Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2016): Juni"
:
8 Documents
clear
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI MENURUT IMAM AL GHAZALI
Irsyad, Mohammad
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol 2, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (289.974 KB)
|
DOI: 10.18592/jea.v1i1.1533
Abstrak Al Ghazali, seorang pemikir Islam telah lama menaruh perhatian dan memberikan kontribusi pemikirannya kepada dunia anak usia dini. Bahkan, jauh sebelum para tokoh Barat mengutarakan pemikiran mereka berkaitan dengan hal ini. Tak salah kiranya karena usia dini yang dikenal sebagai usia emas (golden age) merupakan masa yang paling tepat untuk menanamkan berbagai pengetahuan kepada anak melalui pendidikan. Menurut Al Ghazali, pendidikan anak usia dini harus dilakukan sebelum terjadinya masa konsepsi (pembuahan) maupun setelah konsepsi (melahirkan) dengan menggunakan metode pengajaran yang tepat. Pendidikan masa konsepsi diibaratkan sebagai upaya penyiapan lahan bagi bibit tanaman yang kelak akan ditanam. Sementara setelah konsepsi merupakan upaya pemeliharaan dan perawatan agar tanaman tumbuh dan berkembang dengan baik. Kata kunci: Pendidikan Anak Usia Dini, Al Ghazali, Tahapan Pendidikan
MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK ANAK USIA DINI DALAM KURIKULUM 2013
saptiani, Saptiani
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol 2, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (415.887 KB)
|
DOI: 10.18592/jea.v1i1.1534
AbstrakKurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Karakteristik kurikulum 2013 adalah salah satunya tematik. Model pembelajaran tematik sejatinya adalah model pembelajaran terpadu yang menggabungkan berbagai mata pelajaran untuk dijadikan satu keutuhan dalam satu tema. namun, mengingat bahwasanya dalam pendidikan anak usia dini tidak memiliki mata pelajaran, maka tematik disini adalah mengaitkan satu tema dengan seluruh perkembangan anak usia dini yang berdasarkan kurikulum 2013 ada 6 aspek perkembangan yaitu spiritual, sosial emosional, kognitif, bahasa, keterampilan dan terakhir adalah seni. Hal yang harus diperhatikan dalam model pembelajaran tematik adalah tema yang diangkat sesuai dengan berbagai macam pengalaman siswa dan lingkungannya.Kata Kunci: Pembelajaran tematik, kurikulum 2013, anak usia dini
UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA DALAM MENGULANG KALIMAT SEDERHANA MELALUI MODEL TALKING STICK PADA ANAK KELOMPOK A PAUD TERPADU DARUNNAJAH MARTAPURA KABUPATEN BANJAR
Wasilah, Gusti
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol 2, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (542.086 KB)
|
DOI: 10.18592/jea.v1i1.1535
AbstrakRendahnya kemampuan bahasa anak Kelompok A Paud Terpadu Darunnajah Martapura Kabupaten Banjar dalam mengulang kalimat sederhana disebabkan siswa sulit memahami materi serta kurangnya penggunaan alat peraga dan tanpa adanya pengalaman langsung pada saat proses pembelajaran yang hanya berpatokan pada buku paket atau penjelasan guru saja. Hal ini terbukti Hal ini terbukti dari 15 orang anak, hanya 4 anak atau 27 % yang berkembang sesuai harapan, sedangkan 11 anak atau 73 % masih dikatagorikan belum berkembang. Untuk memperbaiki pengembangan bahasa anak maka digunakan model pembelajaran Talking Stick. Tujuan pelaksanaan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas guru saat melaksanakan pembelajaran, aktivitas anak saat mengikuti pembelajaran, dan hasil pengembangan kemampuan bahasa dalam mengulang kalimat sederhana pada anak Kelompok A Paud Terpadu Darunnajah Martapura Kabupaten Banjar. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus, siklus I dan siklus II terdiri dari masing-masing 2 pertemuan. Penelitian ini mengambil setting di Paud Terpadu Darunnajah Martapura Kabupaten Banjar pada semester I tahun pelajaran 2014/2015. Subjek penelitian ini adalah seluruh anak di kelompok A yang berjumlah 15 orang. Data diolah dengan interpretasi, distribusi frekuensi, dan persentase. Instrumen pengumpulan data melalui observasi guru, observasi anak dan hasil pengembangan kemampuan bahasa anak selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru dalam pelaksanaan pengembangan kemampuan bahasa anak dengan model Talking Stick dalam mengulang kalimat sederhana aktivitas guru terlaksana dengan katagori sangat baik. Aktivitas siswa pada siklus I dengan persentase 62 % katagori aktif mengalami peningkatan menjadi 87 % katagori sangat aktif. Hasil pengembangan kemampuan bahasa berkembang sesuai harapan dari siklus I 33 % menjadi 100 % pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil pengembangan kemampuan bahasa pada materi mengulang kalimat sederhana melalui model Talking Stick pada anak Kelompok A Terpadu Darunnajah Martapura Kabupaten Banjar berkembang dengan signifikan dan hipotesa diterima.Kata kunci: Kemampuan Bahasa, Talking Stick, Mengulang Kalimat Sederhana
UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA DALAM MENYUSUN KALIMAT SEDERHANA PADA STRUKTUR LENGKAP MELALUI MEDIA VISUAL PADA ANAK KELOMPOK B TK PERMATA HATI MARTAPURA KABUPATEN BANJAR
Fatmawati, Nurul
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol 2, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (461.331 KB)
|
DOI: 10.18592/jea.v1i1.1536
AbstrakPermasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil pengembangan kemampuan bahasa dalam menyusun kalimat sederhana pada struktur lengkap pada anak Kelompok B TK Permata Hati Martapura Kabupaten Banjar yang disebabkan siswa sulit memahami materi serta kurangnya penggunaan alat peraga dan tanpa adanya pengalaman langsung pada saat proses pembelajaran yang hanya berpatokan pada buku paket atau penjelasan guru saja. Hal ini terbukti Hal ini terbukti dari 14 orang anak, hanya 6 anak atau 42 % yang berkembang sesuai harapan, sedangkan 8 anak atau 58 % masih dikatagorikan belum berkembang. Untuk memperbaiki pengembangan kemampuan bahasa anak maka digunakan media visual. Tujuan pelaksanaan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas guru saat melaksanakan pembelajaran, aktivitas anak saat mengikuti pembelajaran, dan hasil pengembangan kemampuan bahasa dalam menyusun kalimat sederhana pada struktur lengkap pada anak Kelompok B TK Permata Hati Martapura Kabupaten Banjar. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus, siklus I dan siklus II masing-masing dua kali pertemuan. Penelitian ini mengambil setting di TK Permata Hati Martapura Kabupaten Banjar pada semester I tahun pelajaran 2014/2015. Subjek penelitian ini adalah seluruh anak di kelompok B yang berjumlah 14 orang. Data diolah dengan interpretasi, distribusi frekuensi, dan persentase. Instrumen pengumpulan data melalui observasi guru, observasi anak dan hasil pengembangan anak selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru dalam pelaksanaan pengembangan kemampuan bahasa anak melalui media visual dalam menyusun kalimat sederhana pada struktur lengkap aktivitas guru terlaksana dengan katagori sangat baik. Aktivitas anak pada siklus I dengan persentase 53 % katagori aktif mengalami peningkatan menjadi 96 % katagori sangat aktif. Hasil pengembangan kemampuan bahasa berkembang sesuai harapan dari siklus I 43 % menjadi 100 % pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil pengembangan kemampuan bahasa pada materi menyusun kalimat sederhana pada struktur lengkap melalui media visual pada anak Kelompok B TK Permata Hati Martapura Kabupaten Banjar berkembang dengan signifikan dan hipotesa diterima. Saran untuk guru, Taman Kanak-kanak dan peneliti, bahwa media visual dapat dijadikan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk pengembangan kemampuan bahasa anak.Kata kunci: Kemampuan Bahasa, Media Visual, Menyusun Kalimat Sederhana
Upaya Mengembangkan Kemampuan Bahasa dalam Menyusun Kalimat Sederhana pada Struktur Lengkap Melalui Media Visual pada Anak Kelompok B TK Permata Hati Martapura Kabupaten Banjar
Nurul Fatmawati
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol 2, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/jea.v2i1.1536
AbstrakPermasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil pengembangan kemampuan bahasa dalam menyusun kalimat sederhana pada struktur lengkap pada anak Kelompok B TK Permata Hati Martapura Kabupaten Banjar yang disebabkan siswa sulit memahami materi serta kurangnya penggunaan alat peraga dan tanpa adanya pengalaman langsung pada saat proses pembelajaran yang hanya berpatokan pada buku paket atau penjelasan guru saja. Hal ini terbukti Hal ini terbukti dari 14 orang anak, hanya 6 anak atau 42 % yang berkembang sesuai harapan, sedangkan 8 anak atau 58 % masih dikatagorikan belum berkembang. Untuk memperbaiki pengembangan kemampuan bahasa anak maka digunakan media visual. Tujuan pelaksanaan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas guru saat melaksanakan pembelajaran, aktivitas anak saat mengikuti pembelajaran, dan hasil pengembangan kemampuan bahasa dalam menyusun kalimat sederhana pada struktur lengkap pada anak Kelompok B TK Permata Hati Martapura Kabupaten Banjar. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus, siklus I dan siklus II masing-masing dua kali pertemuan. Penelitian ini mengambil setting di TK Permata Hati Martapura Kabupaten Banjar pada semester I tahun pelajaran 2014/2015. Subjek penelitian ini adalah seluruh anak di kelompok B yang berjumlah 14 orang. Data diolah dengan interpretasi, distribusi frekuensi, dan persentase. Instrumen pengumpulan data melalui observasi guru, observasi anak dan hasil pengembangan anak selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru dalam pelaksanaan pengembangan kemampuan bahasa anak melalui media visual dalam menyusun kalimat sederhana pada struktur lengkap aktivitas guru terlaksana dengan katagori sangat baik. Aktivitas anak pada siklus I dengan persentase 53 % katagori aktif mengalami peningkatan menjadi 96 % katagori sangat aktif. Hasil pengembangan kemampuan bahasa berkembang sesuai harapan dari siklus I 43 % menjadi 100 % pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil pengembangan kemampuan bahasa pada materi menyusun kalimat sederhana pada struktur lengkap melalui media visual pada anak Kelompok B TK Permata Hati Martapura Kabupaten Banjar berkembang dengan signifikan dan hipotesa diterima. Saran untuk guru, Taman Kanak-kanak dan peneliti, bahwa media visual dapat dijadikan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk pengembangan kemampuan bahasa anak.Kata kunci: Kemampuan Bahasa, Media Visual, Menyusun Kalimat Sederhana
Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Imam Al Ghazali
Mohammad Irsyad
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol 2, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/jea.v2i1.1533
Abstrak Al Ghazali, seorang pemikir Islam telah lama menaruh perhatian dan memberikan kontribusi pemikirannya kepada dunia anak usia dini. Bahkan, jauh sebelum para tokoh Barat mengutarakan pemikiran mereka berkaitan dengan hal ini. Tak salah kiranya karena usia dini yang dikenal sebagai usia emas (golden age) merupakan masa yang paling tepat untuk menanamkan berbagai pengetahuan kepada anak melalui pendidikan. Menurut Al Ghazali, pendidikan anak usia dini harus dilakukan sebelum terjadinya masa konsepsi (pembuahan) maupun setelah konsepsi (melahirkan) dengan menggunakan metode pengajaran yang tepat. Pendidikan masa konsepsi diibaratkan sebagai upaya penyiapan lahan bagi bibit tanaman yang kelak akan ditanam. Sementara setelah konsepsi merupakan upaya pemeliharaan dan perawatan agar tanaman tumbuh dan berkembang dengan baik. Kata kunci: Pendidikan Anak Usia Dini, Al Ghazali, Tahapan Pendidikan
Model Pembelajaran Tematik Anak Usia Dini dalam Kurikulum 2013
Saptiani saptiani
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol 2, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/jea.v2i1.1534
AbstrakKurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Karakteristik kurikulum 2013 adalah salah satunya tematik. Model pembelajaran tematik sejatinya adalah model pembelajaran terpadu yang menggabungkan berbagai mata pelajaran untuk dijadikan satu keutuhan dalam satu tema. namun, mengingat bahwasanya dalam pendidikan anak usia dini tidak memiliki mata pelajaran, maka tematik disini adalah mengaitkan satu tema dengan seluruh perkembangan anak usia dini yang berdasarkan kurikulum 2013 ada 6 aspek perkembangan yaitu spiritual, sosial emosional, kognitif, bahasa, keterampilan dan terakhir adalah seni. Hal yang harus diperhatikan dalam model pembelajaran tematik adalah tema yang diangkat sesuai dengan berbagai macam pengalaman siswa dan lingkungannya.Kata Kunci: Pembelajaran tematik, kurikulum 2013, anak usia dini
Upaya Mengembangkan kemampuan Bahasa dalam Mengulang Kalimat Sederhana Melalui Model Talking Stick pada Anak Kelompok A PAUD Terpadu Darunnajah Martapura Kabupaten Banjar
Gusti Wasilah
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol 2, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/jea.v2i1.1535
AbstrakRendahnya kemampuan bahasa anak Kelompok A Paud Terpadu Darunnajah Martapura Kabupaten Banjar dalam mengulang kalimat sederhana disebabkan siswa sulit memahami materi serta kurangnya penggunaan alat peraga dan tanpa adanya pengalaman langsung pada saat proses pembelajaran yang hanya berpatokan pada buku paket atau penjelasan guru saja. Hal ini terbukti Hal ini terbukti dari 15 orang anak, hanya 4 anak atau 27 % yang berkembang sesuai harapan, sedangkan 11 anak atau 73 % masih dikatagorikan belum berkembang. Untuk memperbaiki pengembangan bahasa anak maka digunakan model pembelajaran Talking Stick. Tujuan pelaksanaan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas guru saat melaksanakan pembelajaran, aktivitas anak saat mengikuti pembelajaran, dan hasil pengembangan kemampuan bahasa dalam mengulang kalimat sederhana pada anak Kelompok A Paud Terpadu Darunnajah Martapura Kabupaten Banjar. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus, siklus I dan siklus II terdiri dari masing-masing 2 pertemuan. Penelitian ini mengambil setting di Paud Terpadu Darunnajah Martapura Kabupaten Banjar pada semester I tahun pelajaran 2014/2015. Subjek penelitian ini adalah seluruh anak di kelompok A yang berjumlah 15 orang. Data diolah dengan interpretasi, distribusi frekuensi, dan persentase. Instrumen pengumpulan data melalui observasi guru, observasi anak dan hasil pengembangan kemampuan bahasa anak selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru dalam pelaksanaan pengembangan kemampuan bahasa anak dengan model Talking Stick dalam mengulang kalimat sederhana aktivitas guru terlaksana dengan katagori sangat baik. Aktivitas siswa pada siklus I dengan persentase 62 % katagori aktif mengalami peningkatan menjadi 87 % katagori sangat aktif. Hasil pengembangan kemampuan bahasa berkembang sesuai harapan dari siklus I 33 % menjadi 100 % pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil pengembangan kemampuan bahasa pada materi mengulang kalimat sederhana melalui model Talking Stick pada anak Kelompok A Terpadu Darunnajah Martapura Kabupaten Banjar berkembang dengan signifikan dan hipotesa diterima.Kata kunci: Kemampuan Bahasa, Talking Stick, Mengulang Kalimat Sederhana