cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CYCLOTRON
ISSN : 26145499     EISSN : 26145164     DOI : -
Jurnal Cyclotron merupakan jurnal yang diterbitkan oleh program studi teknik elektro Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli. Jurnal ini memfokuskan pada publikasi hasil penelitian dan artikel ilmiah tentang teknik ektro, Sistem Tenaga Listrik, Sistem Kontrol dan Teknik Pengaturan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018)" : 5 Documents clear
Analisis Sistem Pembumian Berbentuk Jaring (GIRD) Pada Gardu Induk 150 kV, di Jalan Sunan Derajat Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur Rudi, Dwi Songgo dan Anang
CYCLOTRON Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.532 KB) | DOI: 10.30651/cl.v1i1.1292

Abstract

Sistem pentanahan peralatan gardu induk menggunakan kisi (gird) dan gabungan antara system pentanahan gird dan pita. Model system pentanahan gird-Pita jarang digunakan untuk gardu induk tegangan tinggi 150 kV. Untuk pembangunan gardu induk yang baru di butuhkan desain yang baru pula. Desain dilakukan dengan membuat kombinasi antara jumlah mesh dan pita-nya, kedalaman penanaman konduktor dengan mempertimbangkan nilai tahanan jenis tanah, pengaruh tahanan jenis tanah untuk beberapa jenis tanah yang berbeda dengan kedalaman yang sama serta dimensi area tanah yang digunakan sehingga menghasilkan nilai tahanan pentanahan 0,01 Ω tegangan sentuh dan tegangan langkah yang lebih baik dan aman. Sistem pentanahan pada gardu induk merupakan perlengkapan yang amat penting untuk menghindari bahaya-bahaya terhadap orang yang sedang berada di dalam atau di daerah gardu induk tersebut. Ada beberapa metode dalam penyusunan ini, tetapi akhirnya dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan ketelitian dan perencanaanya. Perencanaan dan hasil analisis untuk gardu induk Bagan Batu untuk tegangan sentuh sebenarnya diperoleh sebesar 415 Volt dan tegangan langkah sebesar 426,1 Volt, serta jumlah penanaman konduktor memanjang adalah 10 dan melebar sebanyak 27 buah konduktor yang digunakan adalah 200 mm2 dengan ukuran diameter d = 0,0182 m. Kata kunci : Grid, Gardu Induk, Sistem pentanahan
Analisa Pengaruh Penekukan dan Besarnya Arus pada Saluran Distribusi dan Instalasi yang Berpengaruh Terhadap Peningkatan Temperatur dan Penurunan Daya Isolasi Kabel dI PT. Dana Purna Investama (BCA KCU Diponegoro – Surabaya) Joko Priyono, Marwan Rosyadi Anang Widiantoro
CYCLOTRON Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.564 KB) | DOI: 10.30651/cl.v1i1.1293

Abstract

Kabel memiliki peranan yang sangat penting dalam proses penyaluran daya listrik, permasalahan yang banyak terjadi pada kabel adalah permasalahan pada isolasi sehingga bahan isolasi yang tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik, salah satunya adalah karena peningkatan temperatur yang mengakibatkan kabel tersebut rusak. Untuk itu perlu menganalisa perubahan temperatur pada penekukan instalasi listrik, mengetahui kenaikan temperatur yang di iringi kenaikan arus, menganalisa pentingnya pembatasan sudut tekuk dalam instalasi listrik dan nilai isolasi sertai menentukan jumlah penekukan dalam satu saluran kabel. Metode penelitian ini dengan melakukan percobaan langsung di tempat penelitian yaitu dengan mengukur nilai dari daya isolasi dan konduktor serta temperatur kabel dengan sudut penekukan bervariasi yaitu 35˚, 60˚ , 90˚ dan 130˚ dengan arus yang mengalir yaitu 5A, 10A, 15A, 17 A,18A,19A dengan waktu yang di perlukan yaitu 30, 60, 90, 120, 150, 180, 210, 240, 270, 300, 330, 360, 390, 420, 430, dan 480 detik, dengan melakukan perhitungan yaitu pada waktu 30 detik, 240 dan 480 detik. Penelitian dilakukan di PT. Dana Purna Investama Bca (Kcu Diponegoro – Surabaya) yaitu untuk mengetahui pengaruh sudut penekukan dan besarnya arus kabel terhadap temperatur kabel. Dari data dapat di simpulkan bahwa kenaikan temperatur di sebabkan karena semakin kecil sudut penekukan (semakin lancip sudutnya) pada kabel akan menyebabkan temperatur kabel baik itu konduktor maupun isolasi kabel akan semakin meningkat dan terjadinya perubahan temperatur pada penekukan kabel terjadi karena adanya penyusutan yang semakin rendah dan kalor yang terbuang mengakibatkan perubahan temperatur.
Analisis Kontingensi Saluran Transmisi Pada Jaringan 150 kV Surabaya Selatan Febry Johan Palasworo, Anang Widiantoro
CYCLOTRON Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.638 KB) | DOI: 10.30651/cl.v1i1.1294

Abstract

Sistem keamanan tenaga listrik mempengaruhi keandalan dan kinerja sistem tenaga listrik dari gangguan yang berupa lepasnya elemen sistem(outage). Analisis keamanan sistem tenaga bertujuan untuk melihat keandalan sistem terhadap gangguan, dan menjaga tetap beroperasi pada kondisi normal. Analisis ini didasarkan pada analisis kontingensi, yang merupakan suatu cara untuk memodelkan setiap gangguan yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan aliran daya aktif maupun reaktif pada saat kondisi normal dan saat terjadi kontingensi saluran transmisi N-1, menentukan urutan performansi indeks terhadap outage contingency, menentukan total jumlah contingency violation, dan untuk menentukan solusi yang harus dilakukan terhadap outage contingency yang tejadi guna mengatasi kemungkinan contingency violation yang terjadi pada jaringan 150 kV Surabaya Selatan. Metode yang digunakan adalah metode alirandaya Newton-Raphson dan metode PerfomanceIndex. Berdasarkan hasil analisis, urutan performansi indeks terhadap outage contingency pada jaringan 150 kV Surabaya Selatan yang pertama adalah saluran transmisi Rungkut – Sukolilo dengan nilai PI average sebesar 0.12967 dan yang terakhir adalah saluran Sukolilo – Wonorejo dengan nilai PI average sebesar 0.00311. total jumlah contingency violation adalah 2 kasus yaitu kontingensi saluran Rungkut 1 – Sukolilo 1 dan kontingensi saluran Ngagel 1 – Sukolilo 1, solusi yang harus dilakukan adalah penambahan
Kajian Skala Pengembangan Beban DistribusiI Tenaga Listrik di Wilayah Kota Surabaya Vicky Febrian Eka Putra dan Ahmad Cholilurrahman
CYCLOTRON Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.638 KB) | DOI: 10.30651/cl.v1i1.1296

Abstract

Kebutuhan beban bagi pelanggan di Kota Surabaya dapat digolongkan ke dalam 6 kelompok besar. Dalam memenuhi kebutuhan kepada pelanggan tersebut diatas PT. PLN (Persero) Area Pengatur Distribusi Jawa Timur memiliki kapasitas terpasang gardu induk di wilayah Kota Surabaya sampai tahun 2012 dengan perincian Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Surabaya Utara sebesar 820 MVA, Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Surabaya Selatan sebesar 1240 MVA dan Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Surabaya Barat sebesar 820 MVA . Permasalahannya adalah dari kapasitas terpasang seperti tersebut diatas, Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Surabaya Utara baru terpenuhi 528,6 MW atau 64,46 % dari total yang sudah disediakan. Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Surabaya Barat baru terpenuhi 487 MW atau 59,39 % dari total yang sudah disediakan. Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Surabaya Selatan baru terpenuhi 733,32 MW atau 59,13 % dari total yang sudah disediakan. Dengan demikian timbul pertanyaan sampai kapan kapasitas total yang telah disediakan dapat terserap seluruhnya oleh ketiga Area Pelayanan dan Jaringan (APJ). Sebagai evaluasi digunakan Metoda Time Series Analysis, yang dimaksud metode Time Series Anlysis adalah merupakan metode yang mempelajari deret waktu, baik dari segi teori yang menaunginya maupun untuk membuat peramalan (prediksi). Prediksi / Peramalan deret waktu adalah penggunaan model untuk memprediksi nilai di waktu mendatang berdasar peristiwa yang telah terjadi. Hasil Akhir menunjukkan bahwa Area Pelayanan dan Jaringan Surabaya Utara dapat terselesaikan sampai tahun 2015, Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Surabaya Barat dapat terselesaikan sampai tahun 2016 dan Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Surabaya Selatan dapat terselesaikan sampai tahun 2015 . Kata Kunci : 6 kelompok beban, Area Pelayanan dan Jaringan, Metoda Time Series Analysis
Perencanaan Dan Pemasangan Instalasi Listrik Bangunan Rumah Tinggal Bertingkat Di Graha Family Blok I Nomor 33 Surabaya Budiawan Hendratno; R Ahmad Cholilurrahman
CYCLOTRON Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.791 KB) | DOI: 10.30651/cl.v1i1.3546

Abstract

Perumahan Graha Family adalah suatu perumahan yang terletak di Surabaya Bagian Barat dan salah satu bangunan rumah tinggal yang akan menjadi kajian penelitian yang  terletak di Graha Family  Blok I Nomor 33 Surabaya, Sebagai suatu bangunan rumah tinggal perlu dilengkapi dengan suplai tenaga listrik dari PT. PLN (Persero). Bangunan ini termasuk dalam kategori  pelanggan 3 fase (3 dengan daya 33.000 VA atau 33 KVA. Tujuan penelitian Untuk merencanakan dan memasang  instalasi listrik bangunan rumah tinggal bertingkat di graha family blok I Nomor 33 Surabaya yang sesuai dengan Persyaratan Umum Instalasi Listrik ( PUIL ) 2000. Permasalahannya untuk mensuplai tenaga listrik kebangunan dengan tarif dasar listrik golongan menengah diperlukan perencanaan dan pemasangan instalasi tenaga listrik. Sebagai evaluasi digunakan  spesifikasi dan syarat-syarat pekerjaan yang diterima dari pemilik rumah dan langkah – langkah dalam perencanaan dan pemasangan instalasi listrik secara real time. Hasil akhir menunjukkan bahwa rumah ini mempunyai daya keseluruhan 30802 VA, dengan sistem distribusi tegangan 3 fase, 4 kawat, 220/380 V, 50 Hz, netral ditanahkan dengan sistem TT, yang dibagi menjadi 2 panel SDP. Panel SDP lantai 1 sebesar 15804 VA dan Panel SDP lantai 2 sebesar 14998 VA, dengan saluran utama menggunakan kabel supreme NYY 4 × 25 mm², saluran cabang dari panel utama ke panel lantai 1 menggunakan kabel supreme NYY 4 × 10 mm²,  dan panel lantai 2 menggunakan kabel supreme NYY 4 × 6 mm², serta dilengkapi genset dengan daya 30 kVA, arus 50 A, frekuensi 50 Hz, voltage 230/400 V, 3 fase, untuk mensuplai  keseluruhan beban pada rumah ini, dengan pengoperasian secara automatic, dengan sistem Automatic Transfer Switch ( ATS ).

Page 1 of 1 | Total Record : 5