cover
Contact Name
Harls Evan Siahaan
Contact Email
evandavidsiahaan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
kurios@sttpb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kurios
ISSN : 2615739X     EISSN : 26143135     DOI : -
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2614-3135 (online), ISSN: 2406-8306 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 3: Desember 2023" : 24 Documents clear
Moderasi Beragama pada Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH), Wilayah Pelayanan Tobelo Tiang, Desyane Silce; Nanuru, Ricardo Freedom; Petrus, Jerizal
KURIOS Vol. 9 No. 3: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i3.768

Abstract

This research aims to determine the extent to which religious moderation programmed by the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia since 2019 has a place in the life of the Evangelical Christian Church in Halmahera (GMIH) Tobelo Service Area. This research uses qualitative research methods, which emphasize phenomena and examine the substance of the meaning of these phenomena. This research found that ideally, religion should not be a source of conflict but rather a guide for society to live a pluralistic life; strengthening religious moderation is vital to building national culture and character; in the Indonesian context, moderate religion can be used as a cultural strategy to maintain an Indonesia that is peaceful, tolerant, and respects religion; the religious moderation program has not been well received and implemented by the church as a government partner, less popular among local churches like the Evangelical Christian Church in Halmahera (GMIH). In conclusion, local churches, such as GMIH, play an essential role in building religious moderation, cultivating it in a structured manner within its internal circles through work programs regulated from the synodal level to the congregations.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menemukan sejauh mana moderasi beragama yang diprogramkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sejak tahun 2019 mendapat tempat dalam kehidupan Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH), Wilayah Pelayanan Tobelo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yang menekankan pada fenomena dan lebih meneliti ke substansi makna dari fenomena tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa, idealnya agama tidak menjadi sumber konflik, melainkan menjadi pedoman bagi masyarakat tentang bagaimana hidup di tengah keberagaman; penguatan moderasi beragama menjadi penting sebagai upaya membangun kebudayaan dan karakter bangsa; dalam konteks ke-Indonesia-an, moderasi beragama dapat dijadikan sebagai strategi kebudayaan untuk merawat Indonesia yang damai, toleran, dan menghargai keragamaan; dan, program moderasi beragama belum secara baik diterima dan dilakukan oleh gereja sebagai mitra pemerintah, kurang bergaung di kalangan Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH). Kesimpulannya, gereja lokal, seperti GMIH, memegang peranan penting dalam membangun moderasi beragama, membudayakannya secara terstruktur di kalangan internalnya, melalui program kerja yang diatur dari tingkat sinodal sampai ke jemaat-jemaat.
Liturgi dan budaya: Sebuah tawaran konstruktif liturgi berbasis budaya pada Gereja Masehi Injili di Halmahera Danius, Ebin Eyzer; Boediman, Marthen Dominggus
KURIOS Vol. 9 No. 3: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i3.771

Abstract

This article examines the relationship between liturgy and culture in the Evangelical Christian Church in Halmahera. It also shows that culture is important in Christian religious practice, as shown in the worship liturgy. Liturgy should be interpreted not only as a system of worship but also as a meeting space between daily life and the life of faith of Halmahera Christians. This research uses qualitative research methods with data collection techniques through interviews and distributing a list of questions followed by in-depth interviews with key figures. The research results show that the Evangelical Christian Church in Halmahera does not yet have a clear attitude and position in connecting liturgy and culture. This study also found that awareness of culture in worship is important in Christians' lives in certain practices.AbstrakTujuan dari tulisan ini adalah untuk mengkaji hubungan liturgi dan kebudayaan pada Gereja Masehi Injili di Halmahera. Selain itu juga untuk memperlihatkan bahwa pada dasarnya kebudayaan memiliki nilai penting dalam suatu praktik keagaaman Kristen yang diperlihatkan pada liturgi peribadatan. Liturgi seharusnya dimaknai bukan saja sebagai sebuah tata ibadah, melainkan juga ruang pertemuan antara kehidupan harian dengan kehidupan beriman dari orang Kristen Halmahera. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan penyebaran daftar pertanyaan yang dilanjutkan dengan wawancara mendalam terhadap nara sumber yang menjadi tokoh kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gereja Masehi Injili di Halmahera belum memiliki sikap dan posisi yang jelas dalam menghubungkan liturgi dan budaya. Studi ini juga menemukan bahwa dalam praktik tertentu, kesadaran tentang budaya dalam ibadah ditunjukan sebagai sesuatu yang penting dalam kehidupan orang Kristen. di Halmahera.
Memaknai politik dalam dua matra A. A. Yewangoe: Suatu basis teologis bagi keterlibatan gereja dalam dunia politik di Indonesia Wowor, Alter Imanuel
KURIOS Vol. 9 No. 3: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i3.804

Abstract

Discussions about political theology in Indonesia became increasingly popular after the reformation events. The pros and cons regarding the church's involvement in various political affairs seem to be a hot issue that continues to emerge in various political events in Indonesia. The lack of uniform attitudes and interpretations of the many churches in Indonesia regarding what politics is, how churches do politics, and the relationship between politics and the church makes this problem even more complicated. This research aims to produce a study that can be used as a reference or on a theological basis regarding the issue of church involvement in politics in the Indonesian context based on a review of Andreas Anangguru Yewangoe's thoughts. The research method used in this research is descriptive analysis with a literature study approach. The thesis is that the church's involvement in politics is a response to a divine call and is not facultative. The Gospel is an "entry point" or basis for the church's political involvement. Thus, politics should not be considered taboo, dirty, or foreign to the Christian community.AbstrakPembicaraan mengenai teologi politik di Indonesia semakin ramai pascaperistiwa reformasi. Sikap pro-kontra terkait keterlibatan gereja dalam berbagai urusan politik seakan menjadi isu hangat yang terus muncul dalam berbagai peristiwa politik yang terjadi di Indonesia. Tidak adanya kesamaan sikap dan tafsiran dari banyaknya gereja-gereja di Indonesia terhadap apa itu politik, bagaimana gereja berpolitik, serta apa hubungan antara politik dengan gereja menjadikan permasalahan ini menjadi semakin rumit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan suatu kajian yang bisa dijadikan referensi atau basis teologis berkaitan dengan isu keterlibatan gereja dalam dunia politik pada konteks Indonesia berdasarkan ulasan atas pemikiran Andreas Anangguru Yewangoe. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Artikel ini mengajukan tesis bahwa keterlibatan gereja dalam dunia politik merupakan suatu tanggapan atas panggilan ilahi, dan bukanlah sesuatu yang fakultatif sifatnya. Injil merupakan salah sebuah “entry point” atau basis dari keterlibatan gereja dalam dunia politik. Dengan demikian, politik tidak boleh dipahami sebagai sesuatu yang tabu, kotor, atau asing bagi komunitas umat Kristen.
Perempuan melawan: Tafsir terhadap ratu Wasti dan dewi Drupadi dalam perspektif feminis Natar, Asnath Niwa
KURIOS Vol. 9 No. 3: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i3.842

Abstract

In a patriarchal society, women are often positioned as weak beings and must be controlled by men in almost all fields. Women themselves believe that this is their position and accept unfair treatment without being able to protest or fight back. This research aims to explore Drupadi and Vashti's resistance to exploiting their bodies by using qualitative research methods with literature studies. As for interpretation, I used the cross-textual hermeneutic method. Women's bodies belong to women themselves; therefore, women must dare to reclaim authority over their bodies. The resistance carried out by Drupadi and Vashti will inspire women to liberate themselves from the shackles of oppression and experience liberation.  AbstrakDalam kehidupan masyarakat patriarkhi, perempuan sering diposisikan sebagai makhluk yang lemah dan harus dikontrol oleh laki-laki hampir dalam segala bidang. Perempuan sendiri percaya bahwa posisi mereka memang demikian dan menerima perlakuan yang tidak adil  tanpa mampu untuk protes atau melawan. Penelitian ini bertujuan menelusuri bagaimana perlawanan Drupadi dan Wasti akan eksploitasi terhadap tubuh mereka dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi literatur. Sedangkan untuk tafsir saya menggunakan metode cross textual hermeneutic. Tubuh perempuan adalah milik perempuan sendiri karena itu perempuan harus berani merebut kembali otoritas terhadap tubuh mereka. Perlawanan yang dilakukan oleh Drupadi dan Wasti akan memberikan inspirasi bagi kaum perempuan untuk membebaskan diri dari belenggu penindasan dan mengalami pembebasan.  
Gereja dan cyberbullying remaja: Pendampingan pastoral bagi remaja korban cyberbullying Ruimassa, Aleta Apriliana; Nanuru, Ricardo Freedom
KURIOS Vol. 9 No. 3: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i3.843

Abstract

This article aims to find out teenagers' problems related to bullying on social media and to put a pastoral-based approach so that the church, with its pastoral services, can be relevant to the struggles of teenage church members. The method used is descriptive analysis with a systematic literature review approach. The findings of this research show that the internet or digital world opens up space for teenage bullying, which starts from encounters and interactions on social media. Apart from that, teenagers are less able to open up a space for discussion regarding cyberbullying issues with other people and their parents. The church must be present for these youth problems through pastoral care to prevent worse things from happening.AbstrakTulisan ini bertujuan untuk menemukan persoalan remaja terkait perundungan di media sosial dan menempatkan pendekatan berbasis pastoral agar gereja dengan pelayanan pastoralnya dapat menjadi relevan bagi pergumulan anggota-anggota jemaat yang masih remaja. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan systematic literature review. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa dunia internet atau digital membuka ruang terjadinya perundungan remaja yang dimulai dari perjumpaan dan pergaulan di media sosial. Selain itu, remaja kurang mampu membuka ruang diskusi terkait persoalan cyberbullying kepada orang lain dan orang tua mereka. Gereja harus hadir bagi persoalan remaja tersebut melalui pendampingan pastoral demi mencegah hal buruk terjadi. 
Kerapuhan pada kayu salib: Sebuah refleksi spiritualitas pelayanan terhadap kaum disabilitas di Gereja Toraja Silaban, Tri Oktavia Hartati; Marrung, Roby; Masiku, Jefry L.
KURIOS Vol. 9 No. 3: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i3.847

Abstract

This article is backgrounded by concern for groups of people with disabilities who sometimes do not receive optimal services in the church. This situation makes them seem marginalized from other congregation members, while church services greatly influence the quality of the congregation's faith growth, including people with disabilities. This article aims to show the theological construction of spirituality serving people with disabilities through the narrative of fragility on the cross. The method used is interpretive descriptive analysis, based on a literature study regarding the narrative of the cross of Christ from various references and observations in several Toraja churches related to services for people with disabilities. The narrative of the cross shows that Christ's humanity was unable to escape suffering until death. The appreciation of the cross, which shows Christ's disability, is an expression of the fragility that He embraced in love so that through it, the spirituality of serving people with disabilities can be built and developed.AbstrakTulisan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap kelompok penyandang disabilitas yang kadangkala tidak mendapatkan pelayanan secara maksimal di gereja. Situasi tersebut membuat mereka seolah tersisihkan dari anggota jemaat yang lain, sementara pelayanan gereja sangat memengaruhi kualitas pertumbuhan iman jemaat, termasuk kaum disabilitas. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan konstruksi teologis tentang spiritualitas melayani kaum disabilitas melalui narasi kerapuhan pada kayu salib. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif interpretatif, berbasis pada kajian literatur tentang narasi salib Kristus dari beragam referensi dan observasi pada beberapa Geraja Toraja terkait pelayanan terhadap penyandang disabilitas. Narasi kayu salib memperlihatkan kemanusiaan Kristus tidak mampu melepaskan diri dari penderitaan hingga kematian. Penghayatan pada kayu salib yang memperlihatkan ketidakmampuan Kristus merupakan ekspresi kerapuhan yang direngkuh-Nya dalam cinta, sehingga melaluinya spiritualitas melayani kaum disabilitas dapat dibangun dan dikembangkan.
Kemandirian perempuan dalam bingkai kesetaraan dan keadilan gender: Sebuah refleksi naratif Rut dan Naomi Windarti, Maria Titik
KURIOS Vol. 9 No. 3: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i3.848

Abstract

The independence, roles, and rights of women who are often discriminated against in many aspects give rise to issues of gender inequality and equality. Through literature study, this research article looks at the Book of Ruth as a canonical book that presents a portrait of independent women from both a humanist and a theocentric perspective that can be used to contribute to strengthening gender inequality. This research found that the figures of Ruth and Naomi, from a humanist perspective, could become models of independent women in terms of religion, work, and homemaking. This research recommends other research related to issues of gender inequality in the global era, especially from a feminist perspective.AbstrakKemandirian, peran, dan hak-hak perempuan yang sering terdiskriminasi dalam banyak segi menimbulkan isu ketidakadilan dan kesetaraan gender. Melalui Studi pustaka, artikel penelitian ini melirik Kitab Rut sebagai kitab kanonik yang menyajikan potret perempuan mandiri baik dari sisi humanis maupun teosentris yang dapat digunakan untuk memberikan sumbangsih bagi penguatan ketidakadilan gender. Hasil penelitian ini menemukan bahwa sosok Rut dan Naomi, dari sisi humanis mampu menjadi model perempuan mandiri dalam hal beragama, bekerja, dan berumahtangga. Penelitian ini merekomendasikan riset lainnya yang berkaitan dengan isu-isu ketidakadilan gender di era global, khususnya dari perspektif feminisme.
Spiritualitas dan musikalitas Daud sebagai model musikus gerejawi: Membangun kemampuan membaca notasi dan karakter mahasiswa Pendidikan Musik Gereja, IAKN Tarutung Simamora, Lince R. T.; Nadeak, Rowilson; Nababan, Togi; Tambunan, Melva S.; Banjarnahor, Mirna C.
KURIOS Vol. 9 No. 3: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i3.853

Abstract

Artikel ini merupakan sebuah kajian terkait hasil observasi yang memperlihatkan kekurangmampuan mahasiswa Pendidikan Musik Gereja dalam membaca notasi musik yang dipengaruhi oleh karakter belajarnya. Kemampuan membaca notasi memang tidak dipengaruhi secara langsung oleh kerohanian seseorang, namun tingkat kedewasaan dan kematangan spiritual akan membentuk nilai-nilai positif dan konstruktif yang berimplikasi pada kemauan meningkatkan kualitas diri. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan sebuah model musikus gerejawi melalui refleksi teologis dari kehidupan Daud. Dengan menggunakan metode analisis-deskriptif interpretatif, maka diperoleh korelasi antara spiritualitas dan musikalitas Daud. Kemampuan bermusik Daud yang mampu menghasilkan mazmur dan nyanyian pengagungan bagi Allah sekaligus memperlihatkan karakter yang dipengaruhi oleh spiritualitasnya 
Terapi keluarga sebagai pelayanan pastoral dalam membangun resiliensi keluarga Kristen Raintung, Agnes Beatrix Jackline
KURIOS Vol. 9 No. 3: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i3.861

Abstract

Family therapy is an alternative therapy that can be used in pastoral care. This is possible due to the awareness of the importance of pastoral service, which involves various other sciences so that pastoral service can achieve holistic service. This research examines the role of pastoral theology and holistic pastoral care in family pastoral therapy. Qualitative methods were used to achieve the objectives of this research. The research results show that Pastoral Theology provides the basis for family pastoral care with a family therapy approach. Presence and empathy are essential aspects of pastoral ministry based on the love exemplified by Jesus Christ. Then, caring in the pastoral care of families and their members relies on the theological belief that humans are God's creatures entrusted with the earth's care.AbstrakTerapi keluarga merupakan salah satu terapi alternatif yang dapat digunakan dalam pelayanan pastoral. Hal ini dimungkinkan dalam kesadaran pentingnya pelayanan pastoral yang melibatkan berbagai ilmu lain agar pelayanan pastoral dapat mencapai pelayanan yang holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan telogi pastoral dan pelayanan pastoral holistik dalam terapi pastoral keluarga. Metode kualitatif digunakan dalam pencapaian tujuan penelitian ini. Hasil penelitian mengemukakan bahwa Teologi Pastoral memberi dasar bagi pelayanan pastoral keluarga dengan pendekatan terapi keluarga. Di mana kehadiran dan empati aspek penting dalam pelayanan pastoral yang mana didasarkan pada kasih yang telah diteladankan Yesus Kristus. Kemudian, caring dalam perawatan pastoral keluarga dan anggota-anggotanya bertumpu pada keyakinan teologis bahwa manusia merupakan makhluk Tuhan yang dipercayakan dengan perawatan bumi.
Partikularitas pendidikan agama Kristen menjawab tantangan Posmodernisme Lyotard Wariki, Valentino
KURIOS Vol. 9 No. 3: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i3.862

Abstract

Lyotard is a figure who is straightforward in criticizing modernism; for him, the era of modernism has ended, so values such as metanarratives must be abandoned because of their negative impact on civilization. Postmodernism offers a spirit of aufklarung that modernists have abandoned. This article aims to show how Christian education should respond to the era of postmodernism in Lyotard's concept. The method used is philosophical hermeneutics. The theory is built from literary sources that discuss the issue of postmodernism, which is linked to Christian education discourse utilizing interpretation, description, and comparison. The results show that postmodernism is an ideology that seeks to revive Aufklarung's ideals to achieve equality in various aspects of human life. Postmodernism seeks to dismantle the concepts and ideas of modernism through a creative, humanist, and critical approach to metanarratives, thereby providing opportunities for the potential for Christian education to flourish.AbstrakLyotard merupakan sosok yang lugas dalam mengkritik paham modernisme; baginya, era modernisme sudah berakhir, sehingga nilai-nilai seperti metanarasi harus ditinggalkan karena dampak buruknya terhadap peradaban. Posmodernisme menawarkan semangat Aufklarung yang oleh para modernis sudah ditinggalkan. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana seharusnya pendidikan kristiani merespons posmodernisme dalam konsep Lyotard tersebut. Metode yang digunakan adalah studi hermeneutika filosofis. Teori dibangun dari sumber-sumber kepustakaan yang membahas tentang isu posmodernisme yang dikaitkan dengan diskursus pendidikan kristiani dengan cara interpretasi, deskripsi, dan komparasi. Hasil yang ditunjukkan bahwa posmodernisme merupakan sebuah paham yang berupaya menghidupkan kembali cita-cita Aufklarung agar tercapai pemerataan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Posmodernisme berupaya membongkar konsep dan gagasan modernisme melalui pendekatan yang kreatif, humanis, dan kritis terhadap metanarasi, sehingga memberi peluang untuk potensi pendidikan kristiani semakin berkembang.

Page 2 of 3 | Total Record : 24