EMBRIO : Jurnal Kebidanan
Jurnal EMBRIO is the bachelor midwifery journal at PGRI Adi Buana University in Surabaya, (P-ISSN: 2089-8789 and E-ISSN: 2714-7886). Which publish articles in midwifery, including: birth pregnancy, labor, childbirth; baby; family planning; reproductive health; complementary midwifery care. Publication schedule: May and November. This journal publishes scientific papers that discuss the results of research studies and literature reviews as well as the latest issues and trends occuring.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4 (2014): EMBRIO (MARET 2014)"
:
12 Documents
clear
DAMPAK LATIHAN INTENSITAS BERAT PADA FUNGSI IMUN TUBUH
hayati hayati
EMBRIO Vol 4 (2014): EMBRIO (MARET 2014)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.257 KB)
|
DOI: 10.36456/embrio.vol4.no0.a1234
Pemberian rangsang fisik berulang pada tubuh dapat menyebabkan proses adaptasi yang mencerminkan peningkatan kemampuan fungsional tetapi jika besarnya rangsangan tidak cukup untuk proses pembebanan, maka tubuh tidak akan mengalami proses adaptasi.Sebaliknya jika rangsang terlalu besar yang tidak dapat ditoleransi oleh tubuh akan menyebabkan jejas dan mengganggu keadaan homeostasis pada sistem tubuh. Latihan intensitas tinggi dapat meningkatkan hormone epinephrine dan cortisol di plasma yang dikenal sebagai efek immunomodulator Dampak negatif dari latihan akan muncul khususnya pada latihan intensitas berat, seperti penurunan sistem imun sehingga seorang atlet akan lebih gampang mengalami infeksi. Kejadian infeksi pada para atlet yang sedang dalam pemusatan latihan sudah banyak dilaporkan berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya, tetapi masih belum jelas aspek-aspek ilmiah manakah yang paling merusak sistem imun dan lebih rentan terhadap infeksi. Jadi respon imun pada tubuh sebagai akibat dari latihan belum diketahui dengan jelas. Beberapa hasil penelitian belum ada kesepakatan mengenai beban dan bentuk latihan fisik yang meningkatkan atau menurunkan ketahanan tubuh. Secara umum penelitian menunjukkan bahwa latihan fisik intensitas tinggi menimbulkan kerusakan respon ketahanan tubuh, sedangkan pada laihan intensitas sedang belum ada kesepakatan dalam kesamaan hasil terhadap respon imun.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG ASI DENGAN MENYUSUI SECARA DINI DI RSIA PRIMA HUSADA SIDOARJO
Krisna murti
EMBRIO Vol 4 (2014): EMBRIO (MARET 2014)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (298.08 KB)
|
DOI: 10.36456/embrio.vol4.no0.a1243
Air susu ibu merupakan makanan paling baik untuk bayi, juga terbukti dapat mencegahpenyakit pada bayi dan memberi manfaat bagi ibu, keluarga dan masyarakat. Namun cakupanASI eksklusif di Indonesia masih rendah. Kurangnya pengetahuan ibu nifas tentang manfaatASI menyebabkan ibu mudah beralih kepada pemberian susu formula dengan berbagai alasanantara lain : produksi ASI kurang, ibu bekerja, ingin dianggap modern dan pengaruh orang lain.Tujuan dari penelitian ini : menganalisis hubungan pengetahuan ibu nifas tentang manfaat ASIdengan menyusui secara dini di RSIA Prima Husada SidoarjoMetode yang digunakan dalam penelitian ini : merupakan metode penelitian deskriptifobsevasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebesar 30 orang ibu nifas yang dirawat di RSIA Prima Husada Sidoarjo. Variabel bebas adalah pengetahuan ibu tentang manfaatASI dan karakteristik ibu nifas, sedangkan variabel terikatnya adalah pemberian ASI secaradini. Lembar kuisoner digunakan untuk mengumpulkan data yang sudah diukur validitas danreliabilitasnya dan selanjutnya data dianalisis dengan chi-ssquare test dengan bantuankomputer program SPSSHasil penelitian : Sebagian ibu nifas (63,3%) tingkat pengetahuannya tentang manfaat ASItermasuk katagori kurang, lebih dari separuh ibu nifas di RSIA Prima Husada (56,7%) tidakmemberikan ASI secara dini. Hasil analisis statisti menunjukkan bahwa tingkat penetahuan ibunifas tentang manfaat ASI berhubungan signifikan dengan menyusui secara dini (p<α 0,05)Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu nifas tentang manfaat ASIdengan menyusui secara dini. Hendaknya bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkanpromosi ASI eksklusif dan tidak memperkenalkan atau menganjurkan pad ibu menyusui untukmembarikan susu formula sebagai pengganti ASI, dan hal ini dapat dimulai sejak ibu hamilmemeriksakan kehamilannya pada petugas kesehatan
Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Pada Ibu Bersalin di Rumah Bersalin Ny. Soegiarti Surabaya.
yefi marliandiani
EMBRIO Vol 4 (2014): EMBRIO (MARET 2014)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (363.766 KB)
|
DOI: 10.36456/embrio.vol4.no0.a1247
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir. Rendahnya pengetahuan ibu, motivasi ibu dan sikap ibu yang kurang mendukung IMD menjadi faktor dari ibu bersalin terhadap kegagalan IMD. Pelaksanaan IMD dilakukan oleh Bidan yang memfasilitasi dan ibu harus saling mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang pelaksanaan IMD pada ibu bersalin. Desain penelitian digunakan metode Deskriptif Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin normal di RB Ny. Soegiarti Surabaya. Sampel sebanyak 30 responden dengan kriteria inklusi yaitu ibu dan bayi yang dilaksanakan IMD. Teknik sampling purposive sampling. Variabel pada penelitian ini adalah Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini, sedangkan Sub variabelnya adalah posisi bayi, upaya mencegah bayi kedinginan, bayi mencari putting susu, lamanya bayi menyusu. Teknik analisis data menggunakan statistic deskriftif persentase dengan instrument kuesioner. Hasil penelitian diperoleh bahwa dari 30 responden langkah-langkah pelaksanaan IMD yaitu bayi ditengkurapkan di dada atau perut ibu sebanyak 30 responden (100%) dilakukan dengan tepat, kulit bayi melekat dengan kulit ibu tanpa dialasi kain 26 responden (87%) dilakukan dengan tepat, upaya mencegah bayi kedinginan dengan kepala bayi dapat dipakaikan topi dan diselimuti pada daerah punggung bayi 20 responden (67%) dilakukan tepat, bayi dibiarkan untuk mencari sendiri puting susu ibunya dan bayi tidak dipaksakan ke puting susu 9 responden (30%), bayi tetap dibiarkan dalam posisi kulitnya bersentuhan dengan kulit ibu sampai proses menyusu pertama selesai atau selama 1-2 jam 14 responden (47%). Pelaksanaan IMD di RB. Soegiarti kurang maksimal karena masih ada langkah yang kurang tepat. Pelaksanaan IMD harus lebih ditingkatkan. Diharapkan kepada para bidan agar meningkatkan kemampuan dan pengetahuan tentang IMD dengan mengikuti pelatihan-pelatihan dan seminar-seminar tentang IMD agar pelaksanaan IMD dapat dilaksanakan secara optimal dan terus-menerus.
PENGARUH PERMAINAN EDUKATIF DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK PRASEKOLAH USIA 3-4 TAHUN
nyna puspita ningrum
EMBRIO Vol 4 (2014): EMBRIO (MARET 2014)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (205.901 KB)
|
DOI: 10.36456/embrio.vol4.no0.a1254
Permainan edukatif merupakan permainan yang sangat memberikan fungsi permainan secara optimal dan perkembangan anak, dimana melalui alat permainan ini akan selalu mengembangkan kemampuan fisiknya, bahasa, kemampuan kognitifnya, dan adaptasi sosialnya (Alimul, 2005). Kebutuhan stimulasi atau upaya merangsang anak dengan menggunakan permainan edukatif untuk memperkenalkan suatu pengetahuan ataupun ketermpilan baru ternyata sangat penting dalam upaya peningkatan kecerdasan anak (Siswono, 2004). Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan edukatif dengan perkembangan sosial anak prasekolah usia 3-4 tahun. Desain penelitian ini menggunakan desain korelasi product moment, dengan populasi seluruh anak usia 3-4 tahun di PAUD Permata Hati bulan juni 2013 sebanyak 23 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling dan instrumen penelitian yaitu APE dan ceklist. Hasil analisis data menggunakan korelasi product moment dengan taraf signifikasi sebesar 0,05 di dapatkan r-hitung sebesar 0,828 dan r-tabel 0,413 (diperoleh r-hitung > r-tabel). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa responden yang mampu melakukan permainan edukatif sesuai perintah dan berperilaku sosial sebanyak 9 responden (39,2%), sedangkan anak yang cukup mampu melakukan permainan edukatif sesuai perintah dan berperilaku sosial sebanyak 6 responden (26,1%). Dari hasil perhitungan menggunakan korelasi product moment didapatkan hipotesis diterima, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh permainan edukatif dengan perkembangan sosial anak prasekolah usia 3-4 tahun di PAUD Permata Hati Sidoarjo tahun 2013. Dari hasil penelitian ini disarankan kepada orang tua, pengasuh dan tenaga pengajar lebih memperhatikan pemilihan dan penggunaan alat permainan yang digunakan anak didiknya, sehingga saat anak bermain sekaligus dapat melatih perkembangan anak pra sekolah khususnya kemampuan berbicara, berbahasa serta sosialisasi dan kemandirian.
PERBEDAAN RASA NYERI PADA KALA I FASE AKTIF TERHADAP IBU BERSALIN DENGAN DILAKUKAN MASSASE PUNGGUNG DAN TIDAK DILAKUKAN MASSASE PUNGGUNG (STUDI KASUS DI BPS. KISWORO PRATIWI SURABAYA).
sumiati sumiati
EMBRIO Vol 4 (2014): EMBRIO (MARET 2014)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.515 KB)
|
DOI: 10.36456/embrio.vol4.no0.a1256
Nyeri persalinan adalah rasa tidak nyaman selama persalinan yang bersifat alami. Rasa nyeri yang dirasakan oleh ibu ketika menghadapi persalinan pada kala I fase aktif ini adalah manisfestasi dari adanya kontraksi (pemendekan) otot rahim yang berlangsung semakin lama semakin kuat. Massase punggung merupakan teknik terapi nyeri non farmakologi yang paling sederhana dengan menggunakan sentuhan atau menggosok bagian tubuh yang nyeri pada kala I fase aktif dalam proses persalinan. Desain penelitian menggunakan rancangan analitik. Alat ukur yang digunakan adalah face scale yaitu skala wajah. Sampel berupa purposive sample dengan jumlah populasi 36 orang dan besar sample 28 orang. Interument penelitian menggunakan kusioner, interview dan lembar observasi. Perbedaan rasa nyeri pada kala I fase aktif terhadap ibu bersalin dengan dilakukan massase punggung dan tidak dilakukan massase punggung di analisa menggunakan uji non parametrik Chi Square dengan kemaknaan 95 %. Hasil penelitian menunjukan bahwa : sebagian besar ibu bersalin dengan dilakukan massase punggung mengekspresikan nyerinya dengan respon nyeri ringan sampai sedang, sedangkan tidak dilakukan massase punggung mengekspresikan nyerinya dengan respon nyeri berat, sangat berat dan nyeri tidak tertahankan. Hasil uji non parametrik Chi Square, didapatkan hasil : X2 hitung > X2 tabel, disimpulkan terdapat perbedaan ambang nyeri pada responden dengan dilakukan massase punggung dan tidak dilakukan massase punggung. Saran yang dapat diberikan kepada para bidan, massase punggung ini dapat dilakukan pada setiap pasien dalam proses persalinan sebagai bentuk asuhan sayang ibu
STUDI TENTANG POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ANAK USIA 5 – 6 TAHUN
retno setyo iswati
EMBRIO Vol 4 (2014): EMBRIO (MARET 2014)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (338.845 KB)
|
DOI: 10.36456/embrio.vol4.no0.a1262
Pola asuh adalah cara orang tua mendidik anak dan membesarkan anak yang dipengaruhi oleh banyak factor. Pola asuh yang diterapkan akan mempengaruhi perilaku dan pola tumbuh kembang anak. (Markum, 2007). Membentuk perilaku sehat anak dimulai sejak usia dini. Anak yang mendapatkan pesan kesehatan yang intens semenjak usia 0-6 tahun memiliki harapan lebih besar untuk berperilaku sehat di masa mendatang. (Adiwiryono, 2011). Tujuan penelitian adalah studi tentang pola asuh orang tua terhadap perilaku hidup bersih dan sehat anak usia 5 – 6 tahun di TK Dharma Wanita Gisik Cemandi, Kabupaten Sidoarjo. Dalam penelitian digunakan metode deskriptif , desain penelitian cross sectional dengan populasi seluruh ibu di TK Dharma Wanita Gisik Cemandi, Kabupaten Sidoarjo yang berjumlah 40 responden(B2) Tahun 2013. Pengambilan sampel dengan total sampling dan instrument penelitian yaitu kuesioner. Analisis menggunakan persentase. Hasil penelitian diperoleh data bahwa sebagian besar responden menerapkan pola asuh penuntut (42,5%) dan pola asuh tidak konsisten (22,5%) sedangkan anak yang menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagian besar secara mandiri (50%) sedangkan secara tidak konsisten sebesar 40% . Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua yang diterapkan mempengaruhi anak dalam berperilaku hidup bersih dan sehat.
DAMPAK LATIHAN INTENSITAS BERAT PADA FUNGSI IMUN TUBUH
hayati, hayati
EMBRIO Vol 4 (2014): EMBRIO (MARET 2014)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/embrio.vol4.no0.a1234
Pemberian rangsang fisik berulang pada tubuh dapat menyebabkan proses adaptasi yang mencerminkan peningkatan kemampuan fungsional tetapi jika besarnya rangsangan tidak cukup untuk proses pembebanan, maka tubuh tidak akan mengalami proses adaptasi.Sebaliknya jika rangsang terlalu besar yang tidak dapat ditoleransi oleh tubuh akan menyebabkan jejas dan mengganggu keadaan homeostasis pada sistem tubuh. Latihan intensitas tinggi dapat meningkatkan hormone epinephrine dan cortisol di plasma yang dikenal sebagai efek immunomodulator Dampak negatif dari latihan akan muncul khususnya pada latihan intensitas berat, seperti penurunan sistem imun sehingga seorang atlet akan lebih gampang mengalami infeksi. Kejadian infeksi pada para atlet yang sedang dalam pemusatan latihan sudah banyak dilaporkan berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya, tetapi masih belum jelas aspek-aspek ilmiah manakah yang paling merusak sistem imun dan lebih rentan terhadap infeksi. Jadi respon imun pada tubuh sebagai akibat dari latihan belum diketahui dengan jelas. Beberapa hasil penelitian belum ada kesepakatan mengenai beban dan bentuk latihan fisik yang meningkatkan atau menurunkan ketahanan tubuh. Secara umum penelitian menunjukkan bahwa latihan fisik intensitas tinggi menimbulkan kerusakan respon ketahanan tubuh, sedangkan pada laihan intensitas sedang belum ada kesepakatan dalam kesamaan hasil terhadap respon imun.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG ASI DENGAN MENYUSUI SECARA DINI DI RSIA PRIMA HUSADA SIDOARJO
murti, Krisna
EMBRIO Vol 4 (2014): EMBRIO (MARET 2014)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/embrio.vol4.no0.a1243
Air susu ibu merupakan makanan paling baik untuk bayi, juga terbukti dapat mencegahpenyakit pada bayi dan memberi manfaat bagi ibu, keluarga dan masyarakat. Namun cakupanASI eksklusif di Indonesia masih rendah. Kurangnya pengetahuan ibu nifas tentang manfaatASI menyebabkan ibu mudah beralih kepada pemberian susu formula dengan berbagai alasanantara lain : produksi ASI kurang, ibu bekerja, ingin dianggap modern dan pengaruh orang lain.Tujuan dari penelitian ini : menganalisis hubungan pengetahuan ibu nifas tentang manfaat ASIdengan menyusui secara dini di RSIA Prima Husada SidoarjoMetode yang digunakan dalam penelitian ini : merupakan metode penelitian deskriptifobsevasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebesar 30 orang ibu nifas yang dirawat di RSIA Prima Husada Sidoarjo. Variabel bebas adalah pengetahuan ibu tentang manfaatASI dan karakteristik ibu nifas, sedangkan variabel terikatnya adalah pemberian ASI secaradini. Lembar kuisoner digunakan untuk mengumpulkan data yang sudah diukur validitas danreliabilitasnya dan selanjutnya data dianalisis dengan chi-ssquare test dengan bantuankomputer program SPSSHasil penelitian : Sebagian ibu nifas (63,3%) tingkat pengetahuannya tentang manfaat ASItermasuk katagori kurang, lebih dari separuh ibu nifas di RSIA Prima Husada (56,7%) tidakmemberikan ASI secara dini. Hasil analisis statisti menunjukkan bahwa tingkat penetahuan ibunifas tentang manfaat ASI berhubungan signifikan dengan menyusui secara dini (p<α 0,05)Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu nifas tentang manfaat ASIdengan menyusui secara dini. Hendaknya bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkanpromosi ASI eksklusif dan tidak memperkenalkan atau menganjurkan pad ibu menyusui untukmembarikan susu formula sebagai pengganti ASI, dan hal ini dapat dimulai sejak ibu hamilmemeriksakan kehamilannya pada petugas kesehatan
Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Pada Ibu Bersalin di Rumah Bersalin Ny. Soegiarti Surabaya.
marliandiani, yefi
EMBRIO Vol 4 (2014): EMBRIO (MARET 2014)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/embrio.vol4.no0.a1247
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir. Rendahnya pengetahuan ibu, motivasi ibu dan sikap ibu yang kurang mendukung IMD menjadi faktor dari ibu bersalin terhadap kegagalan IMD. Pelaksanaan IMD dilakukan oleh Bidan yang memfasilitasi dan ibu harus saling mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang pelaksanaan IMD pada ibu bersalin. Desain penelitian digunakan metode Deskriptif Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin normal di RB Ny. Soegiarti Surabaya. Sampel sebanyak 30 responden dengan kriteria inklusi yaitu ibu dan bayi yang dilaksanakan IMD. Teknik sampling purposive sampling. Variabel pada penelitian ini adalah Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini, sedangkan Sub variabelnya adalah posisi bayi, upaya mencegah bayi kedinginan, bayi mencari putting susu, lamanya bayi menyusu. Teknik analisis data menggunakan statistic deskriftif persentase dengan instrument kuesioner. Hasil penelitian diperoleh bahwa dari 30 responden langkah-langkah pelaksanaan IMD yaitu bayi ditengkurapkan di dada atau perut ibu sebanyak 30 responden (100%) dilakukan dengan tepat, kulit bayi melekat dengan kulit ibu tanpa dialasi kain 26 responden (87%) dilakukan dengan tepat, upaya mencegah bayi kedinginan dengan kepala bayi dapat dipakaikan topi dan diselimuti pada daerah punggung bayi 20 responden (67%) dilakukan tepat, bayi dibiarkan untuk mencari sendiri puting susu ibunya dan bayi tidak dipaksakan ke puting susu 9 responden (30%), bayi tetap dibiarkan dalam posisi kulitnya bersentuhan dengan kulit ibu sampai proses menyusu pertama selesai atau selama 1-2 jam 14 responden (47%). Pelaksanaan IMD di RB. Soegiarti kurang maksimal karena masih ada langkah yang kurang tepat. Pelaksanaan IMD harus lebih ditingkatkan. Diharapkan kepada para bidan agar meningkatkan kemampuan dan pengetahuan tentang IMD dengan mengikuti pelatihan-pelatihan dan seminar-seminar tentang IMD agar pelaksanaan IMD dapat dilaksanakan secara optimal dan terus-menerus.
PENGARUH PERMAINAN EDUKATIF DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK PRASEKOLAH USIA 3-4 TAHUN
ningrum, nyna puspita
EMBRIO Vol 4 (2014): EMBRIO (MARET 2014)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/embrio.vol4.no0.a1254
Permainan edukatif merupakan permainan yang sangat memberikan fungsi permainan secara optimal dan perkembangan anak, dimana melalui alat permainan ini akan selalu mengembangkan kemampuan fisiknya, bahasa, kemampuan kognitifnya, dan adaptasi sosialnya (Alimul, 2005). Kebutuhan stimulasi atau upaya merangsang anak dengan menggunakan permainan edukatif untuk memperkenalkan suatu pengetahuan ataupun ketermpilan baru ternyata sangat penting dalam upaya peningkatan kecerdasan anak (Siswono, 2004). Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan edukatif dengan perkembangan sosial anak prasekolah usia 3-4 tahun. Desain penelitian ini menggunakan desain korelasi product moment, dengan populasi seluruh anak usia 3-4 tahun di PAUD Permata Hati bulan juni 2013 sebanyak 23 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling dan instrumen penelitian yaitu APE dan ceklist. Hasil analisis data menggunakan korelasi product moment dengan taraf signifikasi sebesar 0,05 di dapatkan r-hitung sebesar 0,828 dan r-tabel 0,413 (diperoleh r-hitung > r-tabel). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa responden yang mampu melakukan permainan edukatif sesuai perintah dan berperilaku sosial sebanyak 9 responden (39,2%), sedangkan anak yang cukup mampu melakukan permainan edukatif sesuai perintah dan berperilaku sosial sebanyak 6 responden (26,1%). Dari hasil perhitungan menggunakan korelasi product moment didapatkan hipotesis diterima, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh permainan edukatif dengan perkembangan sosial anak prasekolah usia 3-4 tahun di PAUD Permata Hati Sidoarjo tahun 2013. Dari hasil penelitian ini disarankan kepada orang tua, pengasuh dan tenaga pengajar lebih memperhatikan pemilihan dan penggunaan alat permainan yang digunakan anak didiknya, sehingga saat anak bermain sekaligus dapat melatih perkembangan anak pra sekolah khususnya kemampuan berbicara, berbahasa serta sosialisasi dan kemandirian.