cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016" : 8 Documents clear
Dominasi Paradigma Pengelolaan Atur dan Awasi dalam SVLK: Evaluasi Laporan Implementasi Pengelolaan Dan Pemantauan Lingkungan Hidup pada Industri Furnitur di Jepara Helmi Ferdian; Purwanto Purwanto; Haryo Santoso
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.806 KB) | DOI: 10.14710/jil.14.2.108-114

Abstract

ABSTRAKParadigma pengelolaan hidup Atur dan Awasi (ADA) merupakan sistem pengelolaan hidup yang banyak diberlakukan di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Implementasi sistem  ADA tersebut sangat dominan dalam pelaksanaan SVLK. Sebagai salah satu pusat industri furnitur, Kabupaten Jepara menjadi daerah yang merasakan dampak langsung dari penerapan kebijakan SVLK. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peranan SVLK dalam “menuntun” industri furniture di Jepara untuk melakukan pengelolaan lingkungan seperti dalam UKL UPL/DPLH yang telah dimilikinya. Penelitian dilakukan dengan metode survei melalui pendekatan analisis deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 37 perusahaan yang diperoleh dengan menggunakan teknik convenience sampling atau sering juga disebut teknik Insidental. Tahapan penelitian meliputi wawancara dan penyebaran kuisioner serta review laporan pengelolaan dan pemantauan lingkungan untuk dikaji dan dievaluasi. Hasil penelitian diketahui bahwa paradigma ADA yang mengendalikan SVLK belum mampu berperan maksimal dalam mempengaruhi industri furnitur untuk mengeimplementasikan UKL UPL-nyaKata kunci: ADA, SVLK,UKL UPL, industri furnitur.  ABSTRACTParadigm life management Organize and Supervise (ADA) is a management system that is a lot of life imposed on developing countries including Indonesia. Implementation of the ADA system is very dominant in the implementation of the SVLK. As a center for the furniture industry, Jepara district into areas that feel the direct impact of policy implementation SVLK. This study aimed to evaluate the role of SVLK in the "lead" in Jepara furniture industry for management of environment as the UKL UPL / DPLH he had. Research conducted by survey method through descriptive analysis approach. Samples are 37 companies that obtained by using a convenience sampling technique sometimes called Incidental techniques. Stages of research includes interviews and questionnaires and review management reports and environmental monitoring to be studied and evaluated. The survey results revealed that the controlling paradigm ADA SVLK has not been able to contribute the maximum in affecting the furniture industry for its mengeimplementasikan UKL-UPLKeywords:  ADA, SVLK, UKL UPL, the furniture industry.Cara sitasi: Ferdian, H., Purwanto, dan Santoso,H. (2016). Dominasi Paradigma Pengelolaan Atur dan Awasi dalam SLVK: Evaluasi Laporan Implementasi Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup pada Industri Furnitur di Jepara. Jurnal Ilmu Lingkungan,14(2),108-114, doi:10.14710/jil.14.2.108-114 
Kajian Kondisi dan Nilai Ekonomi Manfaat Ekosistem Terumbu Karang di Pantai Wediombo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta Heriawan Maulana; Sutrisno Anggoro; Bambang Yulianto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.028 KB) | DOI: 10.14710/jil.14.2.82-87

Abstract

ABSTRAKPerairan Wediombo Kabupaten Gunung Kidul yang telah ditetapkan sebagai Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Daerah pada tahun 2013. Pemanfaatan wilayah Pantai Wediombo oleh masyarakat sebagai lokasi pendaratan ikan dan pariwisata mengakibatkan peningkatan tekanan terhadap ekosistem perairan khususnya terumbu karang. Sebagai common property, kerusakan ekosistem terumbu karang tidak dirasakan sebagai kerugian ekonomi sehingga eksploitasi dari manfaat ekosistem terumbu karang menjadi tidak terkendali. Pengelolaan Pantai Wediombo menjadi tantangan bagi stakeholder untuk dapat mengoptimalkan pemanfaatan jasa lingkungan bagi kesejahteraan masyarakat. Salah satu komponen upaya pengelolaannya yaitu dengan melakukan pemantauan kondisi terumbu karang di Pantai Wediombo. Valuasi ekonomi ekosistem termbu karang merupakan instrumen untuk menilai produk dan jasa yang dihasilkan oleh ekosistem terumbu karang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi ekosistem terumbu karang yang diwakili oleh persen tutupan terumbu karang dan nilai manfaat ekosistem terumbu karang yang diwakili oleh produk perikanan yang dihasilkan dari ekosistem terumbu karang di Pantai Wediombo. Metode yang digunakan adalah metode survei. Metode pengumpulan data kondisi terumbu karang mengacu pada metode Line Intercept Transect (LIT). sedangkan nilai ekonomi manfaat ekosistem terumbu karang dihitung menggunakan metode Effect on Productivity. Pada penelitian diperoleh hasil prosentase tutupan terumbu karang di Pantai Wediombo sebesar 25,29% dengan status kondisi rusak sedang. nilai ekonomi aktual ekosistem terumbu karang di Pantai Wediombo sebesar Rp. 634.553.504,-, sedangkan nilai manfaat sekarang dari ekosistem terumbu karang di Pantai Wediombo sebesar Rp. 20.304.872,-.Kata kunci: Ekosistem Terumbu Karang, Valuasi Ekonomi, Pantai Wediombo ABSTRACTBodies Wediombo Gunung Kidul regency which has been designated as a Local Backup Water Conservation Area in 2013. Utilization Wediombo Turkish territory by the public as a fish landing site and tourism resulted in increased pressure on aquatic ecosystems, especially coral reefs. As common property, damage to coral reefs is not perceived as economic losses so that the exploitation of the benefits of coral reef ecosystems had become unmanageable. Wediombo Coastal management is a challenge for stakeholders to be able to optimize the use of environmental services for the welfare of society. One component management efforts is by monitoring the condition of coral reefs in Wediombo Beach. Economic valuation of coral ecosystems termbu is an instrument to assess the products and services produced by a coral reef ecosystems. The purpose of this study was to determine the condition of coral reef ecosystems are represented by percent cover of coral reefs and coral reef ecosystems benefit value represented by the fishery products produced from coral reef ecosystems Wediombo Beach. The method used is a survey method. Methods of data collection coral reef condition refers to a method Line Intercept Transect (LIT). while the economic value of coral reef ecosystem benefits are calculated using methods Effect on Productivity. In the research results the percentage of coral reef cover in Turkish Wediombo of 25.29% with a damaged condition status. the true economic value of coral reef ecosystems Wediombo Coast of Rp. 634 553 504, -, while the value of current benefits of coral reef ecosystems Wediombo Coast of Rp. 20,304,872, -.Keywords:  Coral Reef Ecosystems, Economic Valuation, Turkish WediomboCara sitasi: Maulana, H., Anggoro, S., Yulianto, B. (2016). Kajian Kondisi dan Nilai Ekonomi Manfaat Ekosistem Terumbu Karang di Pantai Wediombo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Ilmu Lingkungan,14(2),82-87, doi:10.14710/jil.14.2.82-87
Pengelolaan Lingkungan pada IKM Garam Konsumsi Beryodium di Kabupaten Rembang Muhamad Syarifudin Edy Nugroho; Purwanto Purwanto; Suherman Suherman
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.204 KB) | DOI: 10.14710/jil.14.2.88-95

Abstract

ABSTRAKPerkembangan aktivitas industri terutama sektor IKM selain memberikan sumbangan terhadap perkembangan ekonomi, juga memberikan dampak terhadap perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rekomendasi pengelolaan lingkungan yang bisa diterapkan pada industri garam konsumsi beryodium dengan menggunakan pendekatan 1E4R (Elimination, Reduce, Reuse, Recycle, Recovery) serta penerapan good house keeping (GHK). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode kualitatif dengan observasi partisipatif. Teknik pengumpulan data melalui pengukuran, wawancara, observasi serta kajian literatur. Berdasarkan penelitian Keluaran Bukan Produk  yang ditimbulkan dari proses produksi garam beryodium antara lain: ceceran garam, garam pecah, garam gosong, blothong sisa proses pencucian, air sisa proses pencucian, emisi udara, ceceran oli dari mesin diesel dan kebisingan. Hasil pengujian limbah cair menunjukkan parameter TSS dan TDS sudah melampau Baku Mutu yang dipersyaratkan. Penerapan 1E4R dalam pengelolaan lingkungan pada IKM garam antara lain; penggantian mesin diesel dengan motor listrik; reuse cairan pencuci garam bahan baku; recycle blotong dan air sisa pencucian dengan metode rekristalisasi menjadi garam beryodium serta recovery sisa garam di sekitar mesin produksi. Good house keeping yang bisa diterapkan antara lain: mengontrol penerapan SOP, pelaksanaan material handling yang baik dengan penggunaan ember plastik, mempercepat proses pembongkaran garam briket setelah proses pengovenan serta penerapan prinsip FIFO serta pemakain Alat Pelindung Diri yang sesuai.Kata kunci: Industri Garam Beryodium, Keluaran Bukan Produk, Pengelolaan Lingkungan, Good House Keeping ABSTRACTThe development of the SME sector, especially industrial activity in addition to contributing to the economic development, has an impact on environmental change. This study aims to develop recommendations environmental management can be applied to industrial consumption of iodized salt by using an approach 1E4R (Elimination, Reduce, Reuse, Recycle, Recovery) as well as the implementation of good house keeping (GHK). The method used in this study is a qualitative method of participant observation. Data collection through measurement, interviews, observation and review of the literature. Based on the research output Not Products arising from the process of production of iodized salt among others: spilled salt, salt broken, scorched salt, blothong rest of the washing process, washing process waste water, air emissions, oil spills of diesel engines and noise. The test results show the parameters effluent TSS and TDS is already beyond the required Quality Standard. Implementation 1E4R in environmental management in SMEs salt, among others; replacement of diesel engine with an electric motor; reuse of raw materials washing liquid salt; blotong and recycle residual water washing method of iodized salt and recrystallized into recovery residual salt around the production machine. Good house keeping can be applied, among others: control the application of SOP, material handling good execution with the use of plastic buckets, accelerate the process of dismantling the salt briquettes after oven processes and the application of the FIFO principle as well as the usage of appropriate personal protective equipment.Keywords:  Iodized salt industry, Exodus Not Products, Environmental Management, Good House KeepingCara sitasi: Nugroho, M.S.E., Purwanto, dan Suherman. (2016). Pengelolaan Lingkungan pada IKM Garam Konsumsi Beryodium di Kabupaten Rembang. Jurnal Ilmu Lingkungan,14(2),88-95, doi:10.14710/jil.14.2.88-95
Analisis Kualitas Air Sungai Guna Menentukan Peruntukan Ditinjau Dari Aspek Lingkungan Dedy Anwar Saleh Pohan; Budiyono Budiyono; Syafrudin Syafrudin
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.886 KB) | DOI: 10.14710/jil.14.2.63-71

Abstract

ABSTRAKSungai Kupang adalah salah satu sungai yang mengalir di Kota Pekalongan yang menerima limbah, baik dari industri, pertanian maupun domestik, Perkembangan industri dan pemukiman di sepanjang aliran sungai Kupang telah mempengaruhi kualitas air sungai. Penurunan kualitas air ditandai dengan perubahan warna air dan bau padahal sebahagian masyarakat di pinggiran sungai masih memanfaatkan air Sungai Kupang untuk kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air sungai Kupang berdasarkan baku mutu kualitas air sungai menurut PP Nomor 82 Tahun 2001, menghitung beban pencemar Sungai Kupang dan menentukan Status Mutu Air serta merekomendasi upaya pengelolaan kualitas air Sungai Kupang Pekalongan. Pengukuran kualitas air dilakukan pada 6 titik pengambilan sampel. Parameter yang diukur dan diamati adalah parameter Temperatur, TSS, pH, DO, BOD, COD, Kromium dan Phosphat. Untuk analisis Status mutu air Sungai Kupang dengan menggunakan metode indeks pencemaran dan daya tampung beban pencemaran dengan menggunakan metode Qual2Kw. Hasil penelitian pada kualitas air Sungai Kupang menunjukkan parameter  COD di beberapa titik telah melebihi baku mutu. Sedangkan untuk parameter BOD di semua titik telah melebihi baku mutu yang dipersyaratkan. Nilai konsentrasi BOD terendah adalah sebesar 5,75 mg/l, sedangkan nilai BOD tertinggi sebesar 27 mg/l. Kandungan BOD meningkat diduga karena sepanjang aliran sungai yang di mulai dari hulu hingga hilir banyak menerima limbah buangan, sementara berdasarkan status mutu air menunjukkan penurunan kualitas air dari hulu sampai ke hilir sungai, dimana pada bagian hilir telah tercemar ringan. Dan untuk hasil perhitungan beban pencemaran Sungai Kupang dari hulu ke hilir mengalami peningkatan, untuk beban pencemaran konsentrasi TSS adalah sebesar 20.670,334 kg/hari, sedangkan konsentrasi COD adalah sebesar 16.517,777 kg/hari, dan konsentrasi BOD yaitu sebesar 6.618,643 kg/hari.Kata kunci: Water Quality, Pollution Load, Kupang River ABSTRACTSungai Kupang is one of the rivers that flow in Pekalongan city that receives the waste, both from industrial, agricultural and domestic, industrial and residential development along the river Kupang have affected the quality of river water. Water quality degradation characterized by changes in water color and odor when sebahagian riverside communities still use river water Kupang for everyday needs. This study aimed to analyze the water quality of the river Kupang based on river water quality standards in accordance with Regulation No. 82 of 2001, calculating the pollutant load Sungai Kupang and determine Air Quality Status and recommend management measures Pekalongan Kupang River water quality. Water quality measurements performed at 6 sampling points. Parameters measured and observed are the parameters of temperature, TSS, pH, DO, BOD, COD, chromium and Phosphate. For the analysis of the water quality of Sungai Kupang status using the pollution index and pollution load capacity using Qual2Kw.The results of research on water quality of Sungai Kupang shows COD parameter at some point has exceeded the standard quality. As for the parameters BOD at all points have exceeded the quality standards required. BOD value is the lowest concentration of 5.75 mg / l, while the highest value of BOD of 27 mg / l. The content of BOD increased presumably because the watershed is in from upstream to downstream received many waste dumps, while based on the status of water quality showed a decrease in water quality from upstream to downstream, which in part has been lightly polluted downstream. And also for the calculation of pollution loads Kupang River from upstream to downstream has increased, to the pollution load of TSS concentration amounted 20670.334 kg / day, while the COD concentration is equal to 16517.777 kg / day, and the BOD concentration is equal to 6618.643 kg /day.Keywords:  Water Quality, Pollution Load, Kupang RiverCara sitasi: Pohan, D. A. S., Budiyono, Syafrudin. (2016). Analisis Kualitas Air Sungai Guna Menentukan Peruntukan Ditinjau dari Aspek Lingkungan di Sungai Kupang Kota Pekalongan. Jurnal Ilmu Lingkungan,14(2),63-71, doi:10.14710/jil.14.2.63-71
Pengembangan Potensi Energi Alternatif Dengan Pemanfaatan Limbah Cair Kelapa Sawit Sebagai Sumber Energi Baru Terbarukan Di Kabupaten Kotawaringin Timur Yulian Mara Alkusma; Hermawan Hermawan; H Hadiyanto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.192 KB) | DOI: 10.14710/jil.14.2.96-102

Abstract

ABSTRAKEnergi  memiliki  peranan penting dalam proses pembangunan yang pada akhirnya untuk mencapai tujuan sosial,  ekonomi  dan  lingkungan  untuk  serta  merupakan  pendukung bagi kegiatan  ekonomi  nasional. Sumber energi terbarukan yang berasal dari pemanfaatan biogas limbah cair kelapa sawit dapat menghasilkan energi listrik yang saat ini banyak bergantung pada generator diesel dengan biaya yang mahal.Limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent atau POME) adalah limbah cair yang berminyak dan tidak beracun, berasal dari proses pengolahan minyak kelapa sawit, namun limbah cair tersebut dapat menyebabkan bencana lingkungan apabila tidak dimanfaatkan dan dibuang di kolam terbuka karena akan melepaskan sejumlah besar gas metana dan gas berbahaya lainnya ke udara yang menyebabkan terjadinya emisi gas rumah kaca. Tingginya kandungan Chemical Oxygen Demand (COD) sebesar 50.000-70.000 mg/l dalam limbah cair kelapa sawit memberikan potensi untuk dapat di konversi menjadi listrik dengan menangkap biogas (gas metana) yang dihasilkan melalui serangkaian tahapan proses pemurnian. Di Kabupaten Kotawaringin Timur terdapat 36 Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit yang total kapasitas pabriknya adalah sebesar 2.115 TBS/jam, menghasilkan limbah cair sebesar 1.269 ton limbah cari/jam dan mampu menghasilkan 42.300 m3 biogas.Kata kunci:  Renewable Energy, Plam Oil Mill Effluent, Chemical Oxygen Demand, Biogass, Methane. ABSTRACTEnergy has an important role in the development process and ultimately to achieve the objectives of social, economic and environment for as well as an environmental support for national economic activity. Renewable energy source derived from wastewater biogas utilization of oil palm can produce electrical energy which is currently heavily dependent on diesel generators at a cost that mahal.Limbah liquid palm oil (Palm Oil Mill Effluent, or POME) is the wastewater that is greasy and non-toxic, derived from the processing of palm oil, but the liquid waste could cause environmental disaster if not used and disposed of in open ponds because it will release large amounts of methane and other harmful gases into the air that cause greenhouse gas emissions. The high content of Chemical Oxygen Demand (COD) of 50000-70000 mg / l in the liquid waste palm oil provides the potential to be converted into electricity by capturing the biogas (methane gas) produced through a series of stages of the purification process. In East Kotawaringin there are 36 palm oil processing factory that total factory capacity is of 2,115 TBS / hour, producing 1,269 tons of liquid waste wastewater / h and is capable of producing 42,300 m3 of biogas.Keywords:  Renewable Energy, Plam Oil Mill Effluent, Chemical Oxygen Demand, Biogass, MethaneCara sitasi: Alkusma, Y.M., Hermawan, dan Hadiyanto. (2016). Pengembangan Potensi Energi Alternatif dengan Pemanfaatan Limbah Cair Kelapa Sawit sebagai Sumber Energi Baru Terbarukan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Jurnal Ilmu Lingkungan,14(2),96-102, doi:10.14710/jil.14.2.96-102
Daya Dukung Jalur Pendakian Bukit Raya Di Taman Nasional Bukit Baka Raya Kalimantan Barat Toto Aryanto; Hartuti Purnaweni; Tri Retnaningsih Soeprobowati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.954 KB) | DOI: 10.14710/jil.14.2.72-76

Abstract

ABSTRAKAdanya upaya penyelamatan hutan dan peningkatan nilai manfaatnya, pada saat ini mulai dilakukan pemanfaatan jasa lingkungan, salah satunya melalui kegiatan pariwisata alam. Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya sebagai kawasan konservasi telah dimanfaatkan sebagai kegiatan pariwisata alam dan salah satunya adalah pendakian Bukit Raya. Selain memilki dampak positif, kegiatan pendakian juga memiliki dampak negatif jika tidak memperhatikan daya dukung lingkungan jalur pendakian itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung daya dukung jalur pendakian Bukit Raya yang berada di Jalur kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menghitung daya dukung fisik (PCC), daya dukung riil (RCC) dan daya dukung efektif (ECC) dengan rumus yang dikembangkan oleh Cifuentes (1992). Hasil perhitungan menunjukan nilai PCC di jalur pendakian Bukit Raya adalah 200 orang per hari, RCC sebannyak 15 orang per hari dan ECC jalur pendakian Bukit Raya belum bisa dihitung sebagai akibat belum adanya desain tapak yang berpengaruh terhadap fasilitas serta penunjukan petugas pengelola secara definitif.Kata kunci: Daya Dukung, Jalur Pendakian, Ekowisata, Taman Nasional, Bukit Raya. ABSTRACTTheir efforts to save the forests and increase the amount of benefit, at this time began use of environmental services, one through nature tourism activities. Bukit Baka Bukit Raya National Park as a conservation area has been used as a natural tourism activities and one of them is climbing Bukit Raya. In addition to have a positive impact, climbing activities also had a negative impact if it does not pay attention to the environmental carrying capacity climbing lane itself. This study aimed to calculate the carrying capacity Bukit Raya hiking paths that are on the West Kalimantan. The method used in this research is to calculate the physical carrying capacity (PCC), the real carrying capacity (RCC) and the effective carrying capacity (ECC) with the formula developed by Cifuentes (1992). Calculation shows the value of PCC in Bukit Raya hiking trail is 200 people per day, RCC sebannyak 15 people per day and Bukit Raya ECC climbing path can not be calculated due to the lack of tread design that affect the facility and the appointment of management personnel definitively.Keywords:  Capability, Trailhead, Ecotourism, National Park, Bukit RayaCara sitasi: Aryanto ,T., Purnaweni, H., dan Soeprobowati, T. R. (2016). Daya Dukung Jalur Pendakian Bukit Raya di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Kalimantan Barat. Jurnal Ilmu Lingkungan,14(2),72-76, doi:10.14710/jil.14.2.72-76
Perencanaan Kegiatan Wisata Pendidikan Dalam Kawasan Geopark Rinjani Lombok Berbasis Daya Dukung Lingkungan (Studi Daerah Aik Berik) Dwi Hardoyo; Fuad Muhammad; Tukiman Taruna
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.711 KB) | DOI: 10.14710/jil.14.2.103-107

Abstract

ABSTRAKAik Berik merupakan daerah tujuan wisata yang berada dalam kawasan Geopark Rinjani Lombok. Di daerah ini terdapat situs geologi yang dapat digunakan sebagai sarana pendidikan melalui kegiatan wisata pendidikan bagi anak-anak sekolah, namun perlu dilakukan kajian daya dukung lingkungan agar kegiatan tersebut tidak menyebabkan gangguan pada ekosistem dan kenyamanan para siswa dalam melakukan aktivitas juga dapat dipertahankan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai daya dukung lingkungan obyek wisata Aik Berik sehingga dapat digunakan untuk merencanakan/menentukan waktu yang tepat dalam melaksanakan kegiatan wisata pendidikan. Metode yang digunakan adalah perhitungan berdasarkan rumus daya dukung lingkungan yang dimodifikasi, yaitu Daya Dukung Fisik (PCC), Daya Dukung Riil (RCC) dan Daya Dukung Efektif (ECC). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi/survei lapangan, studi literatur, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daerah Aik Berik mempuyai nilai daya dukung fisik (PCC) 18.665 orang/hari dan daya dukung Riil (RCC) 3.863 orang/hari. Pada hari minggu daya dukung riil belum terlewati,  sekitar 19,9% dari RCC atau 767 orang/hari. Pelaksanaan wisata pendidikan dapat dilakukan pada hari biasa (Senin-Jumat) dengan cara praktikum bersama atau dengan memanfaatkan alokasi waktu KBM yang dijadwalkan pada akhir sesi KBM.Kata kunci: Geopark Rinjani Lombok, Wisata Pendidikan, Daya Dukung Lingkungan ABSTRACTAik Berik is a tourist destination within Geopark Rinjani Lombok. In this area there is a geological site that can be used as an education mean through educational tours for school children, but it is necessary to study environment carrying capacity so that these activities do not cause disturbance to the ecosystem as well as maintaining students activity comfort. The aim of this study was to determine Aik Berik carrying capacity that can be used to determine the best times in conducting educational tours. The method used based on modified environment carrying capacity formula calculation, the Physical Carrying Capacity (PCC),  Real Carrying Capacity (RCC) and Effective Carrying Capacity (ECC). Data collected through observation/field surveys, literature, and interviews. The results showed that Aik Berik area  has value of physical carrying capacity (PCC) 18.665 person/day and the Real carrying capacity (RCC) 3,863 person/day. On Sunday the real carrying capacity has not been reached, approximately 19.9% of RCC or 767 person/day. Implementation of the educational tour can be done on a weekday (Monday-Friday) by internship activities together or by allocating scheduled time in teaching and learning activities.Keywords:  Geopark Rinjani Lombok,  Educational Tourism, Carrying CapacityCara sitasi: Hardoyo  ,D., Muhammad, F., dan Taruna, T. (2016). Perencanaan Kegiatan Wisata Pendidikan Dalam Kawasan Geopark Rinjani Lombok Berbasis Daya Dukung Lingkungan (Studi Daerah Aik Berik). Jurnal Ilmu Lingkungan,14(2),103-107, doi:10.14710/jil.14.2.103-107
Hubungan Kemelimpahan Chlorella sp Dengan Kualitas Lingkungan Perairan Pada Skala Semi Masal di BBBPBAP Jepara Siska Aprilliyanti; Tri Retnaningsih Soeprobowati; Bambang Yulianto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.42 KB) | DOI: 10.14710/jil.14.2.77-81

Abstract

ABSTRAKChlorella   sp merupakan salah satu mikroalga yang sering dibudidayakan untuk berbagai keperluan seperti obat-obatan, kosmetik, atau untuk alternatif  biodiesel Chlorella    sp  merupakan suatu agen bioremediasi yang baik, selain dapat hidup pada lingkungan yang tercemar juga dapat memakai logam berat sebagai logam esensial untuk metabolisme. Banyaknya manfaat yang akan dapat diambil apabila dapat mengembangkan Chlorella    sp pada skala masal. Dengan kemanfaatannya dari Chlorella    sp maka penulis melakukan penelitian dengan menggunakan Chlorella    sp sebagai objeknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kemelimpahan Chlorella    sp dengan kualitas lingkungan perairan di Kabupaten Jepara. Chlorella      sp ini dikultivasi di luar ruangan dengan sumber cahaya berasal dari sinar matahari secara langsung, pengudaraan untuk pencampuran media menggunakan blower yang dialirkan melalui selang dan kran aerasi untuk mencampur media. Aerasi dalam penelitian ini digunakan dengan tujuan agar sel Chlorella   sp dapat memperoleh nutrisi dalam media kultivasi secara merata karena adanya sirkulasi air dalam wadah kultur (Amini, 2006). Dari hasil analisis data diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) = 0,995. Hal ini memberikan gambaran bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara variabel bebas yakni kelima parameter kualitas air (nitrat, fosfat, temperature, pH dan salinitas) dengan variabel terikat yakni kemelimpahan Chlorella   sp . Selanjutnya diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:Y =  -5323.54 -16.80 nitrat -60.78 fosfat   + 111.09 temperatur  + ; 997.26 pH -191.92 salinitas. Dari persamaan regresi tersebut memperlihatkan bahwa parameter kualitas air yang memiliki hubungan searah (berbanding lurus) adalah temperature  dan pH. Sedangkan parameter kualitas air yang memiliki hubungan berbanding terbalik yaitu; nitrat,fosfat dan salinitas. Hubungan kemelimpahan Chlorella   sp dengan kualitas lingkungan perairan skala semi masal kuat, hasil analisis regresi didapat nilai Adjusted R2 0,995, artinya persentase sumbangan pengaruh variabel nitrat ,fosfat,temperature, pH dan salinitas terhadap kemelimpahan Chlorella   adalah sebesar 99,5% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Nilai koefisien / pengaruh tertinggi terdapat pada parameter pH yaitu (997,49).Kata kunci: Chlorella  sp, kualitas lingkungan, semi masal, Jepara ABSTRACTChlorella sp is one of the microalgae are often cultivated for various purposes such as pharmaceuticals, cosmetics, or for alternative biodiesel Chlorella sp an agent of bioremediation good, but can live in a polluted environment can also wear a heavy metal as the metal essential for metabolism. The many benefits that will be taken if it can develop Chlorella sp on a mass scale. With the emergence of Chlorella sp author conducted research using Chlorella sp as its object. The purpose of this study was to determine the relationship between the abundance of Chlorella sp with the quality of the water environment in the district of Jepara.Chlorella sp is cultivated outdoors with a light source coming from direct sunlight, aeration for mixing media using a blower that flowed through the hose and faucet aeration to mix media. Aeration used in this study with the aim of Chlorella sp cells can obtain nutrients evenly in cultivation media for their water circulation in the culture vessel (Amini, 2006). From the analysis of data obtained by the coefficient of determination (R2) = 0.995. This illustrates that there is a very strong relationship between the independent variables namely the five parameters of water quality (nitrates, phosphates, temperature, pH and salinity) with the dependent variable abundance of Chlorella sp. Furthermore, multiple linear regression equation as follows: Y = -5323.54 -16.80 -60.78 nitrate phosphate + 111.09 + temperature; 997.26 -191.92 pH salinity. From the regression equation shows that the water quality parameters that have a unidirectional relationship (proportional) is temperature and pH. While water quality parameters which have an inverse relationship, namely; nitrate, phosphate and salinity. Chlorella sp abundance relationships with water environmental quality semi massive scale strong, the results of the regression analysis obtained Adjusted R2 value of 0.995, meaning that the percentage contribution of variables influence nitrates, phosphates, temperature, pH and salinity of the abundance of Chlorella is 99.5% and the rest is influenced by factors other. The coefficient of impact / highest in pH parameters ie (997.49).Keywords:  Chlorella sp, environmental quality, semi-massive, JeparaCara sitasi: Apriliyanti, S., Soeprobowati, T. R., Yulianto, B. (2016). Hubungan Kemelimpahan Chlorella sp dengan Kualitas Lingkungan Perairan pada Skala Semi Masal di BBBPBAP Jepara. Jurnal Ilmu Lingkungan,14(2),77-81, doi:10.14710/jil.14.2.77-81

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2016 2016