Alfa. Artikel ini menggunakan studi pustaka, melalui penelusuran secara deskriptif pada berbagai referensi hasil riset tentang storytelling dan generasi Alfa di era posdigital. Penelusuran riset memperlihatkan kekuatan storytelling dalam meningkatkan kemampuan anak generasi Alfa. Kami menyimpulkan bahwa spiritualitas generasi Alfa dimulai dari minat spiritualitas itu sendiri, yang dapat distimulasi melalaui digital storytelling.
Kepemimpinan dan pendidikan yang berkelanjutan: Sebuah konstruksi pendidikan kristiani dalam dialektika teologi dan kearifan lokal Batak Toba Situmorang, Meditatio; Sagala, Ronal; Sigiro, Adi Suhenra; Sihombing, Nursalina
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.1066

Abstract

This research examines the construction of Christian education through the dialectic between theology and Toba Batak local wisdom in the context of sustainable leadership and education. Using qualitative library research methods, this study analyzes how the principles of servant leadership from Christian theology can be integrated with dalihan na tolu philosophy as a foundation for sustainable Christian education. The results show that dalihan na tolu values such as reciprocity, harmony, and social justice have significant theological relevance to sustainable education development. The integration of Christian theological perspectives with Batak Toba cultural wisdom creates a contextual educational model that is responsive to local identity while maintaining universal Christian values. This research contributes to the development of contextual theology in Indonesia, particularly in formulating sustainable Christian education that is rooted in local wisdom while oriented toward Education for Sustainable Development (ESD) goals.   Abstrak Penelitian ini mengkaji konstruksi pendidikan Kristiani melalui dialektika antara teologi dan kearifan lokal Batak Toba dalam konteks kepemimpinan dan pendidikan yang berkelanjutan. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan kualitatif, kajian ini menganalisis bagaimana prinsip-prinsip kepemimpinan melayani dari teologi Kristen dapat diintegrasikan dengan falsafah dalihan na tolu sebagai landasan pendidikan Kristiani yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dalihan na tolu seperti resiprokalitas, harmoni, dan keadilan sosial memiliki relevansi teologis yang signifikan terhadap pengembangan pendidikan berkelanjutan. Integrasi perspektif teologis Kristen dengan kearifan budaya Batak Toba menciptakan model pendidikan kontekstual yang responsif terhadap identitas lokal sekaligus mempertahankan nilai-nilai universal Kristen. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan teologi kontekstual di Indonesia, khususnya dalam merumuskan pendidikan Kristiani yang berkelanjutan, berakar pada kearifan lokal, sekaligus berorientasi pada tujuan Education for Sustainable Development (ESD).

Page 3 of 3 | Total Record : 25